Asuransi Jiwa: Fixed Term, Whole Life, atau Unit Link?

Asuransi Jiwa: Fixed Term, Whole Life, atau Unit Link?

Apabila anda membaca tulisan saya lainnya tentang asuransi, maka mungkin ingat bahwa saya mati-matian menyarankan memilih asuransi jiwa seumur hidup ketimbang ekawaktu (fixed term) ataupun unit link.

Oleh karena itu saya cukup terkejut bahwa beberapa blogger finansial lainnya merekomendasikan fixed term yang berarti pandangan mereka berbeda dengan saya.

Tentu saya tidak bilang mereka salah, karena mereka justru lebih pintar dari saya. Dan seperit yang sudah saya katakan berkali-kali, asuransi terbaik adalah yang memenuhi kebutuhan setiap orang, dan kebutuhan setiap orang tentu berbeda-beda.

Oleh karena itu, tulisan ini akan membahas kenapa pandangan saya berbeda dengan yang lainnya.

Pahami Dulu Perbedaannya

Asuransi Jiwa Ekawaktu / Fixed Term:

  • Kita bayar premi tahunan atau bulanan, dan premi yang kita bayarkan akan lebih mahal dari tahun ke tahun
  • Biasanya ada batasan umur sampai kapan kita bisa memperpanjang premi kita. Setelah batasan umur ini lewat, kita tidak bisa lagi memperpanjang premi.
  • Tidak ada manfaat nilai tunai ataupun investasi. Beberapa memiliki pengembalian premi dalam jumlah kecil
  • Bisa menaikkan maupun menurunkan uang pertanggungan saat perpanjangan

Asuransi Jiwa Seumur Hidup:

  • Kita bayar premi beberapa kali sesuai perjanjian, misalnya 5 tahun atau 10 tahun. Setelah itu tidak bayar lagi.
  • Manfaat perlindungan aktif sampai seumur hidup, meskipun sudah tidak membayar lagi.
  • Beberapa memiliki manfaat nilai tunai yang bisa dicairkan bila kepepet butuh uang
  • Tidak bisa memilih menaikkan ataupun menurunkan uang pertanggungan

Asuransi Jiwa Unit Link:

  • Kita bisa memilih membayar beberapa tahun saja, namun ada risiko nilai investasi kita tidak cukup membayar biaya asuransi bulanan, sehingga polis bisa nonaktif secara otomatis
  • Pasti memiliki nilai investasi yang dipotong berkala secara bulanan untuk membayar biaya asuransi dan administrasi
  • Bisa menaikkan maupun menurunkan uang pertangguan kapan saja
  • Bisa menambahkan asuransi tambahan (rider) sehingga sangat fleksibel.

Dari Segi Biaya…

Sudah jelas asuransi jiwa ekawaktu adalah yang paling murah, namun apabila anda perhatikan, kenaikan preminya makin lama akan makin mahal seiring bertambahnya usia anda. Karena semakin tua kita, semakin tinggi pula risiko kita tutup usia. Premi yang anda bayarkan selama anda hidup perlu ditotalkan dahulu, lalu menjadi faktor pengurangan uang pertangungan.

Apabila anda yakin mati muda, maka sudah jelas asuransi jiwa ekawaktu sangat menguntungkan, karena preminya masih murah, ahli waris anda keburu klaim duluan. Jadi kalau anda tahu kapan meninggalnya, tentu saya sangat merekomendasikan asuransi jiwa ekawaktu.

Sedangkan untuk asuransi unit link, perhitungannya cukup rumit. Anda bisa saja memiliki uang pertanggungan besar dengan premi murah, namun hal ini bisa menyebabkan polis anda tertutup paksa karena nilai investasi tidak cukup membayari biaya asuransi yang mahal. Ingat, uang pertanggungan besar menyebabkan biaya asuransi jadi besar juga, namun tidak berarti premi anda ikut-ikutan besar. Jadi dalam asuransi unit link anda mengandalkan performa investasi anda. Bila bagus maka anda bisa bayar murah, dan bila tidak maka anda terpaksa bayar mahal.

Dari Segi Fungsi…

Asuransi jiwa adalah asuransi paling dasar yang fungsinya sangat fleksibel. Ada orang yang menggunakan uang pertanggungan sebagai modal ahli waris mendirikan usaha, ada yang menggunakan uang pertanggungan sebagai passive income bagi ahli waris, dan ada juga yang menggunakan biaya pertanggungan hanya sebagai biaya pemakaman saja.

