A shining Day-Date replica watch is a luxury model to add stylish sophistication to any wardrobe. A newly-established and popular fake watch with a replica rolex yellow gold bracelet and white dial, this outstanding collector's piece will show you a new and fresh scene.
Beranda » Seberapa Penting Cap Otoritas?
cutout paper illustration of seal and stamp with inscription

Seberapa Penting Cap Otoritas?

Belakangan ini saya mendengar beberapa kekhawatiran tentang legalitas badan finansial. Hal ini sebenarnya baik, karena berarti masyarakat kita mulai melek dan waspada terhadap perbedaan fintech legal dan illegal. Sehingga merupakan suatu dilema tersendiri ketika saya ingin berpendapat bahwa, bagi saya pribadi, legalitas justru tidak terlalu penting.

Pembaca blog lama tentu tahu bahwa saya sudah mencoba mendanai di Asetku dan Growpal sebelum mereka terdaftar OJK, bahkan sampai sekarang pun saya mendanai di Fundnesia yang belum juga terdaftar. Di luar p2p lending, saya juga mencoba trading cryptocurrency menggunakan Remitano, dan trading forex menggunakan robot yang semuanya tidak berizin.

Ada perbedaan antara legal dan legit. Legal merujuk pada bisnis yang sudah menyelesaikan proses administrasi sehingga diakui oleh otoritas yang berwenang di suatu tingkat (misalnya negara), sedangkan legit (legitimate) merujuk pada bisnis yang memang beroperasi secara normal. Bisnis yang legal pasti legit, namun bisnis yang legit belum tentu legal. Mengecek bisnis legal atau tidak itu cenderung mudah, karena tinggal minta dan lihat saja dokumen-dokumennya yang sudah disahkan oleh negara. Lebih sulit menilai suatu bisnis itu legit atau tidak, karena patokannya bukan lembaran kertas, melainkan hal-hal yang cenderung kualitatif:

  • Punya model bisnis yang normal dan wajar tidak
  • Apa benar ada karyawan-karyawan yang bekerja secara wajar dan hadir di lokasi kerja
  • Lokasi kerjanya dari rumahan, atau benar-benar punya kantor
  • Punya laporan keuangan yang di audit tidak
  • Manajemennya ada berapa? Punya kualifikasi apa saja?
  • Alamat yang tertera di Google nya bisa dicari beneran tidak
  • dll dst

Saya tidak pernah menyarankan siapapun untuk berinvestasi pada bisnis fintech yang tidak legit, karena sudah jelas uang kita ujung-ujungnya akan hilang. Tapi menurut saya, tidak apa-apa mencoba di fintech yang legit namun belum legal. Karena meskipun legalitas otoritas penting untuk menilai keabsahan suatu bisnis, terkadang justru legalitas tersebut tidak diberikan ke pihak yang seharusnya. Misalnya, bisnis yang sudah jalan bertahun-tahun secara legit, tidak memiliki legalitas yang seharusnya karena hal-hal dibawah ini:

  1. otoritas belum punya umbrella rule yang membawahi business model usaha tersebut
  2. belum ada badan otoritas yang ditunjuk menjadi penanggungjawab jenis usaha tersebut
  3. otoritas tidak tahu akan kehadiran jenis usaha tersebut
  4. otoritas membuat aturan baru yang sulit dipenuhi oleh usaha tersebut
  5. usaha tersebut diwajibkan melakukan penambahan setoran modal yang tidak bisa dipenuhi
  6. Dsb dst nya

Mungkin contoh-contoh diatas terlalu mengambil contoh industri fintech lending sebagai landasannya, tapi masalah ini juga melebar ke bot forex yang selalu menggandeng broker luar negeri yang tak terkenal dan tak memiliki kantor di Indonesia. Kemarin, ada berita yang menginformasikan bahwa bappeti memblokir ratusan website broker forex dengan alasan ‘illegal’, padahal banyak dari broker tersebut sudah beroperasi di Indonesia selama bertahun-tahun, dengan ribuan pengguna dari Indonesia, dan dana ber triliun-triliun.

Salah satu contoh yang lumayan menggelitik misalnya broker MRG, yang bosnya terkenal, punya banyak anak usaha, lokasi kantornya jelas, karyawannya jelas, bisa dilihat mata dan disentuh pintunya. Saya pernah bertemu langsung pemiliknya di kantornya sendiri, dan tidak ada indikasi illegal apapun disana, jadi kenapa harus diblokir aksesnya sampai dibilang investasi bodong segala?

Saya paham bahwa maksud otoritas itu baik, mau melindungi masyarakat Indonesia dari risiko kehilangan dana. Kalau ada masyarakat kehilangan dana, tentu yang disalahkan otoritas, meskipun sebenarnya salah si penggunanya yang memang kurang cerdas dan kritis.

Jadi, solusi apa yang saya sarankan? Apa saya termasuk golongan orang yang kritik tanpa solusi?

Ya solusinya adalah perbanyak edukasi, ketimbang membatasi pilihan! Daripada blokir sana sini dan membatasi ruang gerak investor yang justru paham risiko, lebih baik fokus mengedukasi kaum awam yang selama ini buta risiko dan tidak pernah punya akses ke sosialisasi dan edukasi.

