A shining Day-Date replica watch is a luxury model to add stylish sophistication to any wardrobe. A newly-established and popular fake watch with a replica rolex yellow gold bracelet and white dial, this outstanding collector's piece will show you a new and fresh scene.
Beranda » Kenapa Bank Masih Eksis dan Laku?
man in blue polo shirt standing inside an atm booth

Kenapa Bank Masih Eksis dan Laku?

 

Tulisan ini merupakan hasil diskusi saya dengan seorang teman yang memulai pembicaraan dengan pertanyaan “kenapa sih masih ada aja orang yang invetasi lewat bank? Kan rugi kena biaya beli-jual, repot mesti ke bank nya langsung isi formulir, dan lain-lain.”

Saya sendiri advokat kuat fintech jadi tidak pernah merekomendasikan orang untuk berinvestasi di bank yang jelas lebih repot dan rugi, namun saya sendiri masih cukup dekat dengan banyak pihak bank untuk alasan bisnis sehingga bisa memberikan perspektif yang berbeda.

Kenapa Investasi di Bank Masih laku?

Memang Ada Orang yang Mau ‘Membantu Bank’

Untuk beberapa orang memang tidak masuk akal, tapi untuk beberapa orang lainnya seperti saya yang kegiatan usahanya banyak berhubungan dengan orang bank, sangat krusial membantu mereka memenuhi target bulanan dengan beli produk investasi mereka. ROI (Return of Investment) yang harus dihitung bukan semena-mena keuntungan dikurangi potongan biaya, namun juga harus memperhitungkan hadiah, cashback, dan bantuan bantuan intangible lainnya yang mereka berikan sebagai ucapan terimakasih.

Apabila anda investor retail yang tidak berurusan dengan bank, maka tentu tidak usah pusing-pusing mencoba memahami aspek yang satu ini.

Beberapa Produk Eksklusif hanya Dijual di Bank

Ya, beberapa produk reksadana tertentu sulit ditemukan di banyak APERD (Agen Penjual Reksa Dana). Biasanya ini terjadi kalau manajer investasi dan banknya satu grup, misalnya Mandiri Manajer Investasi dan Bank Mandiri, maka akan banyak produk dari Mandiri Manajer Investasi yang hanya dijual khusus di Bank Mandiri. Atau bisa juga terjadi suatu reksadana memiliki biaya pembelian di APERD tertentu namun digratiskan bila dibeli lewat bank.

Adanya Perasaan Nyaman dan Aman

Biasanya berlaku untuk ‘generasi old‘. Orang tua saya misalnya, sangat enggan untuk mencoba aplikasi fintech, namun saat diajak orang bank untuk berinvestasi langsung mau, karena sudah percaya, kenal lama, dan bisa langsung bertanya-tanya dan mendapatkan edukasi di tempat tanpa perlu melakukan kegiatan swastudi (self-learning).

Membutuhkan Minimum Saldo Floating

Banyak nasabah yang mau memiliki saldo rata-rata cukup tinggi untuk alasan tertentu, misalnya bergabung program nasabah prioritas.
Misalnya, dalam program prioritas Bank Mandiri diperlukan portfolio total 1 milyar setiap bulannya. Portofolio ini dinilai berdasarkan gabungan dari tabungan, deposito, dan seluruh investasi nasabah seperti reksdana, asuransi, dan obligasi. Daripada berinvestasi di fintech lalu dikenakan biaya layanan prioritas yang super mahal karena portfolionya dibawah nilai tertentu, beberapa nasabah mungkin lebih memilih berinvestasi di bank, Tentu saja hal ini tidak berlaku apabila anda nasabah super berduit yang tidak peduli terhadap biaya layanan tersebut.

Memang tidak Tahu adanya Fintech sebagai Alternatif

Pembaca blog ini pasti sudah melek fintech, namun kita harus sadar bahwa diluar sana banyak sekali orang yang bahkan tidak tahu keberadaan fintech-fintech yang mempermudah investasi. Sedangkan tentu semua orang punya rekening bank untuk keperluan gajian dan lain-lain. Akibatnya kebanyakan orang hanya mengenal bank sebagai satu-satunya pintu menuju dunia investasi, apalagi di kota non-metropolitan dimana fintech tidak gencar melakukan edukasi dan promosi.

LOOKING FOR ENGLISH CONTENT?

Except for the literature, all my Bahasa contents are translator-friendly, so you can summon the might of Google Translate below.

HUBUNGI SAYA

asiaril@ymail.com

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Dilarang menerbitkan, menyiarkan, menulis ulang, atau menyebarkan konten situs ini tanpa izin tertulis dari pemilik blog ini (Adrian Siaril)

Isi blog ini bukan ajakan investasi dan bukan saran profesional. Saya tidak memiliki kualifikasi apapun, jadi jangan mudah percaya dengan omongan saya.

KODE REFERRAL

Akseleran: AKSLADRIA13403
ALAMI: ASIARI
Allianz Smart Poin: rvam2zmw
Ajaib : asia625
Amartha: IL035033
Asetku:WVQXQ
BCA Credit Card (Kartu Kredit BCA): ADRIA0002117
Bibit: ucleiaf
Bizhare: ASA8KHDU

Bmoney: REF-KRJI0
Bukalapak: BAMBANGRAHARJA13YJ
By.u: Klik link disamping atau masukkan BYADRI8439991
Canva: klik link disamping
Cashbac: adr01ak
Catchplay: langsung klik link tersebut
Crowdo: U051549
Crowde: FNYTMZK
DANA: bltuDi
danaIN: 12552
Danamart: asiaril

Deposito BPR by Komunal: AS2333
DNA PRO: ADRIANSI0512
EA-50 : ASIAR8548
Easycash: WRo7Rsw
Ebay.blanja.com: 25CN5E949CBD
E-mas: 9D3CEDUY
Esta Kapital: ZTVINT
Fahrenheit – Lotus International: adriansiaril
Fazzcard: 36baeb7a01
FIN888: adriansi0512
Flip: SHIA6755
Fore Coffee: 5BA015
Fundtastic: FUN10287
Gradana: AS0302191555
Getplus: DWNXM6GDM
Halofina: AIE74C
Hangry!: ADRINALD
iGrow: IGWSIA1980
Indogold: 98532
Investree: LJGZ3
Invisee: @AS0e99d
Jackhammer Co (via TADA): langsung klik link disamping
Jenius: $asiaril
Jurnal: ADRIA21895 atau klik link disamping
Kapital Boost: BAT6M2
Kaspro: E57u7c
KoinWorks: 62507
Koingold by Koinworks: KG-62507
Komunal: 1CE8460
Lakuemas: adrian2128
Levi’s VIP Indonesia: 31A8KL2
Lotus International – Fahrenheit: adriansiaril
Mekar: ADRIA2476
Modalku: jdq73oc9
Modal Rakyat:AS1817506638
NYALA: klik link disamping
OCBC NISP One Mobile: klik link disamping
OY: langsung klik link disamping
Pegadaian: PDS4ED81
Pluang: ADRI667294
Qoala Plus: XM3KSRAL
Raiz Invest (Indonesia): MDA2P7
Shopback: us3h2G
Shopee: ASIAR252
SmartX: asiaril
Sweet Escape : 1FSRH
Tamasia: MIK97TR
Tanamduit: ADRIA00INH7
Talenta: talenta641
Tanifund: ADRR20
Tiktok: A729133701
Tokopedia: TPADR8548
Tunaiku: SASIARIL
Uangme: 7627
Yesdok: ADRIANS1U
Yukk: asia48