Robot Trading Apa Yang Masih Bagus?

Baca dulu: Pemahaman Dasar Bot Forex

Hampir setiap hari saya menerima pertanyaan ini. Wajar saja sih – karena robot trading memang cukup viral diawal tahun 2021 dan masih jadi bahan omongan sampai sekarang. Untuk alasan itu juga saya mengurangi konten p2p dan fokus membahas robot trading – bukan karena saya pindah haluan – tapi konten p2p di blog ini sudah cukup komprehensif dan lengkap. Tidak banyak lagi yang bisa dibahas seputar p2p lending, dan saya merasa memiliki kewajiban mengedukasi pembaca blog ini soal fenomena robot trading yang too good to be true. Saya masih aktif berinvestasi di p2p lending dan jumlah dana saya di p2p masih jauh lebih banyak daripada robot trading.

Dalam beberapa bulan yang lalu ada robot trading yang ternyata “scam”, dan ada juga beberapa robot trading yang margin call. Jadi sebelum menjawab pertanyaan dalam judul tulisan ini, saya mau menjelaskan dulu, bahwa scam dan margin call merupakan 2 hal yang berbeda, tetapi sering kali scam dibungkus dengan kedok margin call.

  • Scam adalah betuk penipuan dan menghilangkan dana bukan karena kerugian trading maupun investasi. Misalnya, perusahaan yang tiba-tiba menghilang, berpura-pura maintenance dan dana kita hilang tidak bisa ditarik.
  • Margin call adalah situasi dalam dunia trading forex dimana dana kita tidak kuat untuk menahan posisi floating loss sehingga setinggi apapun dana kita bisa menjadi 0 (nol).

Memang sulit membedakan mana yang merupakan margin call asli dan margin call palsu. Untuk mereka yang sudah lama berkecimpung dan paham dunia forex biasanya akan tahu: Mungkin dari chart yang seketika melesat tinggi atau melejit turun secara tajam, biasanya itu terjadi manipulasi chart yang menimbulkan margin call. Atau dari pergerakan candlestick chart yang berbeda daripada broker lainnya. Memahami kedua perbedaan tersebut penting untuk menjawab topik dari tulisan ini.

Setelah memahami bedanya scam dan margin call, mari kita kembali menjawab topik dari tulisan ini. Sesungguhnya, jawaban saya dari dulu sampai sekarang masih sama, yaitu tergantung posisi anda. Apakah sebagai hater atau user (lovers) dari robot trading.

Kalau anda memandang robot trading secara skeptis dan melihat ini sebagai instrument yang high risk, yang identik dengan ponzi, tentu apapun yang saya rekomendasikan akan dituduh sebagai ponsi atau scam. Sebaliknya kalau anda sudah menggunakan dan fanatik terhadap satu merk tertentu, tentu apapun yang saya katakan dianggap salah 100% ataupun benar 100%. Maka dalam tulisan ini saya tidak akan menyebut satu merk, namun saya akan mengajarkan aspek apa yang membuat saya menilai suatu robot trading itu bagus atau tidak. Saya membuat ada 4 poin utama, sama seperti artikel saya yang berjudul Gejala Penyakit P2P Lending, saya mencoba membuat pemikiran kritis sehingga dapat mengambil kesimpulan sendiri.

Ciri 1: Jarang Di Kritik karena Memang Susah Di Kritik

Alasan suatu robot trading jarang dikritik ada dua: mungkin tidak cukup eksis sehingga tidak ada yang tahu, atau memang susah dikritik karena tidak bercela. Tidak bercela disini maksudnya, setelah diinvestasi secara mendalam, memang tidak ditemukan hal yang mencurigakan atau berbau money game. Alias, tradingnya bisa dibuktikan real dan bukan fiktif.

Carilah robot trading yang meskipun sudah eksis dan terkenal, tapi jarang di kritik oleh trader ahli dan tokoh finansial.

