Review Investree – P2P Lending Produktif Paling Eksis

Kriteria penilaian yang digunakan untuk mengulas Investree dibahas lengkap di tulisan BAGAIMANA MENGEVALUASI P2P LENDING. Sebelum membaca review ini, saya merekomendasikan anda membaca tulisan tersebut supaya bisa memahami jelas kriteria yang digunakan dalam review ini.

Terakhir diperbaharui: 11 Oktober 2019

Latar Belakang Perusahaan

Latar belakang perusahaan meningkatkan kredibilitas terhadap pihak yang mengelola uang anda, semakin transparan, semakin baik nilainya.

Investree memiliki nama legal PT Investree Radhika Jaya dan bisa dibilang merupakan website P2P lending paling eksis di Indonesia, meskipun bukan merupakan rekomendasi utama saya.

Mereka didirikan tahun 2015 dan saat ini sudah memiliki lebih dari 90 staff.

Tim manajemen Investree merupakan anak-anak bangsa, namun suntikan dana berasal dari campuran lokal dan investor luar, antara lain: Mandiri Capital Indonesia, Persada Capital, Endeavor Catalyst, 9F Fintech Holdings Group, dan Kejora Ventures.

Kuantitas Pinjaman

Kuantitas Pinjaman penting agar dana anda tidak nganggur (tidak berbunga) serta mempermudah proses diversifikasi untuk meminimalkan risiko.

Jangan kaget apabila anda hanya melihat dua atau bahkan hanya satu pinjaman yang muncul ketika anda membuka Investree. Investree sepertinya sangat konservatif dalam memilih peminjam.

Dari waktu ke waktu, hal ini semakin diperbaiki, namun masih kalah jauh dengan kompetitor website lainnya.

Variasi Pinjaman

Variasi Pinjaman penting untuk meminimalkan risiko, serta membantu lender/investor menyusun perencanaan keuangan yang baik terhadap likuiditas uangnya.

Investree bisa dibilang restoran spesialis yang hanya menjual satu macam hidangan. Hampir semua pinjaman di Investree adalah pinjaman Invoice Financing dari perusahaan.

Pinjaman pinjaman perusahaan tersebut juga umumnya memiliki bunga sangat rendah dibawah 10% per tahun. Setidaknya bunga rendah tersebut menandakan kecilnya risiko.

Belakangan ini, pinjaman jenis lain sudah mulai bisa ditemui, namun sangat jarang.

Apakah Investree Aman?

Ya, Investree terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Apakah Investree penipu?

Belum pernah ada laporan, berita, atau keluhan tentang pelanggaran serius yang diakibatkan oleh Investree. Saya sebagai pengguna Investree yang sudah cukup lama bergabung juga belum menemukan masalah yang serius tentang mereka.

Apabila anda membaca komentar negatif tentang proyek gagal atau pembayaran yang telat di Investree, hal tersebut sangatlah wajar karena dalam investasi p2p lending, risiko telat bayar dan gagal bayar memang ada sehingga bukan murni merupakan kesalahan Investree.

Jadi, jelas Investree bukan penipu (maaf, saya hanya curi SEO disini).

Untuk memahami risiko dan keamanan dalam p2p lending, baca artikel ini

Jumlah Minimal Investasi

Jumlah minimal investasi yang kecil/murah membuka peluang bagi lebih banyak orang karena tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk belajar investasi.

Dulu, Investree menerapkan minimum investasi Rp5 juta, dan saya sangat mengkritik kebijakan tersebut secara langsung saat bertemu mereka.

Untungnya, mereka sekarang telah menurunkan minimal investasi menjadi Rp1 juta, meskipun jumlah ini masih jauh lebih tinggi dibanding website lainnya.

Investree tidak menerima uang receh, investasi anda harus kelipatan Rp1 juta. Hal ini menimbulkan sedikit masalah karena hasil retur anda tidak bisa dengan mudah diinvestasikan kembali.

