Adrian Siaril

investasi yang buruk

Sudah Sering Investasi, Tapi Nyesel Ikutan yang Satu Ini!

Seperti yang sudah diketahui bahwa saya berinvestasi di banyak instrumen investasi, dari jenis investasi low risk hingga high risk sudah pernah saya coba. Namun dari sekian banyak investasi yang saya miliki, tidak ada yang membuat saya menyesal seperti pada investasi yang satu ini. Bahkan pada investasi bodong pun, rasanya tidak akan sampai menyesal seperti pada investasi ini, di mana pada investasi bodong asasnya mutlak karena penipuan.

Apa Anda tahu investasi apa yang membuat saya demikian?

Sebut saja ETF atau Exchange Traded Fund, yang merupakan jenis reksadana yang diperdagangkan di bursa saham. Jenis investasi ini seharusnya memiliki keunggulan lain dibandingkan dengan reksadana pada umumnya yang cenderung membutuhkan waktu beberapa hari dalam proses pencairannya. Namun, ETF sendiri justru identik seperti saham pada umumnya yang bisa diperdagangkan di jam operasional bursa dan transaksinya tergolong instan selama ada yang melakukan jual beli.

Kenapa Saya Bisa Menyesal?

Beberapa waktu lalu, saya mencoba membeli beberapa produk ETF di salah satu sekuritas. Saya membeli berbagai macam ETF dengan asumsi ingin mempelajari pola dan melihat imbal hasil yang dapat saya terima nantinya. Akan tetapi, investasi di sini justru berujung kekecewaan.

Padahal sejauh ini, investasi yang paling banyak saya miliki adalah reksadana. Bisa dibilang, saya nge-fans terhadap investasi ini. Atas dasar itu pula, saya tertarik untuk mencoba berinvestasi pada ETF yang notabene di luar negeri lebih laku dan sudah menjadi instrumen yang umum karena memiliki keunggulan-keunggulan tertentu, dan performanya di atas reksadana.

Namun, kendala utama yang saya rasakan terhadap ETF yang ada di Indonesia ini ialah likuiditasnya yang cukup parah. Faktor penyebab hal ini terjadi ialah karena di Indonesia belum banyak yang berinvestasi di ETF. sehingga ketika akan melakukan transaksi, saya kesulitan jual karena sangat sedikit yang berinvestasi di ETF ini.

Bagaimana Cara Kerja ETF?

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa ETF memiliki karakteristik yang dapat diperdagangkan di pasar saham, yang mana menunjukan bahwa ETF sangat terpengaruh oleh supply & demand, juga bid & ask.

ETF berbeda dengan reksadana biasa, di mana harga reksadana sudah ditentukan berdasarkan NAV (net asset value) dan kajian kustodian. Dengan hal itu, berarti kita dapat mencairkan sesuai NAV dan sudah dipastikan order-nya akan diambil oleh manajer investasi. Sebab jika kita menjual namun tidak diproses, maka pihak manajer investasi yang akan bertanggung jawab dan dikenai sanksi. Sedangkan pada ETF, jika tidak ada yang membeli ketika melakukan order, maka tidak ada jaminan bagi user ETF ini dalam pengambilan order yang dilakukan.

Memang, hal ini sama dengan cara kerja saham yang jika kita menjual saham dengan harga tertentu dan tidak terjual, maka tidak ada yang menjadi jaminan. ETF pun memiliki risiko yang sama tingginya dengan saham. Hal ini dikuatkan ketika harga ETF saya sudah lebih tinggi dari harga beli, tetapi tidak ada yang langsung membeli.

Sekalipun ada yang membeli, selisih atau spread-nya sangat tinggi sehingga nilai jualnya justru terjun bebas dan tetap berada di bawah harga beli. Ini terjadi jika saya menjual pada detik yang sama. Hal inilah yang membuat saya menyesal membeli instrumen investasi ini dan hal-hal tersebut baru saya sadari setelah saya merasakan langsung risikonya.

