A shining Day-Date replica watch is a luxury model to add stylish sophistication to any wardrobe. A newly-established and popular fake watch with a replica rolex yellow gold bracelet and white dial, this outstanding collector's piece will show you a new and fresh scene.
Beranda » Dua Jenis Auntie Anne’s di Indonesia
bakery baking confection cupcake

Dua Jenis Auntie Anne’s di Indonesia

 

Bagi anda penggemar Auntie Anne’s di Indonesia, pernah tidak anda menyadari satu hal janggal?

Bila anda melihat syarat dan ketentuan promosi untuk Auntie Anne’s di Indonesia (entah OVO, BCA, atau lainnya) selalu bertuliskan demikian:

TIDAK BERLAKU DI CABANG PURI INDAH MALL, TAMAN ANGGREK, PIM, DAN PARIS PAN JAVA

Maklum, saya pemburu promo dan selalu membaca syarat dan ketentuan untuk menghidari kesalahpahaman.

Rasa penasaran saya diperkuat karena dua dari empat cabang tersebut merupakan cabang favorit saya – yakni Taman Anggrek dan Puri Indah Mall. Dulu sebelum ada Lippo Mall Puri, Central Park, dan mal-mal baru lainnya, saya paling sering main ke dua mall tersebut, sehingga di dua mal tersebutlah tempat saya sering membeli Auntie Anne’s sejak berumur 11 tahun (iya, serius).

Bila anda sudah lama mengkonsumsi Auntie Anne, pasti akan menyadari satu hal janggal lagi selain masalah promosi – menu yang ditawarkan empat cabang tersebut berbeda dari semua cabang Auntie Anne’s lainnya. Satu contoh – favorit saya – adalah cheese stick mereka. Cheese stick milik empat cabang tersebut mirip pretzel keju biasa, yakni original pretzel dilapisi dengan keju. Sedangkan Cheese stick milik cabang lainnya sangat berbeda, yakni dilapisi almond dan berisi cream cheese.

Ibu saya tercinta sangat mempermasalahkan hal ini. Dia benci sekali cheese stick yang diisi cream cheese dan dilapisi almond. Setiap kali saya pergi ke Puri Indah Mall atau Mall Taman Anggrek, ia pasti dengan senang hati menitip beli cheese stick yang dia suka. Padahal ibu saya sebenarnya bukan pecinta keju, tapi demi cheese stick tersebut, dia mendadak suka keju.

Di hari ketika artikel ini ditulis pertama kali, saya akhirnya mengetahui fakta dibalik keanehan ini. Karena stall Auntie Anne’s di Taman Anggrek sedang sepi, saya menyempatkan diri mengobrol dengan staf yang sendirian menjaga disana. Ia membuat, melayani, serta menerima pembayaran seorang diri. Artikel ini akan ditulis berdasarkan diskusi saya dengan beliau, yang bernama pak Almarhum Jimmy (sudah tiada per hari ini) serta staf Auntie Anne lainnya di Pondok Indah Mall 2 yang namanya saya rahasiakan karena masih hidup.

Saya tidak mengutip wawancara dengan staf Auntie Anne di cabang lainnya karena mereka semua ga nyambung diajak ngomong, seolah tidak tahu apapun soal perusahaan mereka dan juga tidak peduli, beda sekali rasanya ngobrol sama staf Auntie Anne di Taman Anggrek dan PIM tersebut. Anda akan pahami alasannya di pembahasan selanjutnya.

baked goods bakery bread breakfast
Photo by Pixabay on Pexels.com

Terjadi Perpecahan Franchise Auntie Anne di Indonesia

Bapak Almarhum Jimmy bercerita, bahwa memang ada dua pihak berbeda yang memiliki ijin lisensi untuk merk Auntie Anne’s di Indonesia. ‘Empat cabang’ yang daritadi kita bahas merupakan milik perseorangan bernama pak Wawa (owner Paris Pan Java) yang selama belasan tahun sudah beroperasi, sedangkan belasan cabang lainnya merupakan milik PT. Pretzelindo Sukses Pratama yang berlokasi di Alam Sutera. Bosnya adalah cici cantik yang bisa anda lihat disini . Ia berkata bahwa Pretzelindo Sukses Pratama lahir dari ‘orang dalam’ yang mengkhianati pak Wawa dan mencuri lisensi Auntie Anne dari pusatnya di Amerika. Saya tidak mau membenarkan atau menyalahkan pernyataan tersebut, untuk menghindari serangan legal dari PT. Pretzelindo Sukses Pratama. Jadi silakan saja percaya atau tidak percaya.

