Bisnis Asuransi Bikin Auto Kaya?

Banyak yang mengirimkan pertanyaan dan meminta tanggapan terkait konten agen asuransi yang tengah viral beberapa waktu belakangan ini. Memang secara kebetulan, topik nomor 2 paling terkenal di blog saya setelah P2P lending adalah mengenai produk asuransi.

Karena saya sudah cukup banyak membahas terkait produk asuransi, namun saya sendiri bukanlah agen asuransi, sehingga mungkin orang-orang menilai bahwa saya dapat lebih netral dan objektif untuk menanggapi hal tersebut.

Agen Asuransi Hidup Mewah, Lantas Kita Berhak Marah?

Dalam suatu interview yang dilakukan oleh salah satu financial influencer yang juga saya kagumi, mengungkapkan bahwa banyak wanita-wanita powerful dan mapan yang menggeluti dunia asuransi, bahkan penghasilannya sampai bermiliar-miliar. 

1. Apa Benar Bisnis Asuransi Bisa Bikin Kaya?

Pertanyaan pertama dan yang paling sering saya terima terkait konten tersebut adalah ‘benar atau tidak’-nya keadaan tersebut. Jawaban dari saya adalah nyata, atau memang benar adanya.

Jangankan contoh dari perempuan-perempuan dalam video tersebut, teman-teman saya pun yang menggeluti bisnis asuransi ini juga memang banyak yang seperti itu, baik yang wanita maupun pria.

Bisnis asuransi memang dapat menghasilkan uang dengan jumlah yang luar biasa. Bahkan, bisa sampai menghidupi seluruh anggota keluarganya.

Jadi hal tersebut memanglah nyata adanya. Sehingga wajar jika mungkin Anda memiliki banyak teman yang penuh semangat mengajak Anda untuk join bisnis asuransi, karena memang memiliki prospek yang sangat menggiurkan.

Pengalaman saya pribadi, hampir setiap minggu ada saja teman yang mengajak untuk bergabung dengan bisnis asuransi. Bahkan belum lama ini saya bertemu dengan orang yang mengajak dari ‘merek biru’.

Biasanya hal tersebut terjadi secara bergantian. Misalkan, bulan ini saya diajak oleh ‘merek biru’, kemudian di minggu depannya diajak oleh ‘merek merah’, dan selanjutnya ada dari ‘merek hijau’. Tapi sejauh ini masih saya tolak karena belum ada yang benar-benar cocok untuk saya.

2. Apakah Kita Berhak Marah? Apa yang Mereka Lakukan Salah?

Pertanyaan sekaligus curhatan selanjutnya yang saya dapatkan adalah;

“Jika agen asuransi menerima sebanyak itu dari kita, sedangkan asuransinya rugi karena terpotong biaya akuisisi yang besar, itu bagaimana?” 

Hal ini sebenarnya sudah pernah saya jelaskan, tentang kenapa asuransi kita bisa rugi dan kenapa asuransi nilainya tidak bertambah dan justru malah berkurang. Di mana salah satu komponen terbesarnya adalah biaya akuisisi. Saya pun sudah menjelaskan bahwa biaya akuisisi itu larinya memang ke agen-agen asuransi tersebut.

Namun karena adanya konten video yang lebih populer dan tengah viral belakangan ini, orang-orang mungkin baru mengerti dan menyadari terkait hal tersebut. Kemudian, hal-hal tersebut menimbulkan pertanyaan lanjutan yakni;

“Salah nggak sih kita marah sama agen asuransi yang hidup mewah, terima gaji besar dari biaya akuisisi atau potongan dana masuk kita?”

Hal inilah yang perlu diluruskan. Pertama-tama, kita perlu membuat analogi kasusnya terlebih dulu. Contohnya mungkin seperti ini;

Saya memiliki beberapa bisnis yang berbeda bidang. Dari bitubi (B2B), jasa, konsultan, restoran maupun toko online.

  • Dalam bisnis jasa, ketika saya memberikan sebuah jasa, tentu saya akan meminta bayaran atas jasa yang telah saya berikan.
  • Jika saya berdagang, maka yang saya lakukan adalah mencari dan membeli produk yang murah, untuk kemudian kembali dengan harga yang lebih mahal.

Dari analogi demikian, apakah orang lain berhak marah atas apa yang saya jalankan? Saya rasa tidak. Sebab jika ada orang lain yang membutuhkan jasa maupun barang dari bisnis kita, maka orang tersebut tetap akan memakai jasa atau membeli barang kita. Juga tidak ada paksaan sama sekali. Jika ingin memilih jasa atau produk lain, silahkan.

Oleh karena itu, analogi tersebut juga berlaku untuk agen asuransi, di mana mereka menjadi tenaga pemasar yang bekerja menjual produknya, atau bekerja sebagai konsultan asuransi. Itu merupakan suatu bentuk jasa yang memang sewajarnya ada karena mereka mendapatkan imbal hasil atau gaji dari profesinya.

3. Jika Ingin Membeli Tanpa Melalui Agen Asuransi, Lewat Mana?

Jika Anda termasuk yang mengakui fakta-fakta tersebut di atas, namun Anda tetap ‘keukeuh’ ingin mengetahui apakah ada cara lain untuk membeli asuransi tanpa melalui agen, sebenarnya ada.

Salah satu inovasi dalam dunia fintech adalah melalui insurance technology atau insurtech. Beberapa di antaranya seperti Cermati atau OneAset yang merupakan agregator produk keuangan. Melalui agregator atau insurtech ini, kita bisa membeli produk Asuransi tanpa bertemu agen dan prosesnya 100% online.

Semua produk yang dijual insurtech sifatnya adalah asuransi tradisional, yang mana preminya lebih murah karena tidak ada biaya akuisisi.