Apakah ETF Masih Berpeluang untuk Investasi?

Sebagai pemakluman, volume partisipan saham di Indonesia memang relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Sehingga jika volume pada sektor saham saja investornya masih rendah, wajar saja jika ETF jauh lebih rendah lagi.

Tetapi dengan alasan tersebut, saya tetap tidak merekomendasikan investasi pada ETF. Meskipun bisa dibilang hal ini seperti lingkaran setan, yang mana jika kita tidak mengikuti ETF, maka market ETF pun akan sulit berkembang. Namun sebagai seorang investor, kita juga harus lebih jeli terhadap peluang dan risiko pada setiap instrumen investasi yang kita miliki.

Jika memang produk tersebut belum layak untuk dijadikan instrumen investasi pilihan karena adanya risiko-risiko tersebut, maka Anda bisa menghindarinya dan tidak memaksakan. Karena masih banyak instrumen investasi bagus yang dapat dijadikan pilihan seperti reksadana normal, saham langsung, bonds dan sebagainya. Intinya, untuk ETF ini tidak saya rekomendasikan dan saya sendiri cukup menyesal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terkait

Artikel Populer

Advertisement

Disponsori oleh:

Kode Referral

Akseleran: AKSLADRIA13403
ALAMI: ASIARI
Allianz Smart Poin: rvam2zmw
Ajaib : asia625
Amartha: IL035033
Asetku:WVQXQ
BCA Credit Card (Kartu Kredit BCA): ADRIA0002117
Bibit: ucleiaf
Bizhare: ASA8KHDU

Bmoney: REF-KRJI0
Bukalapak: BAMBANGRAHARJA13YJ
By.u: Klik link disamping atau masukkan BYADRI8439991
Canva: klik link disamping
Cashbac: adr01ak
Catchplay: langsung klik link tersebut
Crowdo: U051549
Crowde: FNYTMZK
DANA: bltuDi
danaIN: 12552
Danamart: asiaril

Deposito BPR by Komunal: AS2333
DNA PRO: ADRIANSI0512
EA-50 : ASIAR8548
Easycash: WRo7Rsw
Ebay.blanja.com: 25CN5E949CBD
E-mas: 9D3CEDUY
Esta Kapital: ZTVINT
Fazzcard: 36baeb7a01
FIN888: adriansi0512
Flip: SHIA6755
Fore Coffee: 5BA015
Fundtastic: FUN10287
Gradana: AS0302191555
Getplus: DWNXM6GDM
Halofina: AIE74C
Hangry!: ADRINALD
iGrow: IGWSIA1980
Indogold: 98532
Investree: LJGZ3
Invisee: @AS0e99d
Jackhammer Co (via TADA): langsung klik link disamping
Jenius: $asiaril
Jurnal: ADRIA21895 atau klik link disamping
Kapital Boost: BAT6M2
Kaspro: E57u7c
KoinWorks: 62507
Koingold by Koinworks: KG-62507
Komunal: 1CE8460
Lakuemas: adrian2128
Levi’s VIP Indonesia: 31A8KL2
Lotus International – Fahrenheit: adriansiaril
Mekar: ADRIA2476
Modalku: jdq73oc9
Modal Rakyat:AS1817506638
NYALA: klik link disamping
OCBC NISP One Mobile: klik link disamping
OY: langsung klik link disamping
Pegadaian: PDS4ED81
Pluang: ADRI667294
Qoala Plus: XM3KSRAL
Raiz Invest (Indonesia): MDA2P7
Shopback: us3h2G
Shopee: ASIAR252
SmartX: asiaril
Sweet Escape : 1FSRH
Tamasia: MIK97TR
Tanamduit: ADRIA00INH7
Talenta: talenta641
Tanifund: ADRR20
Tiktok: A729133701
Tokopedia: TPADR8548
Tunaiku: SASIARIL
Uangme: 7627
Yesdok: ADRIANS1U
Yukk: asia48