Hari ini, memang hanya tersisa dua cabang yang masih dikelola oleh Pak Wawa tersebut. Hanya sisa di Pondok Indah Mall dan Paris Pan Java. cabang baru lainnya dikelola oleh Pretzelindo Sukses Pratama. Cabang Pak Wawa di Mall Taman Anggrek dan Puri Mall sudah tutup, yang benar-benar membuat saya sedih.

Staf Auntie Anne di PIM menginformasikan saya bahwa PT PSP (Pretzelindo Sukses Pratama) entah kenapa masih mengijinkan sisa dua cabang ini untuk beroperasi, namun melakukan takedown ketika dua cabang ini mendaftarkan bisnis mereka di Grabfood dan Gofood. Mungkin karena kasihan, respect kepada partner bisnis lama, atau hal lainnya.

Menu dan Rasa pun Berbeda

Dibawah ini adalah tweet dari akun resmi Pretzelindo Sukses Pratama yang mengatakan bahwa flavor yang ditawarkan di cabang Pak Wawa tidak sesuai standar Auntie Anne’s Global. Padahal justru menurut saya cabang rasa-rasa yang ditawarkan cabang Pak Wawa sangat enak dan kreatif.

Menu keempat cabang Pak Wawa ini memang berbeda dengan cabang lain yang dikelola Pretzelindo Sukses Pratama. Seperti yang sudah saya sebut sebelumnya, perbedaan yang paling mencolok adalah dari penawaran cheese stix mereka.

Untuk menu yang sama pun (misalnya original dan cheese pretzel), saya, pasangan saya, serta orang tua saya berpendapat kokoh bahwa rasa yang ditawarkan keempat cabang perseorangan ini berbeda dan lebih enak daripada cabang lainnya (tekstur lebih lembut dan ukuran lebih lebar_, namun tentu selera setiap orang berbeda-beda. Hal ini mungkin disebabkan dua hal – sumber bahan baku yang berbeda, atau kemampuan baking dari tenaga kerjanya, yang akan dibahas di topik selanjutnya.

Desain menu cabang pak Wawa yang agak jadul dan sedikit norak

Staff di cabang Pak Wawa Hampir Semuanya Loyal Selama Belasan Tahun

Ya, bapak Jimmy yang menjadi narasumber pertama tulisan ini, sudah bekerja di cabang Taman Anggrek selama 14 tahun, dan saya tahu ia tidak membual karena ia bisa bercerita tentang perpindahan lokasi Auntie Anne’s di Mall Taman Anggrek selama 14 tahun tersebut, dan apa yang ia katakan memang benar, karena saya sebagai pelanggan setia sejak umur belasan tahun juga ingat setiap lokasi yang suka berpindah – pindah (meskipun sayangnya saya tidak ingat bapak tersebut dari masa kecil saya). Ia berkata bahwa bukan hanya ia yang setia bekerja di sana selama belasan tahun, namun juga kawan-kawan kerjanya yang masih loyal terhadap empat cabang perseorangan tersebut. Pak Jimmy meninggalkan dunia ini (meninggal) dengan pekerjaan terakhirnya masih bersama tim Pak Wawa menjalankan cabang Auntie Anne. Luar biasa.

Narasumber kedua yang saya wawancarai di PIM pun bercerita bahwa meskipun cabang Puri Mall dan Taman Anggrek tutup, namun semua stafnya dipindahkan ke cabang PIM, bukan malah dipecat. Saya sendiri cukup kangen dengan mbak-mbak rusuh yang dulu kebagian jaga di cabang Puri Indah Mall.

Loyalitas mereka ini juga dibuktikan dengan degree of power dan decision making, misalnya, sudah 3x saya mendapatkan pretzel gratis dari cabang pak Wawa ini. Dan mereka berani bercerita panjang lebar soal sejarah bos mereka sehingga tulisan ini bisa ada. Kalau staf cabang PSP sih, boro-boro ngobrol atau ngasih pretzel gratis.

Penutup

Birokrasi bisnis memang bajingan, dan jaman sekarang mudah melihat brand-brand yang diperebutkan dua pihak. Biasanya, siapapun yang menang tidak akan berpengaruh pada konsumen, karena pihak yang menang biasanya merupakan pihak yang lebih kuat, dan pihak yang lebih kuat akan bisa melayani konsumen dengan lebih baik lagi.

Sayangnya, dalam kasus Auntie Anne, saya cukup prihatin. Meskipun Auntie Anne’s Indonesia berkembang pesat (banyak cabang baru, banyak promosi) dibawah kepemimpinan Pretzelindo Sukses Pratama,  namun saya menganggap rasa dan kualitas pretzel yang ditawarkan cabang Pak Wawa.

Apabila memang sumber bahan bakunya berbeda, maka sebenarnya tidak menjadi masalah karena hanya tinggal mengganti supplier. Namun bagaimana anda membuat karyawan baru bisa memiliki skill yang sama dengan karyawan yang sudah ahli membuat pretzel selama belasan tahun? Atau jangan-jangan, selama ini cabang pak Wawa memang tidak menggunakan standar bahan baku yang diberikan oleh Auntie Anne pusat? Entahlah, yang jelas saya lebih suka rasa asli yang sudah saya coba belasan tahun yang lalu.

Yang saya cukup sayangkan adalah, kenapa sih Pak Wawa tidak buka pretzel dengan brand lain saja? Saya jamin banyak loyalis Auntie Anne lama yang rela pindah brand. Pak Wawa pasti kuat secara modal karena bisnis nya banyak. Saya ingin banget ngobrol sama Pak Wawa soal hal ini, tapi tidak berhasil mendapatkan koneksi kesana. Bagi pembaca yang kenal, mohon bisa dibantu.

Saya juga berusaha mendapatkan tanggapan dari PT PSP namun tidak berhasil halaman kontak di website mereka broken. Namun ketika sudah berhasil tulisan ini akan saya update.

LOOKING FOR ENGLISH CONTENT?

Except for the literature, all my Bahasa contents are translator-friendly, so you can summon the might of Google Translate below.

HUBUNGI SAYA

asiaril@ymail.com

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Dilarang menerbitkan, menyiarkan, menulis ulang, atau menyebarkan konten situs ini tanpa izin tertulis dari pemilik blog ini (Adrian Siaril)

Isi blog ini bukan ajakan investasi dan bukan saran profesional. Saya tidak memiliki kualifikasi apapun, jadi jangan mudah percaya dengan omongan saya.

KODE REFERRAL

Akseleran: AKSLADRIA13403
ALAMI: ASIARI
Allianz Smart Poin: rvam2zmw
Ajaib : asia625
Amartha: IL035033
Asetku:WVQXQ
BCA Credit Card (Kartu Kredit BCA): ADRIA0002117
Bibit: ucleiaf
Bizhare: ASA8KHDU

Bmoney: REF-KRJI0
Bukalapak: BAMBANGRAHARJA13YJ
By.u: Klik link disamping atau masukkan BYADRI8439991
Canva: klik link disamping
Cashbac: adr01ak
Catchplay: langsung klik link tersebut
Crowdo: U051549
Crowde: FNYTMZK
DANA: bltuDi
danaIN: 12552
Danamart: asiaril

Deposito BPR by Komunal: AS2333
DNA PRO: ADRIANSI0512
EA-50 : ASIAR8548
Easycash: WRo7Rsw
Ebay.blanja.com: 25CN5E949CBD
E-mas: 9D3CEDUY
Esta Kapital: ZTVINT
Fahrenheit – Lotus International: adriansiaril
Fazzcard: 36baeb7a01
FIN888: adriansi0512
Flip: SHIA6755
Fore Coffee: 5BA015
Fundtastic: FUN10287
Gradana: AS0302191555
Getplus: DWNXM6GDM
Halofina: AIE74C
Hangry!: ADRINALD
iGrow: IGWSIA1980
Indogold: 98532
Investree: LJGZ3
Invisee: @AS0e99d
Jackhammer Co (via TADA): langsung klik link disamping
Jenius: $asiaril
Jurnal: ADRIA21895 atau klik link disamping
Kapital Boost: BAT6M2
Kaspro: E57u7c
KoinWorks: 62507
Koingold by Koinworks: KG-62507
Komunal: 1CE8460
Lakuemas: adrian2128
Levi’s VIP Indonesia: 31A8KL2
Lotus International – Fahrenheit: adriansiaril
Mekar: ADRIA2476
Modalku: jdq73oc9
Modal Rakyat:AS1817506638
NYALA: klik link disamping
OCBC NISP One Mobile: klik link disamping
OY: langsung klik link disamping
Pegadaian: PDS4ED81
Pluang: ADRI667294
Qoala Plus: XM3KSRAL
Raiz Invest (Indonesia): MDA2P7
Shopback: us3h2G
Shopee: ASIAR252
SmartX: asiaril
Sweet Escape : 1FSRH
Tamasia: MIK97TR
Tanamduit: ADRIA00INH7
Talenta: talenta641
Tanifund: ADRR20
Tiktok: A729133701
Tokopedia: TPADR8548
Tunaiku: SASIARIL
Uangme: 7627
Yesdok: ADRIANS1U
Yukk: asia48