A shining Day-Date replica watch is a luxury model to add stylish sophistication to any wardrobe. A newly-established and popular fake watch with a replica rolex yellow gold bracelet and white dial, this outstanding collector's piece will show you a new and fresh scene.
Beranda ยป Kenapa Bank Sering Nawarin Asuransi?
black calculator beside coins and notebook

Kenapa Bank Sering Nawarin Asuransi?

Suka bingung ga sih kenapa kita ke bank, cari produk tabungan, eh ujung ujungnya ditawarin produk asuransi? Ya jawabannya sih sederhana: karena bank perlu duit dari mitra asuransi tersebut. Lalu anda mungkin bertanya: lho? Kok bank perlu uang? Kan kita sudah taruh uang disana?

Konten ini juga tersedia dalam format video Youtube

Kita perlu ingat bahwa bank itu dapat uang dari selisih bunga nasabah dan bunga peminjam ya, sama persis seperti p2p lending. Perlu diingat juga, segmen peminjam bank jauh lebih kecil daripada p2p lending. Alias, market borrower nya cenderung terbatas. Selain itu, biaya operasional bank juga jauh lebih besar daripada p2p lending, karena harus menyediakan banyak layanan untuk nasabah seperti internet banking, ATM, customer service, dan lain-lain.

Sedikit informasi, p2p lending yang marketnya lebih luas saja ternyata kebanyakan masih rugi, sedangkan sebagian bank besar yang sudah melantai di bursa cenderung untung terus dari tahun ke tahun. Hanya bank digital saja yang masih bakar uang. Kendati demikian, satu hal yang disadari oleh semua bank adalah bahwa mereka masih butuh keran pemasukan lain, mengingat di saat pandemi seperti ini, penyaluran kredit menurun drastis karena meningkatnya tingkat risiko, sehingga bank pun fokus pada produk lain yang membawa pemasukan.

Nah, salah satu produk tersebut adalah asuransi, yang dikenal dengan nama bancassurance (bank+insurance). Dengan sinergi antara bank dan asuransi, penjualan produk asuransi meningkat tanpa harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk gaji marketing, karena berlaku sistem ‘titip jual’ dimana customer service dan terkadang teller bertindak sebagai ‘sales asuransi; yang merayu nasabah. Biaya akuisisi yang diberlakukan produk bancassurance biasanya juga jauh lebih kecil, karena komisi yang diberikan kepada bank juga relatif jauh lebih kecil daripada produk agency. Jadi, lebih mudah bagi bank untuk melakukan penjualan pada nasabah.

Intinya, bank dan asuransi sama-sama diuntungkan. Bank mendapatkan komisi atas penjualan produk eksklusif yang tidak tersedia pada agency, sedangkan pendapatan premi asuransi meningkat tanpa peningkatan biaya marketing yang setara.

Tapi kenapa baru belakangan ini bancassurance viral untuk alasan yang buruk? Banyak yang memberitakan ‘penipuan’ dan banyak juga komentar buruk di blog saya perihal asuransi yang ditawarkan bank. Menurut saya, karena ini masa pandemi, banyak orang yang mendadak kehilangan pemasukan sehingga berusaha mencairkan asuransi mereka. Lalu mereka kaget karena nilai investasinya tidak seperti yang diharapkan, karena pasar saham kita memang sempat jatuh dan tingginya biaya yang dikenakan pada produk asuransi.

Sebenarnya bank sudah mulai belajar terhadap kritik-kritik atas penawaran asuransi yang kurang tepat sasaran, sehingga bermunculan produk kolaborasi bank dan asuransi yang disebut asuransi dwiguna. Selain memiliki biaya yang lebih rendah, asuransi dwiguna bermanfaat tidak hanya saat kita tutup usia tapi juga memiliki fungsi sebagai tabungan..  Sayangnya, produk-produk tersebut malah kurang tepat sasaran karena memiliki minimal deposit yang cukup besar (50 juta), sehingga malah terbatas untuk kalangan tertentu saja.

