logo igrow asia muhaimim iqbal

Review iGrow 2021 – P2P lending agrikultur dengan asuransi

 

Review iGrow ini ditulis pertama kali pada 1 Januari 2019 dan diperbaharui terakhir pada 7 Juli 2021, dimana sampai saat ini saya masih menggunakan iGrow. Kriteria penilaian yang digunakan untuk mengulas iGrow dibahas lengkap di tulisan BAGAIMANA MENGEVALUASI P2P LENDING. Sebelum membaca review ini, saya merekomendasikan anda membaca tulisan tersebut supaya bisa memahami jelas kriteria yang digunakan dalam review ini.

Apabila tertarik, daftar di iGrow menggunakan kode referral saya IGWSIA1980 untuk mendapatkan bonus.

Portfolio saya di iGrow

Total disbursement (dana diinvestasikan): 56.892.000 rupiah untuk 19 proyek

Masih berjalan: penjualan ikan mas pasaran, ikan nila air deras, pembenihan jagung blitar, ikan mas kelompok budidaya malang, sukun, mangga, super, precision farming sayuran, kelapa super, alpukat.

Sudah selesai: jagung hibrida, jagung dompu, melon agrihood, pembenihan jagung, revitalisasi cengkeh, hijauan pakan ternak, lada putih montok, tebu

Total proyek bermasalah: 1,516,50 rupiah atas satu proyek (Hijauan Pakan Ternak)

Total keuntungan: 2.509.900 rupiah

Catatan khusus: jagung dompu ada keterlambatan pengembalian modal namun sesuai standar OJK karena belum 90 hari maka belum saya kategorikan bermasalah. Precision farming sudah 3 kali tidak bagi hasil, tapi karena merupakan skema investasi layaknya Equity Crowdfunding maka tidak bisa dikategorikan gagal.

Tentang iGrow

iGrow dulunya memiliki model usaha investasi tanaman, sehingga wajar dulu tenornya mencapai belasan tahun. Saya sudah menggunakan iGrow saat itu sehingga saat ini portfolio saya memang ada yang jatuh temponya masih lama sekali (10 tahun lagi). Saat ini iGrow sudah berubah menjadi p2p lending, dan sayangnya hal ini mengecewakan banyak pengguna lamanya yang ingin berinvestasi bebas riba (investasi tidak mengandung riba, tapi p2p lending yang non-syariah masuk kategori riba)

iGrow memiliki nama legal PT iGrow Resources Indonesia dan merupakan salah satu fintech lending pertama di Indonesia yang mendapat suntikan dana. Suntikan dana mereka berasal dari 500 Startups dan East Ventures yang merupakan badan investasi luar negeri. iGrow memiliki struktur unik dalam menjalankan bisnis, dimana mereka melibatkan partner surveyor yang bertugas secara independen untuk mengawasi proyek, operator yang mengerjakan proyek secara langsung, dan landlord sebagai pemilik tempat/lahan tempat dikerjakannya proyek tersebut. Proyek di iGrow semua memiliki kombinasi pihak-pihak yang berbeda. Menurut saya hal ini tentu meningkatkan kredibilitas iGrow karena bisa bekerjasama dengan berbagai partner dan tidak memiliki ketergantungan dengan pihak tertentu.

Semua proyek iGrow dikerjakan di Indonesia oleh pihak yang berbasis di Indonesia, sehingga investasi anda cukup berdampak baik bagi negara.

Produk Pendanaan iGrow

iGrow yang dulunya menyediakan kesempatan memiliki tanaman, sekarang lebih fokus melakukan financing atau permodalan pada kegiatan yang berhubungan pada pertanian. Jadi nilai unik iGrow perlahan-lahan mulai hilang karena sekarang sama saja dengan p2p lending lain yang mayoritas hanya fokus pada financing order atau invoice.

Jumlah pinjaman yang umumnya tersedia: dua sampai lima pinjaman

Retur: 14%-20% per tahun

Tenor: 2 bulan – 24 bulan

Minimum investasi: 1.5 juta – 2.5 juta

Plafon maksimal pinjaman: Tergantung dari jumlah unit tersedia, dikali harga per unit (harga per unit = minimum investasi)

Variasi Pinjaman

Sejak berevolusi menjadi p2p lending, iGrow terus menerus menambah variasi pendanaannya, bukan hanya kepada sektor petani saja, tapi sekarang sudah merambah ke sektor nelayan, pakan, bahkan penjualan produk akhir (misalnya minyak nilam)

Likuiditas

Selain tenor pinjaman, likuiditas anda tergantung dari seberapa cepat pendanaan terpenuhi, bila terlalu lama maka effective return anda akan berkurang.

Anda juga perlu tahu ada dua jenis ‘tenor‘ di igrow, yaitu tenor panen dan tenor pengembalian modal. Anggaplah panen sebagai dividen pertama yang akan dibagikan setelah tanaman anda sudah membuahkan hasil, sedangkan tenor pengembalian modal adalah saat dimana anda menentukan apakah ingin ‘menjual kembali’ tanaman tersebut untuk mencairkan modal anda.

Dampak Sosial iGrow

Beberapa investasi di P2P lending mempunyai dampak sosial baik, dan beberapa tidak.

Bagus karena anda mendukung kegiatan pertanian di negara sendiri. Namun perlu dicatat bahwa petani petani di iGrow bukan seperti yang anda bayangkan. iGrow bekerjasama dengan ‘organisasi’ atau ‘badan’ yang membawahi petani petani yang sudah terlatih dengan baik, bukan petani lepasan yang gagap teknologi dan tidak mengenal listrik.

Mitigasi Risiko iGrow

Beberapa website P2P lending memiliki perlindungan atau jaminan terhadap nilai modal anda sehingga kerugian anda terbatasi bila terjadi gagal bayar.

iGrow telah menyediakan pilihan bagi lender untuk membayar sejumlah 1.25% dari nominal pendanaan untuk mendapatkan asuransi kredit yang melindungi 80% pokok modal tak terbayar. Saya sangat mengapresiasi langkah ini karena akhirnya ada p2p lending agrikultur yang menyediakan asuransi. Banyak penyedia asuransi tidak mau bekerjasama dengan p2p lending segmen agrikultur karena risikonya kelewat besar.

Informasi lebih lanjut tentang penanganan gagal bayar, baca artikel ini.

Apakah iGrow Aman?

Ya, iGrow terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Apakah iGrow penipu?

Belum pernah ada laporan, berita, atau keluhan tentang pelanggaran serius yang diakibatkan oleh iGrow. Saya sebagai pengguna iGrow yang sudah cukup lama bergabung juga belum menemukan masalah yang serius tentang mereka.

Apabila anda membaca komentar negatif tentang proyek gagal atau pembayaran yang telat di iGrow, hal tersebut sangatlah wajar karena dalam investasi P2P lending, risiko telat bayar dan gagal bayar memang ada sehingga bukan murni merupakan kesalahan iGrow. Yang jelas iGrow bukan investasi bodong.

