Review Amartha – P2P Lending UMKM Terpercaya

Kriteria penilaian yang digunakan untuk mengulas Amartha dibahas lengkap di tulisan BAGAIMANA MENGEVALUASI P2P LENDING. Sebelum membaca review ini, saya merekomendasikan anda membaca tulisan tersebut supaya bisa memahami jelas kriteria yang digunakan dalam review ini.

Terakhir diperbaharui: 7 November 2019

Latar Belakang Perusahaan

Latar belakang perusahaan meningkatkan kredibilitas terhadap pihak yang mengelola uang anda, semakin transparan, semakin baik nilainya.

Amartha merupakan salah satu P2P lending tertua di Indonesia. Didirikan tahun 2010 di Indonesia oleh orang Indonesia, saat ini sudah mendapatkan injeksi dana dari Mandiri Capital juga sehingga tidak diragukan lagi kalau Amartha sangatlah lokal.

Total staff cukup banyak dibanding website lainnya, yaitu 135 orang. Jumlah ini tidak termasuk staff yang berada diluar HQ mereka, misalnya petugas lapangan yang bertugas ‘mengawas’ kinerja para peminjam di daerah pelosok.

Kuantitas Pinjaman

Kuantitas Pinjaman penting agar dana anda tidak nganggur (tidak berbunga) serta mempermudah proses diversifikasi untuk meminimalkan risiko.

Sulit menemui pinjaman yang bisa didanai disini, pinjaman baru sangat cepat ‘habis’. Hal ini tentunya kurang baik bagi lender baru maupun lama karena akan sulit bisa menyalurkan dana nganggur mereka di Amartha.

Belakangan ini lebih mudah menemukan pinjaman tersedia di Amartha, entah karena Amartha berhasil memperbanyak produknya atau karena banyak investor yang pindah ke website lain.

Variasi Pinjaman

Variasi Pinjaman penting untuk meminimalkan risiko, serta membantu lender/investor menyusun perencanaan keuangan yang baik terhadap likuiditas uangnya.

Semuanya pinjaman di Amartha merupakan pinjaman personal dengan tujuan pendanaan usaha mikro. Meskipun tujuannya baik, namun saya khawatir akan tingkat risiko yang ada.

Amartha bilang tenor pinjaman mereka bermacam-macam, kenyataannya saya hanya bisa menemukan tenor 50 minggu atau lebih disini, yang berarti semuanya merupakan pinjaman jangka panjang.

Mulanya saya juga kesulitan menemukan pinjaman dengan plafon yang lebih rendah daripada 5 juta rupiah. Di Amartha, satu pinjaman hanya bisa didanai oleh satu orang, sehingga plafon atau pagu sebuah pinjaman secara langsung menjadi minimum investasi anda.

Update: Seiring dengan meningkatnya jumlah pinjaman yang tersedia di Amartha, pinjaman dengan tenor 25 minggu mulai bermunculan, dengan plafon yang lebih terjangkau juga di angka 2 sd 3 jutaan.

Apakah Amartha Aman?

Ya, Amartha terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Ada rumor bahwa Amartha akan memiliki lisensi operasi secara resmi dalam waktu singkat (tingkatan yang lebih terpercaya dibandingkan sekedar diawasi)

Apakah Amartha penipu?

Belum pernah ada laporan, berita, atau keluhan tentang pelanggaran serius yang diakibatkan oleh Amartha. Saya sebagai pengguna Amartha yang sudah cukup lama bergabung juga belum menemukan masalah yang serius tentang mereka.

Apabila anda membaca komentar negatif tentang proyek gagal atau pembayaran yang telat di Amartha, hal tersebut sangatlah wajar karena dalam investasi p2p lending, risiko telat bayar dan gagal bayar memang ada sehingga bukan murni merupakan kesalahan Amartha.

Jadi, jelas Amartha bukan penipu (maaf, saya hanya curi SEO disini).

Untuk memahami risiko dan keamanan dalam p2p lending, baca artikel ini

Jumlah Minimal Investasi

Jumlah minimal investasi yang kecil/murah membuka peluang bagi lebih banyak orang karena tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk belajar investasi.

Yang pasti diatas Rp 2 juta tergantung nominal pinjaman yang ada. Setiap pinjaman harus didanai oleh satu orang peminjam saja sehingga anda tidak bisa patungan dengan investor lainnya. Hal ini tentu mempersulit efek compounding karena anda belum tentu bisa langsung menginvestasikan ulang hasil suatu pinjaman ke pinjaman lainnya.

