Diskon khusus pembaca blog! Gunakan kode ADRIANSIARIL untuk dapat diskon 20% di kursus C4: Cari Cuan Kartu Kredit.

Asuransi Jiwa: Fixed Term, Whole Life, atau Unit Link?

Apabila anda membaca tulisan saya lainnya tentang asuransi, maka mungkin ingat bahwa saya mati-matian menyarankan memilih asuransi jiwa seumur hidup ketimbang ekawaktu (fixed term) ataupun unit link.

Oleh karena itu saya cukup terkejut bahwa beberapa blogger finansial lainnya merekomendasikan fixed term yang berarti pandangan mereka berbeda dengan saya.

Tentu saya tidak bilang mereka salah, karena mereka justru lebih pintar dari saya. Dan seperit yang sudah saya katakan berkali-kali, asuransi terbaik adalah yang memenuhi kebutuhan setiap orang, dan kebutuhan setiap orang tentu berbeda-beda.

Oleh karena itu, tulisan ini akan membahas kenapa pandangan saya berbeda dengan yang lainnya.

Pahami Dulu Perbedaannya

Asuransi Jiwa Ekawaktu / Fixed Term:

  • Kita bayar premi tahunan atau bulanan, dan premi yang kita bayarkan akan lebih mahal dari tahun ke tahun
  • Biasanya ada batasan umur sampai kapan kita bisa memperpanjang premi kita. Setelah batasan umur ini lewat, kita tidak bisa lagi memperpanjang premi.
  • Tidak ada manfaat nilai tunai ataupun investasi. Beberapa memiliki pengembalian premi dalam jumlah kecil
  • Bisa menaikkan maupun menurunkan uang pertanggungan saat perpanjangan

Asuransi Jiwa Seumur Hidup:

  • Kita bayar premi beberapa kali sesuai perjanjian, misalnya 5 tahun atau 10 tahun. Setelah itu tidak bayar lagi.
  • Manfaat perlindungan aktif sampai seumur hidup, meskipun sudah tidak membayar lagi.
  • Beberapa memiliki manfaat nilai tunai yang bisa dicairkan bila kepepet butuh uang
  • Tidak bisa memilih menaikkan ataupun menurunkan uang pertanggungan

Asuransi Jiwa Unit Link:

  • Kita bisa memilih membayar beberapa tahun saja, namun ada risiko nilai investasi kita tidak cukup membayar biaya asuransi bulanan, sehingga polis bisa nonaktif secara otomatis
  • Pasti memiliki nilai investasi yang dipotong berkala secara bulanan untuk membayar biaya asuransi dan administrasi
  • Bisa menaikkan maupun menurunkan uang pertangguan kapan saja
  • Bisa menambahkan asuransi tambahan (rider) sehingga sangat fleksibel.

Dari Segi Biaya…

Sudah jelas asuransi jiwa ekawaktu adalah yang paling murah, namun apabila anda perhatikan, kenaikan preminya makin lama akan makin mahal seiring bertambahnya usia anda. Karena semakin tua kita, semakin tinggi pula risiko kita tutup usia. Premi yang anda bayarkan selama anda hidup perlu ditotalkan dahulu, lalu menjadi faktor pengurangan uang pertangungan.

Apabila anda yakin mati muda, maka sudah jelas asuransi jiwa ekawaktu sangat menguntungkan, karena preminya masih murah, ahli waris anda keburu klaim duluan. Jadi kalau anda tahu kapan meninggalnya, tentu saya sangat merekomendasikan asuransi jiwa ekawaktu.

Sedangkan untuk asuransi unit link, perhitungannya cukup rumit. Anda bisa saja memiliki uang pertanggungan besar dengan premi murah, namun hal ini bisa menyebabkan polis anda tertutup paksa karena nilai investasi tidak cukup membayari biaya asuransi yang mahal.

Ingat, uang pertanggungan besar menyebabkan biaya asuransi jadi besar juga, namun tidak berarti premi anda ikut-ikutan besar. Jadi dalam asuransi unit link anda mengandalkan performa investasi anda. Bila bagus maka anda bisa bayar murah, dan bila tidak maka anda terpaksa bayar mahal.

Dari Segi Fungsi…

Asuransi jiwa adalah asuransi paling dasar yang fungsinya sangat fleksibel. Ada orang yang menggunakan uang pertanggungan sebagai modal ahli waris mendirikan usaha, ada yang menggunakan uang pertanggungan sebagai passive income bagi ahli waris, dan ada juga yang menggunakan biaya pertanggungan hanya sebagai biaya pemakaman saja.

Bagi saya pribadi, saya bahkan menghitung uang pertanggungan harus cukup untuk memberikan ‘ganti rugi’ kepada orang tua saya atas biaya membesarkan saya. Maksudnya, bila saya tutup usia sebelum bisa menghidupi mereka, maka uang pertanggungan saya bisa memberikan mereka passive income tambahan di masa tua mereka.

Beberapa blogger berargument bahwa kita tidak butuh asuransi jiwa seumur hidup karena ketika kita tua, kita punya anak atau keturunan yang sudah cukup umur untuk menghidupi kita, dan mereka punya penghasilan dari kerja sehingga tidak butuh uang pertanggungan kita sebagai passive income.