Untuk memahami risiko dan keamanan dalam p2p lending, baca artikel ini

RM dan Customer Service iGrow

Beberapa kali saya mengalami masalah teknis saat melakukan investasi, namun tim customer servicenya sangat tanggap. Bonus poin karena mereka TIDAK menggunakan macro! (Macro adalah kalimat preset yang umumnya digunakan customer service)

Mereka membalas email dalam hitungan jam dan sangat sopan dalam membalas, serta menjawab pertanyaan dengan akurat dan lengkap. Hal tersebut berlaku sampai sekarang, dimana mereka menjelaskan secara lengkap dan jujur perihal proyek saya yang macet di iGrow.

Saya mengenal salah satu RM iGrow, tapi itupun karena saya bertemu dengan beliau di suatu event. Saya tidak pernah dihubungi sebelumnya. Sepertinya RM iGrow didekasikan khusus untuk lender dengan dana yang cukup besar.

Persentase Non Performing Loan (NPL) iGrow

Non Performing Loan (NPL) adalah pinjaman yang gagal bayar sehingga anda tidak mendapat bunga sama sekali atau bahkan kehilangan sebagian atau seluruh. modal anda.

iGrow menuruti peraturan terbaru OJK yang mengharuskan setiap P2P lending memajang persentase pinjaman lancar mereka secara realtime di halaman depan website mereka. Semakin rendah angka ini, berarti semakin buruk kinerja pinjamannya (banyak yang gagal bayar) Per 30 April 2019, iGrow menunjukan angka 96.21% yang berarti ada sebagian proyeknya yang bermasalah.

Sejauh ini investasi saya kelihatan baik-baik saja. Namun perlu diingat – tanaman membutuhkan waktu lama sampai bisa dipanen. Bisa saja investasi anda di iGrow selama tiga tahun pertama baik baik saja namun di tahun keempat saat mau panen tiba-tiba mati. Saya sudah berkali-kali bilang bahwa p2p lending segmen agrikultur ini memiliki risiko tertinggi.

iGrow Syariah atau Tidak?

Di model bisnisnya yang lama, iGrow sesuai dengan prinsip syariah karena memiliki modal investasi (bukan peminjaman modal) – sekalipun belum memiliki sertifikasi MUI. Namun setelah menjadi P2P lending saat ini, serta belum memiliki sertifikasi syariah apapun, maka bisa disimpulkan bahwa iGrow belum sesuai prinsip syariah.

Promosi dan Program Referral iGrow

Dikutip langsung dari iGrow

“Saat pertama kali investasi di iGrow, Anda akan mendapat kredit sebanyak 1% dari total harga komoditas yang ia investasikan (tanpa batasan maksimal). Kredit yang terkumpul dapat digunakan sebagai potongan pembayaran saat anda berinvestasi di iGrow”

Setelah sekian lama saya akhirnya mulai mendapatkan bonus referral dari iGrow, Bonus referral ini memotong pembayaran investasi anda dan akan dikembalikan seluruhnya ketika proyek sudah selesai, mantap!

Contoh: nilai investasi Rp5 juta, pembayaran menggunakan transfer Rp4 juta dan voucher referral Rp1 juta. Ketika proyek selesai, saya menerima Rp5 juta ditambah return/bunga.

Catatan Lain tentang Model Bisnis Lama iGrow

iGrow merupakan website P2P lending pertama yang saya gunakan!

Di model investasi lama, Anda sebagai investor iGrow mendapatkan sertifikat kepemilikan tanaman yang anda danai dan berhak untuk melakukan kunjungan langsung ke lahan untuk melihat tanaman anda. Saya belum pernah melakukan hal ini namun ingin mencobanya ketika pandemi sudah selesai.

Penting juga untuk diketahui, bahwa iGrow tidak menjamin bahwa retur yang anda dapatkan pasti memenuhi ekspektasi yang tertulis saat anda memilih produk. Retur asli baru ketahuan setelah proyek mulai dipanen atau selesai karena menyesuaikan keuntungan hasil panen yang asli.

Kesimpulan

Kelebihan iGrow:

  • Customer service yang mantap.
  • Anda boleh berbangga berinvestasi di iGrow karena turut membawa dampak sosial yang nyata.
  • Punya asuransi opsional untuk memitigasi proyek yang bermasalah
  • Bisa alokasi wakaf otomatis.
  • Retur yang cukup kompetitif

Kekurangan iGrow:

  • Pilihan investasi sedikit dengan variasi yang sempit.
  • Tenor investasi umumnya cukup lama.
  • Partner yang ditunjuk iGrow kebanyakan tidak konsisten memberikan update tentang investasi anda.

Rekomendasi

Meskipun iGrow menjadi P2P lending pertama saya dan juga favorit saya sampai saat ini (dana saya kebanyakan diinvestasikan disini), sulit untuk merekomendasikan iGrow sebagai pilihan investasi utama untuk kebanyakan orang. iGrow lebih cocok dijadikan sarana Wakaf (yang memang disediakan) dan investasi sosial.

Kenapa saya sangat suka iGrow? Karena berbeda dengan P2P lending lain dimana anda mendapatkan retur dari pinjaman orang lain, di iGrow saya mendapatkan retur dari investasi saya yang memiliki wujud nyata (tangible) – yaitu tanaman. Saya punya kepedulian khusus dengan agrikultur Indonesia sehingga sangat suka berinvestasi di iGrow meskipun memiliki akses ke alternatif investasi yang lebih menarik.

Siapa yang Cocok Berinvestasi di iGrow?

  • Investor yang peduli terhadap pertanian Indonesia.
  • Investor yang ingin punya aset tangible (bisa disentuh dan bentuknya nyata).
  • Investor yang tidak bermasalah mempunyai investasi jangka panjang.

Bagaimana dengan Saya?

Saya masih punya portofolio aktif di iGrow yang tenornya akan jatuh belasan tahun lagi, jadi rasanya saya akan menjadi pengguna iGrow untuk waktu yang cukup lama. Saya juga masih suka ikut proyek baru apalagi jika harga unitnya murah dan tenornya pendek. Kendati demikian saya tidak merekomendasikan pemula untuk investasi di iGrow karena risikonya terlalu tinggi sekalipun dengan asuransi kredit. Saya hanya setia pada iGrow karena punya kepedulian khusus di agrikultural dan dia adalah cinta pertama saya di P2P lending.

Apabila tertarik, daftar di iGrow menggunakan kode referral saya IGWSIA1980 untuk mendapatkan bonus.

Demikian ulasan/review saya tentang iGrow. Semoga bisa memberi anda gambaran tentang kelebihan dan kekurangan iGrow, serta membantu anda menentukan apakah iGrow aman untuk profil risiko anda. Jangan lupa untuk membandingkan website P2P lending lainnya.

101 thoughts on “Review iGrow 2021 – P2P lending agrikultur dengan asuransi”

    1. Halo! Igrow memberikan sertifikat digital untuk setiap pendanaan yang dilakukan. Apabila pendana datang ke lokasi proyek, bisa menunjukkan sertifikat tersebut untuk lihat langsung proyeknya. Saya sendiri belum pernah melakukan kunjungan, dan saya sarankan menghubungi igrow langsung untuk mekanismenya.

      1. pak, kalo boleh tau, komoditas apa saja yang bapak beli di igrow? saya juga investor di igrow. saya terbilang cukup lama di igrow. kalo gak salah sejak 2018. beberapa proyek berjalan dengan lancar. namun ada juga yang mengalami keterlambatan pembayaran baik margin maupun modalnya.

