Review Bibit

Mencari kode referral bibit? Gunakan kode ini untuk mendapatkan bonus –> ucleiaf 

Review ini telah dibaca dan ditanggapi oleh Wellson Lo selaku pendiri Bibit dan Stockbit.

Latar Belakang Bibit

Bibit bisa dibilang adik kandung dari Stockbit, karena keduanya merupakan anak dari perusahaan yang sama. Saya sebelumnya merekomendasikan Stockbit sebagai sarana investasi saham terbaik.

Stockbit sendiri mendapat suntikan dana dari East Ventures. Baik Bibit dan Stockbit dua duanya menggandeng Sinarmas sebagai partner untuk transaksi saham maupun reksadana.

Berdasarkan informasi tersebut, saya rasa kredibilitas Bibit sudah tidak perlu diragukan lagi. Perlu anda ingat bahwa Sinarmas juga berada dibalik Danamas dan PinjamanGo, dua p2p lending yang memiliki posisi cukup kuat di Indonesia.

Kemudahan Penggunaan

Apabila anda membaca rekomendasi saya soal Stockbit, anda mungkin ingat bahwa saya merekomendasikan Stockbit karena tampilan antarmuka nya yang sangat rapi dan cocok dinikmati kaum milenial. Cukup mudah digunakan pemula, namun mencukupi kebutuhan professional juga.

Nah, karena Bibit merupakan adik kandung stockbit, maka merekapun menerapkan filosofi yang sama dalam desain antarmuka mereka. Tampilannya sangat sederhana dan tidak memusingkan untuk pengguna. Di tampilan utama, anda hanya tinggal memilih seberapa besar investasi anda, bayar, dan selesai. Bibit akan mengambil alih pemilihan produk untuk anda dan tidak memusingkan anda melalui data, chart, atau informasi memusingkan lainnya.

Bagi anda yang sudah mahir di dunia investasi seperti saya, jangan khawatir, sebab Bibit sebenarnya juga bisa menunjukkan data-data lengkap seperti prospektus, fact sheet, alokasi aset, kustodian, dan manajer investasi. Hanya saja, informasi-informasi tersebut ‘disembunyikan’ agar tidak menakutkan bagi pemula.

Kelengkapan Produk

Per tanggal 4 Juni 2019, ada 15 produk pasar uang, 18 produk obligasi, 23 produk saham, dan 12 produk syariah. Semua produk tersebut dikelola oleh manajemen dan kustodian yang berbeda-beda, sehingga variasinya cukup baik.

Namun jelas saja, bila dibandingkan dengan agen penjual reksadana lainnya seperti Bareksa, pilihan produk di Bibit tergolong jauh lebih sedikit. Jumlah pilihan dan variasi di Bibit menurut saya pas untuk pemula, namun jauh dari sempurna untuk para professional.

Saya bukanlah seorang ahli Reksadana yang hafal performa setiap produk, namun setelah melakukan proses screening dan komparasi menggunakan random sampling, saya menemukan bahwa produk-produk di Bibit cenderung memiliki performa yang lebih buruk daripada produk populer lainnya (misalnya Ashmore, Schroder, BPN Paribas, dll).

Tidak usah khawatir, performa yang lebih buruk bukan berarti tidak bisa menghasilkan keuntungan. Saya menilai wajar saja bahwa Bibit tidak bisa menjual produk-produk populer tersebut, sebab produk-produk tersebut cenderung memiliki biaya pembelian (subscription fee) yang cukup mahal. Bibit saat ini berkomitmen bahwa pembelian maupun penjualan tidak dikenakan biaya. Bibit tidak mungkin memaksakan diri menjual produk-produk populer tersebut dan menanggung biaya pembeliannya, karena bisa langsung bangkrut!

