A shining Day-Date replica watch is a luxury model to add stylish sophistication to any wardrobe. A newly-established and popular fake watch with a replica rolex yellow gold bracelet and white dial, this outstanding collector's piece will show you a new and fresh scene.
Beranda » Mau Kebiri Kucing Liar, Kok Harus Puasa dan Vaksin? Mana Bisa!

Mau Kebiri Kucing Liar, Kok Harus Puasa dan Vaksin? Mana Bisa!

Sebagai seorang pencinta kucing, saya adalah salah satu golongan yang mendukung program TNR (Trap Neuter Return) atau Tangkap Steril Lepas. Di luar negeri, program ini sudah sangat umum dilakukan, terutama di negara-negara maju. Akan tetapi di Indonesia sendiri, hal ini masih dianggap tabu dan cukup menimbulkan pro dan kontra.

Para aktivis hewan dan dokter hewan cenderung lebih mendukung adanya program TNR ini dibandingkan kalangan umum. Alasannya ialah dengan melihat data dari negara-negara yang sudah menggunakan program ini lebih dulu: bahwa meskipun kucing itu lucu dan dekat dengan keseharian manusia, tetapi bila kucing berkembang biak terlalu banyak dan tidak terkontrol, itu akan menimbulkan masalah yang justru merugikan bagi kaum kucing itu sendiri. Masalah yang dimaksud antara lain: akan terjadi persaingan makanan, persaingan tempat tinggal, dan perkelahian sehingga bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Sama halnya dengan manusia yang apabila di suatu wilayah mempunyai populasi yang lebih banyak dibandingkan dengan sumber daya yang ada, kucing pun akan memiliki masalah demikian apabila populasinya tidak dikontrol. Terutama di daerah-daerah urban atau kota, di mana keberlangsungan hidup kucing ini amat tergantung dari keberadaan manusia dengan mengambil sisa-sisa makanan dari manusia, menunggu belas kasihan dari manusia, dan ini akan menimbulkan masalah apabila terjadi over population pada kucing-kucing liar. Oleh karenanya, saya dan beberapa teman yang mempunyai kepedulian terhadap keadaan ini sangat mendukung adanya program TNR.

            Bagaimana Program TNR Berjalan di Indonesia?

Program TNR di Indonesia ini bukan merupakan program resmi yang digerakkan oleh pemerintah. Sehingga ini menjadi kendala bila kita ingin peduli pada kucing liar di jalanan untuk diambil dan dilakukan proses kebiri. Itu akan mengeluarkan biaya yang mahal sekali karena kita melakukannya secara mandiri tanpa subsidi apapun.

Selain itu, banyak pula dokter hewan yang menurut saya punya kebijakan konyol. Bukan niat saya untuk mengkritik profesi dokter hewan, akan tetapi pada kenyataannya saat kita ingin melakukan TNR, banyak dokter hewan yang menganggap kita sebagai pemilik kucing tersebut. Jadi di saat akan melakukan kebiri itu diharuskan vaksin terlebih dahulu sebanyak 3x, harus puasa dan banyak lagi syarat-syarat lainnya layaknya melakukan operasi manusia. Padahal dalam proses TNR ini, kita tidak benar-benar tahu dan tidak dapat mengontrol kucing yang akan kita TNR. Beda halnya dengan kucing yang memang kita pelihara, karena kita bisa memastikan kapan kucing kita vaksin, kapan kucing makan, dan segala sesuatunya dengan baik. Tentunya kita tidak mungkin melakukan hal-hal tersebut dalam program TNR ini. Hal seperti inilah yang ternyata masih banyak terjadi pada dokter-dokter hewan yang ada di Indonesia, terutama pada kalangan dokter-dokter muda yang tidak paham dengan program TNR ini.

            Bagaimana Bila Ingin Tetap Melakukan TNR?

Untuk menjawab keresahan saya tersebut, yang mungkin juga menjadi keresahan Anda, saya ingin merekomendasikan satu dokter hewan yang saya tahu untuk menjadi alternatif bagi Anda yang ingin melakukan TNR seperti yang saya lakukan. Ini bukan sebuah endorse, karena saya tidak ada kerja sama apa pun dengan beliau, tetapi ini murni sebuah rekomendasi dari saya yang sudah puas berkali-kali melakukan TNR di klinik beliau. Dokter tersebut pernah menempuh pendidikan di luar negeri dan di sana beliau pernah dilatih dan diajarkan tentang program TNR ini. Jadi bisa dibilang, dokter ini sudah paham seperti apa proses dan alur dalam program TNR. Beliau bernama Dokter Perdana, yang membuka prakteknya di klinik My Cat, sekitaran Kembangan, Jakarta Barat.

Boleh saya katakan, di dokter ini kita tidak diminta memenuhi syarat-syarat yang rumit seperti dokter hewan pada umumnya. Kita hanya perlu membawa kucing liar ke sana, tanpa harus melakukan vaksin dan puasa pada kucing. Karena sejauh ini, saya sudah melakukan kebiri pada lebih dari 4 kucing, baik yang saya pelihara ataupun kucing liar. Semuanya aman dan selamat, tidak sampai menimbulkan masalah kesehatan atau bahkan kematian.

Sekali lagi, bukan saya berniat menyudutkan dokter atau pihak tertentu, akan tetapi dua kucing saya yang justru dikebiri dengan melalui prosedur dan syarat-syarat yang rumit itu, malah meninggal dunia.

Perihal nyawa makhluk hidup itu memang Tuhan yang mengatur lewat takdir-Nya, dan saya tidak menyalahkan dokter atas kejadian tersebut. Juga saya tidak menyatakan bahwa proses TNR yang instant tanpa melalui prosedur ketat itu lebih baik daripada yang melalui  prosedur berbelit-belit. Tetapi menurut pengakuan dokter yang saya rekomendasikan di atas, Anda boleh percaya dan boleh tidak, menyatakan bahwa belum ada kucing-kucing yang beliau tangani meninggal dunia setelah melakukan kebiri. Dan menurut saya, proses operasi yang dilakukan oleh dokter Perdana ini cukup unik. Karena baginya, ketimbang melakukan jahitan tradisional, beliau justru memakai metode lem, persis seperti operasi sesar pada manusia. Bekas operasinya pun cukup rapi dan tidak perlu dikontrol lagi setelahnya. Jadi metode seperti itulah yang saya rasa paling cocok untuk program TNR ini, karena setelah kucing-kucing liar tersebut kita kebiri, kita hanya tinggal melepaskannya kembali di tempat kita menangkap  kucing tersebut tanpa perlu mengontrolnya kembali.

            Berapa Biaya Untuk Sekali TNR?

Perihal biaya memang cukup mahal, yang  pernah saya keluarkan di dokter Perdana ini untuk satu kucing betina sekitar Rp700.000. Dan saya hanya merekomendasikan TNR ini bagi Anda yang mempunyai kepedulian lebih terhadap kesejahteraan kucing dan sudah mengalokasikan anggaran khusus untuk melakukan hal-hal demikian.

Sekian sharing dari saya perihal TNR ini, semoga membantu Anda yang mungkin mempunyai kepedulian yang sama terhadap kucing, dan dengan adanya tulisan ini, harapannya akan lebih banyak dokter hewan yang lebih peduli terhadap program TNR ini, sehingga nantinya tidak akan mewajibkan kita memenuhi syarat-syarat rumit ketika akan mengebiri kucing-kucing liar.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.