        1. Halo pak. ini portfolio saya yang masih berjalan: penjualan ikan mas pasaran, ikan nila air deras, pembenihan jagung blitar, ikan mas kelompok budidaya malang, sukun, mangga, super, precision farming sayuran, kelapa super, alpukat. yang sudah selesai: jagung hibrida, jagung dompu, melon agrihood, pembenihan jagung, revitalisasi cengkeh, hijauan pakan ternak, lada putih montok, tebu

          1. Di email yang mereka kirimkan maupun dashboard account. Saya senang bisa berbagi info, namun untuk hal2 teknis seperti ini saya sarankan menghubungi platform langsung karena informasi yang disampaikan akan lebih akurat dari pihak bersangkutan

          2. saya juga investor di igrow. saya terbilang cukup lama di igrow. kalo gak salah sejak 2018. beberapa proyek berjalan dengan lancar. namun ada juga yang mengalami keterlambatan pembayaran baik margin maupun modalnya.

    1. OJK dan MENKOMINFO saat ini sedang memblokir situs situs fintech (baik legal maupun illegal) untuk melindungi data konsumen. Ini sebabnya Akseleran, Asetku, dan Koinworks juga sempat tidak bisa diakses, karena semuanya dipaksa merubah sistem mereka untuk membuktikan bahwa mereka tidak mencuri data konsumen. Saya rasa sekarang giliran iGrow yang sementara diblokir sampai mereka bisa membuktikan bahwa sistem mereka aman dan melindungi data kita.

    2. Pak asiaril, apakah bapak berinvestasi di igrow pernah mengalami kerugian ? Lalu pengalaman bapak investasi disana apakah dapat untung atau rugi ?

      1. Halo mas Irfan. Alhamdullilah sejauh ini lancar ya. Untuk 3 proyek saya yang sudah balik modal itu jangung, cengkeh, tebu, semua lancar dan untung. Yang masih berjalan itu ada sekitar 10 proyek lagi. 6 sudah memberikan bagi hasil secara lancar. Sisanya ini Alpukat, Mangga super, Kelapa super, Sukun belum pernah bagi hasil. Saya lagi tanyakan ke cs, karena menurut jadwal harusnya 2019 ada bagi hasil namun berdasarkan laporan video, bagi hasil pertamanya dijadwalkan 2020

  1. Mas Adrian, Kalau boleh tahu perhitungan bagi hasil di igrow berdasarkan prosentase dari modal yang diikutkan atau dari hasil penjualan (laba panen)?

    1. halo mas Irfan. Berdasarkan laba panen, makanya mereka selalu menulis kata-kata SEKITAR dalam produk pendanaan mereka, karena hasilnya mungkin berbeda dari ekspektasi

      1. 1. Apakah saat laporan yang diterima investor (email) dijelaskan secara detail misal : biaya operasional, laba penjualan, kerugian (kalau ada) dll?

        2. Apakah berdasarkan pengalaman mas Adrian saat bagi hasil pernah meleset jauh dari promosi project? misal asumsi awal return 14%/tahun. Tapi setelah setahun, hasilnya hanya 7%.

        3. Butuh NPWP nggak mas kalau gabung di igrow?

        1. 1. Ndak mas, tidak sedetail itu. Lain kali panen saya akan coba tanya apakah sebenarnya ada laporan yang mendetail seperti itu namun tidak dikirimkan tanpa diminta

          2. ngga mas, ga pernah meleset sampai parah gitu 50%

          3. Semua p2p lending sih diwajibkan OJK minta npwp mas, tapi sejauh ini banyak yang memperbolehkan lanjut daftat tanpa NPWP. kebetulan saya selalu memasukkan npwp saya, jadi mohon maaf saya juga tidak tahu sekarang ini iGrow memaksa harus ada npwp atau tidak.

  2. Saya investasi di igrow dengan durasi 3 tahun. Kapan modal investasi dibalikkan? Apakah keuntungan dinikmati investor tiap tahun?

    1. Tergantung proyeknya bro. Perlu di cek panennya kapan. Di igrow, ada dua macam tenor, yaitu tenor return dan tenor selesai. Bisa saja proyek selesai 5 tahun namun return baru ada di tahun ketiga

  3. Saya bergabung di iGrow sejak tahun 2017. Saat itu saya membeli dua jenis investasi yaitu singkong (1 unit) dan jambu air (4 unit). Pada tahun 2018 singkong saya memberikan pengembalian hasil yang sesuai dengan perkiraan yaitu 16% sehingga saya melanjutkan investasi ke tahun berikutnya : 2019. Sayangnya pada tahun ini return yang saya dapatkan hanya 6% sehingga saya tidak melanjutkan investasi singkong saya.

    Menurut saya iGrow masih kurang informatif terhadap kondisi tanaman yang diinvestasikan. Tiap bulan saya harus mengirimkan email kepada iGrow untuk menanyakan status terakhir tanaman saya. Tibalah pada bulan Mei 2019 (1 bulan sebelum panen) ditemukan pada tanaman singkong tersebut terkena banjir sehingga hasil panen tidak sesuai harapan.

    Hingga bulan ini iGrow belum mengembalikan modal awal saya sejumlah Rp. 15 juta dengan alasan PT. Kreasi Agro Terpadu (KIAT) yang telah ditunjuk oleh iGrow sebagai operator tidak dapat mengembalikan pinjaman yang diberikan (telat 2 bulan sejak Juni 2019).

    Saya butuh masukan dari forum ini, apakah sebaiknya saya menempuh jalur hukum atau pengaduan ke OJK apabila modal awal tersebut tidak kunjung dikembalikan?

    Terimakasih

    1. Halo pak Izwardy, saya turut prihatin atas kondisi investasi mas di iGrow, dan terimakasih telah berbagi pengalaman disini. Saya perlu luruskan dahulu bahwa blog saya bukan forum sehingga mungkin tanggapannya disini kurang banyak selain dari saya selaku penulis hehe. Mas Izwardy boleh saja membuat pelaporan ke OJK, namun menurut saya OJK juga tidak bisa bertindak banyak karena dua hal

      (1) iGrow memang diawasi dan terdaftar OJK, namun mereka belum licensed seperti Danamas. Ruang gerak OJK terbatas untuk fintech yang belum licensed.
      (2) Kendala yang mas hadapi berhubungan dengan risiko gagal bayar yang memang secara alamiah terdapat di semua jenis p2p lending. Dalam kasus ini, iGrow tidak menyalahgunakan uang mas sehingga tidak bisa disalahkan,

      Saran saya, mula mula tuntut dulu iGrow secara personal tanpa melibatkan OJK. Mereka pernah berkata bahwa mereka ada endowment fund untuk menutupi hal hal yang tidak diinginkan. Apabila mereka tidak bisa memberikan penjelasan mengapa Endowment fund tersebut tidak digunakan, maka bolehlah mas Izwardy membuat complaint ke OJK dengan asas bahwa mereka tidak konsisten dengan kebijakan perlindungan modal mereka. Semoga masalahnya cepat selesai mas.

      1. Terimakasih Mas Adrian atas penjelasan dan masukan pada case yang sedang saya alami. Sebelumnya saya tidak terinformasi terkait endowment fund di iGrow, pada sertifikat kepemilikan dan T&C yang diberikan oleh iGrow juga tidak dijelaskan lebih lanjut aturan mengenai penggunaan endowment fund tersebut.

