Mitos Kartu Kredit di Indonesia

Mitos kartu kredit di Indonesia memang banyak rumor dan opininya. Beberapa minggu lalu saya berkesempatan membawakan webinar tentang kartu kredit bersama dengan Kitalulus.com, dan salah satu bahasan penting yang saya sampaikan disana adalah banyaknya mitos serta miskonsepsi mengenai kartu kredit di Indonesia. Nah, dalam tulisan blog ini, saya akan merangkum kembali beberapa pemahaman yang salah tentang kartu kredit.

Mitos Kartu Kredit pertama: kartu kredit adalah lubang buaya yang bisa membuat orang terjerat hutang

Saya ingat sekali bahwa banyak warga Tiktok yang meninggalkan komen negatif di media sosial mereka. Katanya, saya “tukang makan kridit” dan “ngutang kok bangga”. Pandangan ini sepertinya merepresentasikan banyak orang di Indonesia yang tidak paham bahwa kartu kredit bisa digunakan sebagai sarana pembayaran tanpa harus berhutang sama sekali.

Caranya? Ya anggap saja kartu kredit sebagai kartu debit. Jangan pernah menggunakan kartu kredit berdasarkan limit yang diberikan, melainkan berdasarkan sisa uang yang ada di rekening anda!

Kenapa? Karena kita harus melakukan pembayaran penuh 100% pada setiap tagihan kartu kredit yang muncul, agar tidak membayar bunga sepeserpun. Nah kalau gini, kartu kredit tidak jadi sarana hutang kan? Bisa dibilang, kartu kredit menjadi “kartu debit dengan bonus” karena memberikan kita hadiah untuk setiap transaksi.

Menanamkan mindset “tidak berhutang” ini sangat penting agar tidak terjebak hutang kartu kredit.

Mitos Kartu Kredit kedua: paylater jauh lebih baik daripada kartu kredit

Mitos kedua ini merupakan mitos paling konyol yang mungkin merupakan hasil kerja keras perusahaan paylater dengan segala iklan dan promosinya yang bombastis. Beberapa orang menganggap bahwa paylater lebih menguntungkan daripada kartu kredit.

Kalau memang hal tersebut benar, lantas kenapa semua orang kaya menggunakan kartu kredit tapi tidak pernah pakai paylater? Ya tentu saja karena orang kaya tahu bahwa kartu kredit jauh lebih menguntungkan dari Paylater!

Mitos ini muncul karena kerap kali kita diberikan diskon transaksi bila membayar menggunakan Paylater, padahal kalau kita cermati dengan baik, diskon atau cashback yang diberikan promo paylater malah lebih kecil daripada bunga + biaya admin yang harus dibayarkan dari fasilitas paylater tersebut.

Sedangkan, di kartu kredit, diskon dan cashback yang diberikan JAUH lebih besar, serta kita tidak perlu membayar biaya bunga bila membayar penuh tagihan kartu kredit setiap bulannya. Di Paylater, tetap ada bunga yang harus dibayarkan meskipun pembayaran penuh dilakukan tepat waktu.

Jadi gimana caranya Paylater lebih menguntungkan daripada kartu kredit?????

Mitos Kartu Kredit ketiga: kartu kredit memiliki banyak biaya yang merugikan

Mitos ketiga ini sebenarnya agak valid. Kartu kredit memang memiliki banyak biaya yang tetap dikenakan bila kartu kredit tidak digunakan. Namun, pengguna kartu kredit yang sudah sepuh pasti tidak akan pernah mempermasalahkan biaya-biaya ini, karena keuntungan yang diberikan kartu kredit JAUH melebihi biaya yang dikenakan, bila digunakan secara tepat!

Kita ambil contoh biaya tahunan kartu kredit, yang seringkali dipermasalahkan orang-orang. Biaya tahunan memang merupakan komponen biaya paling besar, namun 90% kartu kredit di Indonesia memiliki biaya yang bisa dihapus dengan mudah. Hanya tinggal telpon saja ke call center dan biaya tahunan kartu kredit tersebut akan dikembalikan di bulan selanjutnya.

Untuk biaya admin, biaya materai, biaya notifikasi, dan lainnya – jumlahnya sangat kecil sekali dan tidak sebanding dengan manfaat yang diberikan oleh kartu kredit.

