Adrian Siaril

6 Hal yang Bisa Merugikan Milenial di Dunia Kerja

Bekerja dan menjalani suatu karir dapat menjadi pilihan yang akan menentukan jalan hidup seseorang. Karenanya, memilih dan menyusun strategi untuk memetakan karir ini sifatnya krusial, agar dapat bertahan lama hingga mencintai pekerjaannya.

Generasi milenial, generasi yang terlahir di tahun 1981 hingga tahun 1997. Generasi ini merupakan orang-orang yang sedang dalam usia produktif sekaligus konsumen yang mendominasi pasar saat ini. Generasi milenial dikenal sangat adaptif terhadap tren dan teknologi terbaru. Generasi milenial juga dalam skala mayoritas dikenal lebih senang menggunakan uangnya untuk memperoleh pengalaman baru dibanding menabung.

Sebagian besar dari generasi ini sudah mulai memasuki dunia kerja, bersaing dengan banyak orang untuk mencapai kesuksesan, serta menghadapi problematika dunia kerja yang tentu berbeda dengan generasi sebelumnya.

Kemudian, apa sajakah kesalahan dalam berkarir yang kerap dilakukan oleh generasi milenial dan bagaimana solusi untuk mengatasinya? Berikut penjelasannya:

  1. Terlalu Fokus Mengejar Gelar

Memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan memanglah penting, tetapi hal ini tidak menjamin akan mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Karena untuk mendapatkan pekerjaan yang ideal tentunya diawali dengan mendapatkan panggilan tes atau wawancara kerja terlebih dulu. Artinya, pihak HRD perusahaan harus tertarik pada CV Anda.

Namun biasanya, HRD tidak tertarik pada CV yang berisi nol pengalaman kerja, meski gelar pendidikannya tinggi. Kondisi inilah yang harus dihindari generasi milenial yang baru saja lulus, agar tidak menunda untuk terjun ke dunia kerja.

  1. Sekadar Mengikuti Tren

Generasi milenial dan media sosial selayaknya pasangan yang tidak terpisahkan. Media sosial juga yang mengajarkan apa saja yang sedang menjadi tren. Inilah yang kemudian menjadi patokan generasi milenial saat membuat banyak keputusan, termasuk saat memilih jenis karir atau bidang pekerjaan yang ingin digeluti.

Profesi di bidang IT, content creator, digital marketing, dan social media influencer adalah beberapa jenis profesi yang paling banyak diminati oleh para fresh graduate saat ini. Tentunya, apa saja yang dilakukan atau dipilih hanya karena mengikuti tren tidak akan membuahkan hasil yang baik. Bisa jadi karir tidak berkembang atau Anda menjadi tidak puas dengan kehidupan bekerja, malas-malasan berangkat ke kantor dan melakukan pekerjaan dengan setengah hati.

  1. Kurang Memahami Minat

Seperti yang disebutkan pada poin di atas, memilih profesi karena sekadar mengikuti tren tanpa mengenal minat dan kemampuan diri sendiri akan membawa dampak negatif. Untuk menjawab pertanyaan ini, mulailah identifikasi nilai karir dengan menanyakan pada diri Anda sendiri tentang jenis tugas yang paling Anda sukai.

Jangan lupa juga mengidentifikasi kekuatan dan minat se-detail mungkin. Cobalah introspeksi diri untuk memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri yang kira-kira akan berpengaruh pada sikap saat bekerja.

Mengenal minat, nilai dan bakat Anda menjadi hal penting dalam memilih karir.

  1. Banyak Bicara, Kurang Mendengarkan

Hal ini banyak terjadi karena usia karyawan yang berasal dari generasi milenial umumnya masih muda, sehingga lebih senang berbicara namun tidak terlalu bisa mendengarkan orang lain. Ditambah lagi paparan informasi dari internet yang secara tidak langsung mendorong anak muda untuk berbicara dan menyebarkan, seringnya tanpa dicek dahulu kebenaran informasi tersebut. Sikap ini biasanya akan terlihat juga saat bekerja, seperti tidak mau mendengarkan pendapat orang lain dalam meeting atau saat dikritik.

  1. Terlalu Mengedepankan Idealis

Fresh graduate biasanya masih sangat idealis, seperti ingin pekerjaan yang sedemikian rupa, dengan gaji sekian, namun secara kapasitas tidak mumpuni. Begitu juga ketika bernegosiasi, biasanya akan cenderung kaku sehingga terkesan ingin selalu benar.

Sikap-sikap tersebut sebaiknya diubah karena dapat mempengaruhi jenjang karir. Dalam bekerja dan berhubungan dengan orang lain, sikap fleksibel, penuh toleransi dan bisa berkompromi sangatlah dibutuhkan.

  1. Menyepelekan Keuangan

Karena mendapatkan gaji setiap bulannya, kelihatannya kehidupan dapat berjalan lancar saja tanpa kendala. Pemikiran seperti inilah yang perlu dihindari. Sebab sebesar apapun gaji yang didapat, itu tidak akan pernah cukup jika Anda masih menyepelekan keuangan.

Jangan sampai, gaji atau penghasilan Anda habis begitu saja tanpa memikirkan dan mempersiapkan kebutuhan Anda di masa depan.

Atur pola keuangan sedemikian rapi agar alur keuangan menjadi sehat. Untuk menambah sumber penghasilan, manfaatkanlah instrumen investasi yang bisa turut mengembangkan potensi pemasukan Anda. Emas di OneAset adalah salah satunya, karena adanya emas ini akan sangat membantu Anda sebagai media penyimpanan maupun investasi.

Bagaimana Cara Mendaftar OneAset?

  1. Gunakan link https://app.oneaset.co.id/s/N3amMv untuk mendaftar
  2. Apabila belum memiliki aplikasi ONEASET di HP, akan diarahkan download dulu di playstore
  3. Klik ulang link tersebut setelah install ONEASET
  4. Aplikasi ONEASET akan otomatis terbuka dan muncul gambar seperti dibawah ini
This image has an empty alt attribute; its file name is image.png
This image has an empty alt attribute; its file name is image-1.png
This image has an empty alt attribute; its file name is image-2.png

Selesai. Silakan baca seluruh tulisan saya secara gratis. Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan share, karena saya akan mendapatkan incentive tambahan atas engagement tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terkait

Artikel Populer

Advertisement

Disponsori oleh:

Kode Referral

Akseleran: AKSLADRIA13403
ALAMI: ASIARI
Allianz Smart Poin: rvam2zmw
Ajaib : asia625
Amartha: IL035033
Asetku:WVQXQ
BCA Credit Card (Kartu Kredit BCA): ADRIA0002117
Bibit: ucleiaf
Bizhare: ASA8KHDU

Bmoney: REF-KRJI0
Bukalapak: BAMBANGRAHARJA13YJ
By.u: Klik link disamping atau masukkan BYADRI8439991
Canva: klik link disamping
Cashbac: adr01ak
Catchplay: langsung klik link tersebut
Crowdo: U051549
Crowde: FNYTMZK
DANA: bltuDi
danaIN: 12552
Danamart: asiaril

Deposito BPR by Komunal: AS2333
DNA PRO: ADRIANSI0512
EA-50 : ASIAR8548
Easycash: WRo7Rsw
Ebay.blanja.com: 25CN5E949CBD
E-mas: 9D3CEDUY
Esta Kapital: ZTVINT
Fazzcard: 36baeb7a01
FIN888: adriansi0512
Flip: SHIA6755
Fore Coffee: 5BA015
Fundtastic: FUN10287
Gradana: AS0302191555
Getplus: DWNXM6GDM
Halofina: AIE74C
Hangry!: ADRINALD
iGrow: IGWSIA1980
Indogold: 98532
Investree: LJGZ3
Invisee: @AS0e99d
Jackhammer Co (via TADA): langsung klik link disamping
Jenius: $asiaril
Jurnal: ADRIA21895 atau klik link disamping
Kapital Boost: BAT6M2
Kaspro: E57u7c
KoinWorks: 62507
Koingold by Koinworks: KG-62507
Komunal: 1CE8460
Lakuemas: adrian2128
Levi’s VIP Indonesia: 31A8KL2
Lotus International – Fahrenheit: adriansiaril
Mekar: ADRIA2476
Modalku: jdq73oc9
Modal Rakyat:AS1817506638
NYALA: klik link disamping
OCBC NISP One Mobile: klik link disamping
OY: langsung klik link disamping
Pegadaian: PDS4ED81
Pluang: ADRI667294
Qoala Plus: XM3KSRAL
Raiz Invest (Indonesia): MDA2P7
Shopback: us3h2G
Shopee: ASIAR252
SmartX: asiaril
Sweet Escape : 1FSRH
Tamasia: MIK97TR
Tanamduit: ADRIA00INH7
Talenta: talenta641
Tanifund: ADRR20
Tiktok: A729133701
Tokopedia: TPADR8548
Tunaiku: SASIARIL
Uangme: 7627
Yesdok: ADRIANS1U
Yukk: asia48