        1. Halo pak, saya sudah email igrow dan dapat tanggapan juga perihal endowment fund tersebut. Bapak bisa baca respons mereka di artikel saya. Singkatnya, endowment fund memang sudah tidak berlaku lagi karena dilarang OJK. Saya sudah tanya rekan saya di Akseleran dan mereka bilang memang betul bahwa endowment fund tidak diperbolehkan lagi bilamana dananya digalang oleh penyelenggara langsung (bolehnya lewat pihak ketiga)

      1. Assalamu’alaikum
        Selamat Sore Bapak/Ibu

        Terimakasih sebelumnya karena sudah bergabung bersama iGrow dan terimakasih juga atas kerjasama dan kesabarannya selama ini.

        Kami ingin menginformasikan update informasi dari pihak peminjam PT KIAT (Kreasi Agro Terpadu) terkait komoditas Ketela.

        Setelah diadakannya pertemuan antara pihak peminjam PT KIAT (Kreasi Agro Terpadu) dengan iGrow kami mendapatkan informasi sebagai berikut :
        – Harga pasar Ketela di wilayah Subang atau Jawa Barat dalam kisaran Rp 1.200 per kg, dengan refraksi 10%, atau setara dengan harga Rp 1.080 per kg atau setara dengan Rp 600 – Rp 700 per kg di dalam tanah.
        – Harga Ketela di Pati atau Jawa Tengah bulan September sudah meningkat ke Rp 2.200 per kg timbangan Pati atau setara 1.350 per kg atau setara dengan Rp 900 per kg dalam tanah, namun bulan Oktober ini menurun dalam kisaran Rp 1.900 per kg atau Rp 700 per kg di dalam tanah, akibat masa panen Ketela dari Jawa Timur yang melimpah dan berdampak menurunnya harga pasar Ketela di wilayah Subang atau Jawa Barat.

        PT KIAT (Kreasi Agro Terpadu) sudah mencoba menjual Ketela pada lahan eks terbakar pada tanggal 16 September 2019 kepada pabrikan lokal di Subang seberat 3.710 kg, dengan kesepakatan harga sekitar Rp 1.080 dalam tanah (atau Rp 1.200 dengan refraksi 10%), tetapi pembayaran kurang lancar, sehingga langsung dihentikan. Rendahnya harga Ketela dikarenakan beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur sedang panen raya, dan mengakibatkan harga tepung tapioka juga menurun dalam kisaran Rp 6.000 an per kg.

        Sesuai dengan siklus harga Ketela dan tepung tapioka menurut pihak PT KIAT (Kreasi Agro Terpadu) akan meningkat siginifikan pada periode Februari – April, maka untuk sekarang dan selanjutnya pihak PT KIAT (Kreasi Agro Terpadu) akan melakukan proses giling sendiri komoditas Ketela nya untuk dijadikan tepung tapioka, tetapi tepung tapioka akan disimpan untuk dijual pada Februari – April 2020, sehingga diperoleh hasil pengembalian yang lebih optimal. Kelebihan dari melakukan proses pasca panen/penggilingan Ketela menjadi tepung tapioka oleh PT KIAT (Kreasi Agro Terpadu) sendiri adalah akan mendapatkan hasil panen yang lebih baik daripada dijual dalam bentuk Ketela segar.

        Dan update perkembangan kondisi komoditas Ketela yang terbaru sejak bulan Mei 2019 sampai hari ini kondisinya kurang optimal pertumbuhannya karena nyaris tidak memperoleh asupan air selama 4 bulan lebih.

        Apabila Bapak/Ibu ingin melihat secara langsung komoditas Ketela tersebut, silahkan dapat disampaikan kepada kami dan akan kami bantu untuk mengatur jadwal pertemuan antara Bapak/Ibu dengan pihak PT KIAT (Kreasi Agro Terpadu) dilapangan. Dan biaya transportasi dan akomodasi di lapangan ditanggung sepenuhnya oleh Bapak/Ibu yang akan berkunjung.

        Demikian yang dapat kami sampaikan, wassalamu’alaikum wr wb
        Salam Hangat,

        Catatan:
        Ini balasan email dr pihak iGrow terkait modal yang tidak bisa dikembalikan. Pelajaran bwt saya sebagai investor untuk lebih hati2 menginvestasikan uang di platform p2p terutama apabila perusahaan tidak akuntanbel dalam memberikan laporannya. Jujur iGrow cukup menarik dalam segi return dan misinya sebagai perusahaan ditambah lagi ada embel2 syariah. Namun apakah bisa dibilang syariah ya ketika tidak bertanggungjawab dalam mengembalikan pinjaman? Saya rasa masing2 dr kita bisa menilai management dan GCG perusahaan untuk memutuskan mau melanjutkan investasi atau tidak.

        1. Memang sih ketika ttd kontrak kita juga menyetujui segala resikonya pak. Betul pak ahrus hati2, saya inginnya sih sbg investor bs mendapat laporan keuangan dan informasi peminjam sejelas2nya atau paling tidak update kondisi yang sebenarnya. Jgn tiap bulan blg lancar sukses tp ketika jatuh tempo kok bermasalah..

          Oiya sy invest di revitalisasi cengkeh.
          Semoga kita mendapat keadilan ya pak

          1. kalau untuk transparansi dan laporan reguler sih sebenarnya sudah diwajibkan menurut peraturan OJK mbak. saya lihat iGrow ini lumayan jujur menjelaskan masalahnya kalau ditanya, namun kalau ga ditanya mereka diam aja.

          2. Makasih pak review nya. Setelah saya baca di forum di kaskus di blog sebenernya banyak sekali problem yang berkaitan dengan p2p lending ini. Telat pengembalian return lah return tidak sesuai lah dan masih banyak lagi. Tapi klo dibaca dengan detail term and condition itu spertinya sudah tertulis. Tapi yang saya sayangkan kadang mereka kurang terbuka.. sya masih ragu mau invest di igrow setelah pernah terprosok di crowde. Saya pribadi masih cari cari riview tentang igrow ini.

          3. hmm…. igrow sih menurut saya ga separah crowde. saya sendiri masi aktif inves di igrow. kalau crowde kan bahkan sudah terkesan mau tutup. kalau untuk pemula saya sarankan jangan masuk di p2p lending agrikultur atau perikanan dsb yang berhubungan dengan alam ya pak, karena risiko tinggi. Mulai dengan LENDING PRODUKTIF dulu yang punya proteksi modal, seperti AKSELERAN, AMARTHA, dan DANAIN. Kalau sudah nyaman dengan yang seperti itu barulah coba yang risikonya sedikit lebih tinggi.

        2. waduh saya kira cuma proyek saya doang yang kena macet (Hijauan Pakan Ternak), ternyata ini ada proyek lainnya kena macet juga ya. Berikut penjelasan dari mereka pak:

          Disini kami ingin menginformasikan terkait progress pengembalian modal awal pada komoditas Hijauan Pakan Ternak dari peminjam Asta Hejo, untuk informasi terbarunya pihak peminjam masih belum bisa mengembalikan modal awalnya pada bulan ini yang diakibatkan karena faktor harga sehingga tidak bisa menyerap pasar.

          Dan mitra operator/peminjam Asta Hejo putus kontrak dengan offtaker/pembelinya sehingga berakibat terjadinya keterlambatan pengembalian modal awal kepada para investor periode bulan ini, yang dimana offtaker buyer tersebut tidak memberikan komitmen yang jelas dan tidak dapat diprediksi. Tidak ada informasi kebutuhan riil untuk pakan sapi kandang sehingga hasil panen tidak dapat menyerap pasar dengan baik.

          Karena sudah pernah merasakan yang lebih buruk (Modalku, Crowde), sebenarnya menurut saya igrow cukup transparan sih dalam menjelaskan masalah, namun mereka cenderung diam kalau kita ga nanya.
          namun saat ini mitra operator/peminjam Asta Hejo sedang mengusahakan pengembalian modal melalui kegiatan jual beli komoditas.

          Sehingga sebagai upaya pengembalian modal awal investor/lender, saat ini mitra operator/peminjam Asta Hejo sedang berfokus pada usaha trading jagung. Dan saat ini pihak mitra operator/peminjam Asta Hejo sudah melakukan survey pasar terkait komoditas tersebut dimana kelebihannya adalah tingkat resiko gagal lebih rendah dan nilai jual yang tinggi.

          InsyaAllah pada 1 bulan kedepan akan kami sampaikan informasi terbaru mengenai progress pengembalian modal awalnya ke email masing-masing investor (pemberi pinjaman).

          Kami mohon Do’a nya, semoga apa yang sedang diupayakan dan diusahakan oleh pihak mitra operator/peminjam Asta Hejo dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga dapat segera memenuhi kewajibannya kepada para investor/lender.

          Sekali lagi kami berterimakasih atas kesabarannya dan kerjasamanya.

          Demikian yang dapat kami sampaikan, akhir kata kami akhiri waassalamu’alaikum wr.wb..

          1. sama saya juga invest di hijauan pakan ternak, berarti sudah hampir 5 bulan ini modal belum kembali..
            saling berkabar kalau ada info lanjutan ya pak..

  4. Terimakasih updatenya Mas. Dalam tanggapan email tersebut apakah disebutkan secara spesifik bagaimana mekanisme penanganan gagal bayarnya? (Seperti kasus di Crowde)
    Karena untuk saya belum ada tindak lanjut/informasi lagi sejak 26 Juni 2019.

    1. Tidak ada pak, pemahaman saya sudah menjadi risiko lender sepenuhnya 🙁 mereka bilang sih lagi cari kerjasama asuransi, semoga saja terealisasi dalam waktu singkat

  5. Belakangan ini sering mendapat email balsan dari investor karena ada indikasi gagal pengembalian modal. Hmmmm semoga tidak kejadian, saya juga salah satu investor soalnya. Walaupun ini salah satu resiko yang memang tidak dijamin oleh iGrow, tetap saja kalo masih seumur jagung dan track recordnya buruk akan jadi preseden ke depannya. kan lebih baik saya investasikan langsung ke pasar modal malah… imo

    1. Betul pak Anggik, saja juga berharap baik baik saja karena ini mempengaruhi reputasi fintech lending secara keseluruhan, bukan igrow saja. Saya juga selalu menganjurkan kita semua sebar uang ke berbagai investasi, saya sendiri selain p2p lending investasi di reksadana, unit link, saham, dan obligasi

  6. Menarik ulasannya.. Memang benar kalo investasi di platform sejenis ini harus siap menanggung risikonya krn komoditasnya barang hidup..
    Sedikit menambahkan pengalaman pribadi, sampai saat ini salah satu investasi sy belum balik modal, dua bulan sejak bagi hasil terkahir..
    Dan yg kurang sy suka di sini tidak adanya laporan keuangan pasca panen, jadi kadang sebagai investor gak tau semisal bagi hasil tdk sesuai ini karena apa, apakah gagal panen, volume tidak sesuai, atau harga pasar yg turun..
    Semoga bisa menambah referensu bagi yg ingin invest di sini..

    1. Terimakasih sudah sharing pengalamannya mas. Saya setuju bahwa iGrow kurang transparan dalam pelaporan paska panen, kesannya ada hal yang ingin ditutup-tutupi. Kalau boleh tahu, proyek mas yang macet itu namanya apa mas?

  7. Saya nyobain proyek pertama tahun lalu dan pertengahan tahun ini sudah panen.
    Bagi hasil sudah dibalikin tapi modalnya malah belum tanpa penjelasan lebih lanjut.
    Di email juga ga ada penjelasan LK kayak apa.

    1. halo pak. Bisa dicek apakah proyek tersebut tenornya satu tahun? Sebab mungkin saja setelah panen 2x baru dikembalikan modalnya. Karena di iGrow memang ada dua jenis tenor, yaitu jatuh tempo panen dan jatuh tempo balik modal. Semoga membantu.

      1. Iya benar kontraknya 1 tahun, saya memilih stop saat ditanya mau lanjut atau tidak.
        Kalau modalnya baru dibalikin setelah 2x panen ya berarti rugi dong saya selama masa tunggu pengembaliannya hiks

        1. Wah boleh ditanya tuh pak kenapa modal belum dibalikin. Saya sejauh ini selalu tepat waktu sih untuk panen maupun modal. Betul pak, untuk setiap keterlambatan tentu kita rugi, kecuali bila dikenakan denda keterlambatan itu bisa untung hehe

  8. hallo mas. Terima kasih untuk artikelnya, sangat menarik. Saya kebetulan juga baru berinvestasi di igrow. Saya tertarik dengan istilah tenor yang mas sebutkan. Di igrow, untuk mengetahui tenor dibagian mana yah? Di bagian investasi detail, yang ada hanya periode kontrak dan periode bagi hasil.

    1. Halo Koji. Periode kntrak itu jangka waktu sampai modal kamu dikembalikan. Untuk periode bagi hasil itu jangka waktu sampai keuntungan pertama didapatkan.

      Misalnya skarang bulan Agustus 2019 modal 5 juta, kontrak 2 tahun, bagi hasil 1 tahun
      berarti agustus 2020 dapat bagi hasilnya doang (tanpa modal), lalu Agustus 2021 dapat bagi hasil plus modalnya. Semoga membantu

  9. iya, saya juga salah satu investor. ada beberapa investasi malahan. 2 bulan yang lalu saya stop salah satu investasi, hingga saat ini modalnya belum dikembalikan padahal sudah hampir 3 bulan sejak bulan panen. katanya sih periode penagihannya hingga 90 hari. jika setelah 90 hari peminjam nanti gagal bayar, igrow juga ga bisa menjajikan apa-apa, namun igrow akan membantu mediasi antara investor dengan peminjam. hiks, sedihnya.. tapi saya masih tetap barbaik sangka, semoga uang saya tetap kembali. kalau sudah ada pengembalian modal yang pertama ini, akan saya update info, agar review nya tetap objektif.

    namun seperti ada rasa kapok, saya malah ingin mengakhiri kontrak semua investasi saya nantinya

    1. Baik pak Sakti, ditunggu updatenya dan terimakasih sudah hadir disini untuk membantu ulasan makin objektif. Boleh dibantu info pak nama proyek apa yang belum dikembalikan tersebut? Jangan jangan salah satu investasi saya juga.

