Perpecahan Auntie Anne’s di Indonesia

Bagi anda penggemar Auntie Anne’s di Indonesia, pernah tidak anda menyadari satu hal janggal?

Bila anda melihat syarat dan ketentuan promosi untuk Auntie Anne’s di Indonesia (entah OVO, BCA, atau lainnya) selalu bertuliskan demikian:

TIDAK BERLAKU DI CABANG PURI INDAH MALL, TAMAN ANGGREK, PIM, DAN PARIS PAN JAVA

Maklum, saya pemburu promo dan selalu membaca syarat dan ketentuan untuk menghidari kesalahpahaman.

Rasa penasaran saya diperkuat karena dua dari empat cabang tersebut merupakan cabang favorit saya – yakni Taman Anggrek dan Puri Indah Mall. Dulu sebelum ada Lippo Mall Puri, Central Park, dan mal-mal baru lainnya, saya paling sering main ke dua mall tersebut, sehingga di dua mal tersebutlah tempat saya sering membeli Auntie Anne’s sejak berumur 11 tahun (iya, serius).

Bila anda sudah lama mengkonsumsi Auntie Anne, pasti akan menyadari satu hal janggal lagi selain masalah promosi – menu yang ditawarkan empat cabang tersebut berbeda dari semua cabang Auntie Anne’s lainnya. Satu contoh – favorit saya – adalah cheese stick mereka. Cheese stick milik empat cabang tersebut mirip pretzel keju biasa, yakni original pretzel dilapisi dengan keju. Sedangkan Cheese stick milik cabang lainnya sangat berbeda, yakni dilapisi almond dan berisi cream cheese.

Ibu saya tercinta sangat mempermasalahkan hal ini. Dia benci sekali cheese stick yang diisi cream cheese dan dilapisi almond. Setiap kali saya pergi ke Puri Indah Mall atau Mall Taman Anggrek, ia pasti dengan senang hati menitip beli cheese stick yang dia suka.

Di hari ketika artikel ini ditulis, saya akhirnya mengetahui fakta dibalik keanehan ini. Karena stall Auntie Anne’s di Taman Anggrek sedang sepi, saya menyempatkan diri mengobrol dengan staf yang sendirian menjaga disana. Ia membuat, melayani, serta menerima pembayaran seorang diri.

baked goods bakery bread breakfast
Photo by Pixabay on Pexels.com

Terjadi Perpecahan Franchise Auntie Anne di Indonesia

Bapak yang saya rahasiakan namanya tersebut bercerita, bahwa memang ada dua pihak berbeda yang memiliki ijin lisensi untuk merk Auntie Anne’s di Indonesia. ‘Empat cabang’ yang daritadi kita bahas merupakan milik perseorangan yang selama belasan tahun sudah beroperasi, sedangkan belasan cabang lainnya merupakan milik PT. Pretzelindo Sukses Pratama . Ia berkata bahwa ada rumor bahwa Pretzelindo Sukses Pratama lahir dari mantan karyawan Auntie Anne’s perseorangan yang berhasil mendapatkan dukungan permodalan dari pihak investor.

Hari ini, memang hanya tersisa empat cabang yang masih dikelola oleh perseorangan yang namanya tidak ia sebutkan tersebut, sedangkan cabang-cabang baru lainnya dikelola oleh Pretzelindo Sukses Pratama.

Dibawah ini adalah tweet dari akun resmi Pretzelindo Sukses Pratama yang mengatakan bahwa flavor yang ditawarkan di cabang perseorangan tidak sesuai standar Auntie Anne’s Global.

Menu-nya Memang Berbeda

Untuk alasan yang tidak diberitahu kepada saya, menu keempat cabang perseorangan ini memang berbeda dengan cabang lain yang dikelola Pretzelindo Sukses Pratama. Seperti yang sudah saya sebut sebelumnya, perbedaan yang paling mencolok adalah dari penawaran cheese stix mereka.

Untuk menu yang sama pun (misalnya original dan cheese pretzel), saya, pasangan saya, serta orang tua saya berpendapat kokoh bahwa rasa yang ditawarkan keempat cabang perseorangan ini berbeda dan lebih enak daripada cabang lainnya, namun tentu selera setiap orang berbeda-beda. Hal ini mungkin disebabkan dua hal – sumber bahan baku yang berbeda, atau kemampuan baking dari tenaga kerjanya, yang akan dibahas di poin terakhir.