Namun tentu saja anda bisa menggunakan fresh fund (dana tambahan) untuk dijumlahkan bersama pengembalian dana anda untuk langsung menginvestasikannya kembali.

Kualitas Customer Service

Dinilai dari kecepatan membalas dan kualitas balasannya – apakah sesuai pertanyaan? Apakah punya empati dan ingin mengenal pemodal lebih lanjut?

Saya belum pernah menghubungi tim support Amartha sehingga belum bisa memberikan penilaian. Namun seorang pembaca yang berkomentar dibawah berkata bahwa kualitas jawaban tim Amartha kurang memuaskan karena menggunakan respon standar yang tidak benar-benar menjawab pertanyaan.

Likuiditas

Seberapa cepat uang yang anda pinjamkan bisa kembali ke tangan anda. Apabila likuiditas cukup buruk biasa dikarenakan tenor pinjamannya panjang-panjang.

Hampir semua pinjaman tenornya 50 minggu (hampir satu tahun). Sangat lama sehingga jangan pernah mengharapkan likuiditas tinggi di Amartha.

Seorang pembaca saya bernama Albert Thomas memberikan saya sebuah insight menarik perihal likuiditas di Amartha. Sebenarnya meskipun tenornya panjang, pengembalian di Amartha setiap minggunya mengandung baik pokok modal maupun bunga dari pinjaman anda, sehingga sebagian uang yang anda investasikan langsung bisa digunakan bahkan di minggu pertama pengembalian pinjaman.

Setelah saya pikir pikir, masukan dari beliau ini ada benarnya, likuiditas Amartha bisa dianggap sebagai ‘pendapatan pasif’ dimana kita menabung dimuka untuk mendapatkan uang ‘jajan’ selama waktu tertentu, mirip dengan cara kerja obligasi dan asuransi pendidikan seperti Manulife Income Protector.

Namun satu hal di Amartha yang saya masih kurang suka adalah, meskipun pinjaman tidak menunggu penggalangan dana selesai (karena kan langsung terdanai penuh oleh satu orang), namun pencairan uang kita kepada peminjam tetap memakan waktu cukup lama sampai dengan 5 hari kerja (berdasarkan pengalaman saya)

Accessibility

Berkaitan dengan kemudahan penggunaan website, aplikasi, design tata muka dan minimal nya masalah teknis.

Design website Amartha sangat menarik dan interaktif. Saya belum menjumpai masalah apa-apa. Sangat disayangkan belum ada aplikasi untuk ponsel.

Persentase Non Performing Loan (NPL)

Non performing loan (NPL) adalah pinjaman yang gagal bayar sehingga anda tidak mendapat bunga sama sekali atau bahkan kehilangan sebagian atau seluruh. modal anda.

Laporan KPMG di bulan November 2018 melaporkan angkanya berada di 0.02 persen.

Amartha menuruti peraturan terbaru OJK yang mengharuskan setiap P2P lending memajang persentase pinjaman lancar mereka secara realtime di halaman depan website mereka. Semakin rendah angka ini, berarti semakin buruk kinerja pinjamannya (banyak yang gagal bayar) Per 30 April 2019, Amartha menunjukan angka 98.32% yang berarti ada sedikit pinjaman bermasalah.

Perlindungan modal investor

Beberapa website p2p lending memiliki perlindungan atau jaminan terhadap nilai modal anda sehingga kerugian anda terbatasi bila terjadi gagal bayar.

Amartha adalah satu-satunya website yang menawarkan perlindungan dana opsional. Anda bisa membayar asuransi untuk melindungi 75% modal yang anda investasikan. Dulu mereka memiliki skema yang lebih bagus dimana modal investor dilindungi 100% secara otomatis, mirip dengan KoinWorks.

Informasi lebih lanjut tentang penanganan gagal bayar, baca artikel ini.

Syariah atau Tidak?

Amartha mengaku mengelola pinjaman mereka secara syariah. Namun saya tidak yakin apakah hal ini berlaku untuk semua pinjaman mereka atau hanya sebagian.

Kualitas Program Referral

Amartha memberikan Rp100 ribu kepada sang referrer dan referral, namun uang tersebut bukanlah ‘hard cash‘ yang bisa dicairkan, melainkan hanya potongan yang bisa digunakan saat anda melakukan investasi. Cara kerjanya mirip dengan KOIN di KoinWorks.