Bagi saya pribadi, saya bahkan menghitung uang pertanggungan harus cukup untuk memberikan ‘ganti rugi’ kepada orang tua saya atas biaya membesarkan saya. Maksudnya, bila saya tutup usia sebelum bisa menghidupi mereka, maka uang pertanggungan saya bisa memberikan mereka passive income tambahan di masa tua mereka.

Beberapa blogger berargument bahwa kita tidak butuh asuransi jiwa seumur hidup karena ketika kita tua, kita punya anak atau keturunan yang sudah cukup umur untuk menghidupi kita, dan mereka punya penghasilan dari kerja sehingga tidak butuh uang pertanggungan kita sebagai passive income.

Masalahnya, mereka mengabaikan fakta bahwa tidak semua orang pasti, atau mau, memiliki keturunan. Dan mereka juga mengabaikan fakta bahwa kita bisa saja tutup usia sebelum anak kita lahir, atau sebelum merekas sudah bekerja secara mapan. Belum lagi ketidakpastian bahwa mereka memiliki karir yang membuat mereka mampu mencapai kemerdekaan finansial.

Atas dasar tersebut saya menilai bahwa asuransi jiwa seumur hidup adalah yang paling konsisten secara fungsi. Kita membayarnya selagi kita bisa, dan setelahnya kita dilindungi sampai akhir apapun yang terjadi dalam kehidupan kita. Manfaat tunai yang ada dalam asuransi jenis ini juga bisa kita cairkan lebih awal apabila kita kepepet butuh uang di masa tua.

Dari Segi Warisan…

Asuransi jiwa pada dasarnya bisa digunakan sebagai alat ‘melipatgandakan warisan’, bilamana total uang yang kita bayarkan untuk premi jauh lebih rendah daripada uang pertanggungan kita.

Permasalahannya, dalam asuransi ekawaktu, kita tidak bisa mengukur pasti seberapa besar premi yang kita keluarkan karena kita tidak tahu kapan kita meninggal, sehingga bila kita membayar terus-terusan dan ternyata umur panjang, pada akhirnya premi kita akan sangat mahal sekali. Dalam asuransi unit link, ada juga risiko nilai investasi tidak cukup membayari biaya asuransi sehingga harus melakukan top-up premi tunggal. Top-up premi tunggal ini juga tidak jelas jumlahnya, karena harus cukup membayari biaya asuransi yang sudah terlanjur mahal saat anda sudah tua.

Hidup kita sudah penuh ketidakpastian, jadi sayapun tidak suka asuransi yang malah menambah ketidakpastian dalam hidup saya. Ketimbang ‘gambling‘ bahwa total premi yang saya bayarkan pasti lebih rendah daripada uang pertanggungan, saya lebih memilih untuk memilih asuransi jiwa seumur hidup yang memberikan saya angka pasti: seberapa besar total yang saya bayakan, dan seberapa besar yang akan saya terima nanti, berapapun umur kematian saya.

Dari Segi Inflasi…

Ini adalah satu-satunya faktor valid yang menurut saya menjadi kekurangan besar asuransi jiwa seumur hidup. Uang pertanggungan yang kita sepakati di awal mungkin terlihat besar saat kita membuka polis, namun saat kita tutup usia, mungkin saja inflasi negara kita sangat ga karuan sehingga nilai tersebut ternyata kurang berarti bagi ahli waris kita.

Dalam asuransi unit link, inflasi tidak menjadi masalah karena anda bisa menaikkan uang pertanggungan kapan saja. Bila anda cukup beruntung memiliki pertumbuhan investasi yang baik, malah anda tidak perlu menambah bayar premi lagi, karena nilai investasi anda pasti kuat membayari biaya asuransi yang meningkat drastis.

Demikian juga dengan asuransi jiwa ekawaktu, selama anda memang kuat membayari biaya asuransi yang kian mahal ketika anda tua, tentu anda bisa memilih berapapun uang pertanggungan yang ingin diberikan, dengan catatan perubahan dilakukan saat ulang tahun polis (perpanjangan).

Kesimpulan

Tulisan saya memang mungkin agak bias dan terlalu membela asuransi jiwa seumur hidup, namun saya tetap teguh merekomendasikan bahwa asuransi jiwa seumur hidup adalah yang paling ‘one size fits all’ dan konsisten.

