Religi

Tulisan di kolom religi merupakan pandangan saya sebagai pengikut Yesus yang menganggap semua gereja sama saja – penuh kekurangan dan tidak ada yang berhasil menjadi lebih baik daripada yang lain.

Jika anda bukan nasrani, tenang saja: semua tulisan saya mengkritik kehidupan nasrani tanpa menyinggung agama lain sedikitpun. Tidak ada faedahnya anda di kolom ini, lebih baik baca kolom saya yang lain.

8 Random Lesson from A Gaming Life (English)

Apakah Iman Bisa Turun Tingkatan?

Apakah Tuhanmu sebuah minyak? (English)

Ditulis lama sekali ketika sebuah gereja berkata bahwa jemaat mereka selamat dari penerbangan QZ8501 karena urapan minyak. Video bukti telah dihapus karena tingginya tingkat kontroversi

Bagaimana Menjalani Hidup Maksimal dalam Tuhan

Belajar Menerima Proses yang Diberikan Tuhan 

Hak dan Kewajiban Sebagai Anak Tuhan

Kado untuk Tuhan

Kata Untuk DNA (Ucapan Terima Kasih untuk Komunitas)

Kuanggap Tuhan Berkata – Dialog imajiner dengan Tuhan

Mengasah Pikiran dan Bukan Hanya Hati

Menyambut Kemerdekaan Indonesia

Identitas Saya Sebagai Pengikut Yesus

Pahami Dulu Kamus Bahasa Indonesia

Pola Pikir Kerajaan Allah

Renungan Bagi Overseas Student

Salahkah Saya?

Sindiran Pengikut Tuhan

Catatan Singkat Ayat-Ayat Alkitab

Markus 1:21-28

Selama Yesus kembali untuk kedua kalinya, setan masih sengaja diberi kebebasan untuk menguji atau mengevaluasi siapa yang benar benar akan kembali ke ‘asal muasalnya’. Masalahnya adalah, jurus setan dalam meneror tidak kalah dinamisnya dengan pertumbuhan firman, dalam konteks mengaptasi perubahan jaman.  Kuasa jahat makin susah di sense dan dihilangkan. Meskipun begitu, di injil hari ini di highlight bahwa setan pun sebenarnya mengakui otoritas Yesus. Kita kan sudah ditebus Yesus, berarti sebenarnya setan pun sadar bahwa kita milik Kristus. Oleh karenanya, selama kita tidak dengan sengaja membuka diri pada godaan, kita tidak bisa diserang secara frontal oleh iblis. Karena tentu kita sudah punya Tuhan, berbeda dengan jaman perjanjian lama saat Yesus belum menebus manusia. Tapi ya begitulah, repotnya sekarangpun setan tidak bisa di sense secara mudah dan hadir dalam flavour2 yang asik, sehingga untuk menutup diri kadang2 kita menjadi ragu dan menganggap bahwa “its okay lha”. Akhirnya secara tidak sadar, kita pun membuka diri pada kuasa2 jahat tersebut.

Praktikalnya, kita harus secara yakin menolak apa yang sudah kita tahu salah, seperti Yesus yang menggunakan otoritasnya. Jangan biarkan bias terhadap kondisi dunia saat ini mengubah standar kita dalam menyeleksi hal-hal.

Wahyu 22:1-5

Injil hari ini memberi visi tentang bagaimana keren hidup di dunia nanti.Mengetahui tentang ini kita seharusnya termotivasi menjaga kekudusan dan mengejar kemurnian supaya semakin pede untuk kondisi itu nanti. Digambarkan juga kalau kondisi “kebaktian” di surga itu meriah, gokil, dan asik. Supaya bisa menikmati itu semua tentunya kita harus latihan untuk asik2an dengan Tuhan mulai dari sekarang.

Yang jelas, kalau skarang saja kita sudah menganggap hidup indah, di surga nanti semuanya akan lebih indah lagi. Dalam kondisi itu, kita juga akan berhadapan dengan Tuhan langsung. Malu ga sih kalau kita akhirnya sudah kembali ke dia tapi ternyata ga kenal2 amat sama dia? Makanya kita harus PDKT sama Tuhan dari sekarang.

