Review Crowde – P2P Lending Agrikultur Penuh Tantangan

Kriteria penilaian yang digunakan untuk mengulas Komunal dibahas lengkap di tulisan BAGAIMANA MENGEVALUASI P2P LENDING. Sebelum membaca review ini, saya merekomendasikan anda membaca tulisan tersebut supaya bisa memahami jelas kriteria yang digunakan dalam review ini.

Review ini telah ditanggapi (secara kurang hangat) oleh Crowde sebanyak dua kali.

Ingin mendaftar Crowde? Gunakan kode referral saya FNYTMZK atau klik link ini untuk mendapatkan bonus

PENTING! Harap Dibaca!

Crowde saat ini kondisinya sudah kurang baik, ada kelompok ‘investor korban’ yang secara aktif menuntut Crowde untuk bertanggungjawab pada investasi mereka. Meskipun Crowde saat ini belum bangkrut dan masih terus aktif berkembang dan mendapatkan berbagai penghargaan, nyatanya produk P2P lending mereka sudah tidak layak digunakan lagi karena minimnya pinjaman yang tersedia dan kredibilitasnya yang diragukan.

Ulasan saya ini terakhir diperbaharui tahun 2018 akhir, dan saat ini tentu saja saya tidak menggunakan Crowde lagi. Saya tidak akan memperbaharui ulasan dibawah ini dan ulasan ini hanya bersifat pengetahuan historis saja.

Latar Belakang Perusahaan Crowde

Latar belakang perusahaan meningkatkan kredibilitas terhadap pihak yang mengelola uang anda, semakin transparan, semakin baik nilainya.

Tahun 2015, Crowde didirikan oleh dua orang muda Indonesia, namun memiliki suntikan dana dari perusahaan Jepang (Gree Ventures) serta Korea (Crevisse Partners). Apabila penasaran tentang orang-orang dibalik Crowde, mereka juga menjabarkan foto serta nama lengkap di website mereka.

Staff total mereka, menurut laporan KPMG, berjumlah kurang lebih 40 orang. Namun menurut saya sekarang jumlahnya jauhhhh dibawah angka tersebut karena situasi bisnisnya yang bisa dibilang banyak gejolak. Orang-orang yang dulu dikenal sebagai ‘wajah Crowde’ juga kebanyakan sudah keluar dari Crowde, bahkan ada satu mantan karyawan Crowde yang melamar di perusahaan saya dan menceritakan betapa kacaunya kondisi Crowde saat ia ‘dipaksa’ mengundurkan diri.

Advertisements
Advertisements

Kuantitas Pinjaman Crowde

Kuantitas pinjaman penting agar dana anda tidak nganggur (tidak berbunga) serta mempermudah proses diversifikasi untuk meminimalkan risiko.

Berbeda dengan iGrow, proyek pertanian di Crowde fokus pada kegiatan supply chain seperti pengiriman sayur, pengolahan bahan baku, serta pengadaan barang sehingga jumlah pinjamannya relatif banyak.

Jumlah rata ratanya antara 10-15 pinjaman setiap saat. Jumlah ini menurut saya ideal karena tidak terlalu banyak sehingga memusingkan pengguna baru, namun juga tidak terlalu sedikit sehingga menyempitkan pilihan investor/lender yang sudah mahir.

Sekarang saat Crowde dilanda masalah jumlah pinjaman yang tersedia menjadi tidak ada sama sekali.

Variasi Pinjaman Crowde

Variasi pinjaman penting untuk meminimalkan risiko, serta membantu lender/investor menyusun perencanaan keuangan yang baik terhadap likuiditas uangnya.

Meskipun semuanya berkaitan dengan kegiatan pertanian, namun pinjaman yang tersedia tidak berkaitan satu sama lain karena perbedaan daerah dan kegiatan. Kegiatan yang dimaksud misalnya pemupukan, penunaian, logistik transportasi, sampai penjualan.

Kendati demikian, apabila ditelaah lebih lanjut, kebanyakan proyek yang sering muncul berasal dari peminjam yang sama. Peminjam di Crowde biasanya tergabung dalam paguyuban atau kelompok petani yang secara kompak meminjam di Crowde. Jadi ketika salah satu pemimpin kelompoknya bermasalah, biasanya anggota kelompoknya pun ketularan bermasalah (sudah terbukti)

Dari segi tenor, Crowde sangat bervariasi dengan menyajikan tenor dua minggu sampai empat bulan. Untuk bunga berkisar di 12% sampai dengan 30% pertahun (bunga ini luar biasa tinggi).

Advertisements
Advertisements

Apakah Crowde Aman?

Meskipun Crowde terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), namun tingginya tingkat masalah yang terjadi di Crowde membuat saya meragukan tentang kredibilitas Crowde

Apakah Crowde penipu?

Ada banyak laporan, berita, keluhan, dan review lain yang menceritakan keburukan Crowde, namun menurut klarifikasi dari Crowde, kebanyakan masalah tersebut adalah akibat hal-hal tak terduga di lapangan, misalnya petani meninggal, gagal panen, bencana alam, hama, dan lain-lain. Memang sih, dalam investasi P2P lending, risiko telat bayar dan gagal bayar memang ada sehingga mungkin bukan murni merupakan kesalahan Crowde. Namun penyelenggara P2P lending tentu harus memiliki sistem dan mitigasi risiko yang memadai supaya tidak merugikan investor.

Untuk memahami risiko dan keamanan dalam p2p lending, baca artikel ini

Jumlah Minimal Investasi Crowde

Jumlah minimal investasi yang kecil/murah membuka peluang bagi lebih banyak orang karena tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk belajar investasi.

Nominal minimal investasi jauh lebih rendah daripada semua website lainnya (Hanya Rp10 ribu!).

Advertisements
Advertisements

Kualitas Customer Service Crowde

Dinilai dari kecepatan membalas dan kualitas balasannya – apakah sesuai pertanyaan? Apakah punya empati dan ingin mengenal pemodal lebih lanjut?

Tim customer service sangat lambat dalam menyelesaikan BANYAK masalah teknis yang masih menghantui website (misalnya dana hilang dan gagal checkout). Mereka hanya akan berkata “akan kami periksa” tanpa menyelesaikan masalah. Mereka TIDAK AKAN follow up anda bila anda tidak menghubungi lagi. Hal ini terjadi berkali kali kepada saya, bukan hanya sekali.

Lucunya, seorang mantan staf Crowde juga menceritakan bahwa customer service Crowde seringkali berganti individu, sehingga staf yang baru masuk tidak mengerti masalah yang dipegang oleh staf sebelumnya! Dari dulu sampai sekarang, staf customer service mereka hanya berjumlah dua orang, padahal memiliki ribuan lender . Duh.

Likuiditas Crowde

Seberapa cepat uang yang anda pinjamkan bisa kembali ke tangan anda. Apabila likuiditas cukup buruk biasa dikarenakan tenor pinjamannya panjang-panjang.

Pinjaman di Crowde umumnya memiliki tenor dibawah tiga bulan. Crowde menerapkan durasi penggalangan dana yang relatif singkat (dibawah satu bulan) sehingga meningkatkan likuiditas uang anda.

Namun melihat kondisi pinjaman yang seringkali telat bayar berbulan-bulan, tentu hal ini menjadi masalah lain untuk likuiditas uang anda.

Aksesibilitas Crowde

Berkaitan dengan kemudahan penggunaan website, aplikasi, design tata muka dan minimal nya masalah teknis.

Meskipun bisa diakses dari aplikasi maupun website, interface mereka sangat memusingkan. Saya sampai sekarang masih bingung dengan istilah-istilah yang mereka gunakan. Banyak masalah teknis di aplikasi maupun web.

Advertisements
Advertisements

Persentase Non Performing Loan (NPL)

Non Performing Loan (NPL) adalah pinjaman yang gagal bayar sehingga anda tidak mendapat bunga sama sekali atau bahkan kehilangan sebagian atau seluruh. modal anda.

1.2% menurut laporan KPMG November 2018.

Crowde menuruti peraturan terbaru OJK yang mengharuskan setiap P2P lending memajang persentase pinjaman lancar mereka secara realtime di halaman depan website mereka. Semakin rendah angka ini, berarti semakin buruk kinerja pinjamannya (banyak yang gagal bayar) per 30 April 2019, Crowde menunjukan angka 98% yang berarti ada 2% dari proyek mereka yang macet/berkendala dalam 90 hari kebelakang.

Angka ini diragukan sebagai kebohongan oleh para investor Crowde, sebab ketika para investor tersebut saling mencocokkan data, ditemukan bahwa hampir 90% pinjaman di Crowde bermasalah atau sudah masuk kategori gagal bayar. Crowde memang belum masuk tahap izin OJK sehingga angka TKB90 mereka belum bisa diklarifikasi. Baca penjelasannya disini.

Perlindungan Modal Investor Crowde

Beberapa website P2P lending memiliki perlindungan atau jaminan terhadap nilai modal anda sehingga kerugian anda terbatasi bila terjadi gagal bayar.

Crowde tidak memberikan jaminan apapun terhadap modal anda. Saya pernah mempertanyakan namun tim mereka hanya menjawab ‘Kami jamin pinjaman tidak akan gagal bayar’. Sungguh respons yang sangat ambigu.

Representatif mereka mengatakan ada upaya recovery bila terjadi proyek gagal panen. Misalnya, si petani tersebut ‘dipaksa’ untuk melakukan projek lain untuk membantu menutupi kerugian, lalu kalau masih kurang, maka Crowde baru akan menggunakan dana perusahaan untuk mengganti rugi kepada pendana.

Kendati demikian, cerita dari investor-investor lain berkata bahwa Crowde cenderung lepas tangan bila terjadi proyek bermasalah, alias tidak melakukan apa yang mereka informasikan kepada saya sebelumnya.

Terus terang, ada sumber lain yang menjelaskan secara mendetail bagaimana perlakuan Crowde bila gagal bayar terjadi, baca ceritanya disini

Informasi lebih lanjut tentang penanganan gagal bayar, baca artikel ini.

Advertisements
Advertisements

Crowde Syariah atau Tidak?

Crowde memiliki pinjaman syariah maupun konvensional yang bisa dipisahkan secara mudah menggunakan filter.

Kualitas Program Referral Crowde

Crowde dulu belum memiliki program referral.

Sekarang mereka memiliki skema referral dibawah ini:

Permodalan dariHadiah voucher permodalan
Rp 100.000 – Rp 999.999Rp 10.000
Rp 1.000.000 – Rp 4.999.999Rp 50.000
Rp 5.000.000 – Rp 9.999.999Rp 75.000
Rp 10.000.000 – Rp 49.999.999Rp 150.000
Rp 50.000.000 – Rp 99.999.999Rp 300.000
Rp 100.000.000Rp 500.000

Nominal tersebut cukup oke, mengingat umumnya (berdasarkan yang saya alami di P2P lending lain), komisi referral merupakan 0.5% dari pendanaan referee kita.

Namun menurut saya perhitungan bracket mereka cukup aneh. Dalam pendanaan 100rb mendapatkan 10rb yang berarti merupakan komisi 10%, namun bila mendanai 100juta hanya mendapatkan 500.000 yang berarti hanya 0.5% komisi. Justru komisi makin kecil ketika pendanaan semakin besar.

Advertisements
Advertisements

Dampak Sosial Crowde

Beberapa investasi di P2P lending mempunyai dampak sosial baik, dan beberapa tidak.

Lumayan baik. Anda mendukung berbagai kegiatan pertanian dengan berinvestasi di Crowde. Kendati demikian tidak semua pihak yang didanai oleh Crowde adalah ‘rakyat kecil’. Beberapa proyek yang bisa didanai ternyata merupakan proyek besar yang sudah lumayan mapan. Pastikan membaca detail pinjaman bila anda mengincar dampak sosial tertentu.