Masalahnya, mereka mengabaikan fakta bahwa tidak semua orang pasti, atau mau, memiliki keturunan. Dan mereka juga mengabaikan fakta bahwa kita bisa saja tutup usia sebelum anak kita lahir, atau sebelum merekas sudah bekerja secara mapan. Belum lagi ketidakpastian bahwa mereka memiliki karir yang membuat mereka mampu mencapai kemerdekaan finansial.

Atas dasar tersebut saya menilai bahwa asuransi jiwa seumur hidup adalah yang paling konsisten secara fungsi. Kita membayarnya selagi kita bisa, dan setelahnya kita dilindungi sampai akhir apapun yang terjadi dalam kehidupan kita. Manfaat tunai yang ada dalam asuransi jenis ini juga bisa kita cairkan lebih awal apabila kita kepepet butuh uang di masa tua.

Dari Segi Warisan…

Asuransi jiwa pada dasarnya bisa digunakan sebagai alat ‘melipatgandakan warisan’, bilamana total uang yang kita bayarkan untuk premi jauh lebih rendah daripada uang pertanggungan kita.

Permasalahannya, dalam asuransi ekawaktu, kita tidak bisa mengukur pasti seberapa besar premi yang kita keluarkan karena kita tidak tahu kapan kita meninggal, sehingga bila kita membayar terus-terusan dan ternyata umur panjang, pada akhirnya premi kita akan sangat mahal sekali.

Dalam asuransi unit link, ada juga risiko nilai investasi tidak cukup membayari biaya asuransi sehingga harus melakukan top-up premi tunggal. Top-up premi tunggal ini juga tidak jelas jumlahnya, karena harus cukup membayari biaya asuransi yang sudah terlanjur mahal saat anda sudah tua.

Hidup kita sudah penuh ketidakpastian, jadi sayapun tidak suka asuransi yang malah menambah ketidakpastian dalam hidup saya. Ketimbang ‘gambling‘ bahwa total premi yang saya bayarkan pasti lebih rendah daripada uang pertanggungan, saya lebih memilih untuk memilih asuransi jiwa seumur hidup yang memberikan saya angka pasti: seberapa besar total yang saya bayakan, dan seberapa besar yang akan saya terima nanti, berapapun umur kematian saya.

Dari Segi Inflasi…

Ini adalah satu-satunya faktor valid yang menurut saya menjadi kekurangan besar asuransi jiwa seumur hidup. Uang pertanggungan yang kita sepakati di awal mungkin terlihat besar saat kita membuka polis, namun saat kita tutup usia, mungkin saja inflasi negara kita sangat ga karuan sehingga nilai tersebut ternyata kurang berarti bagi ahli waris kita.

Dalam asuransi unit link, inflasi tidak menjadi masalah karena anda bisa menaikkan uang pertanggungan kapan saja. Bila anda cukup beruntung memiliki pertumbuhan investasi yang baik, malah anda tidak perlu menambah bayar premi lagi, karena nilai investasi anda pasti kuat membayari biaya asuransi yang meningkat drastis.

Demikian juga dengan asuransi jiwa ekawaktu, selama anda memang kuat membayari biaya asuransi yang kian mahal ketika anda tua, tentu anda bisa memilih berapapun uang pertanggungan yang ingin diberikan, dengan catatan perubahan dilakukan saat ulang tahun polis (perpanjangan).

Kesimpulan

Tulisan saya memang mungkin agak bias dan terlalu membela asuransi jiwa seumur hidup, namun saya tetap teguh merekomendasikan bahwa asuransi jiwa seumur hidup adalah yang paling ‘one size fits all’ dan konsisten.

Singkatnya mungkin bisa saya rangkum seperti ini:

  • Beli asuransi jiwa ekawaktu apabila anda yakin anda mati muda atau memiliki keterbatasan dana untuk asuransi
  • Beli asuransi unit link apabila anda ahli di dunia investasi sehingga bisa mengatur komposisi unit link serta memperhitungkan biaya pertangguungan dengan akurat
  • Beli asuransi jiwa seumur hidup apabila anda bukan keduanya

Ingin belajar memilih kartu kredit terbaik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anda?

pabila kamu pemula di dunia kartu kredit dan ingin mulai mengumpulkan cuan dari kartu kredit, maka kamu akan cocok bergabung di kursus C4: Cari Cuan Credit Card, dimana kita akan belajar:

  1. Bagaimana orang bisa naik pesawat gratis dari penggunaan kartu kredit
  2. Bagaimana kartu kredit bisa membuat kita berhemat ratusan ribu sampai jutaan rupiah setiap bulan
  3. Bagaimana cara agar tidak membayar biaya kartu kredit sama sekali

Ayo cek dan gabung sekarang dengan klik tombol dibawah!

C4: Cari Cuan Credit Card
C4: Cari Cuan Credit Card
Adrian Siaril
Adrian Siaril

The boss

Articles: 611

CATATAN!

karena tingginya spam, kolom komentar saya tutup sementara. Untuk menghubungi saya, dm saya di Instagram, Telegram, Tiktok (@adriansiaril), atau isi formulir dibawah ini.