Ciri 2: Manajemennya Terbuka

Ketika suatu robot trading di kritik, biasanya ada dua respons dari manajemen robot yang kerap muncul:

  • Melakukan klarifikasi baik-baik menggunakan penjabaran data dan bukti
  • Atau memanggil semua membernya membully satu orang, disertai surat somasi dan panggilan polisi

Saya rasa saya tidak perlu menjabarkan lebih lanjut, robot jenis mana yang saya rekomendasikan. Keterbukaan manajemen lain yang perlu diacungi jempol adalah, mau berdiskusi langsung ke member (tanpa perantaraan downline mereka), tidak menyembunyikan kehidupan pribadinya, dan rajin aktif di sosial media (ada di LinkedIn, kalau kita DM membalas, sering berbagi informasi, dll)

Nomor 3: Dari Aspek Teknis, Tidak ada Kejanggalan

Poin nomor 3 ini agak sulit karena perlu paham dunia trading manual, berbeda dengan poin 1 dan 2 yang disampaikan diatas. Beberapa aspek teknis yang perlu dicermati dari suatu robot trading adalah

  1. Live tradenya bisa dipantau secara langsung
  2. Open position nya bisa kita copy dan hasilnya mirip atau bahkan sama (slippage tidak parah)
  3. Chart nya sama persis dengan broker-broker lainnya (cek di interval Minute 1, bandingkan dengan broker-broker besar)
  4. Serta Brokernya:
  • Teregulasi di negara yang cukup dikenal, bukan negara antah berantah.
  • Harus bisa menerima pendaftaran trader tanpa melalui referral/affiliate link dari si robot forex.
  • Bisa kita hubungi langsung tanpa perantaraan upline, manajemen bot.
  • Melakukan pengecekan identitas serius bukan asal-asalan (sesuai anti money laundering policy)

Ciri 4: Menggunakan Strategi Trading yang Waras

Percuma saja jika poin 1 sampai 3 terpenuhi namun strategi tradingnya ampas. Sejak ada 3 margin call robot yang berbarengan terjadi, kita semua belajar bahwa meskipun suatu broker itu kredibel, suatu autotrade itu legit dan legal, namun semuanya sama saja bohong kalau ujung-ujungnya membuat kita rugi.

Definisi ‘waras‘ memang berbeda-beda tergantung dari seberapa tinggi toleransi risiko setiap orang, namun bagi saya pribadi, saya menghindari autotrade yang menggunakan floating atau multiple entry. Single entry dengan stoploss sudah cukup oke untuk saya, tidak perlu muluk-muluk amat.

Tentunya anda bisa setuju ataupun tidak terkait poin keempat ini, jadi pilih saja robot trading yang strateginya dan cara kerjanya sesuai dengan profil risiko anda.

Disclaimer

Saya sampaikan hal yang berulang-ulang sudah saya sampaikan: Saran saya kalau memang ada kekhawatiran dalam menggunakan robot trading, lebih baik tidak usah ikutan. Banyak orang-orang yang memang ahli-ahli finansial, yang dekat dengan saya, mereka tidak mau bermain robot trading dan lumayan mengkritik saya, tapi pilihan masing-masih berbeda-beda. Ini memang pilihan investasi yang sangat high risk dan ditambah lagi robot trading ini tidak pernah jelas antara benar-benar trading atau hanya sekedar money game saja. Saya memang akui bahwa ini investasi saya yang high risk sekali, dan saya tidak pernah rekomendasi untuk ikut saya, atau mempromosikannya.

Saya hanya murni edukasi, kalau ada orang mau join dibawah saya silahkan saja kalau memang sudah paham dengan resiko-resikonya. Saya sendiri hanya menggunakan 10-20% dari dana saya untuk robot trading. Investasi saya masih lebih tinggi di P2P Lending, reksadana, dan saham yang memang jelas underlying nya dan sudah bertahun-tahun ada membuat banyak orang sukses.

Kalau memang tetap mau masuk dalam robot trading / robot forex saya merekomendasikan dana dipecah saja kebeberapa robot trading untuk meminimalisir resiko. Saran saya minimal pakai 3 robot trading yang menurut anda terbaik.

2 thoughts on “Robot Trading Apa Yang Masih Bagus?”

  1. bagaimana pandangan abang robot2 forex seperti DNA pro, Fahrenheit, EA50, Smartx dll pakainya broker2 asing, sedangkan pemerintah melalui Bappepti mewajibkan trader forex pakai broker lokal. Slakan lihat ini, dan bgmn tanggapan abang: https://youtu.be/TVCxqt1I6Tk

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.