Kualitas Customer Service

Dinilai dari kecepatan membalas dan kualitas balasannya – apakah sesuai pertanyaan? Apakah punya empati dan ingin mengenal pemodal lebih lanjut?

Tim Investree sangat cepat dalam membalas komunikasi apapun yang saya kirim kepada mereka (dibawah 24 jam). Jawaban mereka juga tidak terkesan otomatis dan benar-benar membantu.

Likuiditas

Seberapa cepat uang yang anda pinjamkan bisa kembali ke tangan anda. Apabila likuiditas cukup buruk biasa dikarenakan tenor pinjamannya panjang-panjang.

Sulit mencari pinjaman tenor pendek di Investree. Kecepataan pendanaan juga umumnya lambat, bisa sampai satu bulan. Menurut saya, hal ini diperparah dengan nilai pinjaman yang besar-besar (dibanding website lain)

Accessibility

Berkaitan dengan kemudahan penggunaan website, aplikasi, design tata muka dan minimal nya masalah teknis.

Website Investree cukup mudah digunakan, namun aplikasinya tidak menyajikan kemudahan yang sama.

Persentase Non Performing Loan (NPL)

Non performing loan (NPL) adalah pinjaman yang gagal bayar sehingga anda tidak mendapat bunga sama sekali atau bahkan kehilangan sebagian atau seluruh. modal anda.

Investree dengan bangga selalu mengumumkan bahwa tidak ada pinjaman gagal di website mereka. Hal ini juga dikonfirmasi oleh KPMG lewat laporan mereka di November 2018.

Investree menuruti peraturan terbaru OJK yang mengharuskan setiap P2P lending memajang persentase pinjaman lancar mereka secara realtime di halaman depan website mereka. Semakin rendah angka ini, berarti semakin buruk kinerja pinjamannya (banyak yang gagal bayar) Per 30 April 2019, Investree menunjukan angka 99.1% yang berarti hanya ada sedikit sekali pinjaman yang bermasalah. Meskipun sedikit, tentu hal ini menjadi kemunduran karena sebelumnya Investree bangga mengumumkan bahwa 100% pinjamannya lancar.

Perlindungan Modal Investor

Beberapa website p2p lending memiliki perlindungan atau jaminan terhadap nilai modal anda sehingga kerugian anda terbatasi bila terjadi gagal bayar.

Investree tidak bisa menjamin modal anda terlindung sepenuhnya.

Ada informasi terbaru dari pembaca saya an Gary (lihat kolom komentar) bahwa sekarang Investree memberikan asuransi terhadap beberapa pinjaman dengan kriteria tertentu. Namun penjelasan yang mereka berikan tidak cukup lengkap karena tidak menjelaskan berapa persen modal yang dijamin, apa syarat asuransi nya bisa dicairkan, dalam tempo berapa lama, dan lain-lain.

Informasi lebih lanjut tentang penanganan gagal bayar, baca artikel ini.

Syariah atau Tidak?

Investree memiliki produk pinjaman syariah maupun konvensional. Jumlah pinjaman syariah masih sedikit dibanding yang konvensional.

Kualitas Program Referral

Komisi Investree adalah 0.5% dari nominal investasi orang yang anda refer.

Ada hal yang sangat menyebalkan dari komisi referral ini, yaitu komisi referral dipisah dari saldo pendanaan. Artinya, anda tidak bisa menggunakan komisi referral untuk mendanai pinjaman. Anda harus menarik saldo referal ini dulu ke rekening anda, mentransfer dari rekening anda ke saldo pendanaan Investree, baru mendanai.

Parahnya lagi, untuk melakukan penarikan, komisi referral anda minimal harus 100 ribu dahulu. Dan juga komisi anda ketika ditarik dikenai biaya transfer sebesar 5 ribu rupiah!

Seharusnya kedepannya, komisi referral bisa langsung digunakan untuk pendanaan.