    2. Fix, sudah 90 hari dan modal saya belum bisa dikembalikan oleh pihak peminjam. Igrow katanya masih berusaha, dan akan memfasilitasi jika pemberi pinjaman ingin bertemu dengan peminjam, dengan biaya sendiri tentunya.
      Bagi kawan kawan yang mau investasi, pastikan bahwa uang itu bener benar sedang nganggur.
      Nanti saya update info ketika modal sudah kembali.

      1. Update info. Alhamdulillah, modal saya telah dikembalikan ke rekening saya minggu lalu. 2 investasi yang saya akhiri telah dikembalikan.
        Saya bersyukur, masih bisa menerima kembali modal saya meskipun ada keterlambatan selama 4 bulan sejak saya mengakhiri kontrak investasi. Semoga info ini bermanfaat bagi teman teman yang ikut investasi di igrow.

  10. Deden Deni Gumilar

    MASALAH CROWDFUNDING, CROWDFUNDING BERMASALAH
    Sekarang banyak bermunculan crowdfunding dlm bidang Agro.Dan rata2 dimulai oleh anak2 muda.Yang rata2 tdk ada background dlm bidang agro.Dan yg lebih parah, kebanyakan background IT dan Internet marketing.Satu2nya keahlian mereka, menurut saya adl : Jago membuat slide2 Investasi yg cantik/indah dan analisa usaha yg fantastis (saya rasa analisanya bermodalkan copy paste).Serta keahlian , memasarkan produk mereka di dunia maya.
    Selain hal di atas, saya yakin . menjalankan bisnis, dgn style mewah dlm operasional alias style besar pasak drpd tiang.
    Saya yakin jg, pengelola crowdfunding. dgn keadaan spt di atas, yg lagi marak di Indonesia , saya pastikan 99% gagal dgn berdarah2.
    Bidang agro, tidaklah semudah yg dibayangkan.Baik dlm on farm (bertani) atau of farm (trading lokal/ekport).Apalagi di kelola mitra.Jgn kan org lain yg belum dikenal..saudara sendiri banyak yg bajingan, klu klu tidak dipelototi tiap hari.Makanya sering kita dengar , pengalaman org yg punya duit/lahan, bertani dikelola oleh saudaranya, kebanyakan tdk mendapat apa2.
    FYI, jgn dikira ini org2 di bawah spt petani, pengepul komoditi semua jujur..zaman now, sebagian besar adl bajingan.Grade suatu komodit bermacam2, konsekwesinya harga jg variatif.Kebanyakan petani/pengepul memainkan kualitas tdk sesuai kesepakatan, dgn mencampur (tdk keliatan dlm kemasan) , pastinya traksaksi ton2an tdk bisa periksa oleh pembeli seluruh secara detail.kasus ini banyak membuat pemain baru rugi besar, bahkan pemain baru jg sering kena.Selain dr itu, umumnya pembeli komoditi agro , beli ke pengepul kecil/sedang, pakai DP.Kebanyakan banyak DP hilang, penjual/petani yg jadi mitra pasang badan, apalagi klu dana yg ditrima jg sangat besar, pasang badanlah mereka.
    Ada jg pengelola crowdfunding, memakai org2 dgn latar pertanian, ada yg birokrat, peneliti, tenaga ahli dgn gelar yg panjang dlm pertanian..mungkin pilihan ini dibuat oleh pengelola crowdfunding, dgn anggapan, mereka benar jago atau cuma sbg pajangan utk meyakinkan calon Investor.Pdhl kenyataannya, birokrat, peneliti, tenaga ahli tdk kebanyakan tdk handal dlm teknologi yg efektif, apalagi dlm sisi bisnisnya.Logisnya , klu mrk handal dlm bisinis dan teknologi. Tentunya mrk sdh buka usaha sendiri.
    Sebenarnya dunia agro, sangat menguntungkan, baik of farm atau on farm.Asal efektif dan menguasai langsung.Pd on farm (bertani), apapun yg anda tanam/pelihara asal pakai teknik yg efektif, penguasaan masalah yg memadai, daaaan,,,perlu pengawasan melekat, singkong pun untung.
    Saran saya, utk pengelola crowdfunding yg ingin bergerak di bidang agro.
    ON FARM
    1. Baiknya anda mengelola sendiri budidaya dgn lahan sewa atau kerjasama dgn pemilih lahan ( sleeping patner), dgn manajememen , buruh/mandor yg gaji.Penguasaan teknik budidaya.Punya resource yg murah dan efektif, yg diperlukan dlm budidaya spt Pupuk,bibit, peralatan.Jangan diserahkan mitra (petani) , selain banyak yg bajingan (mrk punya bermacam cara mengelabui pendana), petani yg biasanya mengelola investasi budidaya puluhan jt , disuruh kelola dana investasi ratusan juta/milyar, tentunya mrk tdk mumpuni.Selain itu kebanyakan petani tdk menguasai manajemen budidaya skala besar dan pemanfaatan teknologi pertanian.
    2. Pilih lah komoditi yg dibutuhkan oleh industri atau pasar ekport yg luas, jgn yg hanya ke pasar tradisional , krn rata2 pembeli di pasar tradisional tdk komitmen awal, ketika barang dikirim, pembayaran tdk sesuai komitmen awal.Pilihlah komoditi yg kapan saja bisa dipanen atau bisa dipanen parsial (tdk serentak).Pilih lah komoditi yg setelah panen bisa disimpan lama atau bisa diolah dgn teknologi sederhana/investasi tdk terlalu tinggi.
    3. Karena dana yg investasi yg cukup besar,bahkaan Milyaran.Bisa menanam skala besar, usahakan lahan1 bidang jgn terpisah2, spy efektif. Krn lahan luas, jgn segan2 investasi dlm mekanisasi spy efektif.Jika sdh efektif dan skala besar, tdk usah kwatir dlm pasar,krn end buyer lebih senang pd yg punya stok banyak,Ingat yg anda tanan adl komoditi utk industri.Krn hasil panen besar, masalah jarak utk pengiriman tdk terlalu pengaruh thd biaya kirim.Krn hasil besar, anda bisa langsung ke end user tdk perlu mendapat harga bagus ( memotang rantai pasokan)>tentunya menambah pundi2 keuntungan.
    OF FARM (TRADING/PROSESOR)
    Sama spt Of farm,Kelola sendiri,
    Sama spt Of farm,jenis komoditinya.Dengan tambahan.Pilihlah lokasi Gudang yg optimal antara sumber komoditi dgn tujuan pasar.
    Zaman now, bukan zaman lagi membeli komoditi , beli dlm bentuk raw, jual bentuk raw jg.Dipastikan anda tdk akan untung, bahkan bisa rugi besar, jika dibeli tidak lakukan check kualitas/kuantitas yg sesuai dgn harga.Krn zaman informasi, terjadi persaingan dlm pembelian.Informasi harga dan pembeli sdh ditangan petani, pengepu kecil/sedang.Begitu sebaliknya pembeli jg bisa dapt info dan pemilik komoditi pd level paling bawah.Zaman now, anda harus lakukan pengolahan dgn pakai teknologi yg efektif, jual dlm bentuk minimal setengah jadi.
    Utk investor jgn terpengaruh dgn gimick atau gaya2an spt pakai aplikasi IT, slide cantik/indah, kantor yg mewah dr pengelola crowdfunding dlm agro.Lihat konsep nyata mrk dan backgroundnya.
    Saya tulis krn prihatin dgn banyak masalah dlm crowdfunding bidang agro, jgn dikarenakan pengelola crowdfunding spt yg digambarkan di awal tulisan,,para investor menganggap bidang agro adl bidang yg rugi.Pdhl jg banyak bidang2 lain yg rugi krn pengelola crowdfunding spt di awal tulisan.

