Kurangi Kerugian Asuransi

Kurangi Kerugian Asuransi

Sejak mulai menulis tentang asuransi, ternyata banyak yang menghubungi saya untuk berkonsultasi perihal polis asuransi mereka. Secara mengejutkan, kebanyakan malah menanyakan cara menutup polis asuransi tanpa harus menanggung rugi.

Hal tersebut sebenarnya sangat sulit dilakukan, mengingat asuransi memang investasi jenis jangka panjang yang tidak dianjurkan untuk ‘dicairkan’, berbeda dengan reksadana atau deposito yang sangat likuid dan bisa dicairkan kapan saja tanpa ada denda atau potongan, kecuali asuransi jenis dwiguna yang sudah saya bahas sebelumnya. Keuntungan asuransi justru baru terasa ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada diri kita, misalnya tutup usia atau sakit.

Kendati demikian, selalu ada cara yang bisa kita tempuh untuk setidaknya meminimalkan ‘kerugian’ saat kita menutup polis asuransi. Sebelum melanjutkan membaca tulisan ini, anda juga harus paham dulu perihal biaya asuransi yang saya jelaskan disini.

Alihkan Asuransi Unit Link Menjadi Tabungan Reksadana

Langkah ini tidak bisa mengembalikan kerugian anda akibat potongan akuisisi atau biaya asuransi, namun bisa meminimalkan total kerugian anda.

Ketimbang mencairkan polis dengan posisi rugi parah, anda bisa mengubah polis asuransi anda menjadi suatu investasi reksadana. Namun untuk memaksimalkan pertumbuhan investasinya, ada beberapa hal yang bisa saya sarankan:

1. Minimalkan uang pertanggungan

Apabila anda mau menutup polis asuransi, saya yakin anda sudah tidak mementingkan lagi manfaat perlindungan atas tutup usia, sehingga tidak masalah apabila uang pertanggungan ini diperkecil.

Pengurangan nominal uang pertanggungan akan secara langsung mempengaruhi potongan bulanan yang dibebankan kepada nilai investasi anda sehingga pertumbuhan nilainya diharapkan lebih optimal.

Pengurangan uang pertanggungan biasanya diizinkan saat masa akuisisi sudah selesai, jadi anda perlu cari tahu dulu di polis anda.

2. Alihkan Nama Tertanggung

Ada cara lain untuk meminimalkan biaya asuransi bulanan, yaitu dengan mengganti pihak tertanggung alias nama orang yang diasuransikan. Biaya asuransi bulanan jumlahnya tergantung dari umur dan status merokok si tertanggung. Apabila anda punya anak yang masih muda dan tidak merokok, maka mengalihkan status tertanggung kepadanya akan mengurangi biaya bulanan yang dikenakan ke polis anda.

Perlu dicatat bahwa tidak semua polis asuransi mengizinkan pengalihan identitas tertanggung. Anda perlu mempelajari polis baik-baik untuk syarat dan ketentuan serta mengkonsultasikannya ke pihak customer service perusahaan asuransi terkait.

3. Ganti Jenis Investasi

Apabila anda membuka polis asuransi tanpa ada permintaan khusus ke tenaga pemasar atau agen anda, saya jamin pasti polis asuransi anda menggunakan reksadana saham yang berisiko tinggi dan nilainya naik turun.

Wajar saja, di jangka panjang reksadana saham memang memiliki potensi keuntungan terbesar, namun di jangka pendek nilainya sangat labil sehingga bisa membuat anda rugi dalam satu hari.

Apabila anda tidak bisa mentoleransi risiko ini maka saya sarankan menulis permintaan ke pihak asuransi untuk mengganti investasi anda menjadi pasar uang atau pendapatan tetap yang bisa memberikan keuntungan di jangka pendek.

4. Hapus Semua Asuransi Tambahan (Rider)

Polis anda mungkin memiliki produk asuransi tambahan yang bahkan tidak anda sadari, disebut juga dengan istilah rider. Rider menambahkan biaya bulanan yang dibebankan ke investasi anda, sehingga menggerus nilai investasi anda.

Pastikan anda bertanya kepada customer service perihal rider asuransi anda dan tulis permohonan untuk menghapus semua rider untuk memaksimalkan investasi anda.

5. Tambah Investasi Supaya Average Down

Langkah terakhir ini mungkin kedengaran gila dan aneh. Sudah rugi kok malah nambah investasi? Namun percayalah, dalam dunia keuangan memang ada istilah AVERAGE DOWN, yakni meminimalkan kerugian dengan cara melakukan penambahan dana saat harga investasi kita sedang turun.