Mitos Kartu Kredit keempat: kartu kredit itu hanya untuk orang kaya saja

Banyak orang merasa kesulitan mendapatkan kartu kredit sampai menganggap kartu kredit itu dikhususkan untuk orang kaya saja. Padahal di Indonesia, kartu kredit memiliki limit minimal 1 juta rupiah!!! Hal ini berarti kartu kredit itu dibuat untuk semua kalangan. Sayangnya, banyak orang yang tidak paham mengapa pengajuan kartu kredit mereka ditolak, padahal mereka sebenarnya sangat bisa memiliki kartu kredit.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa mitos-mitos seputar kartu kredit di Indonesia cenderung menyesatkan dan perlu diperjelas. Pertama, kartu kredit bukanlah lubang buaya hutang jika digunakan dengan bijak. Dengan menganggapnya sebagai kartu debit dan membayar tagihan penuh setiap bulannya, kartu kredit dapat menjadi alat pembayaran yang menguntungkan dengan bonus transaksi. Mindset untuk tidak berhutang menjadi kunci utama agar tidak terjerat dalam masalah finansial.

Kemudian, mitos bahwa paylater lebih menguntungkan dari kartu kredit ternyata tidak sepenuhnya benar. Meskipun paylater menawarkan diskon transaksi, manfaat kartu kredit yang lebih besar dari segi diskon dan cashback membuatnya lebih menguntungkan. Pembayaran penuh tagihan kartu kredit setiap bulannya juga menghindarkan dari pembayaran bunga, yang cenderung lebih tinggi pada layanan paylater.

Mitos mengenai banyaknya biaya yang merugikan pada kartu kredit juga perlu diatasi. Biaya-biaya seperti tahunan, admin, materai, dan lainnya sebenarnya dapat diatasi dengan mudah, terutama jika pengguna aktif dan memanfaatkan manfaat kartu kredit dengan tepat. Keuntungan yang diberikan jauh lebih besar dibandingkan dengan biaya-biaya tersebut.

Terakhir, kartu kredit bukanlah eksklusif untuk orang kaya saja. Dengan limit minimal yang terjangkau, kartu kredit dirancang untuk semua kalangan. Pemahaman tentang penggunaan yang bijak dan pengetahuan mengenai pengajuan kartu kredit dapat membantu setiap individu, tanpa memandang status finansial, untuk memanfaatkannya sebagai alat keuangan yang bermanfaat. Dengan demikian, dibutuhkan edukasi yang lebih baik untuk menghapuskan mitos-mitos tersebut dan memberikan pemahaman yang lebih akurat kepada masyarakat Indonesia.

Adrian Siaril
Adrian Siaril

The boss

Articles: 588

26 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  1. With havin so much content and articles do you ever run into any problems of plagorism or copyright violation? My site has a lot of unique content I’ve either created myself or outsourced but it appears a lot of it is popping it up all over the internet without my agreement. Do you know any methods to help reduce content from being ripped off? I’d really appreciate it.

  2. Sangat berterima kasih atas informasinya yang sangat bermanfaat! Saya selalu menemukan berita terkini dan relevan di situs ini. By the way, jika Anda sering memendekkan tautan, saya sangat merekomendasikan menggunakan layanan V.af. Saya pribadi telah menggunakannya dan merasakan tingkat efisiensinya yang luar biasa. Selain itu, desainnya juga sangat menarik! Anda dapat mengunjungi V.af untuk informasi lebih lanjut. Kembali, terima kasih banyak untuk konten yang sangat berkualitas di situs ini!

  3. I do believe all the ideas youve presented for your post They are really convincing and will certainly work Nonetheless the posts are too short for novices May just you please lengthen them a little from subsequent time Thanks for the post

  4. Simply desire to say your article is as surprising The clearness in your post is simply excellent and i could assume you are an expert on this subject Fine with your permission let me to grab your feed to keep up to date with forthcoming post Thanks a million and please carry on the gratifying work

  5. I couldn’t help but be enthralled with the basic information you offered about your visitors, so much so that I returned to your website to review and double-check recently published content.

  6. Hey would you mind letting me know which hosting company
    you’re working with? I’ve loaded your blog in 3 completely different
    internet browsers and I must say this blog loads a lot faster then most.
    Can you suggest a good hosting provider at a fair price?
    Thanks a lot, I appreciate it!

  7. obviously like your website but you need to test the spelling on quite a few of your posts Several of them are rife with spelling problems and I to find it very troublesome to inform the reality on the other hand Ill certainly come back again