Saya beberapa kali menghadiri acara sosialisasi dari otoritas. Terkadang sebagai sesama pembicara, terkadang sebagai pendengar yang baik. Dari seluruh sosialisasi tersebut, yang saya dengar dan pelajari hanya soal pertumbuhan, pertumbuhan, pertumbuhan. Dan sedikit dampak sosial. Tidak ada satupun yang saya dengar tentang risiko. Panggung sudah diberikan kepada otoritas untuk melakukan edukasi, jadi kenapa tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya?

Jangankan lagi bicara soal mediasi dan pemberian solusi. Sampai hari ini, tidak pernah tercatat dalam sejarah bahwa otoritas pengawas finansial membantu menyelesaikan masalah fintech illegal maupun legal secara gamblang. Meskipun bilangnya menyediakan layanan mediasi dan konsultasi, nyatanya pengalaman lender-lender ex Crowde berkata sebaliknya, dimana setiap permintaan mediasi tidak pernah dikabulkan dan lender malah disuruh mediasi sendiri dengan customer service dari penyelenggara terkait. Duh.

Apa gunanya cap otoritas kalau otoritasnya sendiri tidak mengaudit TKB90, tidak mengaudit laporan keuangan, mengecek kesehatan keuangan lembaga yang justru mengelola uang kita? Desas desus salah satu pemain p2p konsumtif terbesar akan jatuh sudah didepan mata, dan otoritas tidak melakukan hal apa-apa selain terus menerus melakukan publikasi hal-hal yang bagus saja.

Jadi, kesimpulannya, memang betul cap otoritas itu penting bagi kalian yang baru terjun ke dunia keuangan ini. Tapi bagi saya dan kaum yang sudah merasakan manis pahitnya dunia finansial Indonesia, cap otoritas tidak lebih dari suatu pungutan liar yang didasari kolusi dan nepotisme.

LOOKING FOR ENGLISH CONTENT?

Except for the literature, all my Bahasa contents are translator-friendly, so you can summon the might of Google Translate below.

HUBUNGI SAYA

asiaril@ymail.com

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Dilarang menerbitkan, menyiarkan, menulis ulang, atau menyebarkan konten situs ini tanpa izin tertulis dari pemilik blog ini (Adrian Siaril)

Isi blog ini bukan ajakan investasi dan bukan saran profesional. Saya tidak memiliki kualifikasi apapun, jadi jangan mudah percaya dengan omongan saya.

KODE REFERRAL

Akseleran: AKSLADRIA13403
ALAMI: ASIARI
Allianz Smart Poin: rvam2zmw
Ajaib : asia625
Amartha: IL035033
Asetku:WVQXQ
BCA Credit Card (Kartu Kredit BCA): ADRIA0002117
Bibit: ucleiaf
Bizhare: ASA8KHDU

Bmoney: REF-KRJI0
Bukalapak: BAMBANGRAHARJA13YJ
By.u: Klik link disamping atau masukkan BYADRI8439991
Canva: klik link disamping
Cashbac: adr01ak
Catchplay: langsung klik link tersebut
Crowdo: U051549
Crowde: FNYTMZK
DANA: bltuDi
danaIN: 12552
Danamart: asiaril

Deposito BPR by Komunal: AS2333
DNA PRO: ADRIANSI0512
EA-50 : ASIAR8548
Easycash: WRo7Rsw
Ebay.blanja.com: 25CN5E949CBD
E-mas: 9D3CEDUY
Esta Kapital: ZTVINT
Fahrenheit – Lotus International: adriansiaril
Fazzcard: 36baeb7a01
FIN888: adriansi0512
Flip: SHIA6755
Fore Coffee: 5BA015
Fundtastic: FUN10287
Gradana: AS0302191555
Getplus: DWNXM6GDM
Halofina: AIE74C
Hangry!: ADRINALD
iGrow: IGWSIA1980
Indogold: 98532
Investree: LJGZ3
Invisee: @AS0e99d
Jackhammer Co (via TADA): langsung klik link disamping
Jenius: $asiaril
Jurnal: ADRIA21895 atau klik link disamping
Kapital Boost: BAT6M2
Kaspro: E57u7c
KoinWorks: 62507
Koingold by Koinworks: KG-62507
Komunal: 1CE8460
Lakuemas: adrian2128
Levi’s VIP Indonesia: 31A8KL2
Lotus International – Fahrenheit: adriansiaril
Mekar: ADRIA2476
Modalku: jdq73oc9
Modal Rakyat:AS1817506638
NYALA: klik link disamping
OCBC NISP One Mobile: klik link disamping
OY: langsung klik link disamping
Pegadaian: PDS4ED81
Pluang: ADRI667294
Qoala Plus: XM3KSRAL
Raiz Invest (Indonesia): MDA2P7
Shopback: us3h2G
Shopee: ASIAR252
SmartX: asiaril
Sweet Escape : 1FSRH
Tamasia: MIK97TR
Tanamduit: ADRIA00INH7
Talenta: talenta641
Tanifund: ADRR20
Tiktok: A729133701
Tokopedia: TPADR8548
Tunaiku: SASIARIL
Uangme: 7627
Yesdok: ADRIANS1U
Yukk: asia48