Saya berikan contoh sederhana, semoga bisa dimengerti:

Kita beli emas 10 gram dengan harga 2000 per gram, lalu harga emas hari ini turun menjadi 1000 per gram. Berarti kita rugi 50% kan? Namun bila kita membeli lagi emas 10 gram dengan harga sekarang yaitu 1000 per gram, maka kerugian kita turun menjadi 25%. Total aset kita menjadi 20 gram emas dengan harga rata-rata 1500 per gram.

Jadi, bila memang ada uang lebih, ada baiknya melakukan average down untuk meminimalkan kerugian, namun untuk melakukan average down dengan tepat dibutuhkan pengetahuan dasar tentang reksadana, yang bisa anda pelajari disini.

6. Manfaatkan Bonus Loyalitas

Pada umumnya, asuransi yang mengenakan biaya akuisisi akan memiliki skema bonus loyalitas yang bisa dianggap sebagai ‘refund‘ atau ganti rugi atas biaya akuisisi yang dikenakan di awal. Bonus ini biasanya diberikan bila sudah beberapa tahun membayar premi. Anda perlu mempelajari dan memanfaatkan dengan baik bonus ini. Apabila bonus ini cair sebentar lagi, maka saya sarankan untuk lanjut membayar premi sampai mendapatkan bonus tersebut, namun apabila anda masih lama mendapatkannya, maka bisa diabaikan dan lanjutkan tahap selanjutnya:

7. Ajukan Cuti Premi

Setelah melakukan semua hal diatas dan memastikan tidak ada bonus loyalitas yang tertunda, maka langkah selanjutnya adalah anda mengajukan cuti premi agar anda tidak perlu keluar uang lagi membayar premi. Cuti premi tidak sama dengan tutup premi, karena saat cuti premi asuransi anda tetap aktif selama nilai investasi anda cukup membayari biaya bulanannya.

Agen anda pasti menginformasikan bahwa cuti premi berisiko terjadi lapse atau situasi dimana polis anda ditutup paksa karena biayanya tidak terbayar. Hal ini memang benar adanya, namun apabila anda melakukan semua langkah yang saya sarankan sebelumnya, seharusnya pertumbuhan nilai investasi anda akan melebihi biaya bulanan yang dikenakan sehingga risiko lapse tidak mungkin terjadi.

8. Tunggu nilai investasinya naik

Apabila anda sudah melakukan semua hal diatas, maka seharusnya nilai investasi anda berangsur-angsur membaik, meskipun mungkin butuh waktu yang sangat lama untuk kembali ke nilai modal yang sudah anda setorkan. Lalu mungkin anda bertanya: kapan dong saya cairkan?

Jawabannya tentu tergantung setiap orang. Kalau memang anda perlu uang dan rela rugi, maka cairkan saja secepat mungkin. Namun bila anda bersabar dan tidak memerlukan uang secara darurat, maka saran saya tunggu nilai investasinya naik sampai setidaknya sama nilainya dengan total modal yang anda setorkan. Jadi posisi anda hanya sekedar rugi waktu, bukan rugi materiil.

Bagaimana dengan Asuransi Tradisional?

Semua pembahasan diatas hanya berlaku untuk polis asuransi unit link yang memiliki komponen investasi reksadana.

Di sisi lain, asuransi jiwa tradisional tidak memiliki komponen investasi, namun biasanya memiliki nilai tunai atau pengembalian premi setelah jatuh tempo. Untuk asuransi jiwa tahunan yang dibayar terus menerus, anda hanya tinggal berhenti membayar saja. Bila ada nilai tunai yang tersisa atau ada pengembalian premi, maka akan diberikan kepada anda.

Asuransi jiwa seumur hidup biasanya memiliki nilai tunai yang sangat kecil sekali, dimana nilai tunainya mungkin baru akan setara modal yang anda bayarkan dalam hitungan puluhan tahun. Saran saya, untuk jenis asuransi ini lebih baik selesaikan saja pembayarannya dan anggap sebagai warisan untuk keturunan anda, karena bila dicairkan sudah pasti akan rugi. Meskipun mungkin nilai tunainya sudah lebih tinggi daripada modal anda, saya jamin anda rugi secara time value of money, alias rugi waktu.

Sedangkan untuk asuransi jiwa tahunan, pastikan memilih produk yang memberikan pengembalian premi 100% atau bahkan lebih, seperti BNI Life Double Protection yang saya bahas disini. Produk seperti itu bisa dibilang anti rugi, kecuali amit-amit perusahaannya yang bangkrut. Tapi nama BNI cukup kuat dan mapan sehingga layak direkomendasikan.