Catatan Lain

Saya memang anti berinvestasi di Crowde karena pengalaman yang sangat buruk dari tim mereka. Saya telah bertemu representatif Crowde untuk membicarakan masalah ini, namun mereka masih belum bisa meyakinkan saya untuk kembali berinvestasi di Crowde. Malahan, pertemuan saya dengan representatif Crowde tersebut malah membuat saya makin anti berinvestasi di Crowde.

Lucunya, saya diberitahu bahwa reputasi blog ini dan pribadi saya cukup buruk di mata staf-staf Crowde karena menulis review ini. Padahal seperti yang anda lihat sendiri, dalam review ini saya masih berusaha sebaik mungkin menjabarkan kelebihan-kelebihan, tidak hanya fokus pada kekurangannya. Bahkan kebanyakan investor mereka sependapat dengan saya dan lebih parah mengkritik daripada saya.

Ada blogger lain juga yang memiliki pengalaman buruk dengan tim Crowde. Baca tulisan mereka disini. Memang ketika ada bisnis yang tidak mau menerima kritik, anda langsung bisa menyimpulkan sendiri bisnis tersebut akan cepat tumbang.

Advertisements
Advertisements

Kesimpulan

Kelebihan Crowde:

  • Berbeda dengan iGrow, proyek pertanian di Crowde fokus pada microactivity seperti pengiriman sayur, pengolahan bahan baku, serta pengadaan barang sehingga jumlah pinjamannya relatif banyak.
  • Meskipun semuanya berkaitan dengan kegiatan pertanian, namun pinjaman yang tersedia tidak berkaitan satu sama lain karena perbedaan daerah dan kegiatan sehingga memungkinkan diversifikasi.
  • Pinjaman di Crowde umumnya memiliki tenor dibawah tiga bulan sehingga cenderung likuid meskipun di bidang agrikultural.
  • Punya produk syariah.

Kekurangan Crowde:

  • Tim customer service sangat lambat dalam menyelesaikan BANYAK masalah teknis yang masih menghantui website.
  • Meskipun bisa diakses dari aplikasi maupun website, interface mereka sangat memusingkan. Saya sampai sekarang masih bingung dengan istilah-istilah yang mereka gunakan. Banyak masalah teknis di aplikasi maupun web.
  • Crowde tidak memberikan jaminan apapun bila proyek gagal.

Rekomendasi

Crowde cukup menarik untuk investasi di bidang agrikultural. Nominal minimal investasi jauh lebih rendah daripada semua website lainnya (Hanya Rp10 ribu!). Apabila modal anda sedikit dan anda tidak takut menghadapi tim support mereka yang tidak berguna, maka Crowde menjadi pilihan yang tepat.

Siapa yang Cocok Berinvestasi di Crowde?

  • Investor dengan modal minim.
  • Investor yang peduli dengan dampak investasi mereka terutama di bidang pertanian.
  • Investor yang mencari produk syariah.

Ingin mendaftar Crowde? Gunakan kode referral saya FNYTMZK atau klik link ini untuk mendapatkan bonus

Demikian ulasan/review saya tentang Crowde. Semoga bisa memberi anda gambaran tentang kelebihan dan kekurangan Crowde, serta membantu anda menentukan apakah Crowde aman untuk profil risiko anda. Jangan lupa untuk membandingkan website P2P lending lainnya.

About asiaril

Tulisan saya adalah opini pribadi yang tidak memiliki kredibilitas apapun. Kerugian dalam bentuk apapun yang timbul akibat membaca tulisan saya (misalnya buang buang waktu) sepenuhnya menjadi tanggung jawab anda. Apabila anda tidak suka dengan karya saya, janganlah marah kepada saya, namun pukullah layar komputer anda dengan linggis.

27 Responses

  1. Emang agak lambat tim crowde.

    Sering harus ditanya dulu mengenai proyek yang telat. Baru di info atau bahkan tiba tiba selesai.

    Tanam modal di petani yang track record baik pun juga masih bisa molor. Udah 6 bulan lagi molornya.

    Apalagi nilai investnya hampir 10x dari profit yang pernah saya dapat selama invest di crowde.