Bagaimana dengan produk keuangan lain yang bank jual? Bukankah juga memberi pemasukan tambahan?

Ya, menjual reksadana dan surat berharga negara juga memberi penghasilan bagi bank, namun jumlahnya tidak signifikan dibandingkan produk asuransi. Reksadana memiliki biaya pembelian 0.5% sampai 1%, ditambah dengan bagi hasil untuk biaya manajemen dari manajer investasi, sedangkan untuk surat berharga negara, menurut info yang saya dapatkan bank hanya mendapatkan 1% dari nominal penjualan. Kedua persentase tersebut tentu sangat kecil bila kita bandingkan dengan produk asuransi yang minimal mengenakan biaya 5% untuk pembukaan polis.

Jadi, kesimpulannya gimana?

Intinya bank rajin menawarkan asuransi karena mereka memang butuh penghasilan tambahan, namun saya tidak merekomendasikan siapapun untuk membeli produk asuransi dari bank. Jika memang membutuhkan produk asuransi untuk proteksi, maka jauh lebih baik membeli produk dari agen asuransi yang memang lebih bagus dari segi fitur dan pelayanan. Jika menginginkan produk tabungan, maka reksadana menjadi pilihan yang jauh lebih tepat karena tidak memiliki banyak komponen biaya.

Namun, ada satu keuntungan ‘kurang penting’ yang bisa kita dapatkan dengan membuka produk asuransi bank, yaitu hubungan baik dengan pihak bank. Hubungan baik tentu nilainya berbeda untuk setiap orang. Bagi orang yang membutuhkan pelayanan dari cabang bank seperti saya untuk keperluan usaha, hubungan baik nilainya tak terhingga. Namun untuk orang biasa yang tidak memiliki keperluan apa-apa, hubungan baik tidak ada gunanya.

6 thoughts on “Kenapa Bank Sering Nawarin Asuransi?”

  1. Pak Adrian,
    Kalau kasusnya produk unitlink yang diambil oleh ortu utk anaknya tidak sesuai manfaat dengan kondisi sekarang (misal UP Jiwa kegedean, rider ga penting, topup reguler, dll), dan ingin dilakukan revisi polis (UP diturunkan, rider takeout)
    tanpa merusak hubungan baik dengan manajer bank.

    Apakah ada solusinya? dan misal kalau udah gak trust agent, kita ganti ke Agent lain, apakah ada dinotify manajer bank/agent lama sblmnya?

    Catatan: BO dan Manajer (sok terlibat) selalu berupaya mengagalkan perubahan dengan iming2 konfirmasi ke ortu terkait perubahan, padahal jelas PPnya sudah resmi ke saya.

    1. Halo bro Michael. Revisi polis itu tidak berpengaruh ke komisi di agen atau RM kok, jadi silakan saja dilakukan kalau memungkinkan. Namun cek dulu itu asuransinya memperbolehkan revisi sebelum tahun kelima atau tidak, karena bro Michael bilang cuti premi baru bisa dilakukan di tahun ke 5.

      Untuk produk asuransi jarang bisa tukar agen kecuali agen nya resign atau meninggal. Kalau mau menghindari campur tangan agen, bisa langsung direct ke cs asuransinya

      1. Revisi polis (UP diturunkan, takeout rider dll) bisa kok, cuman bonus NLG gak aktif jadinya. Komisi di agen tetap sama seperti di awal polis dibuka?

        Terkait campur tangan, yang menjadi masalah adalah komunikasi, dimana setiap perubahan yang sudah diacc dari cs, itu muncul di portal agen dan si agen lapor ke Manajer bank (atau Manajer cek lgsg). Jatuhnya pihak bank konfirmasi ke ortu, dan di sini “hubungan baik dengan pihak bank” jadi terganggu dan perubahan dari PP itu jadi terhalangi karna “tidak diizinkan ortu”.

        Kira-kira menurut pak Adrian, solusinya apa untuk ini? Saya jadi susah untuk meminimalisir info disampaikan ke manajer, dan susah revisi polis sesuai kebutuhan saja jadinya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.