Adrian Siaril

Gaji Besar Tapi Selalu Merasa Kurang? Mungkin Relasi Anda Terhadap Uang Masih Buruk

Banyak orang yang bekerja lebih keras agar mendapat promosi jabatan dan mengharapkan penghasilannya dapat bertambah. Atau bahkan memutuskan resign dan pindah ke perusahaan baru yang menawarkan gaji lebih tinggi.

Semua hal dilakukan dengan harapan ketika pemasukan bertambah, maka masalah ekonomi akan teratasi. Namun sayangnya, terkadang kenyataan berkata lain. Meski sudah berkali-kali naik gaji, banyak orang yang tetap merasa kekurangan dalam memenuhi kebutuhan finansialnya.

Pada dasarnya, berapa pun nominal uang yang dimiliki, tidak menjamin atas kebahagiaan dan kepuasan hidup seseorang. Perasaan kurang bisa saja membayangi jika Anda memiliki relasi yang buruk terhadap uang.

Mengenal Relasi Uang Terhadap Emosi

Banyak pakar keuangan hingga psikolog menyebutkan bahwa pengelolaan uang memiliki relasi yang kuat terhadap emosi. Seringkali faktor emosi ini bereaksi lebih dulu dibandingkan dengan pertimbangan yang logis dan rasional. Tak jarang pula hal itu menimbulkan tindakan impulsif, yang mana seolah-olah kitalah yang dikontrol oleh uang. Padahal, seharusnya kita yang mengontrol keuangan.

Misalnya, saat Anda melihat sebuah produsen gadget merilis produk terbarunya. Jika uang Anda terbatas, mungkin Anda akan relatif ‘lebih mudah’ menahan keinginan untuk membelinya. Namun, jika mempunyai uang lebih, godaan untuk membeli pun langsung muncul. Biasanya diiringi dengan sejumlah alasan yang membuat Anda merasa butuh gadget tersebut. Padahal, sebelum produk itu dirilis, Anda tidak memiliki masalah dengan gadget yang ada.

Jika Anda tetap membeli karena ada perasaan butuh terhadap gadget terbaru itu saat gadget Anda tidak ada masalah, maka Anda seolah telah membuat keputusan yang rasional. Padahal jika dilihat kembali, itu merupakan keputusan emosional karena mengikuti keinginan sesaat.

Hal inilah yang menjadi relasi atau keterkaitan yang kuat antara uang terhadap emosi. Hal ini pun telah banyak diteliti oleh banyak ahli, dan beberapa di antaranya menyebutkan tentang bagaimana penilaian atau perilaku seseorang terhadap uang, banyak dipengaruhi oleh faktor emosi yang terbentuk karena kejadian di masa lalu. Terutama pengalaman yang traumatik dan memiliki tekanan emosional.

Tanda Memiliki Relasi yang Buruk Terhadap Uang

Seseorang yang memiliki relasi yang buruk terhadap uang, cenderung mengalami kesulitan dalam pengelolaan finansial. Namun tidak semua orang menyadari hal itu. Berikut beberapa tanda bahwa Anda memiliki relasi yang buruk terhadap uang:

  1. Besar Pasak Daripada Tiang

Seringkali orang tak sadar sedang terjebak pada kondisi ‘lebih besar pasak daripada tiang’. Artinya, mengeluarkan anggaran belanja lebih dari yang sudah dialokasikan atau bahkan melebihi penghasilan yang dimiliki.

Godaan seperti promo atau diskon besar, atau kemudahan fasilitas seperti kartu kredit atau paylater, dapat membuat orang tak sadar sudah membelanjakan uang melebihi pemasukan yang dia punya. Berbagai hal pun bisa dijadikan alasan dan membuat seolah keputusan itu rasional. Misalnya membeli untuk menyenangkan anak, atau merasa telah berhemat karena bisa membeli saat harga sedang murah.

Jika Anda sering mengalami hal ini, tandanya relasi Anda terhadap uang sedang tidak sehat.

  1. Membantu dengan Berutang

Membantu orang lain yang sedang kesulitan memanglah hal yang baik. Namun jika Anda harus berutang untuk membantu orang lain, maka ada relasi yang tak sehat antara Anda dan keuangan. Biasanya orang-orang yang termasuk dalam generasi sandwich yang sering mengalami hal ini.

Merasa bertanggung jawab atas orang tua atau keluarga lainnya membuat ia rela berutang untuk membantu memenuhi kebutuhan finansial orang lain. Padahal, membantu juga perlu disesuaikan dengan kemampuan finansialnya.

  1. Tidak Suka Membicarakan Uang

Menolak untuk membicarakan masalah uang terutama dengan pasangan, bisa terjadi karena beberapa hal seperti perasaan malu, tidak percaya diri, atau merasa ada hal yang harus dirahasiakan.

