Jenis Jenis Pendana P2P Lending

Lender/Pendana Retail

Pendana ritel adalah orang-orang seperti kita: masyarakat umum dengan dana terbatas yang bersama-sama menghimpun dana untuk mendanai suatu pinjaman. Sesederhana itu! Pokoknya, setiap individu yang menyumbangkan sedikit ataupun banyak uang mereka untuk mendanai suatu pinjaman di p2p lending otomatis masuk menjadi kategori pendana ritel. Biasanya, peer to peer lending yang mengandalkan pendana ritel akan fokus pada kegiatan marketing atau iklan supaya semakin banyak lender retail yang bergabung. Meskipun dana lender retail terbatas, namun sedikit sedikit menjadi bukit. Kekurangan lender retail adalah biasanya berinvestasi dengan dana minim namun menuntut banyak hal, alias sering complaint dan paniknya super dahsyat apabila terjadi telat bayar apalagi gagal bayar. Lender retail juga jarang memiliki loyalitas terhadap penyelenggara tertentu: mereka akan cepat berpindah ke p2p lending lainnya bila bunga menurun atau menjadi tidak puas terhadap suatu hal.

Lender/Pendana Institusi

Lender institusi adalah perusahaan atau korporasi yang ‘menyumbangkan’ dan/atau menginvestasikan uang mereka di produk pinjaman p2p lending. Institusi ini bisa berupa institusi keuangan seperti venture capital, Bank, yayasan, atau lembaga keuangan lainnya (contoh koperasi), atau bisa juga perusahaan biasa yang tidak bergerak di bidang keuangan. Mereka biasanya kebanyakan duit lalu mereka melakukan kerjasama dengan peer to peer lending untuk memutarkan uang tersebut di produk pendanaan supaya mendapatkan retur yang lebih optimal. Beberapa p2p lending sangat bergantung pada lender institusi dan malah tidak peduli dengan lender retail sama sekali. Lender institusi memang lebih sulit dicari dan ‘didapatkan’, namun ketika sudah terikat diatas kertas, lender institusi terbukti jauh lebih berkontribusi positif karena memiliki lebih banyak uang daripada lender retail, jarang melayangkan keluhan (karena bersifat kolektif), dan bersifat jangka panjang (loyal, tidak loncat-loncat) karena tentu proses pindah dana nya akan melalui birokrasi yang lebih panjang.

Lender/Pendana VIP

Lender VIP biasanya memang kurang dikenal oleh masyarakat umum bahkan beberapa masih meragukan keberadaannya. Lender VIP sebenarnya bisa masuk kategori individu maupun institusi. Entah itu individu atau institusi yang menyumbangkan uang sangat besar atau memiliki sesuatu yang kita sebut “standby fund”, alias uang yang bisa digunakan kapan saja oleh penyelenggara to peer to peer lending untuk mendanai pinjaman-pinjaman yang tidak terpenuhi – bisa kita kategorikan sebagai VIP lender. Mereka ini biasanya memiliki perjanjian khusus dengan penyelenggara, misalnya mereka mendapatkan bunga yang lebih tinggi daripada lender lain dan proteksi dana yang tidak didapatkan lender lainnya, namun mereka harus memiliki dana yang siap digunakan kapan saja, sejumlah yang ditentukan oleh perjanjian dengan peer lending tersebut. Tidak semua orang bisa menjadi VIP lender – Anda harus menghubungi pihak penyelenggara peer to peer lending tersebut untuk menjadi seorang VIP lender. Bila anda melihat peer to peer lending yang meminjamkan uang namun tidak menerima pendanaan dari sembarangan orang biasanya uangnya sangat bergantung pada VIP lender ini.

Apa Pengaruhnya Untuk Kita?

Sebisa mungkin hindari p2p lending yang memiliki banyak vip lender dan/atau memiliki banyak lender institusi, karena bila demikian pasti perlakuan ke lender retailnya dinomorduakan. Seringkali lender retail akan sulit kebagian pinjaman karena yang menjadi prioritas adalah VIP/institusi.

About asiaril

Tulisan saya adalah opini pribadi yang tidak memiliki kredibilitas apapun. Kerugian dalam bentuk apapun yang timbul akibat membaca tulisan saya (misalnya buang buang waktu) sepenuhnya menjadi tanggung jawab anda. Apabila anda tidak suka dengan karya saya, janganlah marah kepada saya, namun pukullah layar komputer anda dengan linggis.