FINTAG: Review P2P Lending Produktif dengan TKB90 100%

P2P lending produktif banyak dilanda tantangan sepanjang 2022, jadi wajar saja banyak orang yang hanya ingin menggunakan p2p lending konsumtif saja atau bahkan menolak menggunakan p2p lending lagi. Jadi, saya terkejut bahwa di tahun 2023 justru ada dua p2p lending yang malah mengajak saya kenalan dan meminta pendanaa. Mereka adalah Fintag (yang akan di review di artikel ini) dan Cairin (yang sudah terlebih dahulu di review di tulisan sebelumnya). Berbeda dengan Cairin yang bergerak di segmen konsumtif, FINTAG bergerak di bidang produktif Mikro – seperti Amartha dan Esta Kapital.

Produktif Mikro: bukan segmen dengan risiko rendah

Produktif Mikro merupakan segmen yang lumayan high risk – kita bisa berkaca dari performa risiko Amartha dan Esta Kapital. Namun hebatnya, Fintag (sebelumnya bernama Fintegra) masih memiliki TKB90 sebesar 100% meskipun sudah beroperasi sejak 2016. Hal ini berarti Fintag bukan “masih mulus” karena baru berdiri, melainkan memang sukses melalui masa pandemi tanpa terkena noda gagal bayar sedikitpun.

“Kok bisa TKB90 nya 100%?”

Ketika mereka mengunjungi kantor saya, saya tentu menanyakan hal ini. Jawaban yang diberikan normatif dan diplomatis, sama seperti p2p lending lain yang kira kira isinya “manajemen risiko kita bagus, ada lah rahasianya, tapi kita ketat banget seleksi peminjam”. Jawaban ini persis yang diberikan ke saya oleh Akseleran dan Alami saat mereka berdua TKB90% masih 100% – tapi sepintar – pintarnya tupai meloncat, pasti akan jatuh juga. Entah sampai kapan Fintag bisa menjaga TKB90 nya semulus ini.

Penuh Potensi, Tapi Masih banyak yang perlu dibenahi

Sekarang mari kita bahas soal produknya. Fintag masih hanya bisa diakses melalui web saja, dan desainnya sangat menyedihkan. Tim Fintag berkata mereka sedang mengembangkan aplikasi smartphone dengan tampilan yang lebih modern – saya bahkan ditunjukkan prototype nya.

Masalahnya, menurut saya kondisi website Fintag saat ini juga sangat menyebalkan untuk digunakan. Selain proses pendaftarannya yang sangat panjang dan ribet, antarmuka websitenya juga sulit dipahami. Jadi, kalau anda mau menggunakan Fintag, hubungi saya dulu untuk saya kenalkan dengan tim CS/RM mereka – kalau tidak, anda bisa frustrasi kesulitan menggunakan website Fintag.

Proses Daftar Paling Ribet

Fintag memilih Peruri sebagai mitra KYC dan tandatangan digital, berbeda dengan p2p lain yang menggunakan Digisign atau Privy. Entah kenapa saya merasa sistem Peruri tidak sematang dua pemain swasta lainnya. Saya menghadapi banyak masalah teknis saat proses KYC – dan website Fintag tidak memiliki instruksi atau FAQ yang cukup memadai untuk membantu prosesnya. Untungnya, layanan tim RM/CS dari Fintag sangat responsif sekalipun di luar jam kerja (chat saya dibalas dibawah 5 menit saat akhir pekan).

Pendalaman Pendanaan

Untuk produk pendanaan sendiri, Fintag biasanya hanya memiliki 3 sampai 7 pendanaan yang tersedia di dashboard, dengan plafon dibawah 3 juta dan tenor maksimal bulan. Jangan heran soal plafonnya yang kecil, karena pinjaman mikro biasanya memang berkisar di angka tersebut (bisa dibandingkan dengan Amartha dan Esta Kapital)

RDL yang dibuka oleh Fintag adalah bank BNI – tidak ada yang spesial disini. Satu hal yang saya sayangkan adalah Fintag memotong premi asuransi didepan saat pendanaan, bukan memotong return bunga di belakang seperti kebanyakan p2p lending. Jadi, ketika anda mau mengisi saldo di RDL, anda harus memperhitungkan dulu berapa biaya asuransi yang perlu ditambahkan saat proses pendanaan.

Kesimpulan

Fintag adalah angin segar yang saya tunggu-tunggu selama ini – seorang penyelenggara p2p lending yang mungkin bisa meyakinkan saya dan banyak orang untuk berani kembali mencoba lagi p2p lending, terutama p2p lending produktif.

Fintag belum bisa saya rekomendasikan karena masih kurang matangnya sistem mereka – namun Fintag bisa menjadi rekomendasi nomor 1 saya untuk sektor Produktif bila mereka sudah memperbaharui sistem dan prosedur mereka. Ingat, mereka punya potensi untuk menjadi yang terbaik karena TKB90% nya masih 100%.

Baca juga : Transformasi Bisnis Fintech: Menuju Profitabilitas dan Inovasi Berkelanjutan 

Adrian Siaril
Adrian Siaril
Articles: 24

7 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  1. Sepertinya Fintag belum siap untuk menangani lender retail.

    Dari:

    – Pendaftaran
    – Informasi di website
    – Informasi tentang pendanaan
    – Interaksi dan jawaban-jawaban customer service lewat email
    – Interaksi dan jawaban-jawaban customer service lewat live chat

    masih banyak yang belum benar.

    Saya belum berani mendanai di platform baru ini, tetapi saya harap Fintag menjadi platform yang bisa memberikan hal yang baik di dunia peer to peer lending.

  2. Hello would you mind sharing which blog platform you’re using? I’m going to start my own blog soon but I’m having a hard time choosing between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal. The reason I ask is because your design and style seems different then most blogs and I’m looking for something completely unique. P.S Sorry for being off-topic but I had to ask!