Kecerdasan Buatan

Bibit sangat bangga mengiklankan kecerdasan buatan milik mereka, dan memang menargetkan produk mereka agar digunakan oleh orang-orang yang malas memilih produk reksadana mereka sendiri untuk membangun portfolio yang optimal

Namun demikian, sebenarnya kecerdasan buatan Bibit ini tergolong sederhana, bukan robot super cerdas yang bisa memberikan anda rekomendasi berdasarkan machine learning. Bibit hanya akan ‘mewawancarai’ anda secara singkat melalu beberapa pertanyaan di awal pendaftaran untuk menentukan toleransi anda terhadap risiko. Dari hasil wawancara inilah, Bibit akan menentukan profil risiko anda (dari nilai 1 sampai 10) dan mengatur alokasi portfolio yang cocok untuk anda.

Setelah itu, anda hanya tinggal memberitahu Bibit mau menginvestasikan berapa rupiah, dan Bibit akan mengalokasikan total rupiah anda ke kelas reksadana yang berbeda-beda sesuai profil risiko anda. Misalnya, dalam kasus saya, nilai risiko saya adalah 7 (moderat). Setiap kali saya mau berinvestasi 1 juta rupiah, Bibit akan mengalokasikan sekitar 40 persen uang tersebut ke reksadana obligasi, 50 persen ke reksadana saham, dan 10 persen ke reksadana pasar uang.

Alokasi Bibit saat checkout bisa berubah apabila Bibit menilai bahwa portfolio anda saat ini alokasinya kurang ideal. Misalnya, apabila saya minggu lalu melakukan investasi manual (tanpa bantuan robot) untuk membeli reksadana pasar uang, maka investasi robot saya berikutnya pasti tidak mengalokasikan uang saya ke reksadana pasar uang, karena robot telah melihat bahwa alokasi reksadana pasar uang di portfolio saya sudah lebih tinggi dari yang seharusnya.

Sudah, seperti itu saja cara kerjanya, sangat sederhana. Tidak ada masalah dengan metode ini, namun saya pribadi kecewa karena kecerdasan buatannya ternyata tidak secanggih ekspektasi saya. Saya berharap robot tersebut bisa membantu analisa beberapa reksadana sekaligus serta memperhitungkan retur rata-rata untuk menyeimbangi performa portfoliokita saat ini.

Pilih Kasih?

Mungkin perasaan saya saja karena saya belum punya cukup data, namun saya melihat bahwa robot Bibit cenderung pilih kasih dalam memberikan rekomendasinya. Misalnya, alokasi uang saya untuk reksadana saham selalu diberikan kepada SIMAS SAHAM UNGGULAN yang dikelola oleh Sinarmas. Obligasi saya selalu diberikan kepada TIM Dana Tetap. Saya curiga bahwa rekomendasi Bibit dipengaruhi faktor lain seperti cross-promotion dan target penjualan produk tertentu.

Bibit secara terbuka juga menyatakan bahwa pemilihan reksadana otomatis terpengaruh faktor minimum pembelian. Beberapa reksadana memiliki nominal minimal pembelian sehingga bila alokasi top-up anda saat itu cukup rendah, mungkin tidak bisa membeli produk yang menjadi rekomendasi awal Bibit, sehingga dicarikan produk lain yang sejenis.

Tanggapan Bibit: Bibit sangat independen dan tidak bergantung pada manajer investasi manapun. Pemilihan kecerdasan buatan murni karena terbentur minimal investasi dan komposisi portfolio saaat pembelian.

Tingkat Keamanan

Selain latar belakangnya yang cukup kuat, Bibit juga telah resmi diawasi oleh OJK. Saya sempat menemui bug terkait pembayaran dengan Gojek, namun selain hal tersebut, tidak ada masalah teknis ataupun operasional yang mengkhawatirkan saya. Bibit sangat aman direkomendasikan!

Seperti biasa, saya akan mengambil kesempatan ini untuk meningkatkan SEO blog saya:

Apakah Bibit penipu? Pernahkah terjadi kasus Bibit penipuan?

