Keuntungan Bank dari Kartu Kredit

Bertahun-tahun lalu, jauh sebelum saya terjun ke dunia miles dan kartu kredit, ayah saya sudah aktif di dalamnya. Seringkali, dia mendadak mengajak saya liburan menggunakan miles yang hampir hangus, sebuah taktik untuk memanfaatkan sepenuhnya fasilitas kartu kredit tanpa biaya tambahan.

Pernah suatu ketika, saya bertanya, “Jika kita bisa terbang ‘gratis’ dengan miles, dari mana bank mendapat keuntungannya?” Jawaban ayah saya sederhana, “Di Indonesia, kartu kredit sepertinya tidak terlalu menguntungkan bagi bank, karena hanya sedikit yang benar-benar memanfaatkannya.”

Model Bisnis Keuntungan Bank dari Kartu Kredit

Bank penerbit kartu kredit memiliki beberapa sumber pendapatan utama, termasuk:

  1. Bunga dari saldo yang tidak dilunasi penuh
  2. Biaya tahunan kartu
  3. Biaya tarik tunai
  4. Selisih kurs mata uang asing
  5. Biaya layanan lainnya
  6. Cross selling produk terkait
  7. Merchant Discount Rate (MDR)

Namun, bagi pengguna kartu kredit yang cermat, seperti kita yang mengoptimalkan miles, beberapa sumber pendapatan ini, seperti bunga dan biaya tahunan, seringkali dihindari.

Bagaimana dengan biaya lainnya?

  • Tarik Tunai: Biaya ini hanya berlaku jika pengguna melakukan penarikan tunai, yang jarang terjadi.
  • Biaya Lainnya: Biaya seperti materai, keterlambatan, notifikasi, dan administrasi bulanan, umumnya tetap dan tidak signifikan.
  • Transaksi Valas: Hanya relevan bagi yang sering melakukan transaksi dalam mata uang asing.
  • Cross Selling: Tidak konsisten sebagai sumber pendapatan karena tergantung pada penjualan produk tambahan seperti asuransi atau pinjaman.

Merchant Discount Rate (MDR)

MDR adalah biaya yang dikenakan kepada pedagang untuk setiap transaksi yang dilakukan dengan kartu kredit. Meskipun MDR terbagi antara beberapa pihak, sebagian dari biaya ini menjadi pendapatan bagi bank penerbit. Namun, persentase MDR, yang berkisar antara 1.5% hingga 5%, seringkali lebih rendah dari nilai yang diperoleh pengguna dari miles dan poin.

Strategi Bank

Meskipun tampaknya bank dapat merugi dengan memberikan miles dan poin, mereka berharap pada subsidi silang dan volume transaksi. Subsidi silang terjadi ketika pengguna yang kurang optimal dalam menggunakan kartu kredit—seperti mereka yang membayar bunga, tidak meminta penghapusan biaya tahunan, atau membiarkan poin hangus—menutupi ‘kerugian’ dari pengguna yang lebih cermat. Bank juga berharap pertumbuhan jumlah pengguna kartu kredit, dengan asumsi bahwa pengguna baru cenderung kurang optimal dalam penggunaannya.

Selain itu, pemasukan lain seperti MDR, biaya bulanan, kurs valas, serta cross-selling, meskipun tidak signifikan, juga berkontribusi pada pemasukan bank.

Kesimpulan Keuntungan Bank dari Kartu Kredit

Dalam dunia kartu kredit, bank mengandalkan berbagai strategi untuk memastikan keuntungan, mulai dari biaya layanan hingga pengharapan terhadap perilaku pengguna. Meskipun pengguna cermat mungkin tidak memberikan keuntungan langsung yang besar kepada bank, volume transaksi dan pengguna yang kurang optimal secara keseluruhan tetap menjaga agar model bisnis kartu kredit menguntungkan bagi bank.

Adrian Siaril
Adrian Siaril

The boss

Articles: 599

5 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

  1. I also lost about $175,000 to a Greenfield Capital broker and 2 fake binary option website as well but I am sharing my experience here so as to enlighten and educate everyone that is losing money or has lost money to a scam binary options, dating scams and fake ICOs.
However , I have been able to recover all the money I lost to the scammers with the help of a recovery professional named Jeff Silbert, and I am pleased to inform you that there is hope for everyone that has lost money to scam.
you can reach out to him by searching by Contacting Below:
Email: Jeffsilbert 39 g mail c0m.
    + 84 94 767 1524.