Dampak Sosial

Beberapa investasi di peer to peer lending mempunyai dampak sosial baik, dan beberapa tidak.

Biasa saja. Pinjaman di Investree semuanya pendanaan untuk perusahaan-perusahaan yang tergolong besar. Ada atau tidak adanya anda sebenarnya kurang berdampak bagi mereka.

Catatan Lain

Investree mulai menjual obligasi negara serta reksa dana, dan saya sangat merekomendasikan Investree untuk membeli obligasi. Ada bau-bau bahwa Investree juga akan memperluas penawaran produk finansial mereka.

Kesimpulan

Kelebihan Investree:

  • Tidak pernah ada pinjaman yang gagal bayar.
  • Sebagian besar pinjaman adalah pinjaman perusahaan, yang berarti risiko gagal bayarnya lebih kecil.
  • Website mudah untuk digunakan.
  • Customer service merespon dibawah 24 jam dan memberikan jawaban yang mudah dipahami.
  • Latar belakang perusahaan cukup kredibel.

Kekurangan Investree:

  • Tidak banyak pinjaman yang bisa didanai karena Investree konservatif dalam memilih peminjam.
  • Jenis pinjaman kurang bervariasi, hampir semua pinjaman di Investree adalah pinjaman Invoice Financing dari perusahaan.
  • Bunga pinjaman tergolong rendah yaitu 10% per tahun atau kurang.
  • Tidak tersedia banyak pinjaman dengan tenor pendek, serta kecepatan pendanaan tergolong lama, yaitu dua minggu s/d satu bulan karena nilai pinjaman yang besar.
  • Minimal investasi Rp1 juta.
  • Mobile Apps sulit untuk digunakan.
  • Tidak ada jaminan modal akan terlindungi sepenuhnya.

Rekomendasi

Investor yang suka ‘main aman’ akan sangat cocok berinvestasi di Investree karena sebagian besar pinjamannya adalah pinjaman perusahaan yang berarti risiko gagal bayarnya lebih kecil. Per Juli 2018, Investree telah menurunkan nominal minimal investasi dari Rp5 juta menjadi Rp1 juta. Namun variasi pinjaman yang sempit membuat saya masih sulit merekomendasikannya sebagai tempat investasi lending. Saya malah menggunakan Investree untuk membeli obligasi negara.

Siapa yang Cocok Berinvestasi di Sini?

  • Investor yang hanya ingin mendanai pinjaman perusahaan.
  • Investor yang merasa aman dengan ‘nama-nama besar’.
  • Investor yang ingin mulai diversifikasi di obligasi negara dan reksa dana.

Apabila tertarik, daftar di Investree menggunakan kode referral saya LJGZ3 untuk mendapatkan bonus.

Bandingkan website lain?

About asiaril

Tulisan saya adalah opini pribadi yang tidak memiliki kredibilitas apapun. Kerugian dalam bentuk apapun yang timbul akibat membaca tulisan saya (misalnya buang buang waktu) sepenuhnya menjadi tanggung jawab anda. Apabila anda tidak suka dengan karya saya, janganlah marah kepada saya, namun pukullah layar komputer anda dengan linggis.

18 Responses

  1. Erz

    Kak
    Hari ini ada email mengejutkan dari investree bahwa dana Cash In Hand akan ditransfer otomatis ke rekening pribadi jika tidak digunakan selama 2 x 2 hari
    Padahal ketentuan minimal invest 1 juta sehingga pasti ada dana CIH yang mengendap, dan dipaksa tansfer ke rekening pribadi (dikenai biaya transfer antar bank) tentu sangat merepotkan dan merugikan sekali. Kata mereka ini aturan OJK, gmb menurut kaka, dan apakah aturan ini juga berkalu untuk platform lain seperti akseleran dan modalku? Setau saya pendanaa modalku tidak harus bulat angkanya sehingga dana mengendap bisa semua disalurkan ke peminjam, bgmn dgn akseleran?