Dampak Sosial

Beberapa investasi di peer to peer lending mempunyai dampak sosial baik, dan beberapa tidak.

Anda berkontribusi langsung untuk menggerakkan roda ekonomi negara di bagian yang paling penting – yaitu microeconomy. Bagian tersebut yang memang sedang membutuhkan pendanaan besar-besaran.

Catatan Lain

Saya jarang mendanai di Amartha. Namun rekan rekan pembaca yang lebih sering menyarankan agar melihat rekam jejak peminjam yang ingin anda danai. Untuk meminimalkan risiko pilihlah peminjam (atau disebutnya mitra Amartha) yang sudah meminjam lebih dari 2x dan terbukti selalu lancar bayar.

Kesimpulan

Kelebihan Amartha:

  • Design website Amartha sangat menarik dan interaktif. Saya belum menjumpai masalah apa-apa.
  • Amartha mengelola pinjaman secara syariah.
  • Pemain senior di ranah p2p lending.
  • Punya asuransi yang bersifat opsional.

Kekurangan Amartha:

  • Semuanya pinjaman di Amartha merupakan pinjaman personal dengan tujuan usaha mikro. Meskipun tujuannya baik, namun saya khawatir akan tingkat risiko yang ada.
  • Hampir semua pinjaman tenornya 50 minggu (hampir satu tahun). Sangat lama sehingga likuiditas rendah.
  • Sulit kebagian pinjaman. Pinjaman bisa selesai terdanai dalam hitungan jam maupun menit.
  • Nominal investasi cukup tinggi yaitu diatas Rp1 juta.

Rekomendasi

Amartha merupakan pemain lama yang tidak terdeteksi oleh radar saya sekian lama. Saya tahu Amartha dari relationship manager website lainnya! Saya kurang merekomendasikan Amartha bila anda berinvestasi untuk keuntungan karena panjangnya tenor yang ditawarkan. Namun Amartha sangat cocok untuk investasi sosial untuk membantu UKM (Usaha Kecil Menengah).

Siapa yang Cocok Berinvestasi di Sini?

  • Investor dengan modal yang cukup besar.
  • Investor yang peduli tentang dampak sosial dari investasi mereka.
  • Investor ahli yang mengetahui perlu atau tidaknya proteksi modal berdasarkan tingkat risiko yang diambil.

Apabila tertarik, daftar di Amartha menggunakan link ini untuk mendapatkan bonus (masukkan kode referral
IL035033 bila diminta.

Bandingkan website lain?

About asiaril

Tulisan saya adalah opini pribadi yang tidak memiliki kredibilitas apapun. Kerugian dalam bentuk apapun yang timbul akibat membaca tulisan saya (misalnya buang buang waktu) sepenuhnya menjadi tanggung jawab anda. Apabila anda tidak suka dengan karya saya, janganlah marah kepada saya, namun pukullah layar komputer anda dengan linggis.

43 Responses

    1. Koko

      Dari akhir thn 2017 sampai saat ini saya telah mndanai 33 ibu2 (d Amartha d sebut dgn Mitra) dgn beragam tipe usaha. Mayoritas dgn credit score A- disusul oleh B kmd diikuti A, sedikit score C dan tidak berani mnyentuh score D. Sejauh ini belum menggunakan sarana proteksi kredit yg bekerjasama dgn Amartha. Hasilnya sejauh ini :

      – 1 macet sampai katagori NPL atau
      write off.
      – yg lain nya sejauh ini lancar.

      Secara keseluruhan 40% pokok investasi sudah terbayar sdngkan 60% sisa pokok nya masih berjalan.

      Karena pembayaran angsuran nya tiap minggu maka justru ketersediaan cash lumayan ada .. yg bisa d pergunakan utk menambah pendanaan2 baru (ini pertumbuhan organic). Kalaupun jumlahnya masih kurang efeknya akan mngurangi beban keuangan saat kita ingin mndanai krn tidak harus 100% dari uang baru/tabungan kita.

      Tips saya.. mayoritas pilihlah mitra2 yg sudah lebih dari 1 – 2x sukses melakukan pinjaman d Amartha, gunanya untuk mngurangi risiko gagal bayar (bisa d lihat d sejarah pembayaran mitra tsb sebelum melakukan pendanaan).

