P2P Lending Saat Resesi

Berangkat dari tulisan saya sebelumnya perihal investasi saat resesi, saya ingin membahas bagaimana kira-kira kondisi p2p lending nanti saat resesi.

Saya sendiri hanya berteori dan berhipotesa. Terakhir kali resesi, P2P lending belum ada di Indonesia, dan saya sendiri masih muda dan bodoh sehingga lupa apa saja dampaknya dalam kehidupan saya.

Karena P2P lending banyak macamnya, kitapun harus membicarakan dampak resesi berdasarkan kategori p2p lendingnya.

Bagi P2P lending konsumtif

P2P lending konsumtif bergantung pada golongan menengah kebawah yang meminjam uang dalam jumlah relatif kecil untuk memenuhi kebutuhan mendesak mereka. Pinjaman ini tentu tanpa jaminan dan akan dibayarkan kembali ketika mereka sudah gajian (makanya limit pencairan selalu dibawah UMP). Dalam resesi akan ada risiko pemutusan hubungan kerja massal, sehingga peminjam yang anda danai mungkin tidak bisa memenuhi kewajiban membayar mereka.

Kendati demikian, perlu kita sadari bahwa pinjaman produktif biasanya memiliki tenor singkat sekali, sedangkan dampak resesi akan terasa dalam kurun waktu yang cukup panjang. Dalam arti lain, bila besok mendadak resesi, tidak mungkin semua perusahaan langsung melakukan PHK di tanggal yang sama. Mengingat P2P lending konsumtif menyebarkan uang anda ke berbagai peminjam, rasanya hampir mustahil semua peminjam tersebut kena PHK dalam satu bulan yang sama. P2P konsumtif yang oke pasti akan menyebarkan uang anda ke peminjam dari berbagai latar belakang pekerjaan (tidak dalam satu perusahaan)

Kalaupun peminjam yang kita danai kena PHK, harusnya mereka mendapatkan pesangon yang bisa digunakan untuk membayar kembali. Dan jangan lupa, hampir seluruh p2p lending konsumtif memiliki garansi proteksi modal, asuransi kredit, dan bahkan asuransi jiwa sekalipun, sehingga risikonya cukup terkontrol.

Saya malah lebih khawatir tentang dampak resesi terhadap perusahaan penyelenggara p2p lendingnya. Karena mereka mungkin akan kekurangan lender sehingga mengurangi pendapatan operasional mereka. Logikanya, ketika resesi semua orang menengah keatas akan menarik tabungan/investasi mereka untuk malah belanja di pasar saham (karena pasti untung besar), jalan – jalan atau malah belanja barang mewah (resesi membuat banyak bisnis banting harga untuk clearance sebelum gulung tikar, dan terbukti bisnis jalan-jalan malah sukses di resesi)

Jadi, P2P lending konsumtif tidak akan mendadak merasakan dampak buruk dari resesi, namun ketika resesi sudah dimulai, ada baiknya untuk TIDAK memulai mendanai lagi di p2p lending konsumtif.

Bagi P2P lending produktif perusahaan

P2P lending produktif akan lebih terpengaruh dampak resesi, terutama bagi pinjaman yang menggunakan invoice sebagai jaminan. Alasan utama keterlambatan pinjaman invoice financing adalah karena tagihan debitur yang belum dibayarkan oleh klien mereka. Nah saat resesi, sudah hampir pasti perputaran uang antara debitur dan klien ini akan lebih terhambat lagi karena akan ada efisiensi keuangan. Tagihan akan telat dibayarkan, jaminan lain debitur dan jaminan personal dari direksi pun mungkin terpaksa dicairkan untuk keperluan yang lain.

Penyelenggara P2P lending sendiri pun mungkin akan melakukan kegiatan efisiensi karyawan, dan menurut saya (saya bisa saja salah karena tidak bekerja di p2p lending), yang menjadi sasaran pertama untuk di PHK kemungkinan besar adalah petugas petugas lapangan yang bertugas berkordinasi dengan para debitur, sehingga upaya recovery atau penagihan pun akan makin terhambat lagi.

Beberapa P2P lending produktif memang memiliki asuransi yang melindungi modal anda, dan tentu pinjaman yang diasuransikan seperti itu jauh lebih aman diambil karena memberi sedikit kepastian.

Jadi, menurut saya P2P lending produktif perusahaan lebih baik dihindari ketika bau resesi sudah mulai tercium.

Bagi P2P lending produktif Agrikultural

Agrikultural secara teori merupakan salah satu industri yang kebal resesi, karena hasil produksi nya terus menerus dibutuhkan semua orang meskipun kondisi ekonomi sulit. Alam juga tidak peduli pada kondisi keuangan manusia, sehingga resesi jelas tidak meningkatkan tingkat risiko saat seluruh proses pertanian berlangsung.

Yang perlu dikhawatirkan dari p2p agrikultural adalah fluktuasi biaya yang mungkin terjadi saat proses logistik maupun penjualan. Retailer atau distributor yang akan membeli hasil pangan mungkin berkurang kemampuan belinya sehingga hal tersebut mungkin berdampak pada pembagian keuntungan yang diterima investor.

Satu satunya risiko yang masi dominan adalah efisiensi sumber daya manusia di perusahaan p2p lending itu sendiri. Risiko ini bukan hanya berlaku bagi seluruh jenis p2p lending melainkan berlaku ke semua bisnis. selain dampak efisiensi perusahaannya sendiri

Jadi menurut saya resesi minim dampaknya terhadap p2p agrikultur.

Bagi P2P lending produktif UMKM

P2P lending jenis ini bergantung pada kegiatan usaha mitra peminjam mereka, yang biasanya menjalankan usaha mikro seperti membuka warung atau jualan pulsa. Hal hal yang dijual tersebut tentu merupakan kebutuhan sehari hari yang tetap dibutuhkan orang – orang meskipun kondisi ekonomi sedang buruk.

Resesi juga lebih dirasakan oleh orang – orang metropolitan yang bisa merasakan pemecatan, penghentian ekspansi bisnis, efisiensi kegiatan bisnis. Sedangkan mitra p2p lending UMKM biasanya berada di daerah yang notabene kondisi ekonominya terisolasi (tidak banyak hubungan dengan ekonomi nasional). Menurut saya perilaku konsumsi orang-orang non-metropolitan ini tidak akan terpengaruh banyak oleh resesi sehingga penghasilan mitra peminjam cenderung stabil.

Jadi, menurut saya resesi hampir tidak berdampak pada p2p umkm

Penutup

Seperti yang anda lihat, berdasarkan analisa dan hipotesa saya, sebagian jenis p2p lending terkena dampak negatif dari resesi, meskipun sebagian tidak. Jadi silakan saja jika lanjut mau investasi p2p lending, namun persempit pilihannya menjadi beberapa saja.

Dan ingat, selalu diversifikasi uang anda ke berbagai jenis instrumen investasi lainnya.

About asiaril

Tulisan saya adalah opini pribadi yang tidak memiliki kredibilitas apapun. Kerugian dalam bentuk apapun yang timbul akibat membaca tulisan saya (misalnya buang buang waktu) sepenuhnya menjadi tanggung jawab anda. Apabila anda tidak suka dengan karya saya, janganlah marah kepada saya, namun pukullah layar komputer anda dengan linggis.

2 Responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.