Senjata Rahasia P2P Baru

Senjata Rahasia P2P Baru

Ada rekan yang pernah tanya kenapa saya lebih giat mencoba dan mereview p2p yang tergolong baru ketimbang pemain lama yang belum sempat di review (misalnya Dana Syariah)

Jawaban saya simple:

  1. karena p2p lama justru sudah mendapatkan banyak eksposur, sehingga review saya kurang bermanfaat bagi orang yang baru mau mencoba. Mereka bisa dengan mudah tanya banyak orang yang sudah terlanjur coba atau baca review dari blogger/youtuber lainnya.
  2. justru p2p baru cenderung lebih aman dan lebih bagus. Kok bisa?

Semua p2p baru mulai dengan lender dan borrower dari inner circle

Bisnis baru apapun butuh teman untuk bisa ‘jumpstart’. Di restoran misalnya, perlu traktir teman-teman dan keluarga supaya kelihatan ramai. Demikian juga p2p lending, supaya bisa mulai mengurus perizinan dan mulai beroperasional maka sudah harus ada dulu borrower dan lender yang sudah dikenal baik, yang siap suntik dana kapan saja dan siap minjam sering-sering.

Ini alasannya semua p2p lending bisa dengan santai mempertahankan TKB90 sebesar 100% di tahun pertama mereka beroperasi, karena memang borrower nya semua ‘teman’ yang ‘dimintain tolong’, entah mereka benar-benar butuh pinjaman atau tidak. Jadi credit scoring masih bisa dibilang atas dasar hubungan personal. Biasanya justru setelah tahun pertama, ketika sudah mulai mengurus perizinan dan mulai membuka diri kepada borrower-borrower ‘umum’, disitulah credit scoring dan manajemen risiko yang sebenarnya diuji.

Atas dasar ini, sebenarnya mirip dengan money game, dimana semakin cepat kita bergabung ke suatu p2p, semakin rendah juga risiko kita di p2p tersebut. karena kualitas borrowernya masih bagus-bagus. Kalaupun kita kedepannya loyal mendanai di p2p tersebut, kita sudah tahu borrower mana saja yang sudah setia meminjam dan membayar sejak day 1.

Ini bukan sekedar teori asal-asalan dari saya, namun memang fakta yang dijabarkan oleh manajemen p2p lending yang sering bicara dengan saya. Untuk buktinya, silakan anda cocokkan dengan track record semua p2p lending produktif seperti Komunal, Akseleran, Investree, Koinworks, dan Amartha. Semua tersebut adalah pemain yang berhasil mempertahankan TKB90 100% di satu sampai dua tahun pertama, sebelum akhirnya mengalami ‘luka pertama’ bahkan sebelum pandemi.

Apabila anda butuh contoh p2p baru yang sampai sekarang masih TKB90 100%, maka ada Fundnesia. Sedangkan untuk pemain lama sakti yang sampai sekarang masih 100% ada Danain, Mekar, dan seluruh klub konsumtif

P2P baru menjadi budak para lender

Untuk bisa berkembang dengan cepat, dibutuhkan promosi word of mouth antar lender, sehingga jelas p2p lending baru sangat mengutamakan masukan dan kepuasan dari para ‘first lenders’ mereka. Lender retail dengan dana recehpun diberikan pelayanan VIP. Direksi dengan mudah ditemui oleh siapapun, dan transparansi informasi terkadang pun berlebihan sampai nyerempet aturan otoritas.

Ini sebabnya saya beberapa kali berani mencoba p2p lending yang bahkan belum proses pengurusan izin usaha, seperti Asetku (dulu saya coba sebelum terdaftar), Growpal, dan yang terakhir Fundnesia (sampai sekarang belum terdaftar). Selama saya bisa ke kantornya dan tidak mengendus sesuatu yang aneh, saya oke oke saja jadi early adopter.

Masih terjadi keseimbangan

Jumlah borrower dan lender masih terkontrol dengan baik, sehingga lender cenderung mudah mendapatkan pendanaan sesuai dengan selera dan keinginan mereka, tidak perlu berebutan atau sering-sering memiliki dana nganggur di platform.

Seperti yang saya sudah tegaskan berkali-kali, tidak mudah bagi p2p di masa sekarang untuk menjaga keseimbangan ini. Apabila credit scoring diperketat maka borrower sedikit, tidak ada kesempatan pendanaan untuk lender dan tidak ada pemasukan untuk si penyelenggara. Sebaliknya bila credit scoring dilonggarkan, maka kesempatan pendanaan lender bertambah, namun meningkat juga risikonya karena ada penurunan kualitas seleksi untuk si borrower.

Kesimpulan

Banyak yang beranggapan bahwa semakin tua umur p2p lending, semakin bagus pula mereka. Itu tidak sepenuhnya salah, mengingat Danamas dan Mekar daridulu sampai sekarang konsisten memuaskan dengan risiko yang sangat minim. Tapi tidak menutupi fakta bahwa seiring berjalannya waktu pemain lama seperti Koinworks, Amartha, dan Modalku juga masing-masing mulai terbuka kelemahannya.

Tidak ada salahnya mencoba p2p lending baru, karena saling menguntungkan juga. Dengan semakin banyaknya pemain p2p lending yang sukses di tanah air, pada akhirnya semua orang diuntungkan:

  1. Semakin banyak borrower yang memiliki akses permodalan alternatif
  2. Kesempatan mendanai semakin banyak untuk lender eksisting maupun baru, dengan variasi unik masing-masing
  3. Roda ekonomi negara makin tergerak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.