Kenalin, ini Triaz

Seri “Kenalin temen gw” adalah karya sarkastik yang terinspirasi dari teman-teman asli saya, disajikan secara hiperbolik, ditambah bumbu – bumbu fiksi, dan menggunakan nama samaran.

Kenalin, ini temen guwe Triaz.

Cewe tomboy, energik, semangat, berisik. Badannya cewe tapi gw rasa jiwanya cowo.

Triaz rajin doa, baca Alkitab, dan pelayanan di gereja setidaknya 3 kali seminggu. Kalaupun kurang dari 3 kali seminggu, pasti karena pelayannya dipindah ke rumahnya.

Bokapnya juga pelayan, bahkan pengajar. Bukannya karena gw kenal sama bokapnya, tapi karena dia sering banget banggain bokapnya yang merupakan orang eksis di gereja, meskipun setiap kali ceritain bokapnya, dia juga ngingetin gw bahwa bokapnya itu sosok kepala keluarga yang bermasalah alias ga mencerminkan pelayannya.

Triaz rajin pelayanan bukan cari eksis, gw tau dia ga sehina itu. Tapi entah apapun yang ia coba capai, lebih banyak hasil negatif daripada hasil positif yang ia bawa dalam pekerjaannya.

Satu contoh, ia cari dana melalui catering. Temen baik gw, Rafael, sebagai orang baik yang suka nonton bokep, order beberapa makanan dari Triaz, yang dijanjikan akan diantar antara pukul 9 pagi sampai 4 sore (jadi ini makan pagi, siang, atau snack sore ya?)

Rafael menerima makanan tersebut pukul 4.05. Yah, telat sedikit, itu biasa, kata Rafael, karena jalanan Jakarta itu macet.

Lho? Tapi kok… puddingnya hadir tanpa vla vanilla dewa yang dijanjikan? Kok risol nya kurang satu?

Rafael pun menghubungi Triaz untuk menanyakan hal tersebut. Dan tahu apa jawaban Triaz?

“Oh ok”

Tak ada ucapan maaf karena telat, tak ada ucapan maaf karena makanannya kurang. Udah. Cuma, oh oke.

Oh oke. Gitu kelakuannya

Tapi saya gamau sindir orang hanya berdasarkan cerita orang lain. Jadi saya tambahkan cerita saya dengan Triaz yang tidak kalah asiknya. Suatu penyesalan hidup yang mengajarkan saya bahwa tidak boleh terlalu baik jadi orang, dan jangan pernah memberikan orang kesempatan kedua. Ada dua cerita unik saya dengan Triaz.

Triaz cari dana lagi menjelang valentine dengan menerima orderan coklat. Saya order dua untuk teman baik saya Liovita dan Gianina, karena saat itu saya jomblo tak punya pasangan. Supaya setidaknya romantis sebagai teman, saya minta Triaz mengantarkan langsung ke rumah mereka.

Triaz awalnya bilang oke, tapi di hari H tiba-tiba ia bilang kalau ibunya (yang bertugas menemani dia mengantar) tidak tahu betul kedua alamat tersebut. Waktu itu saya maklum, karena Google Maps memang belum tersedia di Indonesia, bahkan waktu itu kita masih menggunakan HP Blackberry.

Akhirnya saya memaklumi dan menyuruh ia mengantar ke rumaht k saya yang daerahnya lumayan mudah dicari. Dan itupun dia masih nyasar meskipun saya berkali-kali sudah berbicara melalui telepon ke ibunya.

Ketika akhirnya Triaz tiba di rumah saya, tahu apa yang terjadi? TRIAZ MARAH! MARAH BANGET ke saya, karena katanya “saya bikin dia nyasar, nyusahin”. Dan dia malah membentak, “jangan marah ya”, padahal saya tidak marah sama sekali. Apakah ia berkata tersebut untuk dirinya sendiri ya?

Saya speechless, belum sempat balas, dan dia lanjut bicara “jangan salahin gw ya coklatnya agak berantakan nih, soalnya nyasar sih gara – gara lu”. Saya bingung apa hubungannya, padahal ia datang menggunakan mobil, bukan naik motor atau naik kuda. Yang lebih luar biasanya, tidak sedikitpun keluar ucapan maaf dari mulutnya. Yang minta maaf malah ibunya!!!!

