Ciri - Ciri Aneh Auto Trade / Bot Forex

Kenapa Broker Robot Forex Aneh Aneh?

Konten ini juga tersedia sebagai video Youtube

Tulisan ini sengaja sedikit membela robot forex atau autotrade, karena konten saya kebanyakan sudah mengkritik. Sebagai pengguna autotrade maupun trading manual, saya harus sebisa mungkin objektif dan netral.

Saya sebenarnya pernah menanyakan judul tulisan ini langsung kepada salah seorang top leader di bot forex, dan tentu saja jawaban beliau tidak langsung membuat saya percaya dan menulis artikel ini. Sebagai pemula di dunia forex, saya mengklarifikasi jawaban beliau tersebut ke rekan-rekan saya yang sudah lama main di dunia forex, baik sebagai trader manual maupun pengguna auto trade.

Jadi apa jawabannya? Singkatnya, sulit menemukan broker yang mau diajak bekerjasama untuk menguntungkan kita sebagai trader.

Untuk memahami maka dibalik jawaban tersebut, kita harus mempelajari dulu model kegiatan usaha sebagai seorang broker. Pemasukan broker didapat dari beberapa jenis biaya yang dikenakan kepada kita sebagai trader:

Spread: selisih harga jual dan harga beli. Ketika kita beli suatu pair, lalu kita langsung jual lagi, pasti kita rugi karena ada selisih ini. Konsep ini sama dengan membeli emas online maupun unit link asuransi.

Biaya transaksi/komisi: Sama seperti broker saham, biaya ini dikenakan secara proporsional dengan nominal transaksi kita. Pokoknya setiap kali kita jual dan beli, ada biayanya, meskipun kita menang ataupun kalah.

Biaya kurs: Misalnya deposit kita menggunakan kurs 15rb untuk 1 USD, tapi ketika kita withdraw dikenakan 13rb untuk 1 USD, selisihnya untuk keuntungan si broker. Biaya ini sudah mulai jarang dikenakan, broker besar biasanya mengenakan flat 10rb per 1USD untuk deposit maupun withdraw.

Nah, kembali ke pembahasan utama soal pemilihan broker. Dari informasi rekan-rekan saya yang merupakan pengguna autotrade maupun trader manual, semuanya sepakat bahwa biaya-biaya yang dikenakan tersebut sebenarnya hanya pemasukan receh bagi si broker. Pemasukan besar yang sesungguhnya, sebenarnya berasal dari market making, alias bandar atas transaksi kita. Singkatnya, kalau kita kalah, mereka menang. Persis bandar judi.

Lho? Tapi kan broker terbagi dua: STP dan Dealing Desk? Broker STP kan melempar transaksi kita ke liquidity provider.

Betul sekali, pada dasarnya broker STP berkomitmen untuk tidak melakukan kegiatan bandar atau market making atas transaksi kita, sehingga kita menang ataupun kalah tidak ada pengaruhnya untuk mereka. Namun, kebanyakan broker STP pun sering diam-diam melakukan kegiatan bandar untuk meningkatkan penghasilan. Saya bahkan sudah pernah mendengar sendiri pernyataan dari seorang bos besar broker regulated di Indonesia yang mengakui terang-terangan mereka melakukan market making,

Nah, hal inilah yang menyebabkan autotrade atau robot forex sulit menjalin kerjasama dengan broker-broker yang kredibel atau besar, karena justru broker-broker besar seperti itu tidak mau melayani kegiatan autotrade yang winratenya tinggi sekali untuk si trader. Ingat, kalau mereka market making, maka mereka kehilangan uang kalau kita menang.

Namun hal ini bukan berarti broker-broker gajelas yang dipakai oleh autotrade/robot forex itu 100% suci dan bersih STP. Bisa saja mereka juga melakukan dealing desk ke klien lain yang bukan menggunakan pengguna autotrade/robot forex. Bisa saja kalau tiba-tiba mereka tamak, mereka pun menghentikan kerjasama dengan autotrade/robot forex atau malah amit-amit memanipulasi chart supaya semuanya margin call.

Kesimpulannya, semua autotrade dan robot forex memang memiliki risiko dari segi kredibilitas broker dan manipulasi trade. Tapi kalau anda membutuhkan pembelaan kenapa broker nya aneh-aneh semua, maka semoga tulisan ini bisa memberikan sudut pandang berbeda dengan sedikit logika.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.