  11. Deden Deni Gumilar

    Mau tanya, apakah selama ini, pengelola P2P tranparant dgn investor?, khusus segala hal yg berhubungan antara Mitra dgn P2P.Apakah investor bisa akses/komunikasi dgn mitra p2p…misalnya croscheck kpd mitra atas dana yg diberikan pn2 ke mitra beserta bukti tertulisnya, croschek ke mitra ttg perjanjian antara p2p dgn mitra.Ya mana tahu P2P info ke investor,dana yg diberikan ke mitra sekian jt, tp ternyata cuma sekian jt.
    Jika hal di atas tdk di izinkan/transparan,,,maka lupakanlah model investasi P2P ini.

    1. Ada yang iya, ada yang tidak pak. Amartha misalnya transparan sekali, igrow, danamart, akseleran juga. Namun sisi lain misalnya crowde cukup lalai dalam hal ini.

      Yang perlu disayangkan adalah Ojk juga kurang mapan dalam membuat regulasinya. Mereka melindungi identitas mitra p2p namun tidak mengatur batas transparansi yang berhak diterima investor

  12. Dulunya sih saya sangat tertarik dengan p2p lending igrow (dan sejenisnya) tpi kok ngumpulin dananya seperti berlebihan ya?satu proyek di igrow saya hitung bisa milyaran..hajya utk usaha ikan atau ayam..

    Bucarw return sangat menggiurkan, tpi akhirnya cek2 yutub ada coment dari pihak igrow bahwa dana tidak digaransikan pihak igrow bila gagal bayat/gagal panen…mundur teratur dah…

    Mirip2 HYIP jadinya klo ginj.

    1. Untuk soal besaran dana saya juga tidak paham pak. Namun betul, bahwa gagal bayar tidak dijamin sama sekali oleh iGrow. Alias risiko rugi sepenuhnya ditangan kita investor/penanam/lender. Sebenarnya awalnya mereka sempat menabung dana provisi untuk menggantikan kerugian investor bila terjadi hal yang tidak diinginkan, namun sayangnya menurut informasi dari mereka hal tersebut dilarang OJK sehingga mereka berhenti melakukannya. Kalau apa yang mereka sampaikan benar adanya maka OJK agak agak payah nih, kok hal baik malah dilarang

  13. Hai semua.

    Ijin kasih pendapat. Saya sudah bbrp kali invest di fintech agro berbeda. Yang di Tanijoy, so far langsung kembali modal meski pernah terjadi masalah saat penanaman. Utk yang di iGrow, awalnya lancar tp tahun kedua gagal bayar.. Jadi mereka tiap bln ada laporan di dashboard kalau proyeknya lancarr tetapi ketika saatnya bagi hasil ternyata bermasalah dan modal belum jelas, kemudian saya diminta menunggu kabar dr mitra sebulan lagi.

    Saya kecewa, karena uang tsb dibutuhkan.. Dan saya ingin menarik proyek sy yang lain, karena kurangnya transparansi. Bermasalah kenapa? Resiko gagal bayar ok, tapi apakah dibiarkan begitu saja? Namanya hutang pasti harus diselesaikan.. Entah di meja hijau ???

    1. Halo kak irene. Kebetulan salah satu pendanaan saya di igrow juga macet nih. Mereka bilang karena berbasis syariah makanya tidak bisa didenda. Kalau sudah lewat 90 hari mereka blg akan difasilitasi bertemu antar lender dan borrower

      1. Hai mas asril,

        Karena saya muslim sepengetahuan saya konsep syariah tidak seperti itu.. Syariah apabila kedua pihak sama2 ikhlas. Apabila pihak yang berhutang tdk mampu membayar, baiknya ditanyakan lg kpn yg dihutangkan apakah bersedia merelalan uangnya atau memberi tempo (entah brp lama) utk mengembalikan meski dicicil 🙂

        Lagipula ada etika bisnis/etika moral sbg pihak ketiga. Klo saya membantu tmn meminjamkan uang k tmn lain, dg iming2 begini begitu tanpa transparansi pd si peminjam dan kemudian gagal bayar.. Rasanya tdk etis jika saya berlepas diri dlm wkt 90hr hihihi.

        Just my 2 cents.. Hope everything will be OK

        1. makasih mbak infonya. nah mungkin bisa diberi masukan ke igrow tuh mbak. Karena saya sendiri kurang paham konsep syariah jadi takut salah bicara. Ada banyak kasus juga di Crowde bahwa produk pendanaan yang berbasis bagi hasil (syariah) berujung memiliki nasib tidak jelas karena mereka berdalih tidak bisa melakukan ‘penagihan’ karena skemanya bukan ‘pinjaman’.

  14. Hi Admin, Menarik ulasannya tentang iGrow dan saya baca satu per satu komennya. Kebetulan saya baru 1 hari ini join di Operational Dept anak usaha Igrow yang membidangi control offtaker nya. Barangkali jika ada diantara pembaca yang ingin diskusi dan minta bantuan follow up informasi sepanjang saya bisa bantu komunikasikan/klarifikasikan ke bagian terkait di Igrow insha Allah akan saya bantu tindaklanjuti ya.

  15. Saya berminat dengan iGrow. namun sangat di sayang kan layanan telp :+6221 – 7784 0082. (4 kali di telp) tidak pernah ada yang jawab untuk mencari informasi biaya penarikan, pajak, dan biaya-biaya lainnya.

    Sangat di sayang kan di telp saja tidak bisa, bagaimana bila nasib uang yang saya investasikan bermasalah? saya coba email belum ada respon.

    Sekedar sharing sebagai pemula.

    Terima kasih

  16. Iya saya email ke info@igrow.asia.
    Sungguh di sayangkan dengan persaingan usaha dan kemajuan teknologi saat ini.

    Kualitas customer service sangat kurang, apalagi berurusan dengan uang.
    Semoga ada improvement.
    Terima kasih kepada semuanya yang saling sharing informasi.

    1. Btw saya bantu sedikit untuk pajak pak. Yang didapatkan dr p2p lending kita laporkan di akhir tahun sebagai pendapatan lain lain untuk kena progresif. Semoga membantu

  17. Halo Mas Ryan,
    Saya sudah tanya ke kolega saya di Dept CS iGrow memang telepon CS sedang trouble dan sudah dilaporkan ke telkom untuk ditindaklanjuti. Untuk channel komunikasi dengan bagian CS iGrow selain melalui telepon juga bisa melalui :
    email ke : info@igrow.asia
    whatsapp : +62 812-1922-0452 (dilayani sepanjang jam kerja jam 9.00 – 16.00 wib
    Apabila ada pertanyaan seputar iGrow silahkan kontak CS iGrow di channel komunikasi tersebut.

