Adrian Siaril

pexels-nataliya-vaitkevich-7172856

Cara Menghitung Potensi Keuntungan untuk Investor Pemula

Jika Anda merupakan seorang investor pemula, maka saat memilih instrumen investasi Anda wajib mengetahui cara menghitung potensi keuntungan yang bisa didapatkan melalui rumus investasi. Hal ini berguna untuk memastikan agar modal yang dikeluarkan setimpal dengan keuntungan yang diperoleh.

Namun yang saya perhatikan, masih banyak investor pemula yang hanya berfokus pada keuntungan bersih dari investasinya saja dan tidak menghitung berdasarkan Return of Investment (ROI).

Lalai dalam memperhitungkan ROI pada pemilihan instrumen investasi akan mendatangkan kesulitan bagi Anda nantinya, apalagi jika investasi yang dipilih tak kunjung memberikan hasil seperti yang diinginkan.

  1. Mengapa Menghitung ROI Begitu Penting?

Return of Investment atau ROI bisa dideskripsikan sebagai rasio modal yang Anda keluarkan untuk berinvestasi, yang berbanding dengan keuntungan dari investasi tersebut.

Menghitung ROI sangatlah penting karena hal ini akan menentukan kemampuan Anda dalam mengembangkan investasi tersebut di masa yang akan datang. Sehingga Anda bukan hanya sekadar menjalankannya, sebab investasi akan memerlukan modal tambahan jika Anda ingin mengembangkannya lebih luas.

Investor pemula biasanya hanya berfokus pada laba bersih dari investasinya saja, padahal ROI amat penting dalam perhitungan perkembangan investasi.

Pada banyak kasus, hanya karena jumlah pendapatan investor A lebih besar daripada investor B, bukan berarti investasi tersebut lebih potensial di masa depan.

Sebagai contoh:

Jika investor A mendapat penghasilan Rp70 juta tetapi ROI-nya hanya sebesar 30%, dan investor B hanya mendapat penghasilan Rp50 juta tetapi ROI-nya 100%, maka investor B memiliki potensi yang lebih besar untuk dapat mengembangkan keuntungannya di masa depan.

Dengan kata lain, penghitungan ROI merupakan cara untuk memperhitungkan potensi keuntungan investasi pada masa lalu, masa kini, hingga masa depan.

  1. Cara Menghitung ROI

Meskipun ROI biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase, namun periode penghitungan ROI sebenarnya tidak diatur secara ketat. Kebanyakan investor yang sudah menghitung ROI biasanya berpatokan pada periode tahunan dalam penghitungannya.

Secara umum, rumus penghitungan ROI sendiri adalah jumlah total penjualan dikurangi biaya investasi, lalu hasilnya dibagi dengan biaya investasi, kemudian dikalikan seratus persen.

Jika diilustrasikan, rumusnya adalah sebagai berikut:

  1. Investor A mengeluarkan investasi sebesar Rp10 juta

Penghasilan investasi dalam setahun mencapai Rp15 juta

Maka ROI-nya adalah: 50%

Rumus: (15.000.000 – 10.000.000) / 10.000.000 x 100% = 0.5 x 100% = 50%

  1. Investor B mengeluarkan investasi sebesar Rp5 juta

Penghasilan investasi dalam setahun mencapai Rp13 juta

Maka ROI-nya adalah: 160%

Rumus: (13.000.000 – 5.000.000) / 5.000.0000 x 100% = 1.6 x 100% = 160%

Jika dilakukan perbandingan, investor B mengeluarkan modal yang lebih kecil dan hasil investasinya pun lebih kecil daripada investor A, namun persentase ROI dalam setahunnya ternyata lebih tinggi dibanding investor A.

Maka dalam hal ini, investor B memiliki potensi yang lebih besar untuk dapat mengembangkan investasinya di masa depan, terkecuali jika investor A memastikan untuk memperbaiki metodenya dan meningkatkan persentase ROI.

C. ROI sebagai Acuan Investor

Investor yang berminat mempertahankan portofolionya dalam waktu yang lama, harus selalu menghitung ROI saat mengecek kalender fiskalnya.

ROI akan  memberikan ilustrasi tentang bagaimana suatu instrumen investasi bisa dikembangkan, karena pengembangan berarti kewajiban untuk mengeluarkan modal yang lebih besar.

Jika margin keuntungan pada  suatu instrumen investasi sangat kecil dan ROI-nya tidak memadai, maka akan sulit untuk mengembangkan investasi karena modalnya masih terpakai untuk mengelola investasi yang sudah ada.

Agar memudahkan untuk menghitung ROI, terutama jika Anda adalah investor pemula dan individual, pastikan menetapkan kalender fiskal dalam periode yang tetap, misalnya tahunan.