Yesaya 61

Kita diutus Tuhan untuk terjun langsung ke reruntuhan, daerah2 gelap, dunia yang sengsara untuk mewartakan kabar gembira. Bukan malah membahas kabar gembira tersebut hanya untuk teman2 se komunitas dan orang-orang yang sudah bahagia, karena USELESS. Prequisite dari pengutusan ini adalah Roh Tuhan Allah sudah ada di kita (ayat 1) jadi kalau merasa Roh Tuhan sudah ada di kita, kita harus ready menjalani tugas ini.

Tugasnya sebenarnya juga tidak mudah karena kita akan “Membangun kembali puing puing” (ayat 4) bukan sekedar “menambal lubang di tembok”. Sekedar menghibur teman yang baru saja broken heart tidak setara dengan tugas ini.

Lalu rewardnya? Bisa dibaca di ayat 58 (dalam Bahasa modern berarti gaji besar). Tuhan melihat usaha kita, dan ia menjamin upah yang sesuai. Jadi apa kamu yakin menolak tugas menjadi kuli yang bekerja di kegelapan? Atau hanya ingin jadi tukang tambal ban di gereja saja?

Amsal 12 : 24-28

Dulu waktu komsel saya pernah membahas bahwa sebenarnya TUhan tidak sekedar menjanjikan “masa depan penuh harapan, dll, dsb” tapi juga secara konkrit menjelaskan tips-tips sukses dalam firmannya (terutama di Amsal). Hari ini saya diingatkan lagi tentang “kerajinan”. Saya ingat jelas dulu seorang romo di Andreas menjelaskan bahwa rasa malas adalah bentuk paling basic dari godaan setan, tapi juga paling sulit di resist.

Ayat 24 jelas jelas berkata bahwa kerajinan membawa kekuasaan. Dalam versi Inggrisnya, kekuasaan = ‘bear the rule’ yang berarti kita dipercayakan Tuhan dalam bentuk otoritas di dunia dengan segala promosi jabatan kita.

Soal apa ladangnya dan dimana tempatnya, ayat 26 berkata bahwa “kebenaran” sendiri yang akan membawa kita ke tempat tersebut.

Idiom dalam ayat 27, “buruan” merujuk pada sesuatu yang dinamis. Pemburu harus melatih dirinya secara tangkas supaya target buruan tidak kabur. Kerajinan hari ini bicara bahwa kita harus selalu mengembangkan diri guna menangkap apa yang sudah dijanjikan kepada kita. Kita memang punya hakk atas itu tapi tidak boleh diam saja di lingkungan yang dinamis ini.

Mazmur 10

Orang fasik tidak merujuk pada suatu kelompok atau identitas, melainkan suatu sikap ‘kejatuhan’ (satu spesies dosa) yang sebenarnya tidak terlalu berat namun membuka jalan bagi dosa2 lain. Sama saja seperti penyakit, level parah nya beda2, tapi tidak ada yang mau sakit. Satu penyakit juga biasanya memicu penyakit lain.

Yang lucu di injil hari ini, dijelaskan kalau Tuhan itu ‘cuek’ dengan orang2 fasik. Ini karena orang fasik sebenarnya hidup kenal Tuhan, namun dalam tindakan sehari2nya seperti cuek dengan Tuhan. Mereka bodo amat soal Tuhan (ayat 5 – gaya hidup duniawi sekali.)

Namun demikiran impactnya buruk sekali ke orang2 lain di dunia. Orang fasik digambarkan sebagai orang yang benar2 membawa keburukan bagi sekitarnya (ayat 7-9) dan orang2 yang kena buruknya akan berseru pada Tuhan untuk mematahkan tangan mereka.

Kamu bisa saja hidup taat perintah Tuhan, tapi apakah kamu juga mau hidup berkenan bagi lingkungan sekitar kamu?

Amsal 14:1-9

Kejujuran – kenapa sih penting sekali?