      1. Erz

        Kak thanks for fast reply
        Iya sudah confirm sesuai email mereka ” Kami akan memulai
        kebijakan ini dengan mengembalikan semua saldo CIH
        dipotong biaya transfer ke rekening bank Anda ”
        Mungkin bebas biaya kl sesama bank dgn mereka tp kan bank mereka “ga umum” yaitu danamon dan niaga

        Yg jadi masalah adalah minimal funding yg 1 juta sehingga pasti ada dana yg “nyisa”
        Kl misal tidak ada minimal funding tidak jadi masalah karena semua CIH bisa kita salurkan.
        Kl sekarang system nya jadi cacat.. kita sebenarnya juga tidak mau ada dana nganggur tapi dananya tidak bisa disalurkan
        Aku lg mikir untuk pindah platform aja kl kayak gini bisa-bisa tiap 2 hari kena charge 7rb an cuma utk biaya transfer yg tidak kita inginkan (belum kl kita mau masukin lagi ke VA kita di mereka)
        Oya kl untuk Akseleran apa bisa dana ngendap ya kak?

  2. Epan

    sampai komen ini diturunkan dana yang saya investasikan sudah 9 hari tapi dana masih tahap “dalam pendanaan”. saat ditanya kapan dana tersebut dicairkan ke pihak borrower, pihak investree bilang karena ini masih ada dokumen yang belum diserahkan oleh pihak borrower. Seharusnya saat sudah masuk ke dalam daftar pinjmana, semua dokumen harusnya sudah ready. Jadi selama belum dicairkan ke borrower, uang yang sudah dikumpulkan itu diapakan ya???

      1. Adi Surya

        Baik Pak Asiaril, saya nyoba masukkan berita2 yg dianggap penting

        https://finansial.bisnis.com/read/20190826/89/1141032/bri-lirik-potensi-tingkatkan-pendanaan-kepada-investree-hingga-300-persen

        Bisnis.com, JAKARTA — PT Investree Radhika Jaya dan PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI (Persero) Tbk. meresmikan kerja sama penyaluran pendanaan untuk pinjaman melalui platform Investree senilai Rp200 miliar.

        Pihak BRI menyatakan, pendanaan yang disalurkannya melalui Investree pada tahun depan berpotensi meningkat hingga Rp2 triliun.

        Peresmian kerja sama tersebut berlangsung pada Senin (26/8/2019) di Brilian Center Gedung BRI 2, Jakarta, melalui penandatanganan oleh Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi serta Direktur Ritel dan Menengah BRI Supari.

        Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari penyaluran pendanaan untuk pinjaman antara kedua perusahaan yang berlangsung tepat satu tahun lalu. Saat itu, BRI menyalurkan pendanaan melalui Investree sebesar Rp50 miliar.

        Menurut Adrian, pembaruan kerja sama tersebut dapat membawa semangat baru bagi Investree dan BRI untuk menghadirkan kecepatan dan kemudahan dalam mengakses pinjaman, khususnya bagi usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM). Selain itu, menurut dia, hal tersebut dapat memperkuat ekosistem ekonomi digital di Indonesia.

        “Selain itu, [kerja sama] ini juga mematahkan anggapan beberapa orang bahwa tekfin adalah pesaing bank. Justru tekfin ada untuk melengkapi fungsi perbankan terutama dalam memenuhi permintaan masyarakat terhadap akses pinjaman yang fleksibel,” ujar Adrian pada Senin (26/8/2019).

        Adrian menjelaskan, penyaluran pendanaan pertama dari bank dengan nilai aset terbesar di Indonesia tersebut merupakan projek percontohan kerja sama antara perusahaan teknologi finansial (tekfin) peer-te-peer (P2P) lending dengan perbankan.

        Kala itu, menurut dia, belum terdapat kerja sama antara tekfin dengan perbankan sehingga langkah Investree dan BRI tersebut menjadi model bagi industri, termasuk bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator.

        Adrian menjelaskan, seiring waktu OJK pun membuka ruang kerja sama tekfin dengan bank yang dinaungi oleh Peraturan OJK 13/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital.

        Supari menjabarkan, pihaknya meningkatkan nilai penyaluran pinjaman melalui Investree karena sudah terdapat kejelasan dari sistem manajemen risiko perusahaan tekfin.

        Selain itu, return yang diterima melalui penyaluran pinjaman kepada tekfin pun menurutnya lebih besar dibandingkan dengan penyaluran dengan cara konvensional.

        “Sudah return-nya lebih tinggi kemudian kami lebih efisien, karena kan tidak menggunakan overhead yang lebih besar dibandingkan dengan cara-cara [penyaluran pinjaman] konvensional. Mungkin [return] di atas 13%,” ujar Supari.

        Hal tersebut menurutnya menjadi peluang bagi BRI untuk meningkatkan nilai penyaluran pendanaan untuk pinjaman melalui Investree. Tak tanggung-tanggung, Supari menilai potensi peningkatan nilai tersebut dapat mencapai 300% dibandingkan dengan nilai yang disalurkan dalam kerja sama saat ini.

        “Mungkin tahun depan kita bisa bicara Rp1 triliun–Rp2 triliun, begitu. Apalagi saya sudah bicara, kami punya yang namanya unit-unit kerja yang menjadi booking office, principal-principal yang merupakan nasabah inti platinum kami di korporasi besar. Nah, ini kan punya ekosistem, kami akan masuk dengan platform investree,” ujar Supari.

        1. Adi Surya

          https://id.techinasia.com/investree-galang-pendanaan-seri-c

          Inti berita

          Adrian Gunadi selaku CEO Investree mengaku sedang dalam proses penjajakan dengan sejumlah investor untuk menggalang pendanaan Seri C.
          Dana segar yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk keperluan ekspansi layanan di Asia Tenggara, meliputi Thailand dan Filipina.
          Sebelumnya, Investree juga telah hadir di Vietnam dengan menggandeng mitra lokal bernama eLoan.
          Dalam kesempatan terpisah, Adrian sempat mengungkapkan kepada Tech in Asia Indonesia bahwa Investree tengah menuju profitabilitas sejak layanannya mulai diluncurkan pada 2015 silam.

          Fakta penting lainnya

          Investree sebelumnya telah mengantongi pendanaan Seri B pada Juli 2018. Investasi tersebut dipimpin oleh SBI Holdings, serta diikuti Mandiri Capital Indonesia, Persada Capital, Endeavor Catalyst, 9F Fintech Holdings Group, dan investor terdahulu mereka Kejora Ventures.
          Putaran pendanaan Investree seri sebelumnya telah dimanfaatkan untuk kebutuhan rekrutmen, pengembangan teknologi, dan lainnya.

  3. Gary Yna

    Saya kemarin tanya apakah ada rencana proteksi asuransi untuk pendanaan di investree, berikut jawaban CS nya:

    Selamat Sore. Saat ini Investree bekerjasama dengan Jamkrindo bertujuan untuk menjamin pinjaman yang memiliki profil risiko tertentu. Adapun proses klaimnya, Investree baru dapat menjalankan proses tersebut setelah pihak Investree telah melakukan upaya-upaya penagihan terlebih dahulu kepada Borrower dan pihak Jamkrindo akan melakukan analisa kembali atas klaim tersebut untuk memutuskan apakah klaim dapat diproses atau tidak.

    Memang agak ambigu jawabannya tapi paling tidak investree tidak blank samasekali tanpa asuransi. Gimana pendapat bung adrian dan rekan2 lain?

  4. Gary Yna

    Kemarin terakhir ada yang nyangkut satu di investree, sudah lewat sekitar 120 hari tapi terus dibayar investree. Apakah ini mungkin aksi Jamkrindo, saya hanya menduga saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.