Kesalahan Keuangan Saya di Masa Lampau

Belajar dari Kesalahan Keuangan di Masa Lalu

Postingan ini adalah edisi curhat, dimana saya ingin membagikan beberapa kesalahan saya di masa lalu yang menurut saya kurang bijak. Harapan saya, siapapun yang membaca tulisan ini, berapapun umurnya, tidak mengulangi kesalahan saya yang saya tuliskan dibawah ini.

Kesalahan pertama: Hanya Mengandalkan Tabungan

Dulu saya sangat cinta dengan deposito, sampai-sampai menjadi nasabah prioritas di suatu bank karena semua uang saya ditaruh disana. Sejak memahami konsep inflasi saat kuliah di Australia, sayapun menarik uang saya dari bank dan mulai memindahkan ke instrumen investasi. Alasannya, saya jadi paham bahwa tingkat inflasi mengalahkan bunga yang dihasilkan tabungan dan terkadang deposito, sehingga menyimpan uang di bank justru malah membuat saya “kehilangan uang”

Kesalahan Kedua: Tidak Paham Cara Kerja Asuransi

Asuransi bisa menjadi pedang bermata dua – banyak orang yang merasa dirugikan oleh asuransi meskipun banyak juga yang merasa manfaatnya. Dalam satu kesempatan, saya merasa ditipu oleh seorang agen asuransi, sehingga sejak saat itu sampai saat ini, saya merasa perlu memahami cara kerja asuransi serta trik untuk memaksimalkan manfaatnya.

Asuransi merupakan suatu produk keuangan yang butuh pengelolaan baik agar memberikan manfaat maksimal. Sayangnya menurut saya banyak agen asuransi yang bisa jualan tapi tidak bisa membimbing nasabahnya dengan baik. Oleh karenanya saya pun mulai rajin membahas asuransi di blog ini meskipun saya sendiri bukan seorang agen asuransi.

Kesalahan Ketiga: Memiliki Kartu Kredit Tapi Lebih Memilih Bayar Cash/Debit

Menurut Pinterpoin.com , membayar dengan kartu debit/cash sama saja membuang uang ke tong sampah, karena kita melewatkan kesempatan mendapatkan poin/rewards/cashback dari kartu kredit.

Saya juga ingin menambahkan bahwa sekalipun kamu tidak berminat mengumpulkan poin/cashback dari kartu kredit, kartu kredit bisa memberikan fasilitas cicilan 0% yang juga memberikan kamu kesempatan mendapatkan cuan lebih di investasi. Selengkapnya saya jelaskan disini.

Bila digunakan dengan tepat, kartu kredit tidak memberikan bunga ataupun biaya.

Kesalahan Keempat: Terjebak Investasi Bodong

Dua kerugian investasi terbesar saya adalah hasil cryptocurrency dan ikut-ikutan robot trading. Tentunya cryptocurrency bukan merupakan investasi bodong, tapi kebetulan saya termasuk yang tidak untung dari situ. Sedangkan kalau robot trading memang jelas investasi bodong. Banyak orang yang sebenarnya cuan besar dari crypto, tapi saya juga menyadari bahwa rezeki orang beda-beda dan tidak mungkin semua orang bisa cuan dari satu ladang yang sama.

Baca Juga : Anak Pandai Menabung, Orang Tua Pasti Untung!

Adrian Siaril
Adrian Siaril

The boss

Articles: 588

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *