Review Amartha – P2P Lending UMKM Terpercaya

Review Amartha – P2P Lending UMKM Terpercaya

Kriteria penilaian yang digunakan untuk mengulas Amartha dibahas lengkap di tulisan BAGAIMANA MENGEVALUASI P2P LENDING. Sebelum membaca review ini, saya merekomendasikan anda membaca tulisan tersebut supaya bisa memahami jelas kriteria yang digunakan dalam review ini.

Terakhir diperbaharui: 23 Februari 2020

Apabila tertarik, daftar di Amartha menggunakan link ini untuk mendapatkan bonus (masukkan kode referral
IL035033 bila diminta.

Latar Belakang Perusahaan Amartha

Latar belakang perusahaan meningkatkan kredibilitas terhadap pihak yang mengelola uang anda, semakin transparan, semakin baik nilainya.

Amartha merupakan salah satu P2P lending tertua di Indonesia. Didirikan tahun 2010 di Indonesia oleh orang Indonesia, saat ini sudah mendapatkan injeksi dana dari Mandiri Capital juga sehingga tidak diragukan lagi kalau Amartha sangatlah lokal. Amartha telah menyelesaikan pendanaan seri A dan bahkan pendirinya sudah dipanggil pak Jokowi untuk mewakilkan generasi milenial di staf khusus kepresidenan.

Total staff cukup banyak dibanding website lainnya, yaitu 135 orang. Jumlah ini tidak termasuk staff yang berada diluar HQ mereka, misalnya petugas lapangan yang bertugas ‘mengawas’ kinerja para peminjam di daerah pelosok. Amartha juga memiliki halaman Wikipedia sendiri sehingga saya tidak usah membahasnya panjang lebar disini. Saya akan fokus mengulas pengalaman saya di Amartha.

Tampilan utama Amartha memberikan semua informasi penting kepada lender

Kuantitas Pinjaman Amartha

Kuantitas pinjaman penting agar dana anda tidak nganggur (tidak berbunga) serta mempermudah proses diversifikasi untuk meminimalkan risiko.

Awal saya mencoba Amartha, sulit menemui pinjaman yang bisa didanai disini, pinjaman baru sangat cepat ‘habis’. Hal ini tentunya kurang baik bagi lender baru maupun lama karena akan sulit bisa menyalurkan dana nganggur mereka di Amartha.

Belakangan ini lebih mudah menemukan pinjaman tersedia di Amartha, entah karena Amartha berhasil memperbanyak produknya atau karena banyak investor yang pindah ke website lain. Anda perlu membaca artikel ini untuk paham bagaimana suatu P2P lending bisa memiliki jumlah pinjaman yang fluktuatif.

Perlu dicatat bahwa pendanaan di Amartha bukan bersifat crowdfunding dimana beberapa orang bisa bersama-sama mendanai satu pinjaman, sehingga satu pinjaman hanya bisa didanai oleh satu orang. Karena hal ini, maka keseimbangan jumlah antara peminjam dan pendana sangatlah penting di Amartha agar tidak berat sebelah.

Di awal 2020 jumlah pinjaman di Amartha jauh lebih membaik

Variasi Pinjaman Amartha

Variasi pinjaman penting untuk meminimalkan risiko, serta membantu lender/investor menyusun perencanaan keuangan yang baik terhadap likuiditas uangnya.

Semuanya pinjaman di Amartha merupakan pinjaman personal dengan tujuan pendanaan usaha mikro. Variasi dari segi industrinya bermacam-macam, ada yang untuk perdagangan, pertanian, warung, dan lain-lain . Meskipun semua tujuannya baik, namun saya cukup khawatir akan tingkat risiko yang ada di industri microeconomy dan UMKM.

Amartha bilang tenor pinjaman mereka bermacam-macam, kenyataannya saya hanya bisa menemukan tenor 50 minggu atau lebih disini, yang berarti semuanya merupakan pinjaman jangka panjang. Sesekali memang muncul pinjaman berjangka waktu 1 bulan atau setengah tahun, namun sangat cepat habis mungkin karena ada lender yang menggunakan fitur autolending untuk booking pinjaman jangka pendek tersebut.

Saya juga kesulitan menemukan pinjaman dengan plafon yang lebih rendah daripada 5 juta rupiah. Di Amartha, satu pinjaman hanya bisa didanai oleh satu orang, sehingga plafon atau pagu sebuah pinjaman secara langsung menjadi minimum investasi anda. Jadi saya harus mengeluarkan uang 5 juta rupiah hanya untuk mencoba satu pinjaman di Amartha.

Update: Seiring dengan meningkatnya jumlah pinjaman yang tersedia di Amartha, pinjaman dengan tenor 25 minggu mulai bermunculan, dengan plafon yang lebih terjangkau juga di angka 2 sd 3 jutaan.

Amartha paham akan pentingnya variasi dalam p2p lending. Mereka memamerkan variasi pinjaman mereka di halaman utama, mantap!

Apakah Amartha Aman?

Ya, Amartha sudah memiliki izin oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Izin usaha ini adalah tingkatan yang lebih terpercaya dibandingkan sekedar diawasi.

Apakah Amartha penipu?

Belum pernah ada laporan, berita, atau keluhan tentang pelanggaran serius yang diakibatkan oleh Amartha. Saya sebagai pengguna Amartha yang sudah cukup lama bergabung juga belum menemukan masalah yang serius tentang mereka.

Apabila anda membaca komentar negatif tentang proyek gagal atau pembayaran yang telat di Amartha, hal tersebut sangatlah wajar karena dalam investasi P2P lending, risiko telat bayar dan gagal bayar memang ada sehingga bukan murni merupakan kesalahan Amartha.

Jadi, jelas Amartha bukan penipu (maaf, saya hanya curi SEO disini).