Untuk asuransi kesehatan tradisional, sangat sulit menemukan yang memberikan pengembalian premi. Kalaupun ada, syaratnya biasanya mewajibkan tidak ada klaim selama periode asuransi, dan pengembalian preminya biasa sangat kecil, dibawah 30% dari total premi yang sudah dibayarkan.

Kesimpulan

Saya tetap menyarankan untuk tidak sembarangan tutup premi asuransi, karena kemungkinan besar pasti rugi. Lebih baik dipertahankan saja namun kita coba minimalkan kerugiannya. Amit-amit ketika terjadi hal yang kurang baik kepada kita, manfaat asuransi akan terasa positif.

8 thoughts on “Kurangi Kerugian Asuransi

  1. Terima kasih informasinya. Saya kebetulan tidak sengaja ikut Asuransi Mandiri Jaminan Kesehatan yang dibayar pertahun. Saya tertarik ikut karena jangka waktunya cuma 5 tahun dan menurut FAnya jika tdk pernah terjadi klaim premi yang telah dibayarkan akan dikembalikan 100% ketika masa 5 tahun telah selesai. Rencananya itu sekaligus tabungan pendidikan untuk anak saya berkat saran dr si FA. Apakah jenis asuransi ini tergolong aman atau tidak?

    1. Halo kak Ria. Berdasarkan penjelasan kak Ria sih seharusnya produk tersebut oke sekali. Tapi coba dipelajari polis nya baik baik ya, soalnya ada berita seperti ini : https://news.detik.com/suara-pembaca/d-5086137/polis-sudah-berakhir-axa-mandiri-kembali-debet-premi-satu-tahun . Kalau kak Ria ragu bisa kirimkan polis elektroniknya ke email saya untuk saya cek. Silakan di sensor atau ditutupi saja bila ada informasi konfidensial yang tidak perlu saya lihat. Yang penting saya akan cek ketentuan polisnya untuk memastikan sesuai gambaran kak Ria.

  2. Halo mas selamat malam, terima kasih atas blog mas sehingga banyak teman2 yang mampu curhat dan mas beri penjelasan bahkan advice tentang asuransi.

    setelah baca blog mas tentang AXA Mandiri Vs Nasabah, saya banyak tau, terlebih setelah membaca komen2nya, tapi ada yang mengganjal di pikiranku, saya harap mas bersedia membantu

    setelah sudah selesai masa premi ikut asuransi Jiwa & Unitlink mandiri 5 tahun, ternyata kasusnya sama dengan nasabah2 lain, yaitu total uang unitlink saya hanya 50%, walaupun ada perinciannya di montly report, tapi tetap uang yang disetorkan untuk reksadana hanya 50%, padahal total unitlinknya 600rb/bulan. kan wajar kalau premi asuransi yang sudah selesai selama 5 tahun keseluruhan modalnya ke reksadana.

    Nah dengan pertimbangan di atas, bisakah saya mengurangi uang pertanggungan? karna bila saya ambil sekarang pasti akan rugi sekali

    Terima kasih, Tri

  3. Hallo Mas Adrian, terima kasih tulisannya bermanfaat sekali. Saya sudah mengikuti Axa Mandiri Rencana Sejahtera Plus sejak 2012 dengan premi 600rb/bulan. Saya berencana mengikuti saran Mas untuk mengganti alokasi dana investasi. Yang ingin saya tanyakan, apakah sebaiknya saya rubah semua, atau dana yang akan dibayarkan saja? Terima kasih sebelumnya.

    1. Halo kak Rahmatika. Untuk menjawab hal tersebut banyak pertimbangannya sih dan saya butuh informasi lebih lanjut. Sekarang alokasinya di saham semua? Kalau kak Tika ga ada kebutuhan dalam jangka singkat lebih baik dibiarkan saja, karena di jangka panjang saham pertumbuhannya lebih tinggi. Tapi kalau kak Tika butuh kepastian atau keuntungan di waktu yang lebih singkat, lebih baik seluruhnya dipindahkan saja ke unit link jenis pendapatan tetap

      1. Untuk saat ini 80% attractive, 20% dynamic money rupiah. Saat ini memang belum ada kebutuhan, tapi sebenarnya dulu saya berencana untuk menutup polis pada tahun ke-10. Kalau melihat kondisi sekarang, sepertinya di tahun ke-10 nanti, investasi saya belum bisa menutup dana yang telah saya bayarkan ya. Menurut Mas Adrian gimana baiknya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.