      Kelemahan Amartha yg sy rasakan selama ini adalah penanganan thd mitra yg macet (saya baru punya pengalaman dgn 1 mitra). Transparansinya sangat kurang dan jawaban/respond dari customer service nya mell online chattingnya sifatnya standar narative saja alias tidak memuaskan. Sebagai tambahan, respond yg saya anggap memadai dari customer service hanya pada saat kita mnanyakan mngenai masalah pendanaan, jadwal peluncuran mitra2 yg baru mis nya, yah.. hal2 spt itulah.

      Secara umum.. berinvestasi d Amartha cukup aman dengan catatan apabila menemui mitra yg mulai macet, d karenakan adanya keterbatasan kemampuan Amartha d bidang collection, maka.. rasa2nya saat ini.. jalan satu2 nya yg ringkas agar %tase pembayaran tidak lancarnya turun ya invest lebih banyak lagi.. (ampun ya.. jadi mirip strategi bank buat ngecilin NPL nya) dgn catatan punya cukup dana 😁😁..

      Dari segi imbal hasil sebetulnya hasil 12.5% – 13% net per tahun sudah cukup bagus lho.. plus adanya cash flow tiap minggu .. mis kl d bandingkan dgn obligasi corporate aja saat ini yg hanya sekitar 9% – 10% gross lagipula kupon yg d bayarkan tiap bulan/3 bulan nya khan khan bunganya saja bukan bunga + pokok seperti pembayaran mitra2 Amarthabyg tiap2 minggunya kita terima ..

      Jadi bagi rekan2 investor yg mncari imbal hasil yg lumayan, keamanan yg lumayan baik dan mensyaratkan adanya ketersediaan cash maka saya sih merekomendasikan Amartha.

  1. alb3rt

    Kalau ngomong default saya per hari ini sudah ada lebih dari 10 borrower yg gagal bayar (sekitar 5%) dari seluruh total borrower yang sudah saya danai. Memang rugi sih tidak tapi menurangi profit tentunya. Saya sudah 2 tahunan di Amartha, menurut saya yang paling menarik adalah bunganya yang 13-15% itu flat, artinya kalau di effektif kan dengan annuitas seperti di bank konvensional saya hitung bisa setara sekitar 25%. Katakan ada yang default, ya paling tidak 20-25% bisa lah. Selain itu, dia juga pembayarannya mingguan jadu cashflow nya ada tiap minggu. Kadang kalau saya lagi butuh bayar ini itu tinggal ambil dari hasil kembalian mingguan di amartha aja.

  2. alb3rt

    Sekarang banyak kok pak borrower yg tersedia di marketplace beda dengan kondisi 1 tahun lalu. Pengalaman saya karena pernah beberapa kali nyangkut di default loan saya jadi pilih lebih banyak pendanaan di Bogor terutama ke ibu-ibu yang sudah 5-6 kali berulang ambil pinjaman di Amartha. Kemudian sekarang saya juga selalu beli asuransi Jamkrindonya. Pengamatan saya akhir-akhir ini Amartha defaultnya agak relatif ditekan terlihat juga dari TKB90 nya yg agak naik.

  3. alb3rt

    Saya pilih sendiri karena menurut RM saya sama aja antara pilih sendiri dengan dijalankan (ikut program). Efek compoundingnya sama. Kalo pilih sendiri saya malah merasa lebih aman karena bisa ambil pinjaman yg kita benar-benar menasa sreg aja. Gak tau ya apa ada yg pernah ikut program compounding nya amartha dan bagaimana pengalamannya.

    1. Adi Surya

      owh i see , bearti pilih2 sendiri ya pak

      kalau saya ikut yg program compoundingnya 150 untuk all grade diberi bunga 13%an
      (katanya kalau ikut yg compound 250 untuk all grade diberi bunga 14%an)

      so far dari 64 mitra. Yg telat bayar ada 1,
      dimana 1 tersebut sudah masuk kategori telat 15-30 hari

  4. alb3rt

    Pak Adi Surya paling banyak uangnya di P2P mana? Kalau saya posisi paling banyak di Amartha dan Asetku. Btw, salam kenal ya pak, bapak salah satu yg paling banyak yg berkomentar di blog ini. Hehe. Makasih juga buat Pak Adrian yg udah buat blog ini untuk update dan mengamati P2P secara rutin.

