Bagaimana Diversifikasi di P2P (Peer to Peer) Lending

Diversifikasi… Istilah yang seharusnya dipahami dan dipraktekkan oleh setiap investor di dunia, entah pemula atau senior.

Singkatnya, diversifikasi adalah menyebarkan dana anda ke berbagai macam jenis produk investasi dengan tujuan meminimalkan risiko investasi anda secara keseluruhan.

Memahaminya mudah bukan? Dan menurut saya, penerapannya juga mudah. Jadi saya kaget ketika seorang relationship manager P2P (Peer to Peer) lending menginformasikan ke saya bahwa masih banyak lender di website tersebut yang menumpuk dana dalam satu pinjaman saja.

Sebenarnya saya malas membahas hal-hal mendasar, bukan karena saya sombong, sebaliknya justru karena pembahasan hal-hal dasar seperti ini sudah banyak yang menulis jauh lebih bagus daripada saya.

Jadi, di tulisan ini saya targetkan secara spesifik untuk menerapkan diversifikasi dalam P2P (Peer to Peer) Lending saja. Tidak akan ada pembahasan diversifikasi di aset-aset lainnya. Silahkan membaca tulisan saya “Investasi Apa yang Tepat untuk Saya” untuk informasi perihal aset lainnya. Berbeda dengan artikel saya yang lainnya, kali ini mungkin akan memakan waktu anda sekitar 10 menit.

Ayo mulai. Saya akan jabarkan faktor apa saja yang harus dipertimbangkan ketika menyebarkan dana anda.

1. Platform Investasi

Sebelum pusing memilih pinjaman mana yang ingin didanai, hal pertama yang lebih penting adalah TIDAK menaruh seluruh uang anda di satu website pinjaman saja. Saya bukannya paranoid bahwa uang saya akan dibawa kabur oleh satu pihak tertentu – semua website lending di Indonesia sudah diawasi OJK sehingga hal tersebut mustahil terjadi. Namun, menyebarkan uang anda di beberapa website akan membantu anda memilih pinjaman yang lebih bervariasi! Tentu saja hal ini karena setiap website memiliki produk pinjaman yang berbeda-beda.

Menjadi lender di website apapun tidak dikenakan biaya dan proses registrasinya tidak sulit, jadi tidak ada ruginya menjadi lender di beberapa website sekaligus.

Apabila anda membutuhkan perbandingan website-website lending, serta rekomendasi bagaimana saya menyebarkan dana saya di banyak website, maka artikel saya yang ini sudah membahasnya secara detail.

2. Durasi Pinjaman

Durasi pinjaman berkaitan erat dengan likuiditas uang anda – kapan uang yang anda investasikan bisa dipergunakan kembali.

Durasi pinjaman di semua website bervariasi, rekor terpendek dipegang oleh Modalku dengan tenor 15 hari, dan rekor terpanjang dipegang oleh KoinWorks dengan tenor 18 bulan.

Tenor durasi pendek, meski lebih likuid, tidak selalu bagus dan tenor durasi panjang pun tidak selalu buruk. Apabila seluruh portfolio anda berada di pinjaman durasi pendek, maka ketika pinjaman anda berakhir, ada risiko bahwa dana anda menjadi ‘dana mati’ – yakni ketika uang anda berada di wallet website (yang tentunya tidak berbunga) belum bisa kembali diinvestasikan karena tidak adanya pinjaman yang ditawarkan.

Saya pribadi suka tenor pendek, karena saya suka memindah-mindahkan investasi saya, serta saya tidak pernah memiliki masalah dengan ‘dana mati’ – semua website investasi yang saya ikuti selalu memiliki pinjaman baru yang siap diinvestasikan (kecuali Investree – selalu saja menawarkan sedikit pinjaman yang cepat terdanai) serta fitur yang bisa mengalokasikan dana saya secara otomatis.

Saya menginvestasikan 50% dana saya di tenor pendek (satu bulan kebawah s/d tiga bulan), 35% di tenor menengah (empat bulan s/d enam bulan), dan sisanya di tenor panjang (satu tahun keatas)

3. Kelas Pinjaman

Sebenarnya merupakan faktor paling penting, namun harus saya taruh di posisi ketiga supaya anda tidak langsung pusing membaca poin satu ini.

Setiap website investasi memberikan peringkat/nilai kepada produk pinjaman mereka. Beruntung bagi anda dan saya, sistem peringkat di semua website Indonesia menggunakan standar yang sama, yaitu alfabet dari A sampai E. Beberapa website menambahkan angka dibelakang huruf tersebut sebagai sub-class untuk memberikan klasifikasi lebih detail.

Singkat cerita, sama seperti rapor anak SD, peringkat pinjaman A merupakan pinjaman terbaik dari sisi likuiditas, yang berarti risiko gagal bayarnya paling kecil. Namun demikian, sesuai hukum dasar investasi, risiko kecil berarti bunga yang didapatkan juga paling kecil dibandingkan kelas pinjaman lainnya.

Menumpukkan seluruh dana anda hanya kedalam satu kelas pinjaman berarti melawan konsep diversifikasi. Apabila seluruh dana anda taruh di kelas A, memang berarti investasi anda cukup aman dari risiko gagal bayar, namun imbal balik yang anda terima tidak maksimal.

Sebaliknya, apabila menaruh seluruh dana pada pinjaman kelas rendah (C, D, dan E), terjadi risiko gagal bayar yang lebih tinggi meskipun investasi anda seharusnya tumbuh lebih cepat.

Sehingga, cara yang paling baik adalah menaruh dana anda ke kelas investasi yang berbeda beda untuk menyeimbangkan bunga pinjaman dan risiko.

4. Jumlah uang yang diinvestasikan

Saya sebenarnya malas membahas yang satu ini, karena pasti sudah cukup jelas dalam praktiknya. Tapi ya sudahlah, sekalian saya mencuri kesempatan untuk SEO dalam artikel ini.

Percuma saja anda sudah membagi strategi diversifikasi berdasarkan tenor, kelas, dan website, bila ujung ujungnya anda tidak mengatur nominal investasi nya supaya menjadi proporsional.

Beberapa investor suka menghitung dan menerapkan secara detail jumlah investasi maksimal untuk setiap kelas dan tenor. Meskipun tidak ada yang salah dengan metode tersebut, saya lebih suka menggunakan rumus sederhana untuk menghemat waktu seperti dibawah ini:

Kelas PinjamanTenor
Pinjaman
Nilai Maksimal dari total dana
APendek 30%
Sedang
15%
Panjang 5%
BPendek 25%
Sedang 10%
Panjang 5%
CPendek 20%
Sedang 5%
Panjang 0%
D Pendek 10%
Sedang 0%
Panjang 0%
E Pendek 15%
Sedang 0%
Panjang 0%

Tabel perhitungan tersebut bersifat cross-website, jadi misalnya untuk proporsi pinjaman kelas A dengan tenor pendek, sudah mempertimbangkan seluruh website lending yang ada di portfolio saya. Perhatikan bahwa jumlah persentase apabila ditotalkan lebih dari 100%, karena anda tidak perlu terlalu strict dengan perhitungan anda sendiri, dan sebaliknya harus fleksibel dan cepat mengubah strategi sesuai kondisi keuangan anda.

Misalnya, apabila anda sudah membatasi bahwa pinjaman kelas C dengan tenor diatas enam bulan secara total tidak melebihi Rp5 juta, maka berhentilah berinvestasi di kategori tersebut dan salurkan dana anda di kategori lainnya. Namun apabila anda tiba-tiba mendapatkan bonus dari kantor dan memiliki dana lebih untuk diinvestasikan, maka tidak ada salahnya menambahkan proporsi investasi di kelas C tenor sedang.

5. Klasifikasi/Kategori investasi

Semakin panjang tulisan ini, semakin malas pula saya menulis lagi, sehingga yang paling kurang penting saya taruh di poin terakhir.

Faktor yang kelima ini mungkin sama sekali tidak dipertimbangkan oleh kebanyakan investor, termasuk saya!

Klasifikasi/kategori investasi berhubungan dengan keperluan apa yang anda sedang danai.

  • Apakah untuk membiayai perusahaan membeli barang? — Berarti procurement financing.
  • Apakah untuk membantu orang yang tidak anda kenal untuk memperbaiki rumahnya? — Berarti pinjaman personal.
  • Apakah untuk membantu sebuah kampus meluncurkan program baru? — Berarti pinjaman edukasi.
  • Apakah untuk membantu petani mendistribusikan hasil panennya? — Berarti pinjaman agrikultural.

Masih banyak klasifikasi lainnya dengan istilah yang berbeda-beda sesuai dengan website masing-masing, misalnya teknologi, revolver, UKM (usaha kecil menengah), dan lain-lain. Klasifikasi pinjaman tidak berhubungan dengan kelas pinjaman. Yang berarti misalnya untuk invoice financing bisa saja ada yang kelas A maupun kelas E.

Apa pentingnya dalam hal diversifikasi?

Tidak ada… untuk saat ini.

Dalam investasi saham, hal ini jauh lebih penting untuk menghindari risiko makro (faktor skala besar), misalnya regulasi baru yang mempengaruhi sektor industri tertentu. Namun dalam P2P (Peer to Peer) lending, saat ini belum ada dampak yang signifikan terhadap diversifikasi seorang investor.

Namun demikian, apabila anda berencana menjadi investor jangka panjang dengan berbagai macam aset, ada baiknya untuk turut mempertimbangkan faktor ini supaya nalar diversifikasi anda semakin kuat dan terbiasa.

Terima kasih telah membaca sampai bawah!

About asiaril

Tulisan saya adalah opini pribadi yang tidak memiliki kredibilitas apapun. Kerugian dalam bentuk apapun yang timbul akibat membaca tulisan saya (misalnya buang buang waktu) sepenuhnya menjadi tanggung jawab anda. Apabila anda tidak suka dengan karya saya, janganlah marah kepada saya, namun pukullah layar komputer anda dengan linggis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.