Untuk memahami risiko dan keamanan dalam p2p lending, baca artikel ini

Salah satu kekurangan Amartha adalah kurangnya informasi dan transparansi tentang sang peminjam. Meskipun mereka mungkin tidak memiliki literasi finansial, seharusnya tim Amartha bisa membuatkan laporan keuangan sederhana agar lender tahu kondisi usaha mereka.

Jumlah Minimal Investasi Amartha

Jumlah minimal investasi yang kecil/murah membuka peluang bagi lebih banyak orang karena tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk belajar investasi.

Yang pasti diatas Rp2 juta tergantung nominal pinjaman yang ada. Setiap pinjaman harus didanai oleh satu orang peminjam saja sehingga anda tidak bisa patungan dengan investor lainnya. Hal ini tentu mempersulit efek compounding karena anda belum tentu bisa langsung menginvestasikan ulang hasil suatu pinjaman ke pinjaman lainnya.

Namun tentu saja anda bisa menggunakan fresh fund (dana tambahan) untuk dijumlahkan bersama pengembalian dana anda untuk langsung menginvestasikannya kembali. Apabila anda menarik dana dari Amartha akan ada potongan biaya transfer yang perlu anda pertimbangkan karena akan mengurangi return anda. Kendati demikian mempertimbangkan nominal investasi yang cukup tinggi, total biaya transfer ini tidak akan lebih tinggi daripada return anda.

Portfolio saya ini menunjukkan plafon pinjaman yang berbeda-beda

Kualitas Customer Service Amartha

Dinilai dari kecepatan membalas dan kualitas balasannya – apakah sesuai pertanyaan? Apakah punya empati dan ingin mengenal pemodal lebih lanjut?

Saya belum pernah menghubungi tim support Amartha sehingga belum bisa memberikan penilaian. Namun seorang pembaca yang berkomentar dibawah berkata bahwa kualitas jawaban tim Amartha kurang memuaskan karena menggunakan respon standar yang tidak benar-benar menjawab pertanyaan. Saya juga mendapat informasi bahwa lender tertentu dengan pendanaan yang cukup besar mendapatkan akses ke Relationship Manager yang khusus menangani kebutuhan beliau. Tentunya mereka ini masuk kategori VIP Lender. VIP Lender juga memiliki akses ke program compounding khusus yang tidak bisa diakses sembarangan orang.

Likuiditas

Seberapa cepat uang yang anda pinjamkan bisa kembali ke tangan anda. Apabila likuiditas cukup buruk biasa dikarenakan tenor pinjamannya panjang-panjang.

Hampir semua pinjaman tenornya 50 minggu (hampir satu tahun). Sangat lama sehingga jangan pernah mengharapkan likuiditas tinggi di Amartha.

Seorang pembaca saya bernama Albert Thomas memberikan saya sebuah insight menarik perihal likuiditas di Amartha. Sebenarnya meskipun tenornya panjang, pengembalian di Amartha setiap minggunya mengandung baik pokok modal maupun bunga dari pinjaman anda, sehingga sebagian uang yang anda investasikan langsung bisa digunakan bahkan di minggu pertama pengembalian pinjaman.

Setelah saya pikir-pikir, masukan dari beliau ini ada benarnya, likuiditas Amartha bisa dianggap sebagai ‘pendapatan pasif’ dimana kita menabung dimuka untuk mendapatkan uang ‘jajan’ selama waktu tertentu, mirip dengan cara kerja obligasi dan asuransi pendidikan seperti Manulife Income Protector.

Namun satu hal di Amartha yang saya masih kurang suka adalah, meskipun pinjaman tidak menunggu penggalangan dana selesai (karena kan langsung terdanai penuh oleh satu orang), namun pencairan uang kita kepada peminjam tetap memakan waktu cukup lama sampai dengan 5 hari kerja (berdasarkan pengalaman saya)

Sangat mudah mencatat pemasukan dan pengeluaran anda di halaman mutasi rekening

Aksesibilitas Amartha

Berkaitan dengan kemudahan penggunaan website, aplikasi, design tata muka dan minimal nya masalah teknis.

Design website Amartha sangat menarik dan interaktif. Saya belum menjumpai masalah apa-apa. Sekarang Amartha juga punya aplikasi ponsel yang mempermudah investasi. Adanya aplikasi ponsel ini juga menunjukkan komitmen Amartha untuk fokus melayani lender retail, karena lender institusi pasti tidak terlalu peduli dengan keberadaan aplikasi ponsel.

Amartha adalah salah satu p2p lending dengan design terbaik yang pernah saya coba. Semua informasi ada di tempat yang seharusnya

Persentase Non Performing Loan (NPL) Amartha

Non Performing Loan (NPL) adalah pinjaman yang gagal bayar sehingga anda tidak mendapat bunga sama sekali atau bahkan kehilangan sebagian atau seluruh. modal anda.

Laporan KPMG di bulan November 2018 melaporkan angkanya berada di 0.02 persen.

Amartha menuruti peraturan terbaru OJK yang mengharuskan setiap P2P lending memajang persentase pinjaman lancar mereka secara realtime di halaman depan website mereka. Semakin rendah angka ini, berarti semakin buruk kinerja pinjamannya (banyak yang gagal bayar) Per 30 April 2019, Amartha menunjukan angka 98.32% yang berarti ada sedikit pinjaman bermasalah.

Saya tidak akan memperbaharui lagi bagian ini karena anda bisa dengan mudah melihat sendiri angka TKB90 ini di website Amartha.

Perlindungan Modal Investor Amartha

Beberapa website P2P lending memiliki perlindungan atau jaminan terhadap nilai modal anda sehingga kerugian anda terbatasi bila terjadi gagal bayar.