Anda kemudian bisa menggunakan keuntungan investasi Anda per tahunnya untuk menghitung ROI. Dengan menghitung potensi keuntungan dari rumus investasi menggunakan ROI, Anda akan mendapat gambaran yang lebih akurat untuk potensi investasi tersebut di masa depan.

D. Memaksimalkan Efek Compounding

Potensi keuntungan investasi akan menjadi lebih maksimal bila bunga keuntungan yang didapat dari investasi sebelumnya, diinvestasikan kembali ke instrumen yang sama maupun berbeda. Hal tersebut akan membuat bunga yang Anda dapatkan menjadi berlipat ganda dengan adanya pola ‘bunga berbunga’. Itulah yang disebut dengan efek compounding.Dengan kata lain, efek compounding bisa disebut sebagai efek yang menghasilkanpendapatan dari pendapatan sebelumnya. Karena itulah, efek compounding kerap menjadi andalan para investor sebab pengaruhnya yang sangat signifikan terhadap rencana maupun tujuan investasi dalam waktu yang panjang.

Bagaimana Cara Mendaftar OneAset?

  1. Gunakan link https://app.oneaset.co.id/s/N3amMv untuk mendaftar
  2. Apabila belum memiliki aplikasi ONEASET di HP, akan diarahkan download dulu di playstore
  3. Klik ulang link tersebut setelah install ONEASET
  4. Aplikasi ONEASET akan otomatis terbuka dan muncul gambar seperti dibawah ini
This image has an empty alt attribute; its file name is image.png
This image has an empty alt attribute; its file name is image-1.png
This image has an empty alt attribute; its file name is image-2.png

Selesai. Silakan baca seluruh tulisan saya secara gratis. Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan share, karena saya akan mendapatkan incentive tambahan atas engagement tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terkait

Artikel Populer

Advertisement

Disponsori oleh:

Kode Referral

Akseleran: AKSLADRIA13403
ALAMI: ASIARI
Allianz Smart Poin: rvam2zmw
Ajaib : asia625
Amartha: IL035033
Asetku:WVQXQ
BCA Credit Card (Kartu Kredit BCA): ADRIA0002117
Bibit: ucleiaf
Bizhare: ASA8KHDU

Bmoney: REF-KRJI0
Bukalapak: BAMBANGRAHARJA13YJ
By.u: Klik link disamping atau masukkan BYADRI8439991
Canva: klik link disamping
Cashbac: adr01ak
Catchplay: langsung klik link tersebut
Crowdo: U051549
Crowde: FNYTMZK
DANA: bltuDi
danaIN: 12552
Danamart: asiaril

Deposito BPR by Komunal: AS2333
DNA PRO: ADRIANSI0512
EA-50 : ASIAR8548
Easycash: WRo7Rsw
Ebay.blanja.com: 25CN5E949CBD
E-mas: 9D3CEDUY
Esta Kapital: ZTVINT
Fazzcard: 36baeb7a01
FIN888: adriansi0512
Flip: SHIA6755
Fore Coffee: 5BA015
Fundtastic: FUN10287
Gradana: AS0302191555
Getplus: DWNXM6GDM
Halofina: AIE74C
Hangry!: ADRINALD
iGrow: IGWSIA1980
Indogold: 98532
Investree: LJGZ3
Invisee: @AS0e99d
Jackhammer Co (via TADA): langsung klik link disamping
Jenius: $asiaril
Jurnal: ADRIA21895 atau klik link disamping
Kapital Boost: BAT6M2
Kaspro: E57u7c
KoinWorks: 62507
Koingold by Koinworks: KG-62507
Komunal: 1CE8460
Lakuemas: adrian2128
Levi’s VIP Indonesia: 31A8KL2
Lotus International – Fahrenheit: adriansiaril
Mekar: ADRIA2476
Modalku: jdq73oc9
Modal Rakyat:AS1817506638
NYALA: klik link disamping
OCBC NISP One Mobile: klik link disamping
OY: langsung klik link disamping
Pegadaian: PDS4ED81
Pluang: ADRI667294
Qoala Plus: XM3KSRAL
Raiz Invest (Indonesia): MDA2P7
Shopback: us3h2G
Shopee: ASIAR252
SmartX: asiaril
Sweet Escape : 1FSRH
Tamasia: MIK97TR
Tanamduit: ADRIA00INH7
Talenta: talenta641
Tanifund: ADRR20
Tiktok: A729133701
Tokopedia: TPADR8548
Tunaiku: SASIARIL
Uangme: 7627
Yesdok: ADRIANS1U
Yukk: asia48