Getting sick of Christian fanaticism

Let’s face it. I am a Catholic (technically Christian as well) but I’m getting tired of Christian fanaticism that only tear people apart instead of unifying. However today I could not help myself but to rant a lot with this kind of shit. For starter, this video Yep sorry it is in Indonesian, but TL;DR, that Christian priest is saying that two of the holy people beside him was saved from the doomed QZ8501 trip because they received some kind of holy oil bla bla bla from him. “For with the measure you use, it will be measured to you.” … Continue reading Getting sick of Christian fanaticism

Kado untuk Tuhan

Kita anak muda Kristiani tak perlu diajari lagi bahwa natal adalah perayaan besar umat Kristiani. Kelahiran Tuhan Yesus? Check. Misa dengan event? Check. Tukeran kado? Check. Tapi pernah ga sih kepikiran kado apa yang paling layak dikasih ke Tuhan Yesus sendiri? Tentunya berat banget mikirin kado apa yang ‘seimbang’ dengan semua yang udah Tuhan kasih ke kita. Kado yang layak untuk Tuhan sebenarnya hanya satu: bahwa kita simply menerima ‘kado’ pengorbanan Yesus dengan sungguh – sungguh. Tanpa bermaksud kurang ajar,  Mikha 6:7 sendiri menegaskan Tuhan tidak pernah puas, no matter what you have given to him. Menyadari bahwa kita takkan … Continue reading Kado untuk Tuhan

8 Random Lessons

The older I am , the more concern I develop. Remember our childhood where we have nothing to worry ,except those ice creams and sweets we always look upon during mall walk with mom and dad? Upon reflection of life choices I stumbled upon something unusual today – my choice of gaming mouse. So I am using Steelseries Rival now for about a month. A plot twist is, it was bought a day after I bought a Razer Deathadder 2013, which I returned to EB Games due to reasons that became the topic of this writings. I want to start … Continue reading 8 Random Lessons

Bagaimana Menjalani Hidup Maksimal Dalam Tuhan

Sebagai seorang pendatang di Australia, tentunya seperti orang lain saya punya perasaan rindu akan tempat asal. Saya ingin hidup saya di Australia sama asiknya seperti di Indonesia : penuh koneksi, aktif setiap hari, punya kontribusi untuk sekitar, dan punya pencapaian. Selama setahun terakhir di Australia pun saya berusaha mengisi hidup saya sepenuh mungkin. Kesempatan apapun yang ditawarkan universitas saya ambil, banyak ikut organisasi, dan bahkan belajar lebih giat daripada di Indonesia. Saya saat itu sangat tertarik mencoba hal-hal baru yang tidak bisa dilakukan di Indonesia : mempunyai teman-teman baru dari mancanegara adalah suatu kepuasan pribadi yang luar biasa. Namun demikian, … Continue reading Bagaimana Menjalani Hidup Maksimal Dalam Tuhan

Menyambut Kemerdekaan Indonesia

Kemerdekaan kembali dirayakan tahun ini. Beberapa merasa bertambahnya umur kemerdekaan merupakan sesuatu yang berharga, namun yang lainnya merasa perayaan kemerdekaan adalah sesuatu yang statis dan tidak bermakna apa-apa. Anak muda seperti kita, tentunya memiliki pemikiran yang lebih kritis. Melihat keadaan negara tempat kita berpijak sekarang, tentu kita merasa banyak hal di Australia yang harusnya ada di Indonesia juga. Apa saja? Ah, kalau saja sebutkan satu persatu, lebih baik saya menulis sebuah buku ! Ketika beberapa antusias menyuarakan perubahan, lebih banyak yang kelihatan apatis. Keadaan kita yang apatis tak jauh berbeda dengan Gideon dulu ketika Israel sedang ditekan oleh bangsa Midian. … Continue reading Menyambut Kemerdekaan Indonesia

Renungan Bagi Overseas Student

Kecewa dengan Jakarta atau Indonesia? Jangankan manusia, Tuhan aja uda berkali-kali kecewa dengan bangsa (negara) pilihannya. Bagi yang sudah membaca kitab Raja-Raja 1 dan 2 sampai habis, tentunya tahu bagaimana labil bangsa Israel (dan Yehuda). Kelabilan tersebut juga terpicu oleh pemimpin yang menolak belajar dari pendahulunya (yang taat) sehingga mereka terbawa oleh arus buruk yang membuat seluruh bangsa Israel dan Yehuda jatuh pula. Sebagai overseas, sering kita labil tentang “pulang” atau “staying” setelah studi. Tidak ada salahnya kita memilih “staying” , kalau memang panggilannya sudah jelas disitu dan siap berdampak untuk bangsa lain. Namun kalau alasannya karena “lelah” atau “kecewa” … Continue reading Renungan Bagi Overseas Student

Sederhana tapi mumet : Pola Pikir Kerajaan Allah

Jumat lalu saya dikejutkan dengan pembicaraan yang berujung sedikit panas karena sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang kawan koleris saya : “Apa sih pola pikir kerajaan Allah itu”?. Tanpa pikir panjang lidah dan bibir saya langsung bergelut untuk ngerocos, tetapi hati saya rendah, menyadari bahwa ada otoritas yang lebih tinggi dan lebih layak untuk menjawab. Penjelasan panjang lebar pun mulai diberikan dan hasilnya adalah ‘TIDAK MENGERTI’ dari pihak penanya. Ketika saya mau mencoba menjelaskan dengan bahasa duniawi dan istilah sederhana, saya diserobot oleh otoritas lain yang tidak kalah luar biasanya dalam menjabarkan istilah2 kerohanian. Namun sekali lagi : Penyanya tidak … Continue reading Sederhana tapi mumet : Pola Pikir Kerajaan Allah