Singkatnya mungkin bisa saya rangkum seperti ini:

  • Beli asuransi jiwa ekawaktu apabila anda yakin anda mati muda atau memiliki keterbatasan dana untuk asuransi
  • Beli asuransi unit link apabila anda ahli di dunia investasi sehingga bisa mengatur komposisi unit link serta memperhitungkan biaya pertangguungan dengan akurat
  • Beli asuransi jiwa seumur hidup apabila anda bukan keduanya

6 thoughts on “Asuransi Jiwa: Fixed Term, Whole Life, atau Unit Link?

  1. Thanks Bang Adrian – Akhirnya ada yg sepaham dgn saya 🙂 saya baca banyak saran2 financial semua bilang asuransi term-life lbh murah, pdhl kalo saya hitung premi total sampai tua jauh lebih mahal drpd whole-life. Satu faktor yg penting mnrt saya: kalo kita punya anak di umur muda sehingga saat pensiun anak sudah mandiri, mungkin term-life paling menguntungkan. Tp jika spt saya dimana punya anak agak telat sehingga asuransi jiwa hrs cover setelah pensiun, maka whole-life paling cocok krn term-life akan sangat2 mahal setelah umur 50thn keatas.

  2. Boleh minta opini pak. Tahun 2019 isteri sedang hamil, dan saya harus prepare warisan jika terjadi apa2 dengan saya. Ada 2 opsi :

    1. Unit link dengan UP 1 M premi 7 juta tanpa biaya akuisisi,
    2. Whole life bayar 10 tahun premi 18 jutaan. Jika sampai usia 80 tahun masih hidup. Maka cair 1M. Kalau di ambil sebelum 80 tahun, ada nilai tunai nya juga walaupun lebih rendah

    Saya ambil unit link karena selisih preminya yang cukup jauh. Menurut Pak Adrian, keputusan saya sudah tepat kah ? Karena saat itu, saya harus prepare untuk biaya Rawat Jalan kehamilan dan biaya cesar nya jg. Terima kasih.

    1. Sebenernya memang unit link preminya pasti lebih murah di awal, tapi kan ada risiko bayar seumur hidup bila performa investasinya buruk.

      Kalau sudah terlanjur buka unit link sih ya gapapa lanjutin aja bayar unit link. Namun idealnya di masa depan sih itu unit linknya dijadikan asuransi kesehatan aja (tambah rider) dan untuk jiwa menurut saya masih lebih baik buka baru yang whole life supaya gausa bayar di masa tua.

      Btw pak, gantian dong kasitau saya. Itu unit link produk siapa akuisisi bisa gratis? Mantap bgt

      1. Dari avrist. Namanya Investment+. Untuk kesehatan saya sudah pakai Chubb dari 2012, nama nya premier link, akuisisi 20% saja di tahun 1. Tapi entah produknya masih ada atau tidak. Tadinya saya mau upgrade UP di Chubb tersebut. Tetapi prosesnya rumit, sptnya tidak bisa juga.

        Untuk whole life, memang harus extra nabung ya. Bayar kesehatan termasuk isteri dan anak sudah cukup lumayan dalam 1 tahun.

        Oh iya pak, di avrist itu ada produk kesehatan onbill tradisional. Dijamin renewal karena di polis tidak ada ketentuan review ulang underwriting ketika renewal. Yang penting bayarnya on time. Mungkin bisa jadi bahan review karena tradisionalnya tersebut..

        Saya tadinya buat anak mau ambil, tetapi karena sistem one bed paling rendah, kurang sreg. Akhirnya ambil Tokio Marine Plan 500, tapi naik kelas tetap onbill, tidak di pro rate. Karena pengalaman ponakan punya AIA one bed. Pas sakit kamar one bed paling rendah penuh. Untungnya di hari ke 3 ada yang check out. Sehingga tidak jadi di pro rata.

        1. Terimakasih informasinya pak. Untuk Avrist saya pelajari lumayan menarik produknya, meskipun sebenarnya dia ini membebankan biaya pemeliharaan 5% per tahun di 5 tahun pertama. Ibaratnya akuisisinya disebar kecil2an ketimbang besar didepan. Kebetulan saya juga lagi cari2 yang bagus untuk calon mertua, jadi informasi dari bapak sangat berguna untuk referensi saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.