Jika kondisi ini dibiarkan, maka bisa memunculkan masalah-masalah lainnya di kemudian hari.

  1. Merasa Salah Saat Berbelanja

Ada orang-orang yang merasa bersalah setelah membelanjakan uangnya, bahkan untuk keperluan pribadi. Orang-orang seperti ini biasanya memiliki kebiasaan menyimpan uang secara berlebihan. Ada kekhawatiran berlebih jika suatu saat tidak memiliki uang.

Mereka pun cenderung akan sangat merasa bersalah jika menggunakan uang untuk merawat dirinya. Padahal, memberi anggaran untuk perawatan diri demi kesejahteraan fisik dan mental juga perlu untuk dilakukan.

Sejumlah gejala relasi yang tak sehat dengan uang di atas bisa dipicu oleh beberapa faktor. Misalnya saja nilai-nilai yang ditanamkan orang tua terkait pengelolaan keuangan, pengalaman hidup susah di masa lalu, hingga rasa ingin diakui oleh lingkungan sekitar.

Jika tidak diperbaiki, hal-hal tersebut bisa membuat Anda menjadi sangat impulsif dalam menggunakan uang atau justru super ketat dalam mengalokasikan anggaran belanja.

Bagaimana Cara Mendaftar OneAset?

  1. Gunakan link https://app.oneaset.co.id/s/N3amMv untuk mendaftar
  2. Apabila belum memiliki aplikasi ONEASET di HP, akan diarahkan download dulu di playstore
  3. Klik ulang link tersebut setelah install ONEASET
  4. Aplikasi ONEASET akan otomatis terbuka dan muncul gambar seperti dibawah ini
This image has an empty alt attribute; its file name is image.png
This image has an empty alt attribute; its file name is image-1.png
This image has an empty alt attribute; its file name is image-2.png

Selesai. Silakan baca seluruh tulisan saya secara gratis. Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan share, karena saya akan mendapatkan incentive tambahan atas engagement tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terkait

Artikel Populer

Advertisement

Disponsori oleh:

Kode Referral

Akseleran: AKSLADRIA13403
ALAMI: ASIARI
Allianz Smart Poin: rvam2zmw
Ajaib : asia625
Amartha: IL035033
Asetku:WVQXQ
BCA Credit Card (Kartu Kredit BCA): ADRIA0002117
Bibit: ucleiaf
Bizhare: ASA8KHDU

Bmoney: REF-KRJI0
Bukalapak: BAMBANGRAHARJA13YJ
By.u: Klik link disamping atau masukkan BYADRI8439991
Canva: klik link disamping
Cashbac: adr01ak
Catchplay: langsung klik link tersebut
Crowdo: U051549
Crowde: FNYTMZK
DANA: bltuDi
danaIN: 12552
Danamart: asiaril

Deposito BPR by Komunal: AS2333
DNA PRO: ADRIANSI0512
EA-50 : ASIAR8548
Easycash: WRo7Rsw
Ebay.blanja.com: 25CN5E949CBD
E-mas: 9D3CEDUY
Esta Kapital: ZTVINT
Fazzcard: 36baeb7a01
FIN888: adriansi0512
Flip: SHIA6755
Fore Coffee: 5BA015
Fundtastic: FUN10287
Gradana: AS0302191555
Getplus: DWNXM6GDM
Halofina: AIE74C
Hangry!: ADRINALD
iGrow: IGWSIA1980
Indogold: 98532
Investree: LJGZ3
Invisee: @AS0e99d
Jackhammer Co (via TADA): langsung klik link disamping
Jenius: $asiaril
Jurnal: ADRIA21895 atau klik link disamping
Kapital Boost: BAT6M2
Kaspro: E57u7c
KoinWorks: 62507
Koingold by Koinworks: KG-62507
Komunal: 1CE8460
Lakuemas: adrian2128
Levi’s VIP Indonesia: 31A8KL2
Lotus International – Fahrenheit: adriansiaril
Mekar: ADRIA2476
Modalku: jdq73oc9
Modal Rakyat:AS1817506638
NYALA: klik link disamping
OCBC NISP One Mobile: klik link disamping
OY: langsung klik link disamping
Pegadaian: PDS4ED81
Pluang: ADRI667294
Qoala Plus: XM3KSRAL
Raiz Invest (Indonesia): MDA2P7
Shopback: us3h2G
Shopee: ASIAR252
SmartX: asiaril
Sweet Escape : 1FSRH
Tamasia: MIK97TR
Tanamduit: ADRIA00INH7
Talenta: talenta641
Tanifund: ADRR20
Tiktok: A729133701
Tokopedia: TPADR8548
Tunaiku: SASIARIL
Uangme: 7627
Yesdok: ADRIANS1U
Yukk: asia48