Seperti setiap harinya udara memberikan kehidupan maka akupun sedang mencintaimu seperti biasanya
Tanah tempat kita berkehidupan diinjak setiap harinya, dirusak, digantikan dengan aspal, dilanda erosi, hujan asam, limbah, dan limbah manusia. Tak pernah sekalipun ia mengeluh dan melawan, karena itu juga aku takkan goyah, biar dikata kata kata dariku hanya gombalan untukmu, biar waktu dan kehidupan yg membuktikannya
Sejuta kata terpendam dalam hati dan nadiku menunggu untuk diutarakan pada hyang disayang di tengah sumbangnya rembulan. Bagai pelikan menemui dataran setelah lamanya ia menjelajah, tak dapat kutahan lagi geloranya kata ini untuk memuja keanggunanmu
Ahh. Senyummu lebih pantas menghiasi malamku daripada bintang andromeda yang berias dengan semerbak proxima centauri
Bahkan antares pun tak sudi membandingkan kecantikannya denganmu
Tak layaklah seorang pria apabila ia ucap kata yg bukan dari jiwanya sendiri, yang bukan diasah dari raganya yang kasar, melewati dusta yang hina, hanya untuk dipersembahkan pada wanita yang dipuja