    1. Adi Surya

      Halo pak Albert untuk saat ini dari yg portofolio terbesar : Asetku, Amartha, Uangme, Akseleran.

      untuk Akseleran rencana saya sudah tidak mau nambah dulu
      dan akan saya withdraw semua karena melihat TKB90 nya tiba2 anjlok 1 bulan terakhir ini.
      TKB per hari ini sekitar 95% (NPL 5% ini kelihatan cukup tinggi, saya nyari yg NPL diatas 98% pak)

      Akseleran ini kelihatannya harus hati2 dengan pinjaman mitra PLN atau mitra Pertamina
      (dengar dari pihak investree, mitra 2 perusahaan itu yg biasanya default)

      kedepan ingin menambah portofolio di KlikACC dan Finmas karena mereka barusan berizin dan dibackup grup ternama sekali
      tetapi sepertinya untuk bisa terdaftar menjadi lender mereka , ga bisa semudah di fintech lain
      https://keuangan.kontan.co.id/news/astra-sinarmas-hingga-djarum-manfaatkan-jaringan-grup-untuk-kerek-bisnis-fintech?page=all

        1. Adi Surya

          untuk menjadi lender Finmas sepertinya cukup sulit karena persyaratan cukup berat
          https://www.finmas.co.id/lender

          saya sudah coba beberapa kali telepon untuk mempertanyakan kelonggaran dari syarat2 tersebut
          namun ketika berhadapan dengan CS Finmas di telepon sepertinya sia2 saja
          karena CSnya lebih ke arah borrower,
          untuk lender selalu dijawab akan dihubungi dlm waktu dekat tapi tidak pernah dihubungi

          kecuali
          kalau datang lgsg ke kantornya mungkin baru lebih jelas (sayangnya saya domisili bukan di jakarta)

          kalau untuk KlikAcc, persyaratan minimal 500 juta
          selain itu ada masalah baru yaitu

          “pinjaman Dealer automobil (pinjaman dari dealer besar di jakarta dengan jaminan BPKB)
          selalu kalah duluan /kalah cepat

            1. Adi Surya

              nah kesanggupan 20 Milyar ini sebetulnya yg mau coba saya tanyakan bisa berkurang atau tidak pak
              cuma CS finmas kurang bisa menjelaskan soal ini

              jawabannya selalu nanti akan dihubungi staf kami yg bagian lender (semacam IR)
              namun
              faktanya tidak pernah dihubungi

              apa mungkin gara2 saya menanyakannya bisa kurang atau tidak kesanggupannya ya haha
              jadi mereka malas hubungi

        2. Adi Surya

          kalau untuk data BUMN apakah sering macet atau tidak saya masih belum tau juga pak

          tapi
          sy pernah tau dari investree yg macet itu terutama dari payor PLN ,Pertamina

          lha kebetulan di akseleran ini cukup banyak
          pinjaman2 dari mitra PLN (kontraktor kelistrikan yg dapat order dari PLN)

          saya kok curiga yg menyebabkan TKB90 akseleran turun ini gara2 dari sektor kelistrikan
          (yg kebanyakan mitra PLN dapat order dari PLN atau anak usaha PLN)

    2. Adi Surya

      Pak alb3rt dan Pak asiaril
      ini dari data yg kubikin bulan lalu https://ibb.co/WGpRvMX

      saya sebenere tertarik nyoba pinjamango (dari grup ternama juga + ada asuransinya juga )
      tetapi
      selalu macet di proses registrasi lender (waktu mau verifikasi KTP gagal terus, ga tau kenapa)

  5. alb3rt

    Asetku berarti sudah cukup hebat ya sampai seri D pendanaannya. Amartha yg lebih senior aja seri B gak tambah2. Untuk Modalku apa yakin pendanaannya sudah sampai sebanyak itu kalau untuk di Indonesia saja? Secara di marketplace aja dikit banget loannya.
    Kemudian untuk Pak Adrian, ini di Amartha menurut saya cukup baik likuiditasnya lho karena pengembaliannya kan mingguan jadi setiap minggu saya menerima uang yang bisa saya putarkan lagi atau untuk keperluan pengeluaran mingguan saya. Cukup enak likuiditasnya sih dibandingkan misalnya di Uangme yang pendanaan 4 bulan (dana kita dikunci selama itu) atau di Koinworks dan Modalku yang pengembaliannya dengan pembayaran bulanan. Kalau sudah lama di Amartha pasti sudah ada feel tiap minggu saya akan menerima uang berapa, alokasinya untuk apa aja jadi enak buat budgeting juga.

  6. alb3rt

    Pakai rekening mandiri saja pak penarikannya gratis selama di atas 500rb. Coba dilihat lagi pak di Q&A untuk memastikan aja. Kadang saya iseng tarik kok 1-2 juta, kadang nunggu sampai di atas 5jt baru tarik.