Amartha adalah satu-satunya website yang menawarkan perlindungan ganda melalui asuransi jiwa wajib bagi lender ditambah dengan asuransi kredit yang bersifat opsional. Anda bisa membayar premi asuransi sebesar 1.5% dari pendanaan anda untuk melindungi 75% modal yang anda investasikan. Dulu mereka memiliki skema yang lebih bagus dimana modal investor dilindungi 100% secara otomatis, mirip dengan KoinWorks.

Informasi lebih lanjut tentang penanganan gagal bayar, baca artikel ini.

Ada dua asuransi di Amartha, yang satu gratis didapatkan, yang satu lagi bersifat opsional

Amartha Syariah atau Tidak?

Amartha mengaku mengelola pinjaman mereka secara syariah. Namun saya tidak yakin apakah hal ini berlaku untuk semua pinjaman mereka atau hanya sebagian. Ketika mendanai peminjam, kita memang mendapatkan dokumen akad yang ditulis secara syariah.

Contoh akad kredit yang kita dapat setelah mendanai

Promo dan Program Referral Amartha

Amartha memberikan Rp100 ribu kepada sang referrer dan referral, namun uang tersebut bukanlah ‘hard cash‘ yang bisa dicairkan, melainkan hanya potongan yang bisa digunakan saat anda melakukan investasi. Cara kerjanya mirip dengan iGrow.

Amartha termasuk P2P lending yang sangat sering memberikan promo diskon pendanaan, nilainya biasanya Rp100rb sampai dengan Rp175rb. Saya sarankan untuk memanfaatkan sebaik-baiknya promosi seperti ini supaya premi asuransi yang anda bayarkan bisa ‘ditutupi’ diskon dari vouchernya.

Selain diskon pendanaan, Amartha juga sering memberikan promo tambahan bunga (1% sampai 5%) dan juga promo gratis asuransi. Saya menyarankan untuk selalu menunggu ada promo sebelum mendanai, mengingat promo tersebut muncul sangat sering. Sayangnya, saldo referral dan kupon diskon tidak bisa digunakan bersamaan.

Dampak Sosial Amartha

Beberapa investasi di P2P lending mempunyai dampak sosial baik, dan beberapa tidak.

Anda berkontribusi langsung untuk menggerakkan roda ekonomi negara di bagian yang paling penting – yaitu microeconomy. Bagian tersebut yang memang sedang membutuhkan pendanaan besar-besaran.

Catatan Lain

Rekan-rekan pembaca yang lebih sering mendanai di Amartha menyarankan agar melihat rekam jejak peminjam yang ingin anda danai. Untuk meminimalkan risiko pilihlah peminjam (atau disebutnya mitra Amartha) yang sudah meminjam lebih dari 2x dan terbukti selalu lancar bayar.

Kesimpulan

Kelebihan Amartha:

  • Design website Amartha sangat menarik dan interaktif. Saya belum menjumpai masalah apa-apa.
  • Amartha mengelola pinjaman secara syariah.
  • Pemain senior di ranah P2P lending.
  • Punya asuransi yang bersifat opsional.

Kekurangan Amartha:

  • Semuanya pinjaman di Amartha merupakan pinjaman personal dengan tujuan usaha mikro. Meskipun tujuannya baik, namun saya khawatir akan tingkat risiko yang ada.
  • Hampir semua pinjaman tenornya 50 minggu (hampir satu tahun). Sangat lama sehingga likuiditas rendah.
  • Sulit kebagian pinjaman. Pinjaman bisa selesai terdanai dalam hitungan jam maupun menit.
  • Nominal investasi cukup tinggi yaitu diatas Rp1 juta.

Rekomendasi

Amartha merupakan pemain lama yang tidak terdeteksi oleh radar saya sekian lama. Saya tahu Amartha dari relationship manager website lainnya! Saya kurang merekomendasikan Amartha bila anda berinvestasi untuk keuntungan karena panjangnya tenor yang ditawarkan. Namun Amartha sangat cocok untuk investasi sosial untuk membantu UKM (Usaha Kecil Menengah).

Siapa yang Cocok Berinvestasi di Amartha?

  • Investor dengan modal yang cukup besar.
  • Investor yang peduli tentang dampak sosial dari investasi mereka.
  • Investor ahli yang mengetahui perlu atau tidaknya proteksi modal berdasarkan tingkat risiko yang diambil.

Bagaimana dengan Saya?

Saya punya portofolio aktif di Amartha dan saat ini masih terus menambah alokasi investasi saya di Amartha, karena saya suka dengan dampak sosial Amartha. Saya hanya menambah pendanaan di Amartha bila mereka memberikan kupon promo potongan, supaya premi asuransi yang saya bayarkan bila dihitung-hitung menjadi gratis.

Apabila tertarik, daftar di Amartha menggunakan link ini untuk mendapatkan bonus (masukkan kode referral
IL035033 bila diminta.

Demikian ulasan/review saya tentang Amartha. Semoga bisa memberi anda gambaran tentang kelebihan dan kekurangan Amartha, serta membantu anda menentukan apakah Amarthaaman untuk profil risiko anda. Jangan lupa untuk membandingkan website P2P lending lainnya.

54 thoughts on “Review Amartha – P2P Lending UMKM Terpercaya

    1. Dari akhir thn 2017 sampai saat ini saya telah mndanai 33 ibu2 (d Amartha d sebut dgn Mitra) dgn beragam tipe usaha. Mayoritas dgn credit score A- disusul oleh B kmd diikuti A, sedikit score C dan tidak berani mnyentuh score D. Sejauh ini belum menggunakan sarana proteksi kredit yg bekerjasama dgn Amartha. Hasilnya sejauh ini :

      – 1 macet sampai katagori NPL atau
      write off.
      – yg lain nya sejauh ini lancar.

