FAQ P2P (Peer to Peer) Lending

Berikut adalah pertanyaan – pertanyaan yang sering terdengar tentang P2P (Peer to Peer) lending, terutama di Indonesia. Dijawab singkat, dengan bahasa yang mudah dipahami.

Apa Sih P2P (Peer to Peer) Lending Ini?

Begini ceritanya: Anda punya uang lebih, ada orang yang perlu uang anda. Tapi anda tidak mau sembarangan meminjamkan uang anda kepada orang asing. Jadi ada penengah yang mengumpulkan uang anda dan mengawasi peminjam supaya tidak membawa kabur uang anda. Nah penengah tersebut adalah perusahaan P2P (Peer to Peer) Lending.

Bagaimana Awal Mulanya P2P (Peer to Peer) Lending

P2P (Peer to Peer) Lending merupakan salah satu buah dari industri fintech (financial technology) yang  dimulai oleh sebuah perusahaan bernama Zopa. Karena kesuksesannya, banyak perusahaan lain yang mengikuti model bisnis ini. Tiongkok sangat berkontribusi terhadap kecepatan perkembangan P2P (Peer to Peer) lending meskipun pada akhirnya P2P (Peer to Peer) Lending tumbang di Cina karena adanya regulasi – regulasi baru.

Cara Kerja P2P Lending

Sebenarnya mirip dengan bank, dimana orang yang memiliki dana lebih (investor) meminjamkan dana mereka kepada peminjam melalui perantara. Bedanya adalah P2P (Peer to Peer) Lending tidak memiliki syarat peminjaman yang seketat bank. Selain itu, biaya operasional P2P (Peer to Peer) lending tidak sebesar bank sehingga bisa memberikan bunga pinjaman lebih banyak kepada investor.

Aman Atau Tidak

Tergantung dari jenis pinjaman yang anda danai, website yang anda pilih, serta regulasi yang mengatur di negara tersebut. Anda bisa membaca secara lengkap di artikel saya yang satu ini –> Amankah P2P (Peer to Peer) Lending?

Tingkat Keuntungan

Tidak setinggi saham namun lebih tinggi daripada bunga deposito bank. Kira kira 8% sampai dengan 24% setahun, tergantung tingkat resiko serta tenor pinjamannya.

Sulitkah Investasi di P2P (Peer to Peer) Lending?

Peer to peer lending bisa dikategorikan sebagai investasi yang mudah karena tidak memerlukan pengawasan harian, tidak memerlukan pengetahuan teknis, serta tidak memiliki resiko fluktuasi nilai. Satu satunya resiko yang ada adalah resiko gagal bayar, yang bisa dihindari dengan mudah melalui diversifikasi (lihat poin dibawah)

Bagaimana Strategi Investasi di P2P (Peer to Peer) Lending?

Kuncinya adalah diversifikasi di pinjaman maupun website. Sudah dijelaskan lengkap di artikel ini –> Bagaimana Diversifikasi di P2P (Peer to Peer) Lending

Kondisi di Seluruh Dunia

Kondisi P2P (Peer to Peer) Lending berbeda beda di seluruh dunia, meskipun secara umum bisa dikatakan aman dan berkembang dibawah pengawasan badan yang berwenang. Tiongkok secara khusus memiliki reputasi buruk karena banyaknya pinjaman yang gagal bayar dan regulasi yang ketat.

Kondisi di Indonesia

P2P (Peer to Peer) lending berkembang pesat di Indonesia karena peraturannya lumayan leluasa, dan kebanyakan website P2P (Peer to Peer) lending di Indonesia dimiliki oleh perusahaan Tiongkok yang sudah tidak bisa mengembangkan model bisnis ini di negara mereka (baca poin sebelumnya).

Kendati demikian, saat ini jumlah pinjaman gagal bayar di Indonesia masih tergolong sangat sedikit karena kebanyakan website menggunakan metode seleksi yang lumayan ketat, ditambah lagi beberapa website memiliki asuransi untuk melindungi modal investor.

Siapa yang Mengawasi? Apa Aturannya?

P2P Lending di Indonesia diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Namun demikian, OJK sendiri belum memiliki peran yang signifikan dalam pengawasan ini karena tidak adanya aturan yang mendetail untuk pemain fintech seluruh Indonesia. OJK hanya membuat umbrella rule – yang berarti aturan umum untuk membawahi seluruh badan fintech.

Informasi lebih lanjut, baca tulisan ini di poin ketiga.

Pendapat Saya tentang P2P Lending?

  • Mudah digunakan, tidak seperti saham yang butuh pengetahuan dan pengalaman
  • Lebih banyak menguntungkan banyak pihak, meskipun kadang-kadang ada juga pihak yang dirugikan 
  • Jelas lebih menguntungkan daripada deposito bank

Kendati demikian, saya menyarankan untuk terus memantau perkembangan tentang peran OJK di industri fintech, karena bisa saja bulan depan mereka tiba-tiba merilis peraturan baru yang bisa merugikan perusahaan P2P (Peer to Peer) lending maupun investornya. Pastikan juga pinjaman anda kebanyakan tenor pendek supaya dana anda bisa ditarik secara cepat.

Dan tentunya, sebagai investor yang baik kita harus menyebarkan uang kita ke berbagai macam investasi. Penasaran tentang investasi lain? Cek disini ya –> Investasi Lain

Baca Juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.