Hadirkan Rasa Aman Saat Jalan-Jalan

Catatan : Tulisan ini disertakan dalam kompetisi #jalan2jenius yang diselenggarakan oleh komunitas Jenius Cocreate

Di artikel saya yang lain, saya telah menyebutkan bahwa Jenius merupakan produk terbaik untuk tabungan dan deposito, dan di artikel kali ini saya akan bercerita tentang keunggulan Jenius dalam hal travelling (jalan-jalan).

Ketika kita membawa kartu perbankan dari negara kita untuk bepergian, kartu tersebut seharusnya memberi kemudahan untuk kita, bukan malah membuat kerepotan yang mengurangi kesenangan perjalanan kita. Seringkali traveller malah menjumpai masalah seperti kartu hilang, kartu tidak bisa digunakan untuk bertransaksi, atau lupa pin. Maklum, bertahun-tahun kita terbiasa bertransaksi dengan tanda tangan, padahal di negara-negara lain tanda tangan sudah tidak diterima sejak bertahun-tahun lalu.

Di tahun 2018 ini, saya senang melihat Indonesia telah memiliki fitur-fitur perbankan baru yang dihadirkan banyak pihak. Misalnya pembayaran kartu tanpa sentuh (contactless), pengambilan uang tanpa kartu (cardless withdrawal), dan transfer uang hanya dengan menggunakan nomor ponsel. Hadirnya fitur-fitur tersebut bukan hanya mempermudah transaksi sehari-hari di Indonesia, namun juga mempermudah perjalanan kita di mancanegara yang sudah terlebih dahulu menghadirkan fitur-fitur tersebut.

Jenius merupakan satu dari dua penerbit kartu di Indonesia yang pertama kali menerbitkan contactless card untuk mendukung pembayaran tanpa harus memasukkan kartu di terminal pembayaran. Hal ini sangat meningkatkan keamanan informasi kartu Jenius, karena banyak mesin pembayaran yang bisa melakukan skimming (pencurian informasi) lewat transaksi yang bersifat memasukkan atau menggesek kartu.

Ketika saya berkunjung ke Australia pada akhir tahun 2016, pemerintah maupun perbankan sedang giatnya mengedukasi tentang bahaya skimming sering terjadi di mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) maupun mesin EDC (Electronic Data Capture). Untuk mendukung tingkat adopsi contactless ini, hampir semua terminal pembayaran disana mendukung contactless payment dimana transaksi bisa diselesaikan dalam kurang dari 5 detik.

Saya lupa menyebutkan bahwa di Australia, standar pin yang ditetapkan merupakan 4 digit, sehingga kartu-kartu internasional dengan pin 6 digit terkadang bermasalah dalam melakukan transaksi. Untungnya, Jenius tidak terpengaruh hal ini karena Jenius bisa menonaktifkan permintaan pin untuk transaksi dibawah nominal tertentu. 

Ketika saya belanja di supermarket, saya menggunakan self-checkout (sarana pembayaran mandiri) dimana saya memindai barcode item tanpa bantuan staf, membungkus barang belanjaan saya sendiri, serta membayar sendiri. Meskipun kelihatannya repot, namun kenyataannya seluruh proses tersebut berlangsung jauh lebih cepat daripada mengantri ramai-ramai di kasir karena ada sekitar 20 tempat self-checkout yang sangat efisien. Proses pembayaran sendiri hanya memakan 5 detik karena tagihan tercetak secara otomatis dan saya hanya perlu menempelkan kartu Jenius saya di sebuah reader (alat pembaca) tanpa harus memasukkan pin.

Pada awal tahun 2016 saya juga berkesempatan mengunjungi Tiongkok untuk berlibur. Sebelum memiliki Jenius, kartu tabungan saya hanya dilengkapi dukungan untuk jaringan CIRRUS. Jaringan CIRRUS memang cukup besar, namun ATM yang mendukung CIRRUS tidak sebanyak VISA dan MASTERCARD di Tiongkok. Akibatnya, saya pun kesulitan mencari ATM untuk mengambil uang. Ketika saya kembali mengunjungi Tiongkok di tahun ini, saya memilih untuk hanya membawa kartu Jenius saja, karena kartu debit Jenius bisa mengambil uang di seluruh ATM jaringan VISA tanpa terkena biaya tambahan.

Menukarkan kurs juga merupakan salah satu masalah yang selalu dihadapi traveller. Di Tiongkok, cukup sulit mencari penukaran uang yang terpercaya karena tingginya jumlah penipuan, serta kurs yang tinggi membuat saya semakin malas menukarkan uang. Jenius secara otomatis bisa ‘merubah’ saldo rupiah menjadi mata uang apapun di negara kita mengambil uang tersebut, tanpa tambahan biaya dan juga menawarkan kurs yang lumayan kompetitif. 

Tidak hanya cocok untuk travelling, bagi pelajar yang studi ke luar negeri, hal ini juga bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menghindari biaya transfer valuta asing yang sangat tinggi. Cukup isi saldo Jenius dengan rupiah, dan lakukan penarikan di ATM luar Indonesia. Mengingat syarat untuk membuka rekening di beberapa negara cukup sulit, (misalnya Tiongkok yang memerlukan alamat domisili permanen), membuka tabungan tidak lagi menjadi kewajiban bagi mereka yang menempuh pendidikan di luar negeri karena hadirnya Jenius. 

Sebenarnya, kita semua bisa berargumen bahwa dua fitur tersebut juga disediakan oleh perbankan-perbankan lain. Namun demikian, masih ada satu fitur dari Jenius yang belum pernah ditemui oleh perbankan lain baik di Indonesia maupun di negara yang saya kunjungi: x-Card.

x-Card adalah kartu debit ekstra yang diberikan Jenius kepada pengguna tanpa tambahan biaya. Setiap x-Card bisa diisi saldo dari aplikasi tanpa tambahan biaya secara online, dan masing-masing kartu bisa memiliki limit dan kata sandi tersendiri.

Setiap X-card juga mendukung contactless payment yang saya jelaskan sebelumnya, sehingga X-card mengurangi risiko skimming yang dilakukan lewat mesin pembayaran.

Fitur x-Card sangat terasa berguna saat saya travelling ke Eropa. Eropa cukup terkenal akan kriminal nya yang gesit dan ajaib, sehingga keluarga saya dianjurkan untuk sangat hati-hati menjaga barang bawaan terutama dompet.

Saat kita membutuhkan keamanan ekstra karena takut akan pencurian dan penipuan, saldo x-Card bisa dibiarkan kosong sampai diperlukan untuk transaksi. Apabila kamu khawatir bahwa pin kamu terlihat orang saat melakukan pembayaran atau menarik uang, maka kamu juga dengan mudah bisa mengganti pin x-Card secara berkala.

Oh iya, pengisian saldo, penggantian PIN, dan bahkan pemblokiran kartu bisa dilakukan secara instan menggunakan smartphone, sehingga kamu tidak perlu repot-repot mencari ATM yang belum tentu menyediakan bahasa yang kamu pahami.

Setiap pengguna Jenius bisa mendapatkan 3 x-Card, jadi x-Card tersebut bisa dipinjamkan ke keluarga atau teman yang menemani perjalanan kita. Apabila keluarga kita takut membawa kartu kredit ke luar negeri namun akan melakukan banyak pembelian non-tunai, maka x-Card dapat dipinjamkan, dan semua penggunaan x-Card dapat dipantau langsung lewat aplikasi secara realtime.

Jadi, saya harap saya berhasil meyakinkan anda bahwa Jenius juga merupakan produk perbankan terbaik untuk jalan-jalan.

Untuk menutup perjalanan tulisan ini, biarlah saya memberikan suatu perkataan:

Jalan-jalan jangan pusing soal keamanan perbankan, melainkan hadirkan tujuan dan kesenangan.

About asiaril

Tulisan saya adalah opini pribadi yang tidak memiliki kredibilitas apapun. Kerugian dalam bentuk apapun yang timbul akibat membaca tulisan saya (misalnya buang buang waktu) sepenuhnya menjadi tanggung jawab anda. Apabila anda tidak suka dengan karya saya, janganlah marah kepada saya, namun pukullah layar komputer anda dengan linggis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.