  18. Terima kasih sharingnya mas. BTW, baru2 ini pihak igrow mengeluarakn kebijakan tentang “Perjanjian Pemberian Pembiayaan Modaal melalui Penyelanggara”, menurut mas Asiaril, perjanjiaannya bagaimana, apakah merugikan kita sebagai Pemberi Pembiayaan Modal atau tidak? Apakah ada yang baru atau tidak? Terus terang saya baca agak sedikit takut…hehehe (mungkin karena saya tidak punya pengalaman di P2p lending sebelumnya).

  19. Boleh tahu pandangan mas Asiaril kondisi P2P Lending khususnya Igrow dalam kondisi sekarang ini (kondisi darirat corona), apakah akan berefek negatif dan menjadi masalah besar?

  20. Kok sepintas saya lihat di websitenya spt ECF ya pak? Kalau P2P lending, mereka sistemnya mendanai satu2 atau patungan pak?

    1. Igrow memang agak unik sih pak memang agak mengarah ke ecf sedikit. Saya masih kategorikan p2p lending karena dia ada pengembalian modal di akhir tenor sedangkan ecf ga ada karakteristik seperti itu. Sistemnya membeli lot yg tersedia pak

  21. Hi semua,

    Ijin untuk sharing terkait iGrow ini.
    Saya mengikuti iGrow sejak awal sekali. Diawal-awal laporan perkembangan cukup transparan, bahkan bagi hasilnya juga diinformasikan secara transparan, berapa pendapatannya, berapa biaya operasinya dan berapa bagi hasil untuk investor maupun igrow, demikian juga diinformasikan saat itu mengenai pengeluaran zakat pertaniannya.
    Namun semakin lama transparansi itu hilang. Bahkan informasi perkembangan komoditas/investasinya juga seadanya. Saya bilang seadanya, karena ada beberapa komoditas investasi yang laporan perkembangannya diinformasikan bagus, namun saat berakhir masa kontrak, ternyata baru ketahuan bermasalah/macet. Tidak mungkin perkembangan bisnis yang dilaporkan hingga akhir periode bagus, tiba-tiba ada masalah pada saat kontrak berakhir. Bahkan ada salah satu komoditas/investasi yang tidak ada laporan perkembangan lebih dari 3 bulan, dan ketika saya tanyakan kepada pihak iGrow, mereka memberikan informasi bahwa operator telah menjual aset-asetnya. Padahal kontrak belum berjalan 1 tahun dari 3 tahun yang dijanjikan. Bagaimana peran iGrow mengawasi pengelolaan dana melalui surveyornya?
    Memang harus disadari bahwa ini investasi yang katanya “syariah”, dimana didalamnya ada resiko. Namun juga perlu sikap Amanah dari pihak iGrow untuk mengelola dananya. Sikap Amanah ini yang kira-kira 2 tahun terakhir mulai pudar.
    Saran saya, bagi yang ingin berinvestasi melalui iGrow, perlu dipertimbangkan masak-masak dan pastikan uang yang digunakan adalah dana NGANGGUR (maaf saya capital untuk menegaskan).
    Mungkin akan sangat bermanfaat jika kita sebagai nasabah/leader/investor iGrow bersama-sama membuat diskusi group WA atau media lainnya.

    Semoga berkah untuk semuanya.

    1. Cukup banyak nih pak yg request untuk buat forum diskusi investor igrow krn memang banyak yg ingin di sharingkan.. semoga nanti bisa terfasilitasi

  22. Bagusnya sih kinerja mitra ditampilkan, misal berapa proyek yang sudah didanai, berapa nilai investasinya, ada berapa yang untung, rugi, maupun gagal bayar. Dengan begitu investor bisa punya bayangan tingkat resiko proyek yang akan didanainya

  23. Selamat malam Mas Asril, Mas mau tanya, kebetulan saya baru invest u/ proyek perikanan per hari ini, saya sudah mempelajari dan oke berani ambi langkah tapi ternyata ada satu hal yang ketinggalan saya cari info-nya yaitu pembatalan investasi dalam masa kontrak, itu apakah bisa ya Mas ? Misal saya 1 tahun saya mau batalkan bulan ke 6, apakah modal awal yang sudah saya setor akan hangus atau tetap dikembalikan ya ?

    1. Dalam p2p lending maupun equity crowdfunding tidak pernah bisa memutuskan kontrak sebelum jatuh tempo mas, kecuali ada pengecualian khusus misalnya pelunasan lebih awal atau adanya pasar sekunder untuk memindahkan kreditur

  24. Apakah mungkin kita yang menjadi investor di IGrow bikin forum komunikasi sesama investor – FOKOM ini nanti akan menjadi wadah netral yang menampung dan menyalurkan isu ke iGrow? Bagi yang tertarik untuk membentuk FOKOM mungkin kita bisa ikutan ZOOM Meeting di Bulan Agustus ini? Saya mau volunteer koordinasi Zoom meeting ini. Niat saya ingin melihat iGrow ini terus tumbuh sehat dan maju dalam jangka panjang sehingga bisa menjadi alat investasi di Indonesia. Saya sendiri saat ini tinggal di California dan segala kegiatan investasi yang saya lakukan dengan iGrow dilakukan via internet dan website. Saya terkesan dengan professional online ini.

  25. Saya invest di growpall maupun igrow sama sama gak ada progres yg satu rugi yg satu pending, anehnya projectnya open terus seperti mon3y gam3 gali lubang tutup lubang

    Hati2 sekarang kalau mau investasi

    1. Kalau gali lubang tutup lubang harus cek borrowernya pak. Kalau borrowernya sama bisa ada indikasi proyek refinancing. Kalau borrowernya beda dan beneran bisa di cek keberadaannya sih rasanya bukan money game.

      Perlu diingat juga dalam bisnis p2p lending yg rugi itu lender (kita) bukan perusahaan pengelolanya. Jadi meskipun dana kita macet, penyelenggara bisa aja terus2an buka proyek baru. Kan uang kita yang nyangkut bukan mereka

  26. Beruntung sekali sampai saat ini tdk menemukan pendanaan yg bermasalah. Saya dari 15 pendanaan sampai saat ini ada 2 yg bermasalah. Kalau boleh tau portofolionya di komoditas apa yg plg banyak? Utk pendanaan yg belasan tahun apakah bagi hasilnya lancar?

    1. Halo pak Zul, untuk setiap komoditas saya hanya beli 1 unit (pembelian minimal) untuk meminimalkan risiko (diversifikasi). Untuk investasi yang belasan tahun, belum ada satupun yang memberikan bagi hasil ?. Ada pak saya satu yang bermasalah, yakni hijauan pakan ternak dari pt astahejo. Untuk precision farming sayuran juga sudah sempat no-profit selama 2 periode, tapi untuk jatuh tempo modal masih lama, jadi belum dikategorikan “gagal”

      1. Masih menyimak, mengingat 1 Proyek Pengembalian Margin ada keterlambatan. Meskipun laporan tiap bulan masih lancar.
        Investasi Ayam Petelur Batch 2 CV Sama Maras Farm.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

LOOKING FOR ENGLISH CONTENT?

Except for the literature, all my Bahasa contents are translator-friendly, so you can summon the might of Google Translate below.

AUTO-TRANSLATE
CATATAN TERPOPULER