Namun perlu diingat, bahwa produk yang dihadirkan melalui insurtech pun sebenarnya ada sebagian kecil dari uang kita, yang diperuntukan kepada pihak asuransi dan pemasaran perusahaan asuransi tersebut. Karena memang seperti itu bisnis asuransi bekerja.

Oleh karenanya, meskipun merupakan asuransi tradisional yang preminya tergolong murah, jangan pernah berpikir instan bahwa produk asuransi tersebut lebih baik, sebab sama sekali tanpa melalui agen.

Pada dasarnya, separuh uang yang kita bayarkan akan tetap masuk ke perusahaan atau agregator terkait yang mengenakan biaya tertentu. Juga perlu diingat, bahwa asuransi mikro yang harganya murah tersebut tidak mungkin memiliki manfaat yang sama atau lebih baik daripada produk asuransi yang dibeli dari agen asuransi.

Begitulah bisnis asuransi bekerja, mereka tidak akan menjual produk-produk terbaiknya lewat kemitraan semacam itu. Untuk produk-produk terbaiknya tentu harus dibeli melalui agen-agen asuransi dan membayar biaya akuisisi. Pasalnya, saya pun belum pernah menemukan merek asuransi yang menjual produk terbaik mereka tanpa melalui agen.

Join atau Tidak Bisnis Asuransi?

Itu semua terserah pada Anda. Karena secara fakta, bisnis asuransi memang bisa menghasilkan banyak uang dan nyata adanya. Bisnis asuransi bukanlah scam, bukan skema investasi bodong seperti robot trading. Informasi terkait bisnis asuransi bisa bikin kaya ini memanglah nyata, legal dan benar-benar menghasilkan karena sudah banyak bukti nyatanya.

Namun demikian, tidak semuanya bisa sukses. Hal seperti ini tentu berlaku di semua perjalanan bisnis. Tidak semua orang yang mempunyai restoran bisa sukses, tidak semua yang berdagang sukses, karena semuanya bergantung pada usaha yang Anda lakukan sendiri ketika menjalankannya.

Tips Jika Ingin Menjadi Agen Asuransi

Ada tips dari saya jika Anda memang berminat menjadi agen asuransi. Anda bisa mencoba untuk memulainya di kota-kota kecil di luar Jabodetabek. Yang mana kota-kota tersebut cenderung masih kekurangan agen asuransi.

Dalam dunia start-up, terdapat istilah Red Ocean dan Blue Ocean. Red ocean sendiri adalah proses bersaing di market yang sudah ramai, sedangkan Blue Ocean adalah membuat market sendiri atau market yang baru.

Untuk agen asuransi ini, Anda dapat menggunakan strategi Blue Ocean. Carilah kota ataupun lokasi yang biasanya masih kekurangan figur agen asuransi atau konsultan finansial.

Kritik Untuk Asuransi di Indonesia

 1. Biaya Akuisisi yang Berlebihan

OJK telah menyatakan dalam press release-nya mengenai adanya pembatasan biaya akuisisi agar tidak terlalu tinggi. Karena tingginya biaya akuisisi tersebut, di tahun lalu banyak nasabah asuransi yang menuntut penurunan biaya akuisisi, hingga melakukan demo secara massal.

Tapi entah kenapa sampai sekarang belum juga terealisasi. Padahal jika hal tersebut dapat dijalankan, penghasilan para agen asuransi kemungkinan menurun dan nasabah asuransi akan lebih diuntungkan.

Dalam hal ini, menjadi wajar produk asuransi mengenakan biaya akuisisi, wajar para agen asuransi mendapatkan uang dengan nominal yang tinggi. Meskipun harapan saya tentunya biaya tersebut dapat diturunkan.

Alhasil, dewasa ini tren dari merek-merek asuransi lebih banyak menggembar-gemborkan harga yang lebih murah. Hal tersebut menjadi hal yang umum ditemui karena teknik pemasaran yang dilakukan bukan lagi soal ‘hajar-hajaran’ manfaat saja, melainkan beradu perihal mana yang biayanya lebih kecil.

2. Asuransi Harus Melalui Agen

Kita tentunya sudah memahami bahwa asuransi adalah hal yang kita perlukan. Karena dalam kehidupan dengan keuangan yang sehat, memang lebih baik memiliki asuransi lebih dulu daripada investasi. Hal itu disebut sebagai hukum alam atau ‘the basic of money management’. 

Jika Anda sudah menyadari bahwa Anda memerlukan asuransi tetapi ingin membelinya melalui agen, lantas bagaimana caranya? Apa kita perlu mendatangi kantor asuransinya, untuk kemudian menyatakan bahwa kita tidak ingin melalui agen dan ingin membeli langsung? Tentu tidak, bukan?

Namun jika Anda penasaran, silahkan Anda mencobanya secara langsung. Karena saya sendiri sudah mencobanya dengan mengirim pesan melalui e-mail untuk membeli produk ke banyak merek tanpa melalui agen dan hasilnya adalah tidak bisa. Karena pada akhirnya, saya tetap dibantu oleh agen asuransi yang secara langsung menghubungi saya untuk memproses asuransinya.

Faktanya, memang begitulah cara kerja bisnis asuransi, yakni melalui kemitraan agensi. Sehingga, jika memang kita ingin memiliki produk asuransi terbaik, mau tidak mau, kita harus  mengikuti regulasinya dengan membeli melalui agen asuransi yang ada.

Adrian Siaril
Adrian Siaril

The boss

Articles: 599

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

  1. I’m curious to find out what blog system you’re working with?
    I’m having some minor security problems with my
    latest site and I’d like to find something more risk-free.
    Do you have any solutions?