Ayat 1 ini catchy tapi juga trappy. Kenapa harus perempuan? Apakah maksudnya perempuan dianggap pengacau jaman itu? Tidak. Disini ‘wanita’ merujuk pada sosok yang merawat. Wise one ‘membangun rumah’, tapi yang bodoh ‘menghancurkan’. Disini bicara tentang pilihan. Kita semua sebenarnya berstatus ‘pembicara yang merawat’ tapi kebodohan mengubah mulut kita menjadi penghancur. Ayat ayat setelahnya terus membahas tentang pilihan hidup.

Di ayat 9 bicara bahwa orang bodoh menganggap dosa (kebohongan) sebagai sesuatu yang enteng. Demikian, secara tidak sadar sebenarnya kita sering menganggap enteng untuk berbohong kan? Hati2 kita sebenarnya mulai jatuh dalam kebodohan/kebebalan.

Kebodohan (dalam konteks ini kebohongan) digambarkan dengan “membawa rotan untuk punggungnya” (ayat 3). Artinya, dengan berbohong kita menyiksa/menyakiti diri kita sendiri!

Mazmur 100:1-5

Penyembahan kita kepada Tuhan harus dilaksanakan dengan sukacita. Sukacita disini tidak bicara tentang rasa senang yang mood-moodan, tapi sukacita yang timbul dari rasa terima kasih karena tahu kita kawanan domba gembalaan-Nya (ayat 3).

Entah kenapa tidak banyak yang dibahas di chapter ini, tetapi sangat ditekankan bahwa pujian pujian sangat penting saat “masuk dalam hadiratnya”. Menurut saya, karena ini satu2nya jalan untuk berterimakasih atas berkat Tuhan yang sudah sangat luar biasa dan tak bisa dibayar lagi dengan segala usaha kita di bumi.

Saya ingat dulu romo favorit saya pernah bilang bahwa acara favorit Tuhan adalah lagu yang dihantarkan untuk-Nya. Ini bagaikan nonton TV bagi Tuhan, namun terkadang signalnya jelek dan mengganggu kesenangan Tuhan. Penyebabnya? Hati yang tidak bersukacita saat melantunkan pujian untuk Tuhan !

Lukas 1:5-25

Zakharia dan Elizabeth adalah pelayan Tuhan yang setia. Mandul tentunya menjadi bahan omongan saat itu. Bagaimana mungkin pelayan Tuhan yang setia tidak dianugerahi anak? Tapi mereka tetap tulus melayani tanpa jenuh meskipun tidak mendapat apa yang mereka minta dari Tuhan.

Menjelang permohonan mereka dikabulkan, Zakharia malah sembunyi (ayat 24), bukannya sibuk gombar gambir pamer kalo akhirnya dia punya anak.

Sungguh contrary dengan manusia jaman sekarang, yang mudah sebal kalau pelayannya tidak ‘digaji’ oleh Tuhan, namun heboh kalau mendapat berkat Tuhan, malah terkadang menjadi kesombongan rohani.

Markus 10:46-52

Saya melihat penganggalan jubah oleh Bartimeus sebagai gerakan simbolik dimana ia menanggalkan dirinya yang lama. Dalam bahasa Ibrani, sebenarnya ‘Bar’ berarti ‘anak dari’. Bartimeus sendiri berarti ‘anak dari Timeus’, sehingga saya bingung kenapa Alkitab perlu menuliskan “Bartimeus anak Timeus” untuk memperkuat identitasnya. Apakah Timeus merupakan sosok penting? Saya rasa tidak. Mengapa Markus harus memberikan nama ‘Bartimeus’ ditambah keterangan ‘Anak Timeus’? Bukankah hal tersebut mubazir? Menurut saya, Nama Bartimeus bisa jadi nama samaran yang digunakan Markus untuk mengidentifikasi sosok orang tersebut. Ia mungkin sangat tidak signifikan (orang awam) yang tidak dikenal siapapun. Orang-orang hanya mengenalnya sebagai anak dari seseorang bernama Timeus. Kendati demikian, Iman dari ‘orang biasa biasa’ ini telah berhasil membuatnya menjadi pribadi baru yang berani menanggalkan ‘jubah lama’ nya.