      Secara keseluruhan 40% pokok investasi sudah terbayar sdngkan 60% sisa pokok nya masih berjalan.

      Karena pembayaran angsuran nya tiap minggu maka justru ketersediaan cash lumayan ada .. yg bisa d pergunakan utk menambah pendanaan2 baru (ini pertumbuhan organic). Kalaupun jumlahnya masih kurang efeknya akan mngurangi beban keuangan saat kita ingin mndanai krn tidak harus 100% dari uang baru/tabungan kita.

      Tips saya.. mayoritas pilihlah mitra2 yg sudah lebih dari 1 – 2x sukses melakukan pinjaman d Amartha, gunanya untuk mngurangi risiko gagal bayar (bisa d lihat d sejarah pembayaran mitra tsb sebelum melakukan pendanaan).

      Kelemahan Amartha yg sy rasakan selama ini adalah penanganan thd mitra yg macet (saya baru punya pengalaman dgn 1 mitra). Transparansinya sangat kurang dan jawaban/respond dari customer service nya mell online chattingnya sifatnya standar narative saja alias tidak memuaskan. Sebagai tambahan, respond yg saya anggap memadai dari customer service hanya pada saat kita mnanyakan mngenai masalah pendanaan, jadwal peluncuran mitra2 yg baru mis nya, yah.. hal2 spt itulah.

      Secara umum.. berinvestasi d Amartha cukup aman dengan catatan apabila menemui mitra yg mulai macet, d karenakan adanya keterbatasan kemampuan Amartha d bidang collection, maka.. rasa2nya saat ini.. jalan satu2 nya yg ringkas agar %tase pembayaran tidak lancarnya turun ya invest lebih banyak lagi.. (ampun ya.. jadi mirip strategi bank buat ngecilin NPL nya) dgn catatan punya cukup dana 😁😁..

      Dari segi imbal hasil sebetulnya hasil 12.5% – 13% net per tahun sudah cukup bagus lho.. plus adanya cash flow tiap minggu .. mis kl d bandingkan dgn obligasi corporate aja saat ini yg hanya sekitar 9% – 10% gross lagipula kupon yg d bayarkan tiap bulan/3 bulan nya khan khan bunganya saja bukan bunga + pokok seperti pembayaran mitra2 Amarthabyg tiap2 minggunya kita terima ..

      Jadi bagi rekan2 investor yg mncari imbal hasil yg lumayan, keamanan yg lumayan baik dan mensyaratkan adanya ketersediaan cash maka saya sih merekomendasikan Amartha.

  1. Kalau ngomong default saya per hari ini sudah ada lebih dari 10 borrower yg gagal bayar (sekitar 5%) dari seluruh total borrower yang sudah saya danai. Memang rugi sih tidak tapi menurangi profit tentunya. Saya sudah 2 tahunan di Amartha, menurut saya yang paling menarik adalah bunganya yang 13-15% itu flat, artinya kalau di effektif kan dengan annuitas seperti di bank konvensional saya hitung bisa setara sekitar 25%. Katakan ada yang default, ya paling tidak 20-25% bisa lah. Selain itu, dia juga pembayarannya mingguan jadu cashflow nya ada tiap minggu. Kadang kalau saya lagi butuh bayar ini itu tinggal ambil dari hasil kembalian mingguan di amartha aja.

    1. wah berarti bapak sudah lending ke sekitar 200 orang kah? Padahal di Amartha tergolong susah dapat jatah peminjam. Ketika gagal bayar modal balik berapa persen pak?

  2. Sekarang banyak kok pak borrower yg tersedia di marketplace beda dengan kondisi 1 tahun lalu. Pengalaman saya karena pernah beberapa kali nyangkut di default loan saya jadi pilih lebih banyak pendanaan di Bogor terutama ke ibu-ibu yang sudah 5-6 kali berulang ambil pinjaman di Amartha. Kemudian sekarang saya juga selalu beli asuransi Jamkrindonya. Pengamatan saya akhir-akhir ini Amartha defaultnya agak relatif ditekan terlihat juga dari TKB90 nya yg agak naik.

  3. Saya pilih sendiri karena menurut RM saya sama aja antara pilih sendiri dengan dijalankan (ikut program). Efek compoundingnya sama. Kalo pilih sendiri saya malah merasa lebih aman karena bisa ambil pinjaman yg kita benar-benar menasa sreg aja. Gak tau ya apa ada yg pernah ikut program compounding nya amartha dan bagaimana pengalamannya.

    1. owh i see , bearti pilih2 sendiri ya pak

      kalau saya ikut yg program compoundingnya 150 untuk all grade diberi bunga 13%an
      (katanya kalau ikut yg compound 250 untuk all grade diberi bunga 14%an)

      so far dari 64 mitra. Yg telat bayar ada 1,
      dimana 1 tersebut sudah masuk kategori telat 15-30 hari

  4. Pak Adi Surya paling banyak uangnya di P2P mana? Kalau saya posisi paling banyak di Amartha dan Asetku. Btw, salam kenal ya pak, bapak salah satu yg paling banyak yg berkomentar di blog ini. Hehe. Makasih juga buat Pak Adrian yg udah buat blog ini untuk update dan mengamati P2P secara rutin.