Tentu saja tidak !! Terimakasih telah menaikkan ranking blog saya di Google 🙂

Kualitas Customer Service

Anda bisa live chat dengan tim mereka melalui aplikasi. Balasan mereka sangat cepat, serasa chat dengan teman atau gebetan. Mereka juga membalas pesan anda secara natural dan informal, bukan menggunakan template atau macro. Jawaban mereka jelas, singkat, dan menyelesaikan masalah. Saya berharap Bibit tidak akan menerapkan kecerdasan buatan untuk menjadi customer service mereka, karena customer service harusnya manusia bicara dengan manusia!

Program Referral

Anda mendapatkan 25rb bila berhasil refer orang, sedangkan orang yang di refer tersebut mendapatkan 50rb. Perlu anda catat bahwa bonus referral ini, bagi kedua pihak, merupakan cashback berbentuk reksadana. Ketika review ini ditulis, bonus tersebut dialokasikan untuk SIMAS SAHAM UNGGULAN. Sesuai namanya, dan sesuai dengan dugaan anda, tentu saja reksadana hasil cashback ini dikelola oleh Sinarmas yang merupakan partner resmi stockbit.

Hal ini wajar saja, sebab Sinarmas mungkin memiliki kepentingan lain untuk meningkatkan penjualan SIMAS SAHAM UNGGULAN tersebut, sehingga menjadikannya produk gratisan sebagai hadiah referral. Anda tidak bisa mengganti pilihan produk hasil referral tersebut.

Ketika review ini diperbaharui karena mendapat tanggapan dari pihak Bibit, alokasi reksadana cashback diganti menjadi MAJORIS SUKUK NEGARA INDONESIA.

Tanggapan Bibit: Pemilihan alokasi cashback murni keputusan Bibit dan tidak dipengaruhi pihak luar. Perubahan pemilihan alokasi cashback berubah karena Majoris Sukuk Negara Indonesia adalah reksadana syariah sehingga lebih cocok untuk masyarakat luas ketimbang Simas Saham Unggulan yang non-syariah.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Apabila anda mau berinvestasi reksadana untuk pertama kalinya dan bingung harus memulai darimana, maka hanya Bibit yang menjadi rekomendasi dari saya.

Apabila anda tertarik menggunakan Bibit, gunakan kode referral ini untuk mendapatkan bonus –> ucleiaf 

Alternatif Lainnya

Bareksa

Bareksa menurut saya adalah website penjualan reksadana yang paling lengkap di Indonesia. Bareksa bagus apabila anda sudah mahir memilih reksadana, dengan memperhitungkan performa di masa lalu, alokasi aset, bahkan forecast berdasarkan analisa fundamental.

Namun bagi kebanyakan investor baru dan masyarakat awam, Bareksa benar-benar menakutkan. Dari segi tampilan antarmuka dan pilihan produknya benar-benar mengintimidasi orang yang baru saja belajar investasi.

Tak lupa juga, Bareksa mengenakan biaya pembelian dan/atau penjualan bagi beberapa produk yang memang populer. Hal ini sebenarnya wajar, karena agen-agen penjual reksadana lainnya juga ada yang mengenakan biaya pembelian. Namun bagi pemula, biaya pembelian ini tentu menimbulkan kesan negatif: masa belum dapat untung sudah dipungut biaya?

Apabila menurut anda Bibit terlalu kekanak-kanakan, mungkin anda lebih baik investasi di Bareksa.

Bukareksa by Bukalapak

Bukareksa ini merupakan kerjasama Bukalapak dan Bareksa, sehingga produk yang dijual adalah hasil seleksi dari yang ditawarkan Bareksa. Pilihan produk di Bukareksa jauh lebih sedikit daripada Bareksa yang asli, dan agak lebih sedikit daripada Bibit. Kebanyakan investasi reksadana saya berada di Bukareksa, karena Bukareksa sangat agresif dalam memberikan promosi seperti cashback atau bonus nilai penyertaan. Menurut perhitungan saya, bonus-bonus tersebut membuat performa produk yang saya beli menjadi lebih baik daripada aslinya (intrinsic value over paper value) karena saya menerima ‘retur’ dimuka ketimbang dibelakang.

