Surat Utang dari SCF – Alternatif P2P?

Dulu SCF dan P2P punya perbedaan mendasar yang pernah saya bahas disini, tapi akan saya rekap ulang dibawah:

SCFP2PL
Basis AsetEkuitasUtang
RisikoUsaha Bangkrut
Tidak kunjung untung, tak ada return
Telat Bayar
Gagal Bayar
Sifat ReturnTidak pastiCenderung Pasti
Horizon WaktuPanjangFleksibel

Berdasarkan perbedaan diatas, saya tentu menilai tidak ada kelebihan SCF dibanding p2p lending sama sekali. Seiring berjalannya waktu, SCF mulai membenahi kekurangannya melalui berbagai inovasi, misalnya dengan menyediakan pasar saham sekunder untuk meningkatkan likuiditas, dan menyediakan penawaran saham untuk holding company yang sudah running profit, ketimbang penawaran buka PT baru untuk cabang usaha yang belum tentu menghasilkan keuntungan.

Namun, inovasi terbaru SCF di 2021 adalah penawaran surat utang yang membuyarkan perbedaan antara p2p lending dan Securities Crowdfunding.

Surat utang yang ditawarkan ada dua jenis:

  1. Yang pertama, surat berharga ritel milik negara yang kerap ditawarkan di bank, sekuritas, dan fintech. Hal ini tentu sudah biasa.
  2. Yang luar biasa adalah, surat utang korporasi yang diterbitkan UMKM. Kita akan fokus membahas yang satu ini.

Cara kerjanya persis SBR maupun surat utang lainnya, tapi bedanya ini dikeluarkan oleh perusahaan yang skalanya lebih kecil, alias UKM. Berkat SCF, UKM juga bisa menerbitkan surat utang layaknya perusahaan-perusahaan besar. Bagi yang belum paham soal SBR, bisa baca tulisan ini untuk penjelasan lengkapnya. Secara sederhana sih cara kerjanya mirip dengan deposito, dimana kita menerima bunga setiap bulan dan menerima kembali pokok kita di akhir periode utang.

Karena basisnya utang, maka tentu memiliki kepastian dari segi retur dan likuiditas layaknya p2p lending, dan juga produk ini memiliki beberapa kelebihan dibanding p2p lending.

Kelebihan Surat Utang SCF Dibanding P2P Lending

Kita tahu Identitas Borrower

Di P2P lending, identitas borrower dirahasiakan. Kita hanya boleh tahu payornya saja untuk invoice financing. Di surat utang SCF, kita bukan saja tahu identitas si peminjam namun bisa melihat seluk beluk laporan keuangannya.

Memiliki Rating Tersentralisasi

Saya sering mengkritik bahwa rating pinjaman di P2P hanyalah ilusi yang tidak memiliki standarisasi. Untuk surat utang SCF, rating diberikan oleh Pefindo yang memiliki standar jelas.

Kekuatan Legal Lebih Kuat

Di P2PL sering terjadi gagal bayar tapi agunan tak kunjung dicairkan. Pendana tidak memiliki akses ke perjanjian antar penyelenggara dan peminjam, sehingga pendana tidak bisa mengambil langkah hukum.

Penerbitan surat utang membuat perusahaan secara langsung mengakui adanya utang terhadap pihak yang membeli surat utang tersebut, sehingga sekalipun bangkrut, perusahaan harus memenuhi kewajiban pembayaran melalui likuidasi aset

Memiliki Hak Kustodi Tersentralisasi

Saya sudah sering mengkritik regulasi P2P yang tidak mengatur hak kustodi atau pengalihan hak penagihan bila penyelenggara sampai bangkrut (siapa yang mewakilkan kita menagih borrower).

Dalam surat utang yang ditawarkan SCF, setiap penawaran tercatat dalam KSEI (kustodian sentral efek Indonesia) sehingga memiliki data tersentralisasi layaknya pembelian saham. Bila penyelenggara SCF tutup, kita tidak perlu khawatir akan pengalihan hak penagihan.

Tapi, ada juga Kekurangannya

Penawarannya masih Terbatas

Dibanding p2p lending, jumlah surat utang yang ditawarkan masih sangat sedikit. ECF belum boleh menjual surat utang sebelum naik gelar menjadi SCF, jadi pemainnya juga masih dikit. ECF tidak boleh menjual surat utang sesuai namanya (equity, bukan securities). ECF bisa mengajukan izin untuk naik pangkat jadi SCF.

Tidak Ada mitigasi berbentuk asuransi

Asuransi kredit merupakan inovasi industri p2p lending untuk memitigasi risiko lender, namun hal ini belum ada di surat utang SCF.

Ada yang bunga nya tidak fixed

Untuk surat utang berbasis syariah (sukuk) menggunakan akad bagi hasil sehingga bunganya bersifat fluktuatif

Rekomendasi

Surat utang scf bisa jadi alternatif bagi p2p lending, tapi perlu dicatat:

  • Penawaran investasi ini masih sangat terbatas
  • Beberapa memiliki sifat return tidak pasti
  • Tidak dijamin LPS maupun asuransi kredit
  • Rating Pefindo lebih bagus daripada rating penyelenggara P2P, tapi tidak bisa dipercaya sepenuhnya juga

Apabila tertarik, saya menyarankan mencoba membeli surat utang SCF ini di Bizhare yang sudah pernah saya ulas sebelumnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.