    1. Halo pak Albert untuk saat ini dari yg portofolio terbesar : Asetku, Amartha, Uangme, Akseleran.

      untuk Akseleran rencana saya sudah tidak mau nambah dulu
      dan akan saya withdraw semua karena melihat TKB90 nya tiba2 anjlok 1 bulan terakhir ini.
      TKB per hari ini sekitar 95% (NPL 5% ini kelihatan cukup tinggi, saya nyari yg NPL diatas 98% pak)

      Akseleran ini kelihatannya harus hati2 dengan pinjaman mitra PLN atau mitra Pertamina
      (dengar dari pihak investree, mitra 2 perusahaan itu yg biasanya default)

      kedepan ingin menambah portofolio di KlikACC dan Finmas karena mereka barusan berizin dan dibackup grup ternama sekali
      tetapi sepertinya untuk bisa terdaftar menjadi lender mereka , ga bisa semudah di fintech lain
      https://keuangan.kontan.co.id/news/astra-sinarmas-hingga-djarum-manfaatkan-jaringan-grup-untuk-kerek-bisnis-fintech?page=all

      1. Informasi yang menarik pak. Jadi bumn malah sering macet ya hehe. Btw, untuk Finmas ini yang harus punya rek sinarmas ya? Klik acc kenapa pak, perlu BCA kah?

        1. untuk menjadi lender Finmas sepertinya cukup sulit karena persyaratan cukup berat
          https://www.finmas.co.id/lender

          saya sudah coba beberapa kali telepon untuk mempertanyakan kelonggaran dari syarat2 tersebut
          namun ketika berhadapan dengan CS Finmas di telepon sepertinya sia2 saja
          karena CSnya lebih ke arah borrower,
          untuk lender selalu dijawab akan dihubungi dlm waktu dekat tapi tidak pernah dihubungi

          kecuali
          kalau datang lgsg ke kantornya mungkin baru lebih jelas (sayangnya saya domisili bukan di jakarta)

          kalau untuk KlikAcc, persyaratan minimal 500 juta
          selain itu ada masalah baru yaitu

          “pinjaman Dealer automobil (pinjaman dari dealer besar di jakarta dengan jaminan BPKB)
          selalu kalah duluan /kalah cepat

            1. nah kesanggupan 20 Milyar ini sebetulnya yg mau coba saya tanyakan bisa berkurang atau tidak pak
              cuma CS finmas kurang bisa menjelaskan soal ini

              jawabannya selalu nanti akan dihubungi staf kami yg bagian lender (semacam IR)
              namun
              faktanya tidak pernah dihubungi

              apa mungkin gara2 saya menanyakannya bisa kurang atau tidak kesanggupannya ya haha
              jadi mereka malas hubungi

        2. kalau untuk data BUMN apakah sering macet atau tidak saya masih belum tau juga pak

          tapi
          sy pernah tau dari investree yg macet itu terutama dari payor PLN ,Pertamina

          lha kebetulan di akseleran ini cukup banyak
          pinjaman2 dari mitra PLN (kontraktor kelistrikan yg dapat order dari PLN)

          saya kok curiga yg menyebabkan TKB90 akseleran turun ini gara2 dari sektor kelistrikan
          (yg kebanyakan mitra PLN dapat order dari PLN atau anak usaha PLN)

    2. Pak alb3rt dan Pak asiaril
      ini dari data yg kubikin bulan lalu https://ibb.co/WGpRvMX

      saya sebenere tertarik nyoba pinjamango (dari grup ternama juga + ada asuransinya juga )
      tetapi
      selalu macet di proses registrasi lender (waktu mau verifikasi KTP gagal terus, ga tau kenapa)

      1. saya masih sulit percaya market share modalku gede gitu, soalnya dikecewakan sih oleh mereka. Itu data outstanding mereka di indonesia doang atau plus diluar negeri via funding societies pak?

          1. I see. Kalau gitu masuk akal sih pak krn mereka memang cukup besar di malaysia dan singapura. Waktu ketemu dengan sayapun mereka gembor2in nya funding secara keseluruhan bukan hanya di indonesia

      2. Halo Pak Adi, maaf saya ingin menanyakan apakah Bapak sudah coba pinjamango? Kebetulan sekali saya baru mau coba, eh pas baca komen artikel ini, ada bapak yg menyebut ttg pinjaman go..

    1. Funding seri A,B,C itu merujuk pada suntikan dana pada suatu perusahaan startup pak. Semakin belakang hurufnya, semakin banyak kucuran dananya. Seri A itu misalnya baru disuntik 2x, seri B sudah disuntik 3x, seri C sudah disuntik 3x, dan seterusnya.

  5. Asetku berarti sudah cukup hebat ya sampai seri D pendanaannya. Amartha yg lebih senior aja seri B gak tambah2. Untuk Modalku apa yakin pendanaannya sudah sampai sebanyak itu kalau untuk di Indonesia saja? Secara di marketplace aja dikit banget loannya.
    Kemudian untuk Pak Adrian, ini di Amartha menurut saya cukup baik likuiditasnya lho karena pengembaliannya kan mingguan jadi setiap minggu saya menerima uang yang bisa saya putarkan lagi atau untuk keperluan pengeluaran mingguan saya. Cukup enak likuiditasnya sih dibandingkan misalnya di Uangme yang pendanaan 4 bulan (dana kita dikunci selama itu) atau di Koinworks dan Modalku yang pengembaliannya dengan pembayaran bulanan. Kalau sudah lama di Amartha pasti sudah ada feel tiap minggu saya akan menerima uang berapa, alokasinya untuk apa aja jadi enak buat budgeting juga.

    1. Trims masukannya pak. Memang setelah saya rasakan setelah beberapa bulan sebenarnya likuiditas amartha lumayan oke, jadi mirip obligasi negara yang kasi kupon bulanan dengan pengembalian pokok di akhir periode. Mas albert bisa bantu info ga untuk tarik dana amartha dikenakan potongan berapa rupiah untuk kliring nya?

  6. Pakai rekening mandiri saja pak penarikannya gratis selama di atas 500rb. Coba dilihat lagi pak di Q&A untuk memastikan aja. Kadang saya iseng tarik kok 1-2 juta, kadang nunggu sampai di atas 5jt baru tarik.

  7. Salken, saya sudah sekitar 2 tahun join amartha. Overall keuntungan cukup bagus sih, cuma saya agak kecewa ada 2 borrower macet tiba2 diputihkan/ di write off oleh amartha setelah menunggak cukup lama. Terus sepertinya metode amartha tidak seperti yang digembar gemborkan di website nya yakni tentang pembentukan kelompok tanggung renteng dimana kalau ada satu borrower yang kesulitan, kelompoknya bisa nalangin. Kenyataannya untuk borrower macet info amartha sedang menagih ke pihak keluarga, dimana kelompok tanggung renteng nya? Saya tanya juga no response, cuma disarankan next time pakai asuransi jamkrindo. Tapi pikir2 imbal hasil amartha kebanyakan 12%, dipotong asuransi jadi tinggal 10.5%, sepertinya kurang kompetitif.

    1. Halo kak terimakasih sharing informasi nya. Saya sih jarang mendanai di amartha jadi sejauh ini belum pernah ngerasain macet. Tapi parah juga ya kalau trnyata tidak seperti yang diiklankan. Saya sih memang setiap kali pakai asuransi di amartha karena takut risiko gagal bayar. Memang keuntungannya jadi kecil, bisa kalah dari Reksadana pendapatan tetap, jadi saya hanya ingat dampak sosialnya sjaa

  8. Kalau menurut saya untuk menghitung bunga yang diberikan oleh Amartha kita harus menggunakan sistem annuitas, mirip seperti ketika kita ambil kredit ke bank. Bunga 13-15% yang di”quote” oleh Amartha adalah perhitungan flat jadi bukan secara annuitas. Kenapa kita harus menghitung dengan annuitas? Karena dana kita dikembalikan sedikit demi sedikit tiap minggunya. Jadi katakan kita sampai minggu ke 25, dana kita sudah kembali separuhnya, kalau bunga yang kita dapat dihitung flat sama dengan di depan saat dana kita masih belum dikembalikan tentunya secara perhitungan kita mendapatkan persentase lebih besar di akhir.
    Kalau mengenai tanggung renteng memang saya juga merasa aneh karena banyak yang gagal tidak seperti yang dibanggakan mereka. Sekarang saya direkomendasikan oleh RM untuk ambil pinjaman yang sudah berulang di atas 5 kali saja karena ibu-ibu yang sudah lama cenderung lebih terpercaya dibanding member-member baru.

  9. Kalau dibandingkan reksadana pendapatan tetap kan pokoknya tidak dikembalikan ke kita, misalnya kita invest 5.000.000 kan tetap 5.000.000 kecuali kita ambil reksadananya. Kalau amartha kan kita invest 5.000.000 sampai tengah jalan dana kita yang di dalam tinggal 2.500.000 sedangkan yang 2.500.000 lagi sudah bisa diinvestkan di pinjaman lain.

  10. https://en.m.wikipedia.org/wiki/Flat_rate_(finance)
    Mungkin bisa dipakai untuk bacaan latar belakang bunga di Amartha. Dia menggunakan flat rate dengan pertimbangan memudahkan perhitungan di sektor mikrokredit. Tapi, kalau kita gunakan untuk perbandingan, bunga flat ini harus diubah dulu ke bunga efektif dan itu menurut perhitungan sekitar: Effective rate = flat rate x 1.9. Jadi katakan di Amartha bunga dasarnya 15%, kurangi asuransi 1.5%, kurangi resiko dana yang hilang karena tidak dicover asuransi ketika default 1%, maka kita masih dapat 23-24% di effective rate. Saya mungkin salah tapi kalau ada pemikiran lain boleh jadi masukan buat saya untuk menilai Amartha ini.

  11. Sedangkan untuk mitigasi resiko saya mengandalkan: 1. Tanggung renteng dari amartha, 2. Asuransi jiwa bawaan dari amartha, 3. Asuransi kredit jamkrindo yang kita beli, 4. Pemilihan borrower non pertanian, 5. Pemilihan borrower di daerah yang bagus sejarahnya (bisa tanya ke RM), 6. Pemilihan borrower yang pendapatan bulanannya mencukupi (kira-kira pendapatan bulanan lebih dari separuh jumlah pinjaman), 7. Pemilihan borrower berulang yang sudah lebih dari 5x pinjam di amartha, 8. Membagi investasi saya di beberapa P2P

  12. Benar bung albert, 2 borrower saya yang gagal bayar ada di sektor pertanian. Sayang sekali padahal hati kecil saya condong ingin bantu petani/peternak

  13. Mungkin itu yang menyebabkan pinjaman di Cro**e berantakan karena seluruhnya di sektor pertanian/peternakan jadi gak ada diversifikasi sektor.

  14. Sya ‘newbie’ di P2PL dan di amartha sudah coba mendanai 7mitra. Yang saya alami, dari transfer perlu skt 7hr sd start pendanaan berjalan Dan pada saat terjadi pembayaran dari mitra sd ke rekg pendana, informasi CS-nya perlu 7 hari kerja [non sabtu minggu tanggal merah] untuk sampai ke rekg. Mungkin dari para ‘sesepuh’ bisa share pengalamannya

    1. halo kak, untuk pendanaan memang bisa sampai 7 hari sampai pinjamannya mulai ‘aktif’. tapi untuk pembayaran, dilakukan rutin setiap minggu kok oleh mitranya. Masuknya kan ke wallet/saldo Amartha, setelah itu kita bisa cairkan ke rekening pribadi kita. Biasa 1 atau 2 hari kerja sudah masuk rekening

    2. Paling kena dampak keputusan Amartha di periode relaksasi 24-03-2020 sd 05-04-2020.

      https://blog.amartha.com/ceo-letter-dukungan-untuk-sektor-usaha-mikro-indonesia/

      Saya sejak tahun 2019 ikut Amartha dan waktu yang dibutuhkan dari mendanai sampai pinjaman jalan (Mitra mendapatkan uangnya) membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Dulu (2019) Amartha menyalurkan uangnya ke Mitra di hari Senin dan Rabu. Jadi membutuhkan waktu jeda antara hari pendanaan dan hari penyaluran. Jika ada masalah jeda waktu ditambah dengan hari penyaluran berikutnya.

      Tetapi sejak 19-02-2020 Amartha memperbaiki jeda waktu antara pendanaan dan penyaluran. Jeda waktunya menjadi 0 sampai 2 hari. Jika ada masalah dalam penyaluran, mitra tidak datang ke kelompok mingguan misalkan, penyaluran ditunda langsung seminggu (kenapa ya?!) Rata-rata jeda waktu yang saya alami antara pendanaan dan penyaluran adalah 3,83 hari.

      Untuk jeda waktu antara peminjam bayar angsuran dan muncul di akun kita, CS Amartha mengatakan biasanya butuh 1 hari. Pengalaman saya juga ada yang 2 minggu kemudian baru masuk akun saya. Okelah, mungkin karena Corona.

  15. info di awal dulu memang dmkn bang, dalam 1 atau 2 hari kerja sudah masuk rekg. Tpi sd skg, misalnya pembayaran yang dilakukan mitra pada 17032020 blm masuk rekg juga. Bbrp waktu lalu sya tanyakan ke CS-nya by livechat, katanya kebijakannya memang masuk rekg setelah 7 hari kerja non sabtu minggu hari libur nasional.

  16. Salam kenal semuanya, apakah ada yang terkena dampak dari penundaan penagihan angsuran selama 2 minggu di Amartha?
    Portofolio saya di Amartha dari sebelumnya semua lancar saat ini menjadi hanya 60% yang tepat waktu.
    Isu yang saya hadapi adalah posisi pendana yang relatif kurang menguntungkan, jawaban customer care yang kurang bisa menyelesaikan masalah dan transparansi tindak-lanjut atas mitra gagal bayar yang di hapus bukukan.
    Saat ini ada kemungkinan keuntungan dari hasil 2 tahun lebih memberi pinjaman bakal habis , jika banyak mitra yg gagal bayar 😦

    1. Halo RS.

      Semua lender pasti kena dampak periode relaksasi di Amartha. Saya tidak masalah dengan periode relaksasi. Saya bermasalah dengan rencana Amartha untuk memperpajang tenor semua pinjaman dengan 2 minggu karena periode relaksasi.

      Dengan memperpanjang tenor pinjaman, Amartha merugikan pendana. Amartha memutuskan sesuatu yang merugikan, tapi tidak minta ijin dari pihak yang dirugikan. Mereka memutuskan kontrak pinjaman dan tidak mau bertanggung jawab. Saya sudah berkomunikasi panjang lebar soal perpanjangan tenor dengan Amartha, tetapi Amartha tidak mau tahu dan memberi alasan-alasan yang tidak valid, tidak benar agar pendana yang kurang paham aturan-aturan diam saja.

      Saya belum memiliki pinjaman yang gagal bayar, tetapi dari 44 pinjaman yang saya miliki, 9 pinjaman ada masalah (diluar periode 2 minggu relaksasi). Masalah ini karena ada beberapa daerah terkena COVID-19. Di daerah-daerah itu Amartha tidak bisa mengambil angsuran mingguan dan terjadi terlambat bayar. Itu saya masih maklum.

      Yang saya tidak bisa maklum adalah solusi Amartha untuk meminta angsuran yang telat bila peminjam sudah bisa mengangsur lagi. Solusi Amartha adalah untuk memperpanjang tenor pinjaman-pinjaman yang mengalami telat bayar. Walaupun ada solusi yang lebih baik, sepertinya Amartha tidak mau tahu.

      Amartha cuma punya satu solusi untuk segala masalah yaitu memperpanjang tenor pinjaman. Management Amartha incompeten dan tidak bisa menangani situasi-situasi baru dengan baik. Saya suka CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, turun sebagai staf presiden karena dia bukan orang yang mampu untuk menjadi pemimpin.

      Sampai situasi COVID-19 agak tenang saya memutuskan untuk tidak memberi pinjaman lagi lewat platform Amartha karena managementnya kurang mampu menangani situasi baru dan ambil keputusan-keputusan yang merugikan pendana.

      Setelah situasi COVID-19 sudah reda lagi, mungkin saya kembali lagi ke Amartha. Ini karena sebelum adanya COVID-19 Amartha adalah platform P2P Lending yang paling menghasilkan dan fleksibel dari semua (12) platform yang saya (pernah) ikuti.

      Soal customer service Amartha, mereka sopan tapi kurang pahaman dan kurang menjawab pertanyaan dengan tepat.

      1. Halo B Man,

        Setuju dengan pendapat bahwa mereka memutuskan sesuatu yang merugikan pendana tanpa meminta persetujuan dari pendana padahal seluruh risiko menjadi pikulan pendana.

        Terlebih lagi setelah membaca ulang FAQ nya dimana disebutkan setelah menagih 12 kali (setelah periode pinjaman berakhir) dan peminjam tidak bisa bayar maka tidak akan di tagih lagi (selesai) , jadi tidak terlihat ada nya proses tanggung-renteng dari kelompok. Memang harus lebih teliti lagi, walau sudah memilih rating A atau A- tetap risiko nya relatif tinggi.

        Saat ini portofolio saya di P2P memang tinggal di Amartha karena tenor yg relatif panjang (50 minggu) jadi tidak keburu di likuidasi untuk antisipasi situasi pandemi ini.

        Yah sekarang tinggal berdoa aja, semoga sisa modal bisa kembali dan masih ada keuntungan walau tipis

  17. FYI

    Amartha mengirimi pendana2 email tentang pemberian ijin kepada peminjam2 untuk tidak membayar angsuran selama 3 bulan (12minggu) yang disebut Grace Periode.

    Amartha meminta ijin pemberian Grace Periode dikarenakan mereka kesulitan mengambil angsuran dari peminjam karena adanya lock down atau sesuatu lain dampak COVID-19.

    Amartha ingin melindungi diri agar tidak terkena masalah dari pihak2 lain. Menurut saya permintaan ijin pendana adalah bohong2an. Kenapa bohong? Menurut saya bohong karena sifat permintaan ijin adalah wajib dan memaksa.

    Jika pendana tidak memberi ijin, Amartha akan mencatat peminjam2 yang terdampak COVID-19 sebagai telat bayar jika Amartha gagal mengambil angsuran.
    Jika pendana memberi ijin, Amartha tidak mencatat peminjam2 yang terdampak COVID-19 sebagai telat bayar.

    Menurut aturan-aturan Amartha sendiri, Amartha memiliki tanggung jawab untuk mengambil angsuran mingguan di daerah peminjam. Jika Amartha gagal masuk wilayah peminjam, kerena ada lock down misalkan, itu tanggung jawabnya Amartha dan bukan tanggung jawab peminjam. Anehnya di sini.

    Jadi kalau Amartha gagal untuk ambil angsuran pinjaman, Amartha akan mencatat peminjam sebagai telat bayar. Jika peminjam tercatat telat bayar 12 kali, pinjaman akan dicatat sebagai gagal bayar.

    Aneh ya. Amartha yang gagal melakukan tanggung jawabnya, tapi peminjam yang disalahkan dan pendana yang dirugikan.

    Masalahnya di pencatatan Amartha. Amartha tidak perlu mencatat peminjam2 yang terdampak COVID-19 sebagai telat bayar. Jika angsuran tidak bisa diambil setelah berusaha apapun, peminjam dimaklumi, tidak perlu bayar angsuran minggu itu, dan juga tidak dicatat sebagai telat bayar. Catat saja COVID-19 pokoknya bukan telat bayar. Masalahnya bukan peminjam yang tidak mampu atau tidak niat bayar soalnya, tetapi Amartha yang tidak mampu mengambil angsuran.

    Implikasi dari keinginan Amartha untuk mencatat peminjam2 yang terdampak COVID-19 sebagai telat bayar adalah banyak pinjaman akan gagal bayar. Bukan karena peminjam tidak mampu atau tidak niat bayar tetapi karena Amartha tidak mampu melakukan tanggung jawabnya untuk mengambil angsuran di daerah peminjam. Gara2 ini pendana akan rugi sangat banyak.

    Jika memberi ijin, peminjam yang kena dampak COVID tidak akan dicatat sebagai telat bayar.
    Dengan kata lain Amartha bilang ke pendana: Beri saya ijin. Kalau tidak saya buat semua pinjamanmu gagal bayar.

    Amartha bisa melakukan itu karena catatan telat bayar dan gagal bayar di tangan Amartha.

    Amartha boleh mencatat pinjaman yang terdampak COVID-19 sebagai apa saja, tetapi memilih untuk mencatat telat bayar dan akhirnya membuat sangat banyak pinjaman yang dimiliki pendana gagal bayar. Semua karena pencatatan Amartha doang.

    Amartha membuat permohonan ijin Grace period 3 bulan atas nama peminjam. Ini sudah salah menurut saya karena peminjam tidak minta Grace periode 3 bulan. Yang tidak mampu ambil angsuran itu Amartha, dan permohonan ijin Grace period 3 bulan seharusnya atas nama Amartha. Itu keinginan dan rencana Amartha soalnya, bukan keingnan dari peminjam.

    Dengan mengirimi pendana2 permohonan ijin Grace Periode 3 bulan atas nama peminjam, Amartha cuma ingin melindungi diri sendiri. Kan bukan keinginan atau rencana Amartha untuk meminta Grace Periode 3 bulan. Peminjam disalahkan dan pendana dirugikan.

    Dalam surat Amartha, setiap peminjam memohon Grace Periode 3 bulan. Anehnya lagi, pendana cuma bisa memberi ijin untuk semua peminjam yang ada di portfolionya atau semua peminjam tidak diberi ijin. Pendana tidak bisa memberi ijin per pinjaman atau per kasus. Aneh.

    Ada hal aneh lagi dari keputusan2an Amartha. Walaupun pendana memberi ijin Grace Periode 3 bulan ke peminjam, Amartha akan tetap menagih peminjam2 yang terdampak COVID-19. Pendana baru diberi dananya setelah Grace Periode selesai. Ini sangat tidak benar dalam mata saya. Katanya mau baik ke peminjam. Pendana sudah memberi ijin untuk libur angsuran 3 bulan, tetapi Amartha tetap nagih. Uang yang didapat dari peminjam tidak langsung diberi ke pendana juga. Parah sekali ini.

    Management Amartha tidak mampu untuk menangani situasi2 baru. Amartha merugikan banyak dengan keputusan2nya.

    Amartha tidak transparan, tidak terbuka, tidak professional, tidak ingin bertanggung jawab, menyalahkan pihak2 lain, dan merugikan pihak2 lain.

    Management Amartha sangat incompeten untuk menangani situasi2 baru.

  18. Sependapat dengan BMan, posisi pendana lemah sekali dalam situasi ini.
    Sepintas saya lihat di sistem pencatatan nya juga tidak merefleksikan adanya grace period, yang arti nya kalau lebih >90 hari tertunggak bisa dihapus dari portfolio pendana. Hilang sudah dana dari portfolio, belum tahu berapa banyak pendana dan total dana yang mengalami hal ini.
    Mungkin perlu di eskalasi ke OJK juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.