Staff di Empat Cabang Orisinil ini Hampir Semuanya Loyal Selama Belasan Tahun

Ya, bapak yang melayani saya ini sudah bekerja di cabang Taman Anggrek selama 14 tahun, dan saya tahu ia tidak membual karena ia bisa bercerita tentang perpindahan lokasi Auntie Anne’s di Mall Taman Anggrek selama 14 tahun tersebut, dan apa yang ia katakan memang benar, karena saya sebagai pelanggan setia sejak umur belasan tahun juga ingat setiap lokasi yang suka berpindah – pindah (meskipun sayangnya saya tidak ingat bapak tersebut dari masa kecil saya). Ia berkata bahwa bukan hanya ia yang setia bekerja di sana selama belasan tahun, namun juga kawan-kawan kerjanya yang masih loyal terhadap empat cabang perseorangan tersebut.

Penutup

Birokrasi bisnis memang bajingan, dan jaman sekarang mudah melihat brand-brand yang diperebutkan dua pihak. Biasanya, siapapun yang menang tidak akan berpengaruh pada konsumen, karena pihak yang menang biasanya merupakan pihak yang lebih kuat, dan pihak yang lebih kuat akan bisa melayani konsumen dengan lebih baik lagi.

Sayangnya, dalam kasus Auntie Anne, saya cukup prihatin. Meskipun Auntie Anne’s Indonesia berkembang pesata (banyak cabang baru, banyak promosi) dibawah kepemimpinan Pretzelindo Sukses Pratama,  namun saya menganggap rasa dan kualitas pretzel yang ditawarkan empat cabang perseorangan tersebut masih jauh lebih enak.

Apabila memang sumber bahan bakunya berbeda, maka sebenarnya tidak menjadi masalah karena hanya tinggal mengganti supplier. Namun bagaimana anda membuat karyawan baru bisa memiliki skill yang sama dengan karyawan yang sudah ahli membuat pretzel selama belasan tahun?

Sekarang ada beberapa kemungkinan yang terjadi:

  1. Ketika ijin franchise pemilik empat cabang tersebut habis, semua cabang tersebut akan diambil alih oleh Pretzelindo Sukses Pratama. Menu akan di standarisasi, namun mungkin tidak akan terjadi pemecatan sama sekali. Kemungkinan terbaik yang terjadi disini, bahwa staf-staf lama bisa menurunkan ilmunya kepada staf-staf baru.

2. Ketika ijin franchise perseorangan tersebut habis, empat cabang ini tutup. Merupakan kemungkinan terburuk, namun paling tidak mungkin terjadi. Pretzelindo Sukses Pratama pasti akan gatal tangan untuk mengambil alih cabang-cabang perseorangan tersebut. Apabila memang terjadi, maka kita bisa katakan selamat tinggal kepada Auntie Anne ‘asli’ yang selama belasan tahun telah memperkenalkan masyarakat kepada roti khas Amerika ini. Saya, pacar saya, dan orang tua saya akan berduka ekstra karena akan kehilangan Cheese Stix yang tidak mengandung cream cheese didalamnya.

3. Tidak terjadi apa-apa. Kedua pihak menjalankan franchise masing-masing seperti sekarang. Tidak ada masalah kecuali kebingungan orang orang (dan saya harap kebingungan pun perlahan hilang karena adanya tulisan saya ini). Setiap orang bisa menjagokan cabangnya masing-masing. Saya dan keluarga saya akan loyal terhadap sang’ empat cabang’, dan orang awam lainnya silahkan pergi ke Auntie Anne manapun. Tentunya saya berharap poin ketiga ini yang akan terjadi, karena merupakan win-win solution untuk siapapun.

Sayangnya, firasat buruk saya mengatakan bahwa kemungkinan kedua lah yang paling mungkin terjadi. Sejak tahun 2019, 4 cabang perseorangan ini tidak lagi menerima pembayaran non-tunai, yang saya khawatirkan disebabkan oleh masalah trademark atau royalti. Saya berharap pemilik keempat cabang ini, siapapun dia, bisa mempersiapkan exit strategy yang baik, misalnya tetap berjualan pretzel menggunakan merk dagang lain.

About asiaril

Tulisan saya adalah opini pribadi yang tidak memiliki kredibilitas apapun. Kerugian dalam bentuk apapun yang timbul akibat membaca tulisan saya (misalnya buang buang waktu) sepenuhnya menjadi tanggung jawab anda. Apabila anda tidak suka dengan karya saya, janganlah marah kepada saya, namun pukullah layar komputer anda dengan linggis.

1 Response

  1. I see you don’t monetize adriansiaril.com, don’t waste your traffic, you can earn extra cash every month with new monetization method.
    This is the best adsense alternative for any type of website (they
    approve all sites), for more details simply search in gooogle:
    murgrabia’s tools

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.