Moneydiary Talks Januari 2020 by Koinworks

Dibawah ini adalah transkrip (hasil pembicaraan yang dibuat tulisan) dari acara yang diadakan Koinworks pada 2020 silam. Saya hanya menyajikan pertanyaan yang saya jawab, tidak mengikutsertakan jawaban dari Mas Sonny selaku narasumber lainnya karena belum izin.

Moderator: Adrian, sebagai milenial – menurutmu perlu tidak “melek” isu update ini ?

Saya kira semua orang harusnya melek isu ya, namun terlebih lagi millenial karena kita punya sosmed, internet, jadi seharusnya jauh lebih peka dan concern terhadap isu, apalagi yang menyangkut uang. Contohnya, reksadana yang berpuluh-puluh tahun dianggap investasi paling aman malah belakangan ini banyak masalah. Isu kesehatan seperti virus Corona bisa mempengaruhi saham habis-habisan. Masalah Amerika-Tiongkok mempengaruhi harga emas, suku bunga mempengaruhi performa obligasi. Semua isu pasti ada kaitannya dengan dunia investasi dan keuangan!

Moderator: Beberapa kebiasaan para milenial itu adalah TIDAK BISA LEPAS dari GADGET, terutama dalam seluruh transaksi maupun kebutuhan finansial mereka. Ada concern mengenai ini ?

Gadget nya sendiri menurut saya bukan merupakan masalahnya, namun PENGGUNAAN gadget itu sendiri. Apakah produktif untuk mengatur keseharian, membantu perencanaan, mencari informasi, atau malah hiburan yang tidak ada habisnya. Hiburan ini bahayanya bukan hanya menghabiskan waktu tapi malah kadang-kadang uang juga. Harusnya gadget yang semakin cerdas membantu kita untuk semakin cerdas juga dalam merencanakan masa pendek maupun panjang.

Advertisements
Advertisements

Moderator: Menurut blog mu, isu P2P lending sering dlbicarakan karena sedang hangat2nya akhir2 ini – kenapa memilih instrument P2P lending ini sebagai pembahasannya ?

Blog saya fokus ke P2P lending karena daridulu sampai sekarang belum banyak orang yang mau berbagi ilmu membahas p2p lending, padahal P2P lending ini merupakan salah satu inovasi investasi yang seharusnya banyak dilirik terutama untuk kaum milenial. Karakteristik P2P lending yang mudah dipelajari, mudah diakses, serta ramah kantong (butuh modal terjangkau) berperan sebagai faktor utama yang menurut saya patut direkomendasikan ke banyak orang.

Moderator: Dalam blogmu, pernah share juga mengenai risiko dari investasi P2P lending, TINGKAT PINJAMAN, PENYELENGGARA, REGULASI, maupun EKONOMI, boleh share disini maksud dari RESIKO TINGKAT EKONOMI ?

Kalau bicara investasi memang setiap instrumen punya risiko tersindiri. Dalam P2P lending ini menurut analisa pribadi saya (tanpa basis teori atau penelitian ilmiah) ada beberapa tingkat risiko seperti yang mas Angga katakan. Tingkat pinjaman alias produk adalah risiko dimana satu peminjam mengalami gagal bayar, penyelenggara adalah misalnya suatu perusahaan p2p lending bangkrut, regulasi adalah misalnya OJK tiba tiba menerapkan bunga maksimal yang bisa dikenakan sehingga menurunkan potensi return, sedangkan ekonomi adalah faktor paling makro yang kita tidak bisa hindari, misalnya amit amit terjadi resesi yang menimbulkan banyak kredit macet seperti 98 dan 2008, tentu yang terdampak bukan hanya P2P lendingtapi juga pasti saham, obligasi, dan produk investasi lainnya. Tapi saya rasa jangan terlalu fokus dengan risiko seperti ini. Beberapa P2P lending seperti Koinworks ini memiliki suatu program yang melindungi pokok modal kita kalau terjadi gagal bayar.

Advertisements
Advertisements

Moderator: Kemudahan teknologi ini berbanding lurus dengan pengeluaran, untuk itu para milenial perlu cerdas dalam mengelola keuangan, terutama hal INVESTASI. Ada saran mengenai ini ?

Kemudahan teknologi berbanding lurus dengan pengeluaran, tapi menurut saya harusnya berbanding lurus juga dengan pemasukan! Dengan teknologi banyak potensi side job seperti online shop dan jasa freelance, dan karena hadirnya banyak fintech termasuk P2P lending seperti Koinworks ini, teknologi juga memudahkan kita mengalokasikan investasi. Dulu ketika kita punya uang lebih rasanya bingung itu uang mau dikemanain. Dimasukin tabungan biaya adminnya lebih tinggi daripada bunganya, deposito dan reksadana mesti ke banknya isi form sedangkan kalau kita kerja mana mungkin sempat ke bank? Nah kalau seperti Koinworks ini kan kita setelah terima gaji tinggal langsung transfer untuk investasi. Buka akun nya pun semua full online tanpa keluar rumah.

Peserta: Bagaimana peraturan soal gagal bayar di P2P lending? Siapa yang bertanggung jawab?

Pada dasarnya OJK belum memberikan peraturan tentang mekanisme penanganan gagal bayar. OJK hanya mewajibkan bahwa pinjaman yang sudah macet lebih dari 90 hari dinyatakan default alias gagal bayar. Soal bagaimana penyelenggara P2P lending menghadapinya, itu terserah masing-masing P2P lending. Ada yang bodo amat (risiko investor tanggung sendiri), ada yang klaim ke garansi, ada yang nalangin pakai uang pribadi. Nah, Koinworks ini termasuk yang terakhir. Kalau sampai ada gagal bayar, mereka akan gantiin modal (tanpa bunga) sesuai dengan grade pinjamannya. Saya pribadi tidak akan pernah mau investasi di P2P lending yang tidak memberikan jaminan modal.

About asiaril

Tulisan saya adalah opini pribadi yang tidak memiliki kredibilitas apapun. Kerugian dalam bentuk apapun yang timbul akibat membaca tulisan saya (misalnya buang buang waktu) sepenuhnya menjadi tanggung jawab anda. Apabila anda tidak suka dengan karya saya, janganlah marah kepada saya, namun pukullah layar komputer anda dengan linggis.

2 Responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.