Begitulah Triaz. Lanjut ke cerita kedua.

Triaz mengajak saya ikut lomba membuat proposal bisnis, karena dia tahu saya sebelumnya menang lomba sejenis ketika di Australia. Triaz bilang ini hanya iseng-iseng, ikut meramaikan lomba, dan pakai saja template asal.

Triaz bilang dia bahkan sudah menyiapkan render 3d untuk restoran yang akan dibahas dalam proposal bisnis tersebut, meskipun umumnya proposal bisnis tidak sampai membahas render 3d arsitek, saya bilang okelah karena toh hanya main-main.

Seiring dekat dengan deadline pengumpulan, Triaz semakin banyak maunya soal proposal bisnis tersebut, Proposal bisnis yang harusnya cuma “main main” malah jadi proposal bisnis yang cukup kompleks dan memakan waktu saya. Hebatnya, Triaz tidak pernah membantu saya karena dia bilang “gw kan lulusan arsitek ga ngerti ginian”. Jadi dia hanya bilang mau apa, dan saya yang mengerjakan.

Karena sudah terlanjur nyemplung, dan saya pikir okelah untuk resume saya, yasudah saya bantu kerjakan dengan tulus.

Jauh jauh hari saya sudah bilang bahwa di hari H saya tidak bisa hadir penjurian karena ada kelas jurnalistik, namun Triaz bilang dia juga tidak bisa hadir karena ada acara lain yang “cukup penting’. Saya bilang yasudah saya hadir sebentar saja lalu pulang.

Ternyata dapat giliran penjurian paling akhir, sehingga akhirnya saya tidak bisa datang ke kursus juenalistik

Dan dia ternyata akhirnya datang, tapi ga bantu apa-apa.

Dia diam saja ketika tiga juri membantai saya dengan pertanyaan-pertanyaan tingkat profesional yang saya tidak pahami.

Dia diam saja ketika juri mempertanyakan kenapa ada render arsitek 3d didalam proposal bisnis.

Dia diam saja ketika saya pamit pulang, tanpa mengucapkan terima kasih atau minta maaf atas kekacauan ini.

Mau tahu hal yang paling luar biasa dari Triaz? Hari ini ia tidak ingat semua hal tersebut terjadi. Semua memori yang menyakitkan saya dan Rafael, dan mungkin banyak orang lainnya entah gimana bisa hilang ketika dia tidur.

Bicara soal tidur, saya pernah disopirin dia, dan ketika jalan pulang lewat jalan tol, dia ngebut – ngebutan sambil cerita “hidup gw ini kacau. Gw ga tidur 2 hari karena sibuk banget di kampus, jadi maap ya kalo gw ngomongnya ngaco”. Saya saat itu sudah berdoa rosario saja dalam hati, karena khawatir akan keselamatan saya.

Jadi, sudahkah kamu cukup mengenal Triaz?

Triaz adalah alasan kenapa teman saya Giovannia tak mau lagi ke gereja karena menganggap gereja itu isinya orang-orang munafik

Triaz adalah alasan kenapa teman saya Rafael tak mau pelayanan karena menganggap pelayanan itu isinya orang-orang cari eksis

Triaz adalah alasan kenapa saya menulis untuk menyindir kaum kaum rohani.

Triaz memang bukan gambaran umat gereja hari ini, yang memiliki latar belakang super unik sehingga tidak bisa digenerilasi, namun Triaz merupakan satu sampel yang cukup untuk memberi gambaran orang segila apa yang anda bisa temui dalam pelayanan di gereja,

About asiaril

Tulisan saya adalah opini pribadi yang tidak memiliki kredibilitas apapun. Kerugian dalam bentuk apapun yang timbul akibat membaca tulisan saya (misalnya buang buang waktu) sepenuhnya menjadi tanggung jawab anda. Apabila anda tidak suka dengan karya saya, janganlah marah kepada saya, namun pukullah layar komputer anda dengan linggis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.