Bukareksa memiliki kelebihan dahsyat, yaitu tidak adanya biaya pembelian dan penjualan untuk semua produk yang mereka jual, meskipun produk yang sama tersebut dikenakan biaya pembelian apabila anda membelinya di platform Bareksa yang asli. Dulu memang Bukareksa hanya menjual produk-produk yang ‘kurang laku’ di Bareksa (yang tidak dikenakan biaya pembelian). Namun sekarang, produk-produk ‘eksis’ yang harusnya dikenakan biaya pembelian mulai ditawarkan tanpa dikenakan biaya pembelian.

Bukareksa cocok bila anda mau belajar memilih produk reksadana sendiri, karena justru pilihannya yang cukup sempit membuat anda tidak pusing membandingkan terlalu banyak produk.

Moinves

Moinves adalah usaha dari Mandiri Sekuritas untuk membuat produk mereka lebih dilirik oleh kaum millenial. Namun mereka tidak sungguh sungguh dalam membuat Moinves. Moinves memiliki pilihan produk yang sangat sempit. Semua produk yang ditawarkan merupakan hasil pengelolaan Mandiri Sekuritas. Metode pembayaran yang diterima hanya bank transfer melalui verifikasi manual (bukan virtual account) yang jelas-jelas sangat primitif.

Moinves menyediakan switching (tukar produk) tanpa biaya namun anehnya switching hanya bisa dilakukan antar produk tertentu, dan tidak dijelaskan apa saja yang bisa dilakukan switching sehingga sangat memusingkan.

Moinves sebenarnya menerapkan analisa yang mirip dengan Bibit dimana mereka menyajikan laporan tentang alokasi ideal yang harus dicapai, namun tidak ada bantuan kecerdasan buatan untuk memilih produk apa yang harus dibeli.

Saya masih memiliki investasi di Moinves karena mereka kerap memberikan bonus investasi yang cukup menarik, meskipun dibatasi kuota. Saya tidak merekomendasikan Moinves kecuali anda fanatik terhadap Mandiri Sekuritas atau fanatik promosi seperti saya.

Ajaib

Ajaib memiliki konsep yang mirip dengan Bibit dimana terdapat pilihan investasi ‘otomatis’ yang menyebarkan uang anda ke berbagai produk sesuai dengan target investasi anda. Meskipun harusnya Ajaib unggul dalam hal personalisasi, kenyataannya sistem rekomendasi Ajaib tidak berjalan dengan baik sehingga memberikan rekomendasi standar yang kalah keren dengan Bibit.

Tampilan antarmuka Ajaib juga sederhana dan mudah digunakan pemula, namun tidak serapi Bibit. Ajaib terlalu sederhana untuk investor berpengalaman namun lebih mudah digunakan untuk pemula daripada Bibit.

Ketersediaan produk sedikit juga seperti Bibit, namun beberapa memiliki track record yang lebih baik daripada apa yang tersedia di Bibit.

Untuk membaca review mendetail Ajaib, klik disini.

Apabila anda tertarik menggunakan Ajaib, gunakan kode referral ini untuk mendapatkan bonus –> asia625

IpotGo

Perbandingan IpotGo segera menyusul, karena adik saya yang menggunakan IpotGo, sehingga saya perlu ngobrol dengan dia dan meminjam HP nya untuk melakukan penilaian terhadap IpotGo.

3 thoughts on “Review Bibit

  1. Sekarang mah mau investasi mudah sekali. Internet memang memudahkan segala hal. Dulu, mmmm, banyak kertas yang kemakan. Sekarang dari rumah bisaa! Btw, udah ada akun di Bareksa sama Bibit. Tapi belum ada kepikiran buat masukkin dana ke reksadana. Percaya sama diri sendiri: saham.

    Salam kenal,

    A. Susanto

    Like

    1. Mantap mas kalau sudah bisa main saham sendiri. Lebih sering trading pakai technical analysis atau jangka panjang pakai fundamental?

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.