  2. Abdullah Elli

    CS Crowde,
    Kenapa enggak bisa dihubungi, investasi saya di Crowde masih banyak (hampir 70 juta).
    Saya chatting enggak dibalas, email enggak dibalas telephon ke 021 21383317 tidak ada yang menjawab. Saya ingi tahu progress proyek saya berikut :
    1. Kopi Daerah Garut Penuh Rejeki (sdh delay 154 hr)
    2. Usaha Trading, Langsung dari Peternak Bebek (sdh delay 178 hr).
    3. Tanam Ubi Kirim Supplier (sdh delay 210 hr)
    4. Budidaya Edamame Berprotein Tinggi (sdh delay 244 hr) …. dan hilang dari dashboard
    5. Penanaman Edamame, Dijual Grosiran (sdh delay 322 hr).
    6. Jual Beli Bawang Merah di Wilayah Citorek Banten (sdh delay 315 hr).

    Saya banyak dapat info dari para investor Crowde yang dananya tidak dikembalikan atau di ulur-ulur untuk dikembalikan. Saya ingin tahu apakah Crowde sudah pailit atau punya niat buruk untuk tidak mengembalikan dana investor. Sebagai perusahaan harusnya anda bertanggung jawab, kami sebagai investor menerima resiko jika investasai kami rugi bahakan gagal tetapi Crowde harus tetap merespon kami.
    Saya harap Crowde segera mengembalikan uang investasi saya karena info dari Crowde beberapa bulan lalu beberapa proyek tsb sudh selesai. Berapa pun hasil segera kembalikan saya butuh uang tersebut untuk kebutuhan hidup sehari-hari saya.

    1. richie wibisono

      Sama banget Pak.

      1. Saya kira kesalahan saya hnya karena kurang mendiversifikasi. Ternyata Bapak yg sdh cukup diversifikasi, tetap hilang juga ya.
      2. Mungkin mereka tdk mau sebut itu sbg default, agar tdk perlu diakui dlm default rate yg 2%. Saya yakin kalau yg nunggak2 lama ini diakui sbg default, pasti sudah tinggi sekali default rate mereka

      Mau kita buat grup WA unt bahas ini lbh lanjut? Termasuk mgkin opsi pengaduan ke OJK

      Yg mau join, WA saya di 0898-9833-777. Chat aja “kapok Crowde” atau semacamnya.

    2. Leo

      Buat bapak Elli, kita ad bikin grup diskusi khusus untuk investor crowde yang nyangkut. Di grup ini kita sudah mengumpulkan projek2 yang mangkrak dari member2 di grup total 70 projek diatas 90 hari, dan diskusi bersama perkembangan pihak crowde dan rencana apa yang harus diambil selanjutnya agar dana investor kembali – termasuk dana saya.

      https://t.me/joinchat/FQZEwxfOh19fGNstOHJq9A

      Terbuka untuk semua investor yg nyangkut di crowde

  3. Prihantini Sari

    Perkembangan terbarunya seperti apa ya?
    Beberapa proyek saya sudah telat 1,5 tahun. Kirim email udah nggak pernah dibales.

  4. Kira

    Akhirny pengembalian modal dari crowde sudah masuk rekening, walaupun tidak sampai 50 % dari modal, paling nggak sudah balik. Setelah hampir 2 tahun. Mudah2an punya rekan2 yang lain juga sudah kembali ya.

  5. TL

    Crowde ini memang benar2 kacau ya. Menyesal saya tanam modal di startup seperti ini. Ada 4 proyek saya rugi average 80%. Parah. Ga ada penjelasan yg detail. Awal saya ada fight tapi penjelasannya yah sama seperti yg investor lain terima. Saya sudah give up untuk ajukan keberatan. Entah karena perusahaan tidak bisa kelola, management kacau dan no experience karena masih belia dan minim asam garam, CS juga slow response, atau uang investor diambil itk hal lain. Tidak jelas semuanya! This is a disaster startup company. You are not capable to run a business. You should be better to learn and work first with the Unicorns! Yang baca comment saya, ingat ya jangan invest di Crowde!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.