Amankah Berinvestasi di P2P (Peer to Peer) Lending

Jujur saya menyesal tidak menulis ini lebih awal. Tulisan saya tentang website lending telah dibaca ratusan kali dan membantu banyak orang memilih website lending yang tepat, namun saya malah tidak pernah membahas keamanan ekosistem lending ini secara keseluruhan (di Indonesia).

Bila kita bicara tentang keamanan dalam investasi di pinjaman, umumnya kita bisa membagi resiko nya menjadi tiga tingkat:

1. Resiko di tingkat pinjaman

Resiko di tingkat pinjaman sangat sederhana, seperti yang sudah saya jelaskan disini, pinjaman yang memiliki bunga tinggi tentunya memiliki resiko gagal bayar yang tinggi juga, sehingga harus diseimbangkan dengan investasi yang lebih aman. Keseimbangan ini bisa dicapai melalui pinjaman lain yang memiliki grade tinggi (A atau B), ataupun bentuk investasi lain yang lebih aman (deposito, reksadana pasar uang) .Resiko di tingkat pinjaman ini tidak sulit dihindari. Bila anda ingin mengurangi resiko di tingkat ini, maka tidak usah mendanai pinjaman apapun yang tingkat nya C kebawah. Cukup danai pinjaman grade A dan B, dan tujuan anda telah tercapai.

Perlu dicatat bahwa penilaian pinjaman antar website berbeda-beda. Meskipun rata-rata menggunakan skor huruf (A sampai E), kriteria yang digunakan untuk menilai pasti berbeda semua. Ada yang menggunakan metode manual dengan cara mengirimkan tim untuk survey (misalnya Akseleran), dan ada juga yang menggunakan algoritma untuk memberikan skor otomatis (misalnya Asetku).

2. Resiko di tingkat website

Ini merupakan resiko yang sebenarnya perlu menjadi perhatian utama para (calon) investor. Website merupakan penengah antara investor dan peminjam, sehingga mengelola pergerakan seluruh uang di tengah-tengah. Apabila website tersebut nakal maka bisa saja uang yang anda investasikan tidak dipergunakan semestinya.

Untuk memitigasi resiko ini, luangkan sedikit waktu anda untuk melakukan penyelidikan tentang pihak -pihak yang berada di balik website
P2P (Peer to Peer) lending yang anda mau gunakan. Contohnya, Koinworks dan Investree telah mendapatkan injeksi dana A series dari Mandiri Capital yang merupakan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) terpercaya. Modalku mendapatkan funding series B dari Softbank Ventures yang mempunyai reputasi di seluruh dunia. Tentunya ketiga badan tersebut bisa dipercaya, kalau tidak, tidak mungkin mendapatkan injeksi dana sebesar itu.

Untungnya bagi anda, blog saya ini membantu anda memitigasi resiko ini, karena semua website yang saya review sudah melalui due dilligence dimana saya mencoba sendiri mendanai di website tersebut, serta semua yang saya tinjau sudah diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Anda juga harus menaruh perhatian khusus terhadap cara setiap website menangani pinjaman yang gagal bayar. Hal tersebut sudah saya bahas secara detail di artikel ini.

3. Resiko di tingkat regulasi

Sebenarnya slogan “Diawasi oleh OJK” tidak berarti bahwa lembaga tersebut 100% aman menjaga dana anda, karena OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sendiri belum memiliki regulasi yang jelas untuk badan-badan Fintech di Indonesia. Sejauh ini OJK hanya hanya membuat satu umbrella rule (aturan umum) yang membawahi semua badan fintech di Indonesia. Padahal badan fintech itu bentuknya macam-macam (ada aggregator, lending, e-money, e-wallet, payment gateway, dll) masing-masing membutuhkan regulasi yang berbeda.

OJK tidak berhak menindaklanjuti atau menghukum website yang hanya “diawasi”. OJK hanya bisa menindak website yang sudah mendapatkan ijin operasional. Di Indonesia, hanya satu website yang memiliki ijin ini, yaitu Danamas.

Kendati demikian, bukan berarti OJK tidak berguna apa-apa. Untuk bisa terdaftar di OJK, perusahaan yang bersangkutan harus memiliki dokumen-dokumen serta track record finansial yang bagus.

Rasanya hampir tidak mungkin perusahaan-perusahaan yang sudah terdaftar di OJK akan membawa kabur atau menipu anda, karena melalui proses administrasi tersebut, OJK telah mengetahui pihak-pihak yang bisa mempertanggungjawabkan apabila perusahaan tersebut memang mengelola uang anda secara illegal.

Yang menjadi keprihatinan utama saya adalah, apabila pada akhirnya OJK mengeluarkan regulasi yang menyulitkan kegiatan usaha para fintech terutama lending. Apabila ini terjadi, maka saya tentu akan secepat mungkin menarik semua investasi saya dari lending, lalu mengamati perkembangan dahulu sebelum memutuskan akan kembali berinvestasi atau tidak.

Kesimpulan

Tidak bisa dipungkiri bahwa sangat banyak fintech nakal yang ada di Indonesia, bahkan menurut data OJK, jumlah yang illegal jauh melebihi yang legal. Oleh karena itu, sebagai investor kita harus berhati-hati memilih website dimana kita akan menaruh uang kita. Kita harus paham bahwa resiko ada di berbagai tingkat, bukan hanya di jenis pinjaman saja.

Tapi, pilihan website yang terjamin aman juga cukup banyak, semua yang saya review disini telah terdaftar di OJK dan sudah saya gunakan sendiri tanpa mengalami masalah yang signifikan. Ekosistem P2P (Peer to Peer) lending di Indonesia tergolong sehat karena rendahnya persentase gagal bayar. Selain itu, setiap website memiliki target marketnya masing-masing, sehingga cenderung tidak terjadi persaingan sengit diantara mereka. Bila mereka tidak saling menjatuhkan satu sama lain, tentu semuanya akan bertumbuh dan tidak memiliki resiko pailit yang tinggi.

Satu satunya ketakutan saya (dan harusnya anda juga) adalah bila OJK akhirnya mengeluarkan regulasi yang menyulitkan kegiatan usaha semua website lending tersebut. Ini merupakan alasan kenapa saya lebih suka mendanai pinjaman tenor pendek, agar saya bisa menarik investasi saya secepat mungkin bila tiba-tiba besok OJK mengeluarkan aturan yang akan merusak kinerja portfolio lending saya.

Semoga tulisan ini tidak membuat anda takut mendanai di pinjaman, namun sebaliknya memberi anda rasa aman untuk menjadi investor yang cerdas.

Jadi, masih ragu mendanai?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.