  7. Yna

    Salken, saya sudah sekitar 2 tahun join amartha. Overall keuntungan cukup bagus sih, cuma saya agak kecewa ada 2 borrower macet tiba2 diputihkan/ di write off oleh amartha setelah menunggak cukup lama. Terus sepertinya metode amartha tidak seperti yang digembar gemborkan di website nya yakni tentang pembentukan kelompok tanggung renteng dimana kalau ada satu borrower yang kesulitan, kelompoknya bisa nalangin. Kenyataannya untuk borrower macet info amartha sedang menagih ke pihak keluarga, dimana kelompok tanggung renteng nya? Saya tanya juga no response, cuma disarankan next time pakai asuransi jamkrindo. Tapi pikir2 imbal hasil amartha kebanyakan 12%, dipotong asuransi jadi tinggal 10.5%, sepertinya kurang kompetitif.

  8. alb3rt

    Kalau menurut saya untuk menghitung bunga yang diberikan oleh Amartha kita harus menggunakan sistem annuitas, mirip seperti ketika kita ambil kredit ke bank. Bunga 13-15% yang di”quote” oleh Amartha adalah perhitungan flat jadi bukan secara annuitas. Kenapa kita harus menghitung dengan annuitas? Karena dana kita dikembalikan sedikit demi sedikit tiap minggunya. Jadi katakan kita sampai minggu ke 25, dana kita sudah kembali separuhnya, kalau bunga yang kita dapat dihitung flat sama dengan di depan saat dana kita masih belum dikembalikan tentunya secara perhitungan kita mendapatkan persentase lebih besar di akhir.
    Kalau mengenai tanggung renteng memang saya juga merasa aneh karena banyak yang gagal tidak seperti yang dibanggakan mereka. Sekarang saya direkomendasikan oleh RM untuk ambil pinjaman yang sudah berulang di atas 5 kali saja karena ibu-ibu yang sudah lama cenderung lebih terpercaya dibanding member-member baru.

  9. alb3rt

    Kalau dibandingkan reksadana pendapatan tetap kan pokoknya tidak dikembalikan ke kita, misalnya kita invest 5.000.000 kan tetap 5.000.000 kecuali kita ambil reksadananya. Kalau amartha kan kita invest 5.000.000 sampai tengah jalan dana kita yang di dalam tinggal 2.500.000 sedangkan yang 2.500.000 lagi sudah bisa diinvestkan di pinjaman lain.

  10. alb3rt

    https://en.m.wikipedia.org/wiki/Flat_rate_(finance)
    Mungkin bisa dipakai untuk bacaan latar belakang bunga di Amartha. Dia menggunakan flat rate dengan pertimbangan memudahkan perhitungan di sektor mikrokredit. Tapi, kalau kita gunakan untuk perbandingan, bunga flat ini harus diubah dulu ke bunga efektif dan itu menurut perhitungan sekitar: Effective rate = flat rate x 1.9. Jadi katakan di Amartha bunga dasarnya 15%, kurangi asuransi 1.5%, kurangi resiko dana yang hilang karena tidak dicover asuransi ketika default 1%, maka kita masih dapat 23-24% di effective rate. Saya mungkin salah tapi kalau ada pemikiran lain boleh jadi masukan buat saya untuk menilai Amartha ini.

  11. alb3rt

    Sedangkan untuk mitigasi resiko saya mengandalkan: 1. Tanggung renteng dari amartha, 2. Asuransi jiwa bawaan dari amartha, 3. Asuransi kredit jamkrindo yang kita beli, 4. Pemilihan borrower non pertanian, 5. Pemilihan borrower di daerah yang bagus sejarahnya (bisa tanya ke RM), 6. Pemilihan borrower yang pendapatan bulanannya mencukupi (kira-kira pendapatan bulanan lebih dari separuh jumlah pinjaman), 7. Pemilihan borrower berulang yang sudah lebih dari 5x pinjam di amartha, 8. Membagi investasi saya di beberapa P2P

  12. Gary Yna

    Benar bung albert, 2 borrower saya yang gagal bayar ada di sektor pertanian. Sayang sekali padahal hati kecil saya condong ingin bantu petani/peternak

  13. alb3rt

    Mungkin itu yang menyebabkan pinjaman di Cro**e berantakan karena seluruhnya di sektor pertanian/peternakan jadi gak ada diversifikasi sektor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.