Photo by D'Vaughn Bell from Pexels

Alokasi Dana Saya untuk Bot Forex / Auto Trade

Sama seperti di dunia P2P lending, banyak juga yang menanyakan berapa persen alokasi portfolio saya pada bot forex

Konten ini juga tersedia dalam format video Youtube

Saya menjawab sejujurnya bahwa tidak lebih dari 10% portfolio saya. Lalu banyak yang tanya: kenapa tidak lebih? Kan returnya sangat tinggi, melebihi p2p lending dan seluruh instrumen investasi lainnya.

Saya menjawab sederhana saja: karena saya bodoh.

Saya bodoh karena, sebagai makhluk yang berakal sehat, saya malah memilih keuntungan yang lebih kecil dibanding yang besar.  Hal tersebut jelas merupakan tindakan irasional yang masuk dalam kategori bodoh.

Namun di sisi lain, kebodohan saya juga gagal memahami underlying yang terdapat pada bot forex.

  1. Di saham, kita pegang kepemilikan suatu perusahaan beserta aset-aset nya.
  2. 2. Di p2p lending, ada perjanjian utang piutang yang dilandaskan pada tagihan, agunan, budidaya, dan identitas
  3. Di trading manual, kita sendiri yang menjadi fundamental atas setiap keputusan jual dan beli yang kita lakukan.

Sedangkan dalam bot forex:

  1. Tidak ada perjanjian tertulis apapun antara kita maupun si pembuat bot forex nya
  2. Semua perusahaan pemasar bot forexnya malah menggunakan izin perdagangan langsung dan menolak klaim bahwa mereka menjual produk keuangan
  3. Pencipta atau pengelola bot bisa mengubah algoritma maupun ketentuan penggunaan tanpa perlu meminta persetujuan
  4. Kebanyakan merk bot tidak bisa, tidak pernah, atau tidak bersedia menunjukkan wujud asli bot maupun identitas master trader yang menjadi trader rujukan

Saya bahagia bahwa bot forex mendemokratisasi dunia keuangan di Indonesia, bahwa orang-orang dengan keterbatasan ilmu dan waktu pun bisa menikmati cuan super tinggi setiap harinya, bahkan banyak yang merasa bisnisnya diselamatkan bot forex disaat pandemi penuh ketidakpastian seperti ini.

Namun sekali lagi, kebodohan saya menghalangi saya untuk mengambil keputusan rasional untuk all in di bot forex, karena bagaimanapun saya percaya prinsip alami bahwa high risk high return, dan bagi otak saya yang sempit ini, bot forex sepertinya too good to be true.

Jadi, saya nyicip-nyicip dulu saja disini, sama hal nya dengan di 2018 saat saya cuma nyicip-nyicip di p2p lending tapi sudah sok tahu menulis blog ini layaknya pengamat ahli.

Lagipula, dengan dana terbatas sayapun senang bahwa banyak dari pembaca blog ini yang mau mendukung saya dengan mendaftar bot forex sebagai downline saya – terima kasih banyak! Tentunya, saya selalu menekankan ke mereka untuk menerapkan manajemen risiko yang saya terapkan juga: jangan nyemplung 100% ke bot forex, dan kalaupun mau nyemplung banyak, cobalah sebar dana ke beberapa merk bot forex.

Setidaknya, kalau memang ternyata ada yang cuma money game atau scam, tidak amblas semua-muanya. Pasti ada yang selamat atau legit, dan ambruk pun tidak berbarengan kan?

Atau jangan-jangan, semua merk bot forex yang kita gunakan